Forum > Pelatih Bulutangkis

Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI

Minggu, 31 Agustus 2014 02:54:01
5685 klik -- 50 respon
Oleh : bd709jng16
Versi cetak

Setelah membaca ulasan member Bulutangkis.com yaitu @becak, tiba-tiba saya berpikir, 'Sepertinya perlu ada evaluasi dari BL kepada PBSI.'

Karena negara kita merupakan negara demokrasi, saya rasa tidak ada salahnya untuk mengutarakan pendapat, karena memang dijamin/dilindungi oleh UUD. Walaupun kadang ada cara yang baik dan kadang dengan cara yang buruk

Nah saya yakin, semua pecinta bulutangkis Indonesia ingin perbulutangkisan Indonesia kedepannya menjadi lebih baik dan menorehkan berbagai prestasi. Oleh karena itu saya yakin pasti, pasti ada pendapat atau usulan yang cukup baik dari para BL di sini untuk bisa disampaikan kepada PBSI.

Saya tidak tahu apakah PBSI dan jajarannya sempat melihat ke website ini, tetapi di forum inilah salah satu jalan untuk kita pada BL mengutarakan pendapat/evalusi secara menyeluruh.

Oke, tidak perlu basa-basi yang cukup panjang, silakan para BL menuliskan evalusi/uneg-uneg/pendapat/ulasan kepada PBSI. Apapun boleh, dari semua sektor baik MS, WS, MD, WD dan XD, baik atlet atau pelatih atau pengurus.

Tapi pertama-tama saya ingin mulai dengan evalusi/pendapat dari member @becak, karena saya rasa cukup bagus. Semoga member @becak berkenan.

Terima kasih. Selamat berpendapat kawan BL. Harapan semoga evaluasi kita dibaca PBSI dan perbulutangkisan Indonesia semakin jaya di masa yang akan datang.

Respon

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : bd709jng16
    Minggu, 31 Agustus 2014 02:55:51

    Berikut tulisan evaluasi member @becak yang menurut saya menarik dan saya copy paste dari thread http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=13730

    Semoga berkenan @becak:
    ============================================
    Re: Ganda Putra Indonesia vs Ganda Putra Korea Selatan
    Oleh : becak Sabtu, 30 Agustus 2014 16:26:20

    Kalau ini adalah harapan pribadi saya yaitu dijodohkannya Angga/Tiara, saya sangat penasaran dengan racikan ini. Semoga harapan saya ini tidak menjadi kenangan sebelum menjadi kenyataan. :p
    ============================================
    Re: Ganda Putra Indonesia vs Ganda Putra Korea Selatan
    Oleh : becakSabtu, 30 Agustus 2014 20:04:18

    Untuk ganda putra, saya sangat berharap Angga/Rian dicoba dengan pemain lain barang 1 atau 2 turnamen atau setidaknya diberi kesempatan bermain rangkap. Mereka sudah 5 tahun berpasangan tanpa pernah dipasangkan dengan pemain lain. Padahal mereka sudah merasakan ditangani oleh 3 pelatih yang berbeda. Mereka dibentuk oleh Bambang Supriyanto, kemudian sempat dipegang oleh Sigit Pamungkas sebelum menjadi anak didik Herry IP sekarang.

    Tentang pelatih, saya sebenarnya sudah cukup bosan mengritik Herry IP. Saya akui dulu dia memang pelatih hebat, salah satu prestasinya adalah mengantarkan Candra/Sigit menjadi juara dunia. Tapi dengan berjalannya waktu, bulutangkis pun mengalami evolusi dalam hal permainannya. Saya harap pelatih-pelatih pelatnas mampu cepat menyesuaikan diri dengan setiap perubahan era seiring berkembangnya bulutangkis. Dan lagi, saya rasa ada beberapa pelatih pelatnas yang salah kamar seperti Bambang Supriyanto. Dia adalah pelatih Jayaraya. Sementara Jayaraya terkenal sebagai pencipta ganda-ganda tangguh dan bisa dibilang kurang berhasil melahirkan pemain tunggal yang bagus. Jadi menurut saya, penunjukan beliau sebagai pelatih tunggal putri potensi kurang tepat.


  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : bd709jng16
    Minggu, 31 Agustus 2014 03:01:01

    Re: Ganda Putra Indonesia vs Ganda Putra Korea Selatan
    Oleh : becak Sabtu, 30 Agustus 2014 20:08:56

    Saya setuju dengan perampingan pemain pelatnas ini. Jumlah pemain sekarang masih cukup gemuk menurut saya, ditambah lagi sekarang banyaknya pemain-pemain promosi kemarin yang digantung statusnya, belum diberi keputusan. Cara merampingkan pelatnas menurut saya adalah menghapuskan sekat-sekat antar sektor dan meleburkan sektor ganda campuran. Mengenai hal ini, saya ingin memutar roda waktu kebelakang ke tahun 90an. Di tahun itu, kita tak mempunyai tradisi bagus di sektor ganda campuran, bahkan sektor itu disebut sebagai buangan. Dulu sektor itu diisi oleh pemain-pemain yang sudah dianggap mentok di ganda putra/putri atau pemain-pemain yang ada di penghujung kariernya.

    Ganda campuran mulai dilirik ketika Trikus/Minarti menjadi runner up Olimpiade 2004. Setelah itu, lahirnya Nova/Lilyana dan Flandy/Vita membuat sektor ini menjadi sorotan. Seiring dengan suksesnya sektor ini menyelamatkan muka Indonesia dan meredupnya sektor tunggal putra dan ganda putra yang selama itu menjadi andalan, maka sektor buangan ini bertranformasi menjadi sektor andalan. Dan pelatnas pada waktu itu yang berharap mempertahankan prestasi ganda campuran yang sudah menjelma menjadi andalan (satu-satunya) menciptakan departemen sendiri untuk sektor itu. Hal inilah yang melahirkan sekat-sekat antar departemen ganda karena setiap departemen mempunyai pemain-pemain sendiri. Hal ini pulalah yang menyebabkan pemain pelatnas membengkak hingga mencapai 90 pemain di kepengurusan yang lalu.

    (lanjut di bawah)

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : bd709jng16
    Minggu, 31 Agustus 2014 03:01:13

    Kalau harapan saya, saya ingin mengembalikan sektor ganda seperti tahun 90an, namun ganda campuran bukan lagi sektor buangan melainkan sejajar dengan ganda putra dan ganda putri. Menurut saya jumlah ideal untuk masing-masing sektor adalah:

    8 pemain putra untuk tunggal
    8 pemain putri untuk tunggal
    16 pemain putra untuk ganda
    16 pemain putri untuk ganda

    Ditambah Ahsan, Hendra, Greysia, Nitya, Tontowi dan Lilyana, maka jumlah total pemain pelatnas adalah 54 pemain. Jumlah itu saya rasa pas untuk pelatnas.

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : bd709jng16
    Minggu, 31 Agustus 2014 03:04:02

    Re: Ganda Putra Indonesia vs Ganda Putra Korea Selatan
    Oleh : becak Sabtu, 30 Agustus 2014 20:11:17

    Di ganda jika kita merangkapkan masing-masing setengahnya saja dari pemain ganda putra dan ganda putri, kita sudah mempunyai jumlah pemain yang sama dengan jumlah pemain yang berada di sektor ganda campuran sekarang. Selama ini yang menjadi alasan tidak merangkapkan pemain adalah stamina, menurut saya itu adalah alasan yang kurang bisa saya terima. Dengan bermain rangkap, maka porsi latihan pun menjadi bertambah. Setelah berlatih di ganda putra/putri kemudian berlatih untuk ganda campuran. Mungkin awalnya akan sulit kerena harus beradaptasi, namun dengan berjalannya waktu, stamina mereka akan terangkat dengan sendirinya. Mungkin tak semua pemain bisa sukses di dua nomor, tapi bermain rangkap tentulah lebih banyak manfaatnya.

    Jadi harapan saya, pelatnas kita hanya ada dua divisi, yaitu divisi tunggal dan divisi ganda dengan masing-masing satu orang kepala pelatih. Dengan jumlah pemain yang tak terlalu membengkak, maka jatah turnamen tiap pemain juga akan lebih banyak. Dan lagi, hilangnya sekat prestasi dan potensi, kita akan semakin mudah memasangkan senior/junior.

    Di awal tahun depan, saya harap pelatnas tidak mengadakan promosi lagi karena promosi sudah dilakukan pertengahan tahun ini. Sehingga akhir tahun, pelatnas hanya akan melakukan degradasi. Mungkin akan banyak memakan korban, tapi demi terciptanya pelatnas yang angker, ini harus dilakukan. :p

    ==============================================
    Re: Ganda Putra Indonesia vs Ganda Putra Korea Selatan
    Oleh : becak Sabtu, 30 Agustus 2014 20:29:12

    Karena masing-masing divisi sudah ada seorang kepala pelatih, maka pelatih di masing-masing sektor cukup satu dengan dibantu oleh seorang asisten. Pengelompokan-pengelompokan kelas prestasi dan potensi selama ini menurut saya justru mempunyai arti yang samar.

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : bd709jng16
    Minggu, 31 Agustus 2014 03:06:51

    Sebelumnya saya juga mengucapkan terima kasih kepada @becak, karena saya merasa perlu banyak belajar lagi untuk menulis dan berpendapat.

    Silakan member lain berpendapat/memberi evaluasi.

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Minggu, 31 Agustus 2014 03:33:57

    Md level prestasi : Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Riky Karanda, Angga Pratama, wahyu nayaka, Fajar Alfian, Kevin sanjaya, Rian Ardianto
    Pelatih : gada lagi nama herry ip

    Wd level prestasi : Greysia Polii, Nitya Krishinda Maheswari, Suci Rizky, Tiara Rosalia, Anggia Shitta Awanda, Della Destiara, rangkapkan debby dan pasangkan lagi dgn Richi

    Xd level Prestasi :
    Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Praveen Jordan, Debby Susanto, Ronald Alexander, Melati Daeva

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Minggu, 31 Agustus 2014 05:21:02

    1 evaluasi, 1 realisasi

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : chemile
    Minggu, 31 Agustus 2014 06:39:50

    WBC 2014 bagi Indonesia secara keseluruhan 'tepat' pada porsinya. Ketidakhadiran pasangan andalan Indonesia di MD dan XD secara positif ditanggapi dengan beralihnya perhatian ke sektor lain seperti MS dan WD. Sebaliknya, harus menerima kenyataan bahwa tanpa kedua andalan kita yang juga sudah tidak muda lagi dan rentan cedera itu, Indonesia harus gigit jari tanpa gelar di WBC 2014.

    Di MS, sebagai satu-satunya tumpuan, Tommy Sugiarto, 'berhasil' menyumbangkan medali perunggu dan satu-satunya bagi Indonesia. Perlunya percepatan generasi berikutnya untuk Tommy Sugiarto agar tidak menjadi tumpuan bersama Simon sudah dilakukan PBSI dengan menaikkan Jonatan Christie, Anthony Ginting dan Ihsan Maulana ke MS Prestasi merupakan satu langkah positif yang harus diapresiasi. Sehingga komposisi di MS Prestasi yang diharapkan menjadi 5 MS: Tommy Sugiarto, Simon Santoso, Ihsan Maulana, Jonatan Christie, dan Anthony Ginting. Wisnu Yuli dan Riyanto Subagja sepertinya sudah cukup diberikan kesempatan oleh PBSI dalam tahun ini, dan sudah cukup membuktikan jika mereka berdua tidak mampu bersaing dari ketatnya perbulutangkisan dunia.

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : chemile
    Minggu, 31 Agustus 2014 07:14:03

    Sektor WS adalah sektor yang paling menyedihkan, meski harus diakui bahwa sedari dulu sektor ini memang minim sekali pemain yang memiliki bakat luar biasa, sehingga 'terpaksa' harus rela tetap mempertahankan Lindaweni dan Bellaetrix Manuputty yang sebenarnya juga sudah terbukti tidak mampu bersaing dengan pemain papan atas dunia. Karena tanpa mereka, Indonesia dipastikan akan lebih terpuruk lagi. Hana Ramadhini yang diharapkan sepertinya juga akan bernasib sama dengan seniornya, hanya berkutat pada persaingan papan tengah dunia, sementara dibawahnya Ruseli Hartawan, Fitriani, Gregoria, Debora Vehrenica, Berliyan Sudrajat masih belum terlihat kecemerlangannya. Indonesia harus menunggu 5-10 tahun atau mungkin lebih, untuk bersaing di sektor ini.

    Sektor MD tanpa Hendra/Ahsan seperti tanpa gigi. Setuju dengan banyaknya opini yang ada di forum ini bahwa perlunya 'rotasi' pemain sehingga menciptakan pasangan yang pas agar bisa bersaing di tingkat dunia. Bicara mengenai bibit di MD sebetulnya yang paling banyak stoknya. Tetapi entah kenapa belum ada pasangan yang benar2 'layak' untuk mendampingi Hendra/Ahsan. Mengapa pelatih di sektor ini terlalu takut untuk merombak pasangan2 yang ada dan merangkapkan pemainnya di sektor XD. Harus menunggu hingga Olimpiade 2016 usai dan harus gigit jari lagi tanpa medali?

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : chemile
    Minggu, 31 Agustus 2014 07:24:21

    WD di WBC 2014 ini merupakan sektor yang 'naik daun'. Meski tidak dapat memberikan medali bagi Indonesia, harapan dari sektor ini untuk bersaing di kelas elit dunia mulai tampak. Keberanian pelatih WD untuk memberikan kesempatan pemainnya bermain rangkap ternyata membuahkan hasil yang positif, meski tidak signifikan, paling tidak, WD Indonesia terlihat lebih percaya diri, dan memiliki stamina yang kuat untuk melayani pemain dunia lainnya. Semoga momentum WBC ini bisa menjadikan WD Indonesia lebih baik lagi dimasa mendatang khususnya di Rio 2016. Pasti akan sangat bangga bila di WBC 2015 nanti WD Indonesia bisa mematahkan rekor WD Tiongkok yang selalu memberikan gelar buat negaranya.

    Sama halnya dengan sektor WD, permainan XD Indonesia menunjukkan grafik naik. Praveen/Debby, menunjukkan kualitas yang lumayan meski tetap harus berlatih lebih keras lagi hingga menyamai F4. Belum lagi stok XD dibawahnya, Alfian/Annissa, Ronald/Melati dan pasangan dadakan lainnya. Tinggal menentukan pilihan, pasangan mana yang nantinya akan menjadi pelapis Towi/Lilyana di Olimpiade 2016.

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : jouando
    Minggu, 31 Agustus 2014 07:34:13

    Secara umum perbulutangkisan indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan, nomer ganda putri dan tunggal putra menjadi nomer yang mengalami kemajuan cukup pesat. Hanya Tunggal Putri yang agak sedikit PR, sekarang indonesia tidak melulu mengandalkan Ahsan/Hendra, atau Tantowi/Liliyana, sekarang ada nama tommy,simon di tunggal putra untuk menjadi andalan, atau Greysia/Nitya, Anggia/Della, Suci/Tiara di ganda putri untuk menjadi andalan indonesia bersaing dengan negara kuat bulutangkis lain nya.
    Belum lagi kemunculan pemain-pemain baru yang wah seperti kevin sanjaya, praven jordan yang mengundang decak kagum.
    Di tambah dengan pemain-pemain potensial yang cukup menjanjikan seperti anthony ginting,jonathan,ihsan di tunggal putra. Hanna,fitriani,ruselli,georgia di tunggal putri. Ronald,fajar,ryan,alfian di ganda putra. Maretha/rosyita di ganda putri, serta melati di ganda campuran.
    Ke depan yakin bulutangkis indonesia akan kembali menuju puncak jaya nya lagi, pastinya harus di dukung dengan disiplin dan kerja keras si atlet yang harus di tingkatkan, dan menjaga konsistensi permainan mereka.

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : teguh85
    Minggu, 31 Agustus 2014 08:01:29

    @chemile
    Sebetulnya pemain-pemain muda seperti Praveen dan Kevin sudah sering bikin *merinding* kalau nonton mereka maen. Soalnya, mereka sudah mampu bermain dengan teknik bulutangkis level dunia. Pelatih harus sering-sering kirim mereka ke berbagai turnamen untuk meningkatkan rangking mereka.

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : misb4h
    Minggu, 31 Agustus 2014 08:21:48

    Menurutku pribadi terhadap pemain pelatnas INA, nomor WD, XD dan MD sekarang sudah sangat bekembang dibanding tahun lalu dengan pasangan2 barunya. Potensi dan powernya sudah kelihatan, kurangnya cuma mental dan konsistensi saja karena tidak jarang menghadirkan kejutan baik menang maupun kalah.
    Nomor MS diwakili Tommy Sugiarto juga power dan kengototannya dalam menyerang juga kelihatan, cuma permainan Tommy kelihatan sulit mengalah pemain di atasnya yang memiliki kemampuan lebih wah.
    Nomor WS paling buruk karena kurang kelihatan perkembangannya walaupun masih diwakil wajah2 lama. Bahkan dibandingkan nomor lainnya, pemain WS kurang kelihatan dari segi power.


    Beberapa bulan lagi presiden RI bakal berganti. Ditunggu kecerdikan seorang Jokowi memperbaiki Olahraga Indonesia dengan Revolusi Mentalnya terlebih olahraga bulutangkis jadi andalan Indonesia dan banyak legenda bulutangkis yang secara terang2an mendukung Jokowi-JK.

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : mustfell
    Minggu, 31 Agustus 2014 09:19:30

    Haaaa? #kaget baca koment di atas

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Minggu, 31 Agustus 2014 09:26:33

    pecat herry ip

    kevin dan praven ok, tp lbh srem errornya praven

    kl deby ga bs berbenah dri mending ke wd aja, richie degra,di wd or xd ga cocok

    riky widianto??? bingung mau degra apa gmn

    berry degra ryan degra, riyanto degra, liwen degra

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : fajarufio
    Minggu, 31 Agustus 2014 09:50:17

    Fajar alfian masih perlu pembuktiann,, saya emang blom pernah liat permainnya dia, tp kita tidak hanya berpatokan pada 1 turnamen saja,, kita liat aksinya dia di beberapa turnamen ke depan, apaakah bisa bersainng atau tidak,,, menurut saya klo di liat dari segi prestasi, cuma alfian/anisa dan kevin/geh yg menunjukan peningkatan di beberaapa turnament yg lalu,, baik level ic,gp dan gpg, bahkan ss,, pointnya fajar alfian masih harus di liat di beberapa turnamen lagih..

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : fajarufio
    Minggu, 31 Agustus 2014 09:56:21

    Harusnya pelatih yg bertanggung jawab mengenai prestasi atletnya,, karena hanya dia yg mengetahui segala seluk beluk atletnya,, klo pemain gak bisa menunjukan prestasi, pecaat aja pelatihnya ganti aja sama pelatih yg laenn,,, sepakbola aja gituhh,, timnya kalah terusss,, pelatih di pecat,, sepakbola 11 pemain,, nah bulutngkis cuma 1 or 2 pemaing doang, masa gk bisa bikin strategi gituhh.. Klo perlu ganti aja hery ip sama mourinho,,

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : loda
    Minggu, 31 Agustus 2014 11:20:31

    sebagai rakyat indonesia, harapan saya gak muluk2 harus sapu bersih atau juara umum,

    cuma pengen lihat bulutangkis indonesia seperti era 90an,

    tantangan ke depannya persaingan bulutangkis dunia lebih berat (tengok ws spain),

    pengurus, pelatih, atlet, mending pensiun dini kalau memang gak bisa nanggung beban tugas

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : a1skhaq
    Minggu, 31 Agustus 2014 11:30:51

    Trikus/Minarti runner up OG thn 2000 di Aussie, klo runner up XD 2004 Kim Dong Moon/Ra kyung Min.

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Minggu, 31 Agustus 2014 11:51:12

    indonesia tidak akan busa bangkit kalau pembinaan di resourcesnya tidak di benahi .

    http://www.beritasatu.com/olahraga/205638-taufik-hidayat-junior-banyak-tapi-kualitasnya-biasa-saja.html

    http://alwaysbadminton.com/2014/08/27/kritik-mulyo-handoyo-untuk-bulutangkis-indonesia/

    http://sport.detik.com/read/2014/05/25/090929/2591733/79/2/riony-mainaky-buka-bukaan-rahasia-sukses-jepang

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : a1skhaq
    Minggu, 31 Agustus 2014 11:53:17

    Slah ding 2004 bukan KDM/RKM
    Tpi Nathan/Emms inggris yg jdi RU OG

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : becak
    Minggu, 31 Agustus 2014 12:00:50

    @ bd709jng16 Wew.. Terima kasih apresiasinya.. :)

    Oh iya ding, Trikus/Minarti runner up Olimpiade 2000 ding ya, terima kasih @a1skhaq ralatnya.. :)

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : tiwu
    Minggu, 31 Agustus 2014 13:39:37

    Sektor XD butuh racikan baru yang kualitasnya wahid. Mohon maaf, dari sisi defence, ketenangan, permainan net, Debby menurut saya Debby masih butuh pematangan 2-3 tahun. Untuk itu saran saya perlu racikan baru, dengan usulan:

    Praven-Greysia
    Kevin-Tiara

    dua pasangan ini dalam analisa saya secara teknik, mental, dan fisik sudah siap bersaing di kancah elit XD dunia.

    Kalau mau cepat menaikan mental bertanding Alfian, sebaiknya beri waktu 1 tahun dan sandingkan Alfian-Debby. Sementara Ricky-Richi agak sulit meningkat kemampuannya, perlu variasi baru.


  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : tiwu
    Minggu, 31 Agustus 2014 13:44:34

    Untuk sektor MD, pelapis Hendra-Ahsan perlu ditingkatkan kualitas, selain kuantitasnya. Usul saya bongkar Angry, ganda ini mentok di Ryan. mental dan defence, serta teknik (kecerdasan bermain) Ryan agak sulit mengimbangi ganda dunia, termasuk akan menghambat perkembangan Angga. Usul saya:

    Pasangkan Kevin-Angga
    Ryan-Ricky Karanda
    Wahyu-Ade

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : tiwu
    Minggu, 31 Agustus 2014 13:48:19

    Untuk MS, strateginya sudah benar. andalkan Tommy dan Simon, segera tingkatkan kualitas Ihsan, Jojo, Anthony Ginting

    Untuk WD.
    Nitya-Greys diteruskan, tingkatkan kualitas netting dan defence Nitya. Juga power smash Greys.
    Promosikan Rosyta. Pasangkan dengan Tiara
    Teruskan dulu Anggia-Della.

    Untuk WS
    Segera ganti pelatih. Saya sangat mengusulkan pelatih keras seperti Verawaty. Terus poles Linda-Bella (karena cuma dua ini yang memang terbaik saat ini). Matangkan Hanna, Gorgi, dan Fitriani

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : jhanseniv
    Minggu, 31 Agustus 2014 14:24:05

    Kok peranh pelatih WS blm keliatan ya... Apa perlu dirombak lg? Tp masa iya gonta ganti terus.. Nanti kayak si April sampe tua gitu2 aja karena pusing gonta ganti pelatih :/

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : jhanseniv
    Minggu, 31 Agustus 2014 14:27:22

    Kok ga setuju ya utk perampingan pelatnas... Kalo banyak yg bagus, knp harus dirampingin? kayak MS aja deh.. Masa cuma mau nagndelin Jonatan, Ihsan, Ginting kalo Firman, Panji, Vega Vio, bahkan Vicky Angga jg bisa diandelin..

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : becak
    Minggu, 31 Agustus 2014 17:00:03

    Kalau menurut saya, 16 pemain putra dan 16 pemain putri untuk ganda diluar Ahsan, Hendra, Greysia, Nitya, Tontowi dan Lilyana itu sudah cukup banyak untuk mengisi pelatnas. Kita sudah punya 8 pasang ganda putra, 8 pasang ganda putri dan kalau dirangkapkan semua kita akan mempunyai 16 pasang ganda campuran. Memang pemain pelatnas sekarang semuanya bagus, tapi pelatnas seharusnya diisi pemain-pemain terbaik dari yang terbaik, bukan? Dengan hilangnya sekat antar departemen ganda, menurut saya alternatif mencari komposisi yang pas jauh lebih banyak. Misalnya saja, Angga tidak hanya bisa dicoba dengan Karanda atau Nayaka, tapi bisa dengan Alfian atau Praveen. Atau Edi bisa dicoba dengan Della atau Maretha, tidak hanya dengan Annisa atau Masita karena semua pemain ganda adalah pemain ganda putra/putri dan ganda campuran. Dan tak akan ada lagi istilah rebutan pemain antar pelatih.

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : becak
    Minggu, 31 Agustus 2014 17:12:24

    Memang ini sebenarnya subyektif, tapi menurut saya mereka ini (pemain ganda) adalah pemain yang fleksibel. Kalau boleh menyebut nama, pemain pelatnas versi saya:

    Pemain putra untuk tunggal
    1. Simon
    2. Tommy
    3. Wisnu
    4. Ihsan
    5.Jonathan
    6.Anthony
    7.
    8.

    Pemain putri untuk tunggal
    1, Linda
    2. Bella
    3. Hana
    4. Ruselli
    5. Gregoria
    6.
    7.
    8.
    Jika saat degradasi kemarin banyak yang menyayangkan Agri dan Ririn. Satu-satunya yang saya sayangkan adalah Hera. Kemarin dia adalah satu-satunya tunggal putri yang tersisa sebagai pengisi kekosongan jarak antara Linda ke Hana. Tapi karena pelatnas tidak mau merawat pemain yang cedera (parah), ya sudahlah.

    Pemain putra untuk ganda
    1. Angga
    2. Karanda
    3. Nayaka
    4. Ade
    5. Geh
    6. Kevin
    7. Rian Ardianto
    8. Fajar
    9. Praveen
    10. Alfian
    11. Edi
    12. Ronald
    13.
    14.
    15.
    16.

    Pemain putri untuk ganda
    1. Tiara
    2. Suci
    3. Della
    4. Anggia
    5. Maretha
    6. Rosyita
    7. Melati
    8. Melvira
    9. Debby
    10. Annisa
    11. Gloria
    12. Masita
    13.
    14.
    15.
    16.

    Dan sekarang zamannya sudah berbeda dengan dulu, jadi pemain diluar pelatnas pun masih bisa berprestasi. IMO. :p

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : WhiteKing
    Minggu, 31 Agustus 2014 19:48:10

    Menurut saya, pemain junior coba dipasangkan dg pemain senior agar lebih matang. Kita bisa lihat Owi Butet dan Hendra Ahsan sbg contoh kesuksesan junior dipasangkan dg senior agar ke depannya pemain junior yg dipasangkan bisa lebih baik lagi dalam hal stamina, skill, dll. Saya setuju jika pemain junior dan beberapa pemain senior disuruh bermain rangkap entah MD & XD ataupu WD & XD. Mungkin berikut beberapa nama yang mungkin cocok dipasangkan:
    Kevin-Greys ok
    Selvanus-Nitya
    Hendra-Della/Anggia/Suci/Tiara
    Praveen-Kevin (junior dg junior)
    Lilyana-Debby (biar Debby semakin mantap)

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : embun_pagi
    Minggu, 31 Agustus 2014 20:07:33

    Rexy Mainaki.. ternyata hanya pandai berkoar kir di media

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : mustfell
    Minggu, 31 Agustus 2014 20:53:41

    Baru nyadar

  • Ini evaluasi manajer tim WBC 2014, silakan dibaca
    Oleh : bd709jng16
    Senin, 01 September 2014 01:55:37

    Silakan buka: http://badmintonindonesia.org/app/information/newsDetail.aspx?/3087

    (Copenhagen, 31/8/2014)
    Ajang BWF World Championships 2014 telah berakhir. Tim bulutangkis Indonesia membawa pulang satu medali perunggu lewat wakil tunggal putra Tommy Sugiarto. Sementara pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari belum berhasil memenuhi target pertama ke babak semifinal setelah dihentikan pasangan Jepang di babak perempat final.

    Meskipun belum meraih target, namun perjuangan para pebulutangkis Indonesia mendapat apresiasi dari Gita Wirjawan selaku Ketua Umum PP PBSI.

    “Selamat kepada Tommy atas keberhasilannya memenuhi target medali perunggu BWF World Championships 2014. Buat pemain yang lain, jangan putus asa karena saya yakin semua sudah berusaha maksimal namun belum bisa meraih hasil seperti yang kita harapkan. Tetap semangat dan kembali giat berlatih untuk mempersiapkan diri jelang Asian Games 2014,” kata Gita yang dihubungi dari Jakarta.

    “Kedepannya kami akan mengevaluasi penampilan para atlet dan memperbaiki kekurangan yang ada guna mencapai target yang ditetapkan PBSI kepada masing-masing pemain,” imbuh Gita.

  • Ini evaluasi manajer tim WBC 2014, silakan dibaca
    Oleh : bd709jng16
    Senin, 01 September 2014 01:56:56

    Apa evaluasi Lius Pongoh selaku manajer tim Indonesia di kejuaraan ini? Berikut petikan wawancara Lius dengan Badmintonindonesia.org.

    Apa komentar anda mengenai hasil yang diraih pemain-pemain Indonesia di BWF World Championships 2014?

    Secara keseluruhan hasil yang dicapai pemain-pemain Indonesia cukup baik, walaupun ada beberapa yang targetnya belum tercapai seperti ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Namun sektor ganda putri juga mencatat prestasi cukup baik lewat pasangan Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris yang mengalahkan unggulan pertama dari Tiongkok.

    Sedangkan di tunggal putra, sejak awal Tommy Sugiarto memang menjadi andalan. Target Tommy minimal ke babak semfinal dan dia sudah mencapai target tersebut.

    Dari lima wakil yang lolos ke perempat final, kami sebetulnya berharap setidaknya ada dua wakil yang lolos ke semifinal.

    Bagaimana evaluasi di dua nomor ini?

    Agak disayangkan juga saat pertandingan semifinal antara Tommy dan Chen Long, sebetulnya Tommy punya peluang untuk rubber game. Seandainya dia tidak terpeleset di game kedua, mungkin saja ceritanya akan lain. Kami menyesalkan keputusan wasit yang menolak permintaan Tommy agar lapangannya dikeringkan. Kami sudah laporkan masalah ini ke referee.

    Greysia/Nitya juga sebetulnya punya peluang saat melawan Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda (Jepang). Kalau melawan pasangan Jepang intinya jangan membuat kesalahan sendiri, tetapi ini malah mati-mati sendiri.

  • Ini evaluasi manajer tim WBC 2014, silakan dibaca
    Oleh : bd709jng16
    Senin, 01 September 2014 01:59:19

    Anggia/Della berhasil mengalahkan Bao Yixin/Tang Jinhua, unggulan pertama dari Tiongkok, bagaimana komentar anda?

    Penampilan Anggia/Della di turnamen ini cukup baik, lawannya sampai bingung mau menerapkan permainan apa. Kami rasa Anggia/Della punya prospek kedepannya. Mengenai Suci (Rizki Andini)/Tiara (Rosalia Nuraidah), memang ada masalah non teknis yang mesti diperbaiki, namanya bermain ganda itu berbeda dengan bermain tunggal, tidak bisa semaunya sendiri dan tidak boleh keras kepala.

    Pasangan ganda putra Angga Pratama/Rian Agung Saputro belum berhasil menundukkan lawan yang sama yaitu Kim Ki Jung/Kim Sa Rang (Korea), apa pendapat anda?

    Sama dengan di ganda putri, kekalahan di ganda putra juga disayangkan. Angga/Rian memang terlihat bermain dibawah tekanan. Mereka terlihat serba salah di lapangan. Mau main dengan bola-bola pendek kalah kencang pukulannya. Sedangkan mau angkat bola juga 'kena tembak' terus.

    Ricky (Karanda Suwardi)/Berry (Angriawan) tampil kurang berani dan seperti kurang percaya diri. Kedepannya tidak boleh lagi seperti ini.

    Sektor tunggal putri masih belum berhasil mengirim wakil ke babak perempat final, apa yang terjadi?

    Penampilan Bellaetrix (Manuputty) di kejuaraan ini memang tidak seperti biasanya. Awalnya kami mengira dia sedang sakit atau cedera, ternyata memang dia mengaku tidak bisa mengeluarkan kemampuannya.

    Bella mengatakan kalau mainnya tidak enak, ya mau tidak mau harus 'dienakkin', kita tidak bisa berharap suasana dan kondisi mendukung kita untuk bermain enak. Sebaiknya Bella jangan mengikuti perasaan bermain kurang enak, dia kan sudah tahu apa kelebihan dan kekurangannya, ini yang harus dipersiapkan lagi.

    Sedangkan Linda (Wenifanetri) pun kemampuan tekniknya juga sama seperti Bella, tidak ada masalah. Tetapi kakinya memang agak berat, kalau dapat bola di belakang, dia sering terlambat kembali ke depan lapangan.

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : mareta
    Senin, 01 September 2014 08:34:20

    wkwkw ngakak baca komennya EBEL.
    mampus lu BEL,alasan lu di tanggepin sinis :p
    Dari dulu kok kalau kalah alesannya mainnya gak ena gak enak terus.

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : mareta
    Senin, 01 September 2014 08:37:32

    Kirain akan ada statemen AKan merefresh beberapa pemain Ganda e ternyta...

    Sorry sory to say Masih kurang yakin sama Anggia/Della meski kemaren menang lawan Bao/Tang. Let's see

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : Rjob
    Senin, 01 September 2014 08:57:40

    Etika nya pemain/pelatih yg tdk memenuhi target meminta maaf pd publik di jdkan cambukan ,dan tanggung jawab, kalau memang tdk mampu lg lebih baik mengundurkan diri..

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : desaalit
    Senin, 01 September 2014 09:59:52

    ini mah pendapat saya...
    agak kurang setuju kalo kuota tiap sektor disama ratakan...
    jadi gini, saya itu cenderung lebih berharap di sektor mana kita punya peluang, di sektor itu lah yang harus di perkuat tentunya dengan berbenah di sektor lain juga....
    misal MD... gak masalah ada lebih dari 8 pasang di pelatnas, trus untuk tunggal terutama WS, saya kurang setuju kalo jumlahnya 8... terlalu banyak menurut saya... mungkin 5 atau 6 sudah cukup...
    untuk XD saya setuju banget kalo mereka di ambil dari sektor ganda putra dan putri...
    selain owi/butet bisa lah diberlakukan aturan ini... hehe
    untuk angga, ryan, karanda, berry, ade, wahyu... pecah dong, cari kombinasi yang super...
    terus rangkapkan mereka dong pak pelatih...hehe

    #hanya pendapat...

  • buat thread, menu diskusi sebelah mana ?
    Oleh : ina-bisa
    Senin, 01 September 2014 10:07:35

    @admin : menu diskusi sebelah mana ? semenjak ganti tampilan, sy kebingungan dan tidak bisa lagi buat thread. mohon bantuan.

    atau tmn2 yang sudah tahu mohon info nya

    buat thread, menu diskusi sebelah mana ?

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : fildan
    Senin, 01 September 2014 11:04:39

    sebenrnya agak ambigu juga menyoroti prestasi pelatih. ada yang langsugn di kenakan sanksi begitu keliaatn anak didikinya gagal meskipun belum realtif lama melatih. ada juga yang sudah berkali2 gagal tp masih tetp dipertahankan atau tanpa diberikan sanksi. entahlah...bagaimanapun,,pelatih lebih tau..... #senjata pamugnkas

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : fildan
    Senin, 01 September 2014 11:05:50

    # lagi banyakin koment.
    # Biar diperhatiin admin
    # ...................biar dikirimin kaos ...hahahaha

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : argani
    Senin, 01 September 2014 14:16:16

    Om Rexy di PBSI sepertinya tak punya kekuasaan sebesar LYB di PBSI China atau mungkin kemampuan manajerial dan perencanaannya yang biasa saja. Hampir 2 thn tp pencapaiannya dan gebrakannya msh biasa saja. Jika tidak ingin melihat dari sisi hasil, setidaknya kebijakan2 yg ada di sisi proses. Binpres itu kan kepanjangan dari pembinaan dan prestasi, jika blm ada prestasi tp dari sisi pembinaan apa gebrakan yang benar2 besar yg sudah diperbuat? Rasanya yg ada cuma minor improvements.

  • Re: Evaluasi pasca WBC2014 dari BL kepadaPBSI
    Senin, 01 September 2014 16:10:56

    kurang dana?

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : sirkuit
    Senin, 01 September 2014 16:12:10

    Mungkin ekspektasi kita saja yang terlalu tinggi terhadap Rexy.. setidaknya kita masih punya 4L kebanggaan kita yang semakin menua..

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : bd709jng16
    Senin, 01 September 2014 16:23:18

    Bingung sama Bella, main enaknya harus gimana? Kudu ditandu ke lapangan kayak Putri Raja gitu? Trus keringetnya di-lap sama dayang-dayang? Trus minta service judge nganterin bola ke dirimu?
    Haduh Bella, contoh dong Carolina Marin. Dia rela latihan di luar negeri yg mungkin harus ngeluarin banyak duit jadi harus mengatur uang sendiri, bisa jadi harus cari makan sendiri/masak sendiri, mencuci sendiri. *sotoy loh ya gw*

    Oke pepetah kan bilang, 'Laut yang tenang tidak akan menghasilkan pelaut yang tangguh.'
    Mungkin di pelatnas terlalu enak fasilitasnya jadi sangat memanjakan atlet.

    Kinerja pelatih WS INA juga kudu DISOROT tajam nih. Marleve ya pelatihnya? Perasaan dulu dia bukan pemain top *baca medioker*
    ===================================
    Sektor tunggal putri masih belum berhasil mengirim wakil ke babak perempat final, apa yang terjadi?

    Penampilan Bellaetrix (Manuputty) di kejuaraan ini memang tidak seperti biasanya. Awalnya kami mengira dia sedang sakit atau cedera, ternyata memang dia mengaku tidak bisa mengeluarkan kemampuannya.

    Bella mengatakan kalau mainnya tidak enak,...

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Senin, 01 September 2014 17:23:43

    Alasan sandra dan tolyn absen serta simon, enak bgt tuh dijadikan alasan ga bs dpt medali emas, hahahahahhahahhahahahahah,,, hoki dah

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Senin, 01 September 2014 18:22:25

    ga ada acara penyambutan di soeta ya...,sepi

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Senin, 01 September 2014 19:55:48

    Jumlah penghuni pelatnas lebih dirampingkan lagi, biar gak mubazir membiayai pemain tidak berprestasi, serta diharapkan manfaatkan potensi pemain muda untuk bermain rangkap.

    Dengan jumlah pemain yang lebih sedikit, akan lebih banyak manfaatnya:

    1. Persaingan masuk pelatnas jadi sengit, pemain berlomba-lomba untuk berprestasi dan berlatih agar bisa masuk pelatnas karena slot pemain lebih sedikit.
    2. Lebih mudah bagi pelatih dan tim terkait untuk mengontrol, mengawasi, dan mengurus pemainnya.
    3. Bisa menghemat anggaran PBSI, dan mengalokasikan dana tersebut untuk mensejahterakan pelatih, pemain, dan tim official, serta untuk pengiriman atlet ke event luar negeri bisa lebih optimal (sebelumnya alasan dana).

  • Re: Evaluasi pasca WBC 2014 dari BL kepada PBSI
    Oleh : bd709jng16
    Senin, 01 September 2014 23:26:23

    @emre
    Ya setuju, perlunya rangkap adalah kemungkinan memperoleh prize money. Kalau atlet MD main di R1 ( fase 32 besar) ternyata kandas, artinya dia gak dapet prize money. Bisa jadi saat main di XD bisa lolos ke R2 (fase 16 besar), artinya dia dapet prize money. Batas atlet dapet prize money adalah R2. Nah kalau gak rangkap, kan jadi gigit jari kalo kandas di R1 (fase 32 besar).

Respon Anda?

Untuk meramaikan diskusi, Anda harus login terlebih dahulu.


Audisi Umum PB Djarum




@portalbulutangkis

Forum Diskusi

Diskusi Terbaru

Respon Terbaru