Forum > Psikologi

Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang

Kamis, 08 November 2012 13:09:45
4262 klik -- 45 respon
Oleh : WaHyOe
Versi cetak

Menurut teman-teman fordis perlukah para psikolog seperti Tika Wibisono ada di pelatnas untuk memperbaiki kepercayaan diri seorang atlet yang selalu kalah di round 1 maupun round 2 seperti kwartet wang????

Saya pikir perlu untuk mengembalikan kepercayaan diri seorang atlet yang selalu kalah di round 1 maupun round 2 biar tidak terjadi krisis kepercayaan diri. karena sebenarnya kemampuan tehnik bertanding kwartet wang itu bagus tidak jelek amat setidaknya setiap personil kwartet wang memiliki kelebihan masing.

Respon

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : ngakak
    Kamis, 08 November 2012 13:18:42

    ya ampyunnnn, msh di tanyain lg. ya jelas pasti ada psikolog di PBSI.

    - di kepengurusan PBSI 2004-2008 (Sutiyoso) psikolognya Drs. Heriyono
    - di kepengurusan PBSI 2008-2012 (Djoko Santoso) psikolognya Lilik Sudarwati A.S. Psi
    - di kepengurusan PBSI 2012-2016 (Gita Wirjawan) psikolognya Eko Prasetyo

    catatan :
    ternyata Lilik Sudarwati mantan atlit bulutangkis jg dulunya. dia sarjana psikologi. & di tarik sama PBSI jd psikolog di pelatnas.

    di kepengurusan PBSI (1985-1989, 1989-1993), (1993-1997), (1997-2001), (2002-2004), ada yg tau siapa psikolognya? di kepengurusan PBSI 1985-ke belakang ada gak ya psikolognya?

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Kamis, 08 November 2012 14:06:48

    Ngak perlu akh menurut aye, karena kwartet WANG sudah Bagus tinggal di pertahankan aja konsistensinya!

    yang paling menonjol dari semua kwartet kita itu adalah FEBE! ibaratt Wang Yihannya CHINA.

    FEBE =/or setara dengan Wang Yihan
    Firda =/or Li Xueri
    Bella =/or Wang Xin
    April=/or Jiang yanjiou

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : ngakak
    Kamis, 08 November 2012 14:46:25

    OOT, kalian udah tau blm negara mana yg jd tuan rumah asian games 2019 ? surabaya (INA) atau hanoi (vietnam) ? soalnya sidang penentuan tuan rumah asian games 2019 td jam 10:00 WIB atau jam 09:00 wkt macau. tp sampai skrng blm ada kabar beritanya nih.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : al_fian
    Kamis, 08 November 2012 15:21:30

    sebenernya yang dibutuhkan itu pelatih fisik berkualitas terutama dari australia, klo ga salah 3bulan sbelum menjelang olimpiade beijing 2008 dimana pbsi menyewa pelatih fisik dari australia n hasilnya lumayan tokcer terutama di tunggal putri, dimana maria kristin mendapatkan medali perunggu padahal wktu itu tidak diunggulkan (tolong diralat klo salah)

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : semoxxxx
    Kamis, 08 November 2012 17:17:52

    @ngakak
    bukannya pesaingnya vietnam dan dubai yah???
    terus bukannya asian games harusnya 2018,, atau thn genap,, ini kok ganjil???

  • Re: Perlukah psikolog untuk perbaiki mental bertanding kwartet wang
    Oleh : arifzai
    Kamis, 08 November 2012 17:26:38

    Perlu tidaknya psikolog kan tergantung kebutuhan. yang penting psikologi pemain di luar dan di dalam lapangan menjadi lebih bagus. Hasil akhirnya yang penting adalah prestasi yg baik.

    Tanggung jawab pembinaan mental atlet bukan hanya pada psikolog, namun juga pengurus dan pelatih. pengurus bertugas menciptakan suasana yg membuat atlet nyaman dan selalu termotivasi, dan pelatih juga harus mampu memompa semangat juang atletnya.

    PBSI sendiri seingat saya pernah menggunakan jasa psikolog, bahkan sangat terkenal yaitu Prof Singgih Gunarsa, terutama di event2 penting seperti piala Thomas , Uber maupun sudirman. Pak singgih juga berperan besar saat IOndonesia mampu merebut Piala Thomas 1984 di KL Malaysia.

    Namun, prestasi besar tersebut tak luput dari tangan dingin MF Siregar yg terkenal dg sebutan teknokrat olah raga Indonesia. Salah satu prestasinya adalah menyandingkan emas bulutangkis di OG 1992 sekaligus emas pertama.

    Menurut saya, psikolog penting tapi tak selalu harus permanen selama 1 periode. Yg paling penting adalah PBSI mampu menyatukan pengurus, pelatih, atlet serta pendukung lainnya sehingga tercipta suasana yg meningkatkan motivasi atlet. Tidak diintervensinya bidang teknik baik pengurus maupun pelatih oleh orang yg tidak ahli adalah salah satunya.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : arifzai
    Kamis, 08 November 2012 17:31:31

    Tahun 2008, Susi Susanti yg bukan psikolog terbukti mampu mengangkat mental tim uber indonesia dari semula underdog menjadi tim yg berbahaya. Yang penting, selama atlet mendapatkan suasana yg nyaman yg meningkatkan motivasinya, mereka akan mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya


    Mengenang sejarah, OOT ^_^

    Lilik Sudarwati, psikolog PBSI, adalah atlet sejaman Susi Susanti namun prestasinya jauh di bawah Susi. ikut merebut Juara Dunia Yunior tidak resmi di Jakarta tahun 1987 bersama Susi Susanti (WD), namun akhirnya mundur dan fokus kuliah

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : arifzai
    Kamis, 08 November 2012 17:37:23

    Dulu, TVRI yg menyiarkan live final kejuaran tersebut sejak 1986 - 1988. sempat menyaksikan Susi menjadi jawara di 3 nomor tahun 1987 (WS mengalahkan Tan Jiu Hong, WD, dan XD (kalau ga salah sama Ricky(sory kalau salah.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : arifzai
    Kamis, 08 November 2012 17:39:34

    Sebelum diragukan kualitas berita saya ini contoh link , kalau Indonesia pernah menggunakan jasa psikolog.

    http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=129963

    http://psik.multiply.com/photos/photo/20/13?&show_interstitial=1&u=%2Fphotos%2Fphoto

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : zenzen
    Kamis, 08 November 2012 17:54:39

    @ngakak: Hanoi tuan rumah Asian Games 2019..Surabaya tuan rumah Asian Youth Games 2021

    http://olahraga.kompas.com/read/2012/11/08/17254334/Hanoi.Akhirnya.Kalahkan.Surabaya

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : WOW
    Kamis, 08 November 2012 18:02:54

    mungkin lebih perlu jasa dukun santet. siapa yg lawan pemain indonesia disantet dulu biar bisa menang

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : ina_junior
    Kamis, 08 November 2012 18:44:04

    nggak Ngefek... otak mereka udah kebal

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Kamis, 08 November 2012 20:47:40

    menurut ak lebih baik mati di medan perang dengan kesatria dari pada mati sia-sia di tanpa bisa berbuat apa2.......itu yg harus d tanamkan dalam pikiran dan jiwa mereka.......kebanyakan dari pemain indonesia udah takut dulu dengan nama besar sebelum bertanding....fightingspirit-nya NOL besar.....

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : ngakak
    Kamis, 08 November 2012 22:45:05

    @ semoxxx

    knp asian games di undur jd thn 2019 ? krn jadwal asian games yg hrsnya thn 2018, bentrok dgn jadwal commonwealth games. jdnya asian games di undur setahun jd thn 2019.

    dubai, uni emirat arab mengundurkan diri dr pencalonan tuan rumah asian games 2019.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : ngakak
    Kamis, 08 November 2012 23:08:55

    lagi2 INA gagal berdiplomasi. pdhal vietnam negara kecil, INA jauh lbh besar drpd vietnam. di bidang ekonomi INA lbh unggul drpd vietnam. INA ternyata gak hanya lemah dlm hal prestasi olahraga. tp jg lemah dlm hal diplomasi. diplomasi dlm hal penentuan tuan rumah asian games 2019 INA lemah, diplomasi dlm hal kedaulatan negara sprti contoh : masalah TKI/TKW, klaim pulau sengketa (pulau sipadan & ligitan) oleh malaysia (yg akhirnya di miliki oleh malaysia), INA lemah.

    memang benar, meski gagal jd tuan rumah asian games 2019, INA di tunjuk jd tuan rumah asian youth games 2021 oleh dewan olimpiade asia (OCA). krn dr awal dewan olimpiade asia (OCA) sudah menjanjikan klo ada salah satu negara (INA atau vietnam) yg gagal jd tuan rumah asian games 2019, maka negara yg gagal terpilih itu jd tuan rumah asian youth games 2021 (win-win solution). sbnrnya gak apa2 jd tuan rumah asian youth games 2021, tp tetep kelas asian youth games kalah bergengsi di banding asian games.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Kamis, 08 November 2012 23:14:55

    Jiwa suka curhat di sosial media,sukanya minta di maklumi,emang ga punya fighting spirit.
    Kalah juga tetap aja di kirim,tetap aja jd andalan,tetap aja dapat gaji,bgitulah nasib baik kwartet wang

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Kamis, 08 November 2012 23:18:50

    Kayakx ga mikirin gengsi,yg pnting tetap dapat proyek,hahahaha

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : ngakak
    Kamis, 08 November 2012 23:27:23

    @ arifzai

    bukannya dulu pas kepengurusan PBSI (1985-1989, 1989-1993) era tri sutrisno, atlit2 pelatnas (susi cs) jg di hadapkan pada ketidaknyamanan ?

    coba deh baca info di bawah ini.

    nih linknya :

    http://m.facebook.com/story.php?story_fbid=347583551938465&id=224566730906815&_ft_a=224566730906815&_ft_tf=347583551938465&_ft_tpi=224566730906815&_ft_ti=22&_ft_fth=b0fbafe2da546351&_ft_time_ft=1327272349&_ft_mf_objid=347583551938465

    taufik jg pernah gak nyaman dgn kepengurusan PBSI era chairul tandjung (2002-2004). tp di tengah ketidaknyamanan dia dgn kepengurusan PBSI pimpinan chairul tandung, di thn 2002 dia bisa juara asian games. di thomas cup thn 2002 INA juara.

    nih linknya :

    http://arsip.gatra.com//2002-01-14/artikel.php?id=14505

    semua pemain2 pelatnas yg berprestasi (susi & taufik cs) gak setuju dgn sistem kontrak kolektif yg di berlakukan PBSI saat itu, tp susi cs menerima itu dgn lapang dada. di nyaman2in aja sama mereka. cuma taufik aja yg vocal menolak sistem kontrak kolektif itu, sampai2 taufik hengkang ke singapore thn 2002. pd dasarnya sistem kontrak kolektif gak meningkatkan motivasi atlit lho, tp mereka bisa menjawabnya dgn prestasi.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : arifzai
    Jumat, 09 November 2012 08:23:29

    @ngakak
    saya setuju soal itu. di era mana pun pasti ada yg kurang, kebijakan yg bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Namun setidaknya, ketidaknyamanan tersebut masih bisa ditekan dan tidak mempengaruhi prestasi atlet.

    Yang jelas, pada waktu itu bidang pembinaan dipegang oleh orang yg kompeten, tidak direcoki oleh pengurus2 yg bukan bidangnya.

    Idealnya sih ke depan hal2 seperti ini tidak ada lagi, apalagi salah satu janji Gita adalah peningkatan kesejahteraan atlet dan pelatih. Demikian juga, bidang pembinaan atlet juga dipegang oleh orang yg kompeten, yg pernah membuktikan dg prestasi, bukan sekedar teori. Semoga kebijakan p gita tidak ditelikung oleh bawahannya, pengurus2 yg bukan bidangnya tidak mengintervensi bidang pembinaan.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : ngakak
    Jumat, 09 November 2012 10:26:42

    di mana manusia itu berada, di mana manusia itu tinggal, di mana manusia hidup, pasti akan di temui adanya ketdknyamanan. tp tergantung bgmn manusianya mengubah ketdknyamanan itu menjd nyaman, mengubah masalah menjd jalan keluar, mengubah masalah besar menjd masalah kecil. contohnya kyk susi cs itu.

    soal ketidaknyamanan di kaitkan dgn prestasi atlit, itu tergantung bgmn si atlit memanage ketdknyamanan itu berubah menjd prestasi. soalnya dulu pas era susi cs, pak tri sutrisno itu orgnya otoriter (soalnya dia dr kalangan militer), susi cs udah protes soal kontrak kolektif tp gak di gubris sama tri sutyrisno (ketum PBSI saat itu). akhirnya susi cs menerima keputusan itu dgn lapang dada. ya jelas gak maulah susi cs dgn sistem kontrak kolektif itu, sistem kontrak kolektif bener2 merugikan atlit yg berprestasi. sistem kontrak kolektif itu ibaratnya kyk subsidi, atlit2 yg berprestasi kyk susi cs yg semula nilai kontraknya besar hrs mensubsidi ke atlit2 yg gak berprestasi. jd otomatis nilai kontrak yg di dpt susi cs jd berkurang. di awal2 thn 2000-an sistem kontrak kolektif msh di pake tuh di pelatnas.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Jumat, 09 November 2012 10:39:31

    @ yg nanya asian games

    Kenapa Asian Games dilaksanakan tahun 2019, alasan yg kuat dari IOC-nya Asia katanya ASIAN GAMES pengen dilaksakan SETAHUN sebelum OLIMPIADE, begitu sih berita yg saya dengar.

    Sekian :)

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : semoxxxx
    Jumat, 09 November 2012 10:40:25

    menurut saya tidak perlu...
    karena febe CS sudah sangat baik mentalnya...
    apalagi febe,, pas lawan WYH,WX,WSX,LXR,dll
    pernah ketinggalan 0-20,, tapi bisa menang 30-29,, hebatttt....
    saluutt buat kanjeng febe...

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Jumat, 09 November 2012 10:53:05

    Pokokeee Firda dan Febe is the best! Queen and princess di kerajaan Pelatnass!

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : arifzai
    Jumat, 09 November 2012 11:36:17

    soal kasus susi sekali lagi saya setuju

    tapi bukan semata tergantung si atlet
    (susi). hub antar pelatih, atlet-pengurus,
    pelatih-pengurus juga ikut berpengaruh.
    Pembinaan berjenjang waktu itu serta
    dukungan pelatih yg bagus membuat kasus itu
    tidak membuat prestasi susi (dan atlet
    lainnya) menjadi drop.

    Semakin banyak hal2 yg mengganggu, semakin
    akan membuat atlet akan menurun prestasinya. Menilainya bukan hanya
    terhadap 1 dua atlet, melainkan keseluruhan
    yg ditunjukkan secara akumulasi baik
    turnamen perorangan (jumlah gelar yg dibawa)
    hingga kejuaraan beregu.


    contohnya ya pbsi barusan. prestasi yang di
    titik nadhir bagaimana pun adalah cermin
    buruknya kinerja pengurus saat itu.
    menyalahkan atlet? padahal dia hanyalah
    salah satu unsur yg berpengaruh thd prestasi
    indonesia. Masa, udah berkorban banyak,
    tetap saja disalahkan atas terpuruknya prestasi ina.
    Kalau semua kembali ke pemain, berarti ga
    perlu dong psikolog. Berarti kebijakan pbsi
    menunjuk psikolog salah dong, karena semua
    tergantung atlet?

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : ngakak
    Jumat, 09 November 2012 12:37:32

    sbnrnya gak ada excuse 'udah berkorban banyak atau gak'. pointnya bukan di situ. krn negara gak pernah memaksa yg bersangkutan jd atlit. yg namanya psikolog sih perlu.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : arifzai
    Jumat, 09 November 2012 12:51:06

    Betul negara tidak memaksa, tapi tak berarti membiarkanya kan? Atlet andal adalah aset bangsa. Menjadi atlet adalah hak setiap orang, tapi ketika dia sudah menjadi atlet, adalah tugas negara menjadikan mereka aset2 bangsa. PBSI sebagai kepanjangan tangan negara harus menjaga mereka dan menjadikan mereka aset bangsa yg berharga agar mereka mampu mengharumkan nama negara kita.

    alangkah naif jika kemenangan seorang atlet di turnamen internasional diklaim keberhasilan atlet itu sendiri dengan menutup mata atas dukungan tim dibelakangnya seperti pengurus organisasi olah raga, pelatih, psikolog dll - kecuali atlet atas nama pribadi. Lebih naif lagi, jika prestasi seorang atlet dianggap keberhasilan induk organisasi namun jika prestasi jeblok - dan itu merata- yang disalahkan adalah atlet ybs.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : arifzai
    Jumat, 09 November 2012 12:58:56

    PBSi lah yg bertugas mengatur agar semua pendukung: pelatih, psikolog, peralatan, fasilitas latihan, tempat tinggal, sponsor etc mampu mendongkrak atlet berpprestasi tinggi. memilih psikolog handal juga bagian dr tugas PBSI. Semoga pilihan psikolog era sekarang tepat.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : arifzai
    Jumat, 09 November 2012 13:09:18

    @wahyoe

    tak semua psikolog bisa menjadi pendamping atlet. Tika Bisono saya rasa kurang tepat karena blm pernah terdengar kiprahnya di dunia olah raga. selain ahli di bidang psikologi, si psikolog juga harus memahami seluk beluk olah raga si atlet. lebih baik lagi jika dia juga memiliki pengalaman bertanding. Singgih Gunarsa, yg banyak berperan atas keberhasil;an tuim beregu Indonesia adalah seorang olah ragawan berbagai cabang seperti basket, bulutangkis, catur dan pernah aktif sebagai pemain juga pengurus meski belum profesional. Silahkan baca link nya, banyak kok...

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Jumat, 09 November 2012 13:36:16

    PSIKOLOG GA PERLU UNTUK pemain yg stuck prestasi, perlunya pada pemain yg SEBENARNYA BAGUS tp suka bikin greget tiba2 KENDOR dan permainan jelek.. contoh ToLyn wktu di OG12 SM DENMARK PSS byk bgt errornya si Owin ini

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : ngakak
    Jumat, 09 November 2012 14:19:44

    klo atlit handal adalah aset bangsa, klo atlit yg gak handal adalah aset siapa ?

    coba baca dulu informasi dr link di bawah ini :

    http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=9460

    emang selama ini psikolog di PBSI gak handal gitu ? semua psikolog itu ilmunya sama. mereka itu kan melalui proses pendidikan yg sama jg. kecuali org yg bergelar sarjana psikologi atau magister psikologi tp ijazahnya aspal. itu lain cerita.

    nih ada artikel ttg psikologi olahraga.

    linknya :

    http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=userpage&menu=403&page_id=7

    jenis2 psikologi sbnrnya ada brp sih ? yg gw tau ada psikologi bidang rumah tangga (keluarga)/psikolog rumah tangga (keluarga), psikologi 'maap' seksual/psikolog seksual (yg skrng lg terkenal tuh yg namanya psikolog zoya amirin), psikologi anak/psikolog anak, psikologi olahraga/psikolog olahraga, psikologi kriminal/psikolog kriminal, psikologi sosial/psikolog sosial, trus apa lg ?

    trus semua yg di atas itu, penjurusan bidang psikologi bukan sih ? atau apa ? para lulusan dr psikologi mempelajari itu semua gak sih ? emang ada gitu penjurusan bidang psikologi ? klo bidang hukum kan emang ada penjurusannya, yaitu hukum perdata, pidana, internasional, ekonomi bisnis, tata negara. membingungkan deh.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : arifzai
    Jumat, 09 November 2012 16:20:37

    ya tetap aset bangsa tetapi karena berbeda kualitas ya akhirnya tidak dibina khusus (oleh pbsi). Tapi tetap dijaga dengan diberikan sarana seperti adanya turnamen2 nasional dan internasional yg membuat atlet bisa bertanding (untuk yg ini saya akui pbsi cukup perhatian). Mereka juga berhak diikutkan dalam kejuaran beregu jika prestasinya bagus (jadi ga ada istilah karena bukan pelatnas trus dicuekin)

    btw, thx link nya, soal jenis2 psikolog nah itu @ngakak udah tahu. Mungkin yg lain ada yg lebih tahu

    oh ya ini ada link menarik tentang penilitian mental atlet dg subyek penelitian Sony Dwi K, Lee CHong Wei, Saina Nehwal, serta Maria Kristin. Hasilnya cukup menyedihkan..

    http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&frm=1&source=web&cd=1&ved=0CB8QFjAA&url=http%3A%2F%2Fkonsultankarir.com%2Fwp-content%2Fuploads%2F2011%2F07%2Fpresentasi-sdg-award-2010.pdf&ei=X8ecUJfYDcaIrAephIHoCw&usg=AFQjCNFy0E7Fj_mUuyyWHJJ6v0Oo6PsYkQ&sig2=QuKIuTb8uz362oOqcHto8w

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : arifzai
    Jumat, 09 November 2012 16:29:53

    psikolog di pbsi handal atau tidak ya saya tidak tahu...saya kan ga mengatakan psikolog pbsi tidak handal. yg jelas, ditangani psikolog yg berbeda bisa menghasilkan prestasi yg berbeda. Ilmu memang sama, tapi daya serap si psikolog sendiri dlm menerapkan ilmunya pasti berbeda. Mereka juga memiliki latar belakang yg berbeda.

    Makanya, sy berharap psikolog pbsi yg sekarang inibenar2 mampu mengangkat mental atlet. seperti Singgih Gunarsa, yg memang sudah paten hasilnya. Sayang, beliau sudah pensiun th 1999.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Jumat, 09 November 2012 16:46:41

    @arifzai

    Thanks buat Artikelnya!

    Menurut hemat saya, analisa itu di ambil pada saat Sony dan MKY masih dalam masa-masa cedera(tahun 2010). jadi hasilnya memang akan seperti itu , apalagi mereka masih trauma dengan cederanya. jadi mainnya hati-hati. main dalam kondisi di bekap trauma itu nga gampang loh, di bayang-bayangi terus. kalau analisanya di ambil di tahun 2008 hasilnya akan beda mungkin.

    contoh:
    MKY itu kan cedera lutut yang parah (sakit banget loh cedera dia kalau kambuh) saya ingat banget waktu di Kualifikasi uber cup 2010, MKY kalah 3 set lawan Sung Ji Hyun Korea selatan, selesai main MKY hampir nanggis/matanya berkaca-kaca dan jalan tertatih-tatih keluar lapangan.

    Jadi waktu dia main untuk dalam kondisi di bayang-bayangi cedera yang akan kambuh (trauma), kemauan dia untuk menggambil bola-bola sulit tidak akan seperti waktu di tahun 2008. karena dia takut cederanya kambuh!

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : yusakbum
    Jumat, 09 November 2012 20:44:27

    sedih banget itu saat atlet yg cedera macam MKY mau ambil bola sulit, mikir cederanya makin parah, tapi atlit sehat macam kwartet wang ambil bola susah aja didiemin begitu aja.
    andai jiwanya MKY ditaro di badan sehat slah 1 kwartet wang :''
    kwartet wang masak mau kalh ama MKY yg dulu maen sambil nahan rasa sakit :'

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : ngakak
    Sabtu, 10 November 2012 01:46:09

    'daya serap si psikolog sendiri dlm menerapkan ilmunya pasti berbeda' mksdnya berbeda gmana ?

    daya serapnya memang berbeda, tp tetap aplikasinya mengerucut dgn arah/tujuan yg sama. soalnya kan pd dasarnya ilmu yg mereka dpt selama menimba ilmu psikologi jg sama. kyk ilmu sosial aja, dr argumen2nya sih emang berbeda, tp tetep tujuannya sama, ke situ2 jg.

    klo lilik sudarwati itu kan jelas dia latar belakangnya dr mantan atlit bulutangkis. singgih gunarsa jg dr kalangan mantan atlit jg. tp mereka sama2 menimba ilmu psikologi jg. yg pasti lilik sudarwati concern di bidang psikologi olahraga jg.

    klo memang psikologi olahraga itu merupakan ilmu yg hrs di pelajari secara tersendiri, ya gak masalah, meskipun latar belakangnya berbeda jg gak jd masalah, bagi siapa aja yg pernah kuliah psikologi/lulusan psikologi bs jg menimba ilmu bidang psikologi olahraga. tanpa harus terlebih dahulu menjd atlit. krn yg terpenting adalah ilmu psikologi olahraga itu, bukan pada label mantan atlit (sprti singgih gunarsa & lilik sudarwati).

    Drs. heriyono (psikolog di kepengurusan PBSI 2004-2008) & eko prasetyo (psikolog di kepengurusan PBSI 2012-2016) jg gak masalah klo jd psikolog di PBSI. asalkan dgn catatan mereka hrs paham betul ilmu psikologi olahraga (meski gak berlabel mantan atlit). sprti yg udah di bilang di atas, krn
    psikologi itu bnyk disiplin ilmunya, ada yg psikologi rumah tangga (keluarga) , ada
    psikologi anak, bla bla bla bla

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Sabtu, 10 November 2012 07:10:02

    mau pake 5 psikolog percuma.....dari belum bisa megang raket sampe bisa pegang raket...trus skrg menghuni PELATNAS udah berapa duit yg mereka keluarkan....?????????????????????????? Faktanya penghuni PELATNAS di besarkan dengan uang....besar karena talent sangat-sangat dan amat sangat jarang.....ironisnya para pelatih sengaja menjadikan mereka sebagai mesin ATM....

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : arifzai
    Minggu, 11 November 2012 00:11:37

    tentu saja ga masalah, seseorang menimba ilmu psikologi olah raga apa pun latar belakang. mantan atlit atau bukan juga ga masalah. Namun, pengalaman di lapangan olahraga, daya intelegensia, dan pengalaman akan membuat hasil yg berbeda. Termasuk kemampuan memahami atlet juga beda. Meski sama3 psikolog. Itu belum termasuk Itu menurut saya.

    Sekali lagi, saya tidak pernah menulis bahwa Lilik S atau Eko tidak handal. Kalau pun saya menulis ttg Singgih Gunarsa, itu juga karena ada pertanyaan apaklah tahun sebelum 2004-2008 ada psikolog atau tidak. Ternyata ada, meski dari hasil searching, psikolog bertugas saat event2 penting dan sy tidak tahu apakah ada psikolog yg bertugas secara permanen sampai satu periode.

    Yang jelas Singgih Gunarsa dikenang karena keberhasilannya dalam menangani tim bultang Ina dg berbagai gelar. peristiwa kembalinya Piala Thomas 1984 ke indonesia jg merupakan salah satu andil Singgih Gunarsa.

    Namun, sebagaimana saya tulis sebelumnya, psikolog HANYA salah satu bagian penting penunjang prestasi.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : arifzai
    Selasa, 13 November 2012 00:10:02

    @yoonshiyon

    thx balik...
    setuju. jadi agak bingung, mengapa atlet dg kondisi yang berbeda dibandingkan. Menurut saya sih, seharusnya diambil pada saat masing-masing atlet berada di puncak, meskipun kurun waktunya tidak sama. Misalnya Saina pada tahun 2010, MK pada tahun 2008, dst.

    Cuma saya belum tahu, apakah cara seperti ini lazim dan bisa digunakan untuk penelitian di bidang psikologi.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : kopiko
    Selasa, 13 November 2012 22:49:04

    mengacu ke judul threadnya, tentunya setuju untuk melihat sejauh mana aspek psikologis kwartet wang ini. apa sudah sampe pada titik puncak prestasinya.

    perlu dipertanyakan sejauh mana pbsi menggunakan psikolog dlm mengevaluasi prestasi atletnya. apa pernah pelatih mendiskusikan atletnya dgn psikolog yg ada.

    disana ada pelatih teknik, pelatih fisik, psikolog, dokter & ahli gizi, apa semua ini pernah mengevaluasi bersama perkembangan atlet per atlet. atau semuanya jalan sendiri? atau sama sekali tak digunakan? kalau gak ya bubar aja organisasinya, ngapain cuma nampang nama aja :D

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : arifzai
    Rabu, 14 November 2012 08:06:48

    @kopiko

    setuju banget komentarnya. itu dia yang jadi pertanyaannya apakah psikolog bersinergi dg pelatih ga? sebagus apa pun pelatih dan atau psikolog, kalau kerjanya sendiri2 ya ga maksimal hasilnya

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : kopiko
    Kamis, 15 November 2012 07:51:55

    @arifzai
    makasih atensinya. begitulah bro, kita punya semuanya tapi gak dimanfaatin, malah cuma jadi pajangan aja. teori mah segudang, prakteknya nol besar :D

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : oki94
    Kamis, 18 Juli 2013 12:48:45

    Iseng-iseng baca thread ini biar gak ngantuk, wooiii...yg dibutuhkan sebenernya bukan psikolog, tapi psikiater.... untuk memperbaiki mental udah menjurus ke klinis banget.

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : maldrino
    Kamis, 18 Juli 2013 14:01:49

    psikolog perlu, tapi paling cuma 10% pengaruhnya tuk pemain.
    90% lagi adalah apakah atlet itu fisik dan mentalnya udah maximal?
    yg diperlukan seorang motivator...
    contoh : rexy..motivator ulung..,christian, park jo bong, li yong bo...

    motivator agar pemain merasa sejajar dengan pemain china, bahkan kalo bisa merasa mereka lebih baik dari pemain china.
    contoh tiara, yg ga merasa INFERIOR melawan china. ( aoalagi melawan bao yixin, pasti mental ga mau ngalahnya nongol...)

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : king3zy
    Senin, 30 Juni 2014 14:02:26

    Wkwkwk, dr jaman dulu ...mental....mental...mental

  • Re: Perlukah psikolog perbaiki mental bertanding Kwartet Wang
    Oleh : prietess
    Senin, 30 Juni 2014 14:27:21

    wow muncul lagi thread ini berkat si king.

Respon Anda?

Untuk meramaikan diskusi, Anda harus login terlebih dahulu.


PB Djarum



@portalbulutangkis

Forum Diskusi

Diskusi Terbaru

Respon Terbaru