Forum > Psikologi

Indian Badminton Team Gets Mind-trainer

Sabtu, 05 Maret 2016 10:20:07
3132 klik -- 20 respon
Versi cetak

Hyderabad: There is a new addition to the Indian Badminton Team - a Psychologist.

For a long time, Indian Badminton Team was desperately looking for a mind trainer. They hired a few on temporary basis but never got a permanent one. Now, the Sports Authority of India (SAI) has appointed Mridu Sharma as psychologist if the Badminton team.

The 28-year-old studied sports psychology in Bangalore and then trained for a year at the United States Tennis Association in New York. I was given an option of either working with the hockey or badminton team. I opted for the latter. My contract with SAI is up to the Rio Games. SAI will review my performance after that, Mridu told TOI.

The moment she took over, Mridu started working with the players like Sai Praneeth, Gurusaidutt, Ruthvika Shivani and the Doubles Teams. In an encouraging sign for her, the doubles team of Pranaav Chopra and Akshay Dewalkar performed well at the Syed Modi Grand Prix Gold while Ruthvika went on to beat PV Sindhu at the just concluded South Asian Games.

I spent long hours with them, Pranaav in particular. It is really encouraging for me that they reached the final of Syed Modi Grand Prix Gold in Lucknow last month. Ruthvika has also performed well, said Mridu.

The elegant lady from Assam is looking forward to working with Parupalli Kashyap once he returns from injury. It is important for a psychologist to work with a player who is coming back from injury. They need a lot of motivation. We need to help them to get back into the right frame of mind, she said, adding that she has specific plans for top shuttlers.

Source: http://www.badmintonindia.org/download/news/19-02-16%20Indian%20Badminton%20Team%20gets%20mind-trainer.pdf

Respon

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 10:32:44

    Indonesia juga pernah punya Prof. Dr. Singgih Dirga Gunarsa (Alm.). Namanya tidak bisa dipisahkan dari keikutsertaan psikolog dan peran psikologi dalam pembinaan prestasi olahraga di Indonesia. Dialah satu-satunya psikolog Indonesia yang memberikan perhatian sangat besar pada pentingnya peranan psikologi dalam dunia olahraga. Dia telah memelopori para psikolog muda lainnya untuk turut serta membantu dunia keolahragaan nasional dengan memberikan berbagai sumbangan ilmu demi tercapainya prestasi olahraga nasional di berbagai gelanggang olahraga dunia.

    Keterlibatan Pak Singgih di dalam menangani keolahragaan nasional terutama dalam cabang bulu tangkis dilakukan karena kecintaannya kepada dunia olahraga, khususnya dunia olahraga Indonesia, dan keyakinannya bahwa Indonesia dapat berjaya di berbagai arena olahraga internasional.

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 10:36:57

    Karena intensnya di dunia Singgih dikenal juga sebagai salah satu arsitek di balik keberhasilan dunia bulu tangkis Indonesia pada era 1970 sampai dengan 1980-an. Ia aktif dalam struktur kepengurusan PBSI antara 1967-1998.

    Kecintaannya terhadap dunia olahraga dibuktikan dengan keikutsertaannya sebagai anggota sejumlah perkumpulan olahraga berskala besar maupun kecil sejak masa mudanya. Ia adalah anggota tim olahraga Bond Kota Sokaradja dan Universitas Indonesia, aktif sebagai pemain bulu tangkis sejak tahun 1955 dan kemudian ditunjuk sebagai official (psikolog) pada tim Thomas Cup dan selanjutnya berkali-kali (meskipun tidak terus menerus) sebagai psikolog pada tim Thomas Cup, tim Uber Cup, dan Tim Piala Sudirman. Beberapa jabatan yang pernah diembannya di bidang olahraga antara lain, sebagai anggota Dewan Kehormatan ISPII Pusat berakhir 1992, Psikolog PB–PBSI 1967-1998, Konsultan Menpora, Konsultan KONI Pusat, Anggota Dewan Pembina POR Djarum Kudus.

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 10:38:40

    Semasa hidupnya, Singgih dikenal sebagai salah satu pakar pendidikan dan psikologi. Ia juga aktif dalam dunia pendidikan di Universitas Indonesia dan Universitas Tarumanagara, Jakarta, selain itu dia juga banyak menuliskan buku psikologi untuk anak dan remaja.

    Prof Dr Singgih Dirga Gunarsa lahir di Sokaraja Banyumas 21 Agustus 1934, lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tahun 1963, dan menyelesaikan studinya dari berbagai universitas di luar negeri antara lain, Universitas Tavistock Institut London Inggris 1970, Universitas of Hawaii AS 1972, Vrije Universiteit Amsterdam Belanda 1980.

    Sumber: http://www.satuharapan.com/read-detail/read/tokoh-bulu-tangkis-indonesia-prof-singgih-gunarsa-meninggal

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 10:45:45

    Sejarah Psikologi dalam Ranah Olahraga

    Prestasi adalah target akhir yang ingin digapai oleh semua insan olahraga. Namun tak jarang keinginan tersebut tidak diikuti oleh kesadaran akan proses yang harus dilewati untuk mencapainya, termasuk dalam olahraga. Apa yang dibutuhkan seorang atlet untuk dapat berprestasi? Fisik sehat nan ideal menjadi syarat utama. Kekuatan fisik tersebut juga tidak akan berarti apapun tanpa diimbangi kemampuan motorik yang mumpuni (skill). Apakah kekuatan fisik dan skill cukup untuk mengantarkan seorang atlet menuju gerbang prestasi?

    Pondasi Psikologi dalam Olahraga

    Tercatat sejak tahun 1950-an, negara Uni Soviet telah mengembangkan desain khusus yang bukan hanya mengedepankan kekuatan fisik dan skill saja, namun juga mengembangkan ketrampilan mental sistematis untuk atlet mereka menuju prestasi (Ryba, Stambulova, & Wrisberg, 2005; JM Williams & Straub,2006).

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 10:46:26

    Sebenarnya selain kekuatan fisik, kemampuan skill dan kematangan mental (mental toughness) terdapat satu faktor lagi yang sering berbicara dalam sebuah kompetisi olahraga, yaitu keberuntungan. Namun sayangnya dewi fortuna merupakan sosok yang sangat sulit dijangkau menggunakan keilmuan.

    Uni Soviet mencatatkan sejarah pada kisaran Olimpiade tahun 1950-an dengan 22 medali emas mereka menduduki peringkat kedua tahun 1952. Lonjakan drastis terjadi ketika Uni Soviet memegang tampuk juara pada 1956 dengan koleksi 37 emas. Aktor kunci keberhasilan kontingen periode tersebut adalah ilmuan psikologi bernama Avksenty Puni. Puni merombak paradigma dunia olahraga era tersebut dengan menyandingkan kematangan mental untuk menyempurnakan kekuatan fisik dan kemampuan skill atlet Uni Soviet.

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 10:48:27

    Kematangan mental tersebut secara sistematis dibangun waktu itu dengan menitikberatkan pada faktor-faktor seperti regulasi diri, kepercayaan diri, fokus atensi, kontrol gangguan dan penetapan tujuan. (Salmela, 1984; JM Williams & Straub, 2006).

    Berbeda dengan Uni Soviet, di Amerika studi ini tidak tertata sistematis sampai tahun 1980-an (Vealey, 2007). Meskipun secara individual beberapa pelopor telah memberi sentuhan psikologis dalam olahraga mulai tahun 1930-an, seperti Coleman Griffith telah bekerja untuk Chicago Cubs (tim bisbol professional) mulai tahun 1938 untuk meningkatkan kinerja tim. Selain Griffith, ada juga David Tracy yang menjadi peltih mental St Louis Browns tahun 1950. Bidang tinju memiliki pelopor yang bernama Dorothy Hazeltine Yates pada tahun 1943.

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 10:51:14

    Era kepeloporan sepertinya berakhir pada Richard Suinn yang menerbitkan penelitian pertama yang menggunakan intervensi untuk menilai efektivitas pelatihan mental pada atlet tahun 1972. Suinn memilih menggunakan intervensi relaksasi, imagery dan behavioral rehearsal untuk meningkatkan performasi balapan pada tim ski AS.

    Era Modern Psikologi Olahraga

    Era baru psikologi olahraga dimulai tahun 1984, ketika tim olimpiade AS (USOC) secara resmi didampingi oleh secara full-time oleh praktisi psikologi. Ini merupakan kali pertama seorang ilmuan psikologi bekerja penuh sebagai professional dalam bidang olahraga.

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 10:52:00

    Berlanjut pada tahun berikutnya 1985 asosiasi psikologi olahraga terapan dibentuk dengan nama Association for the Advancement of Applied Sport Psychology (AAASP). Hal tersebut berimbas pada pembentukan sebuah divisi baru yaitu Exercise and Sport Psychology dalam American Psychological Association (APA) pada tahun 1987. Selanjutnya secara masif terbit jurnal-jurnal psikologi olahraga, diawali the Sport Psychologist pada tahun 1987 dan the Journal of Applied Sport Psychology pada tahun 1989.

    Media jurnal memunculkan perdebatan sengit para ilmuan psikologi tentang jenis layanan psikologi yang terbaik untuk para atlet. Penelitian dilakukan oleh banyak ilmuan psikologi untuk membongkar masalah pembenaran intervensi latihan mental dalam olahraga (Brown, 1982; Clarke, 1984; Danish & Hale, 1981, 1982; Gardner, 1991;).

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 10:53:02

    Tidak jarang penelitian juga dilakukan untuk mengujicobakan berbagai intervensi yang paling representative dalam olahraga (Harrison & Feltz, 1979; Heyman, 1982, 1984; Nideffer, Dufresne, Nesvig, & Selder, 1980; Nideffer, Feltz, & Salmela, 1982; Silva, 1989; Dishman, 1983; RE Smith, 1989).

    Psikologi dalam Olahraga di Indonesia

    Peran ilmuan psikologi di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1980-an yang ditandai dengan munculnya seorang ilmuwan sekaligus praktisi psikologi di PB PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia), yaitu Prof. Singgih Gunarsa (Utomo, 2013). Beliau merupakan salah satu peletak tonggak psikologi olahraga di Indonesia. Perkembangan berikutnya, banyak kemudian psikolog-psikolog yang terlibat dalam pengembangan olahraga di Indonesia. Di sepakbola sendiri, peran praktisi psikologi sebenarnya sudah cukup lama.

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 10:54:45

    Tercatat nama-nama seperti Jo Rumeser adalah salah satu dari beberapa orang yang pernah menyumbangkan tenaganya untuk tim nasional sepakbola Indonesia.

    Sampai akhirnya, dewasa ini kita sering mendengar bahkan melihat aktor psikologi melalui keberhasilan timnas U-19 di piala AFF U-19 tahun 2013. Melalui filosofi yang kental untuk melewati setiap proses meraih prestasi, pelatih Indra Sjafri menyadari betapa pentingnya integrasi berbagai keilmuan dalam olahraga. Sepakbola adalah usaha menyatukan elemen yang membutuhkan waktu, dia bukan hanya sekedar target prestasi yang lupa akan prosesnya. Mulai dari kemampuan fisik, skill, intelegensi, komunikasi sampai pada mental. Dari filosofi tersebut kemudian coach Indra bertemu dengan ilmuan psikologi yang bernama Guntur Cahyo Utomo. Dialah yang sekarang mengibarkan bendera psikologi dalam panji sepakbola dengan sebutan mental coach.

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 10:55:32

    Sampai pada saat ini, psikologi olahraga secara luas telah diakui sebagai bidang interdisipliner dimana para profesional diseluruh dunia menggunakan pelatihan ketrampilan mental dengan standar dan pedoman etika penyediaan layanan professional yang memiliki ciri dan kekhasannya sendiri.

    Sumber: http://www.kompasiana.com/akhmadmukhlis27/dapur-mental-olahraga-i-sejarah-psikologi-dalam-ranah-olahraga_55292a2b6ea834c1748b45be

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 11:13:34

    Faktor Ketangguhan Mental

    Studi selama berpuluh-puluh tahun menunjukkan bahwa latihan mental pada atlet bukan hanya berfungsi untuk mencapai keberhasilan (prestasi) namun juga sekaligus penting bagi kesejahteraan pribadi (personal well-being) mereka (Meyers, Whelan, & Murphy, 1996; Lidor & Henschen, 2003; Andersen, 2005; Morris, Spittle, & Watt, 2005; S. Murphy, 2005; Vealey, 2005). Sekurang-kurangnya minimal terdapat empat faktor penting yang harus dikembangkan guna melatih mental seorang atlet, yaitu ketrampilan dasar (foundation skill), ketrampilan penampilan (performance skill), ketrampilan pengembangan diri (personal development skill), dan ketrampilan tim (team skill).

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 11:14:00

    4 Aspek Mental Foundation Skill

    Ketrampilan dasar (foundation skill) merupakan sumber daya intrapersonal yang menjadi pondasi mental pertama atlet. Sumber daya intrapersonal ini terdiri dari beberapa aspek, yaitu dorongan untuk berprestasi (achievement drive), kesadaran diri (self-awareness), pola pikir produktif (productive thinking), dan kepercayaan diri (self-confidence).

    Dorongan untuk berprestasi (achievement drive) merupakan aspek terpenting bagi semua atlet. Dorongan ini berupa keyakinan dan keinginan kuat untuk menerapkan aturan dan ketekunan pada diri demi sebuah prestasi. Adanya dorongan semacam ini membuat seorang atlet memeiliki modal untuk tetap bangkit ketika bertemu dengan sebuah halangan dalam karirnya. Terdapat banyak hal untuk menstimulasi dan memupuk elemen ini, diantaranya adalah faktor orang terdekat (keluarga) dan juga faktor kebanggaan sebagai anak bangsa (nasionalisme).

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 11:14:23

    Secara psikologis intervensi tentu sangat memperhatikan konteks setiap atlet. Latar belakang keluarga secara detil harusnya dimiliki seorang mental coach. Seperti membangkitkan achievement drive pada atlet dengan latar belakang keluarga mapan secara ekonomi jelas berbeda dengan mereka yang dari kalangan keluarga sederhana.

    Aspek kedua foundation skill adalah kesadaran diri (self-awareness). Self-awareness merupakan kemampuan yang melibatkan instrospeksi dan retrospeksi untuk memahami setiap pikiran, perasaan dan perilaku. Atlet sukses adalah mereka yang memiliki kemampuan secara jujur dalam menilai diri mereka sendiri (self-appraisal). Kematangan dalam memonitor perilaku dan mengevaluasinya adalah petanda bahwa seorang atlet mampu mengendalikan dirinya. Sebagai contoh kecil, seorang atlet professional seharusnya memiliki jadwal kegiatan setiap minggunya.

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 11:14:50

    Dari jadwal tersebut kemudian menghasilkan catatan evaluasi pribadi tentang apa saja yang dikemudian hari harus ditambah porsinya dan apa saja yang harus dihindari. Mulai dari porsi latihan, makanan, berkumpul dengan keluarga, keluar bareng teman dan lain sebagainya.

    Productive thinking merupakan aspek ketiga dalam latihan mental foundation skill. Berpikir produktif adalah kemampuan untuk mengelola pikiran untuk mengefektifkan persiapan dan menghadapi peristiwa kehidupan untuk mencapai kesuksesan dan kesejahteraan pribadi. Penelitian menunjukkan bahwa atlet yang sukses berfikir lebih produktif daripada atlet yang lain (Eklund, 1996; Gould, Dieffenbach, et al., 2002). Mereka mampu memfokuskan pikirannya pada hal-hal yang dianggap relevan dalam mendukung perkembangan karir mereka.

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 11:15:11

    Penelitian McPherson (2000) meneliti atlet tenis profesional dan amatir dengan menggunakan dua pertanyaan inti, yaitu ”apa yang kamu pikirkan pada saat itu?” dan “apa yang kamu pikirkan sekarang?” Terdapat perbedaan jawaban yang mendasar antara atlet pro dan amatir, terutama bahwa atlet pro selalu melibatkan orientasi tugas, persiapan, strategi yang direncanakan, hambatan dan pemecahan masalahnya serta fokus pada kompetensi dan kepercayaan dirinya. Sedangkan pada atlet amatir lebih menekankan pikirannya pada hal-hal emosional dan frustrasi, seperti tidak suka pada menu latihan, makanan, tempat dan lainnya. Pada intinya, atlet hebat mampu memperagakan pola atribusi adaptif untuk menjelaskan kesuksesan dan kegagalan penampilannya.

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 11:15:36

    Aspek terakhir dalam latihan mental foundation skill adalah self-confidence. Kepercayaan diri merupakan kepercayaan atlet terhadap sumber daya pribadi, khususnya kemampuan untuk mencapai sukses. Atlet elit kelas internasional selalu memiliki kemampuan untuk kembali bangkit (resilience), kepercayaan diri dan keyakinan tak tergoyahkan (DeFrancesco & Burke, 1997; Durand-Bush & Salmela, 2002; Kitsantas & Zimmerman, 2002). Artinya kepercayaan diri yang konsisten merupakan kunci keterampilan menuju mental tangguh (mental toughness).

    Kuncinya: Kerjasama Atlet dan Pelatih

    Di antara keempat aspek dasar dalam pelatihan keterampilan dasar mental, kesemuanya membutuhkan kerjasama antara atlet dan juga pelatih (tim). Itulah mengapa dalam dunia olahraga modern membutuhkan integrasi berbagai keilmuan.

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 11:16:19

    Dalam konteks mental atlet membutuhkan bimbingan dan kerjasama pelatih khusus mental. Bagaimana melakukan manage dalam berbagai faktor mental adalah tugas utama pelatih mental. Kapan dorongan untuk berprestasi, berfikir produktif, kesadaran diri dan kepercayaan diri diperlukan dan bagaimana mengarahkannya agar tidak over diperlukan keterbukaan dari atlet. Di sisi lain, pelatih mental dituntut untuk membuat program yang sistematis serta analisa yang tajam sebagai bekal bertanding atletnya. Karena tidak jarang, kegagalan justru berasar dari terlalu tingginya salah satu aspek keterampilan dasar mental tersebut, seperti kejutan yang kerap terjadi dalam sepakbola. Tim bertabur bintang dengan tingkat kepercayaan diri yang terlalu tinggi dapat dikalahkan oleh tim semenjana (menengah/sedang).

    Sumber: http://www.kompasiana.com/akhmadmukhlis27/dapur-mental-olahraga-ii-4-faktor-utama-melatih-mental-toughness-atlet_552e21d66ea83432078b458f

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Sabtu, 05 Maret 2016 11:19:20

    Cukup panjang ulasannya, namun cukup penting juga untuk diketahui. Dan itulah yang diterapkan di bulutangkis India per Februari 2016 lalu.

  • Re: Indian Badminton Team Gets Mind-trainer
    Oleh : youmi
    Sabtu, 05 Maret 2016 12:07:51

    Dukung revolusi mental para pemain putri kita, hihihi.

    Tolak mental sdh kalah sebelum bertanding.

Respon Anda?

Untuk meramaikan diskusi, Anda harus login terlebih dahulu.


PB Djarum



@portalbulutangkis

Forum Diskusi

Diskusi Terbaru

Respon Terbaru