Forum > Atlet Bulutangkis

Soal Bermain Rangkap

Selasa, 06 Juni 2017 09:34:04
8380 klik -- 203 respon
Versi cetak

Jakarta (ANTARA News) - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan terus merotasi pasangan atlet-atlet nomor ganda demi regenerasi pemain dan prestasi dalam Asian Games dan Olimpiade.

Rotasi pasangan atlet-atlet ganda itu juga dilakukan oleh tim Thailand, Korea, dan China. Mereka terus menguji coba pemain-pemainnya dengan harapan puncak prestasi pada Asian Games dan Olimpiade, kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti selepas rapat evaluasi Piala Sudirman 2017 di Kementerian Pemuda dan Olahraga Jakarta, Senin.

Pemusatan pelatihan nasional PBSI, lanjut Susy, akan menurunkan atlet-atlet muda pelapis dalam SEA Games 2017 yang akan berlangsung di Malaysia, pada Agustus, sebagai ajang uji coba regenerasi para pemain.

Kami berharap pemain-pemain muda semakin berpengalaman dan matang selama setahun ini sehingga mereka mampu turun dalam Asian Games 2018, kata Susy.

Pasangan-pasangan rotasi yang akan turun dalam SEA Games 2017 antara lain Berry Angriawan/Hardianto dan Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro pada ganda putra, Gloria Emanuelle Widjaja/Edi Subaktiar, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika, serta Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti.

Sementara pada ganda putri, PBSI akan menurunkan pasangan-pasangan utama seperti Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Maharani, Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari, serta pasangan unggulan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

Kami juga masih mencari atlet yang paling bagus untuk berpasangan dengan Apriyani Rahayu, kata Susy.

Respon

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Selasa, 06 Juni 2017 09:35:38

    Selain menurunkan pasangan-pasangan rotasi pada SEA Games 2017, PBSI juga akan mewajibkan atlet-atlet ganda untuk turun rangkap yaitu nomor ganda putra dan ganda campuran untuk atlet putra serta nomor ganda putri dan ganda campuran untuk atlet putri.

    Mereka harus bermain rangkap agar pukulan mereka lengkap, fisik lebih kuat, dan lebih berpengalaman. Cara itu sudah kami terapkan pada atlet-atlet tingkat pratama sejak Januari, kata Susy.

    Susy mengatakan peningkatan prestasi atlet-atlet tingkat elit membutuhkan waktu satu hingga dua tahun. Sedangkan atlet-atlet pratama yang berusia 16-18 tahun membutuhkan waktu tiga hingga empat tahun.

    Dalam rapat evaluasi Piala Sudirman 2017, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bersinergi dengan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) untuk menyiapkan prestasi Indonesia dalam Asian Games 2018.

    Menpora menyatakan pelatih PBSI dengan Satlak Prima perlu bersinergi secara menyeluruh dan obyektif karena selama ini terkendala hubungan yang kurang harmonis meskipun Prima sudah menawarkan diri untuk membantu PBSI, kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto yang turut hadir dalam rapat itu.

    Bukan hanya publik yang kecewa, tapi juga Presiden dan Wakil Presiden di sela-sela Rapat Kabinet. Tapi, Sekretaris Jenderal PP PBSI telah menyampaikan permohonan maaf atas prestasi tim Indonesia dalam rapat itu, ujar Gatot.

    sumber : http://www.antaranews.com/berita/633392/pbsi-terus-rotasi-pasangan-ganda

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Selasa, 06 Juni 2017 09:37:04

    Doa para beel DIDENGAR!! Semoga segera terwujud dalam waktu dekat yah!!

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Selasa, 06 Juni 2017 10:20:24

    Masih bingung yg bener angtut apa tiriz soalnya di berita lain tiriz..tapi untuk wd seagames emanng masih bisa berubah sih.(bisa ditambah bisa dikurangi)

    Seagames

    Ms :jonatan ,ihsan ,bayu,firman
    Ws:fitri,dinar,gregoria
    Wd:tiriz,delros,greynit,apri masih dicarikan pasangan
    Md:bery/hardianto ahsan/rian
    Xd:romel duoA edglor.

    Wbc
    Ms.:ginting tommy
    Ws:-
    Wd:-
    Md; kevin/gideon angga/ricky
    Xd:praven/debby owi/natsir

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Selasa, 06 Juni 2017 11:16:25

    Tuh kan benar jika Mbak Susy itu pas masuk pelatnas jabat binpres emg udh mau menerapkan rangkap cuma belum ada momen yang pas ajah utk menyentil salah satu kepala pelatih yang bersikukuh utk tdk menerapkan rangkap you know lah kepala pelatih yang di maksud susah menerapkan rangkap utk anak kesayangannya. Emg banyak berkahlah dari kegagalan Sudirman Cup 2017 kemarin. Optimis sangat di tangan Mbak Susy prestasi bulutangkis Indonesia akan semakin baik dari tahun ke tahun #semangat

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : jouando
    Selasa, 06 Juni 2017 11:20:40

    Main Rangkap ????
    Siap siap aja para atlet pelatnas bakal mengeluh dan update di medsos main satu nomer aja latihan nya udah capek apalagi main rangkap bisa bisa remuk dech badan,,,,

    Terus kalau mau main rangkap yang di cari apa yach ?
    Prestasi, Fisik, atau apa ?
    Main satu nomer aja Prestasi masih belum maksimal, Fisik juga masih belum maksimal, bagaimana main rangkap ?

    Mending Bagusin dulu dech Fisik nya, tambah jam latihan keq atau apa keq yang bisa ningkatan fisik, kalau makin di rangkap konsentrasi bisa semakin buyar, dan akan lebih rentan cidera..

    Seorang Liliyana Natsir aja jarang sekali di rangkap, maka nya prestasi nya bisa konsisten dari tahun 2005 ampe tahun 2016 kemaren,

    Resiko Main Rangkap lebih rentan untuk cidera, untuk pemain yang kurang bisa fokus, main rangkap malah bakalan jadi beban, karena akan membutuhkan konsentrasi bermain di dua nomer

    apa pernah liat rki/rexy, chandra/sigit, tony/halim, kido/hendra di masa jaya nya main rangkap ?

    mending jalanin aja dulu yang ada sekarang, cari aja pasangan yang bener-bener klop, jangan berdasarkan ego pelatih tapi cari kecocokan, kalau dari komentar satlak prima ada hubungan yang kurang harmonis harusnya itu yang di komunikasi kan dulu biar hubungan menjadi harmonis, baik pemain pelatih maupun pengurus...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Prada89
    Selasa, 06 Juni 2017 11:34:12

    Main rangkap justru melatih fisik, konsentrasi, dan akurasi pukulan

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Jouando
    Selasa, 06 Juni 2017 12:15:49

    Rangkap bagus untuk pemain muda,, yang masih bagus kebugaran fisik nya,, kalau udah kebentuk dia jago nya di mana ga usah di rangkap-rangkap,, kalau pemain pelatnas utama yang senior di rangkap, ya percuma aja lah,, udah fisik ga dukung buat rangkap,, terus udah senior belum tau juga cocok nya di xd atau ganda putra atau ganda putri,, mending program rangkap buat yang pratama aja,, kalau udah keliatan bakat nya baru di seriusin di satu nomer pas jadi pelatnas utama,,
    Rangkap pemain senior,, justru malah akan jadi beban bagi para pemain nya,, udah fisik pas pasan suruh rangkap lagi,, ampun dj...
    Markis kido aja ampe keluar pelatnas karena udah tidak bisa ngikutin ritme latihan di pelatnas saking berat nya,, ini di suruh ngerangkap pemain utama senior,, bisa sedih.....

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ff_ff
    Selasa, 06 Juni 2017 12:32:18

    rki/rexy, chandra/sigit, tony/halim, kido/hendra
    Semuanya pernah main rangkap. Terutama waktu junior.
    Ricky pernah jadi juara dunia junior di MD dan XD, Susi main 3 nomor waktu junior. Chandra/Eliza juara Seagames 1997. Kido/Butet juara Asia 2002.

    Yang perlu diingat thn 90an selain materi pemain berlimpah ruah, ganda campuran belum setenar spt sekarang ini. Bahkan Olimpiade 1992 nomor ganda campuran tidak dipertandingkan. Yang perlu dicontoh adalah:
    1. Butet dan Vita dulu sukses main rangkap
    2. Zhao Yunlei apalagi, double winner OG 2012
    3. Yuyang dapat emas WD dan bronze XD di OG 2008
    4. Pedersen: XD dapat bronze OG 2012. WD dpt Silver OG 2016
    5. Zhang Nan: XD dapat gold OG 2012, MD dpt gold OG 2016
    6. Kim Dong Moon: XD dapat gold OG 1996, MD dpt gold OG 2004
    7. Majin, dan seabrek pemain cina lainnya yg main rangkap dengan prestasi lumayan

    Ini yg harus dicontoh.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : runeback
    Selasa, 06 Juni 2017 12:36:31

    yah semoga aja di tepatin janjinya. jgn kaya pengumuman pelatih kepala WS aja.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : adyna
    Selasa, 06 Juni 2017 12:51:37

    ada hubungan yang kurang harmonis ini berarti benar ada kecurigaan para BL kalo PBSI ada yang gak beres terbukti beneran

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Selasa, 06 Juni 2017 13:06:29

    kalo menurut saya malahan bagus untuk fisik pemain kalo main rangkap & lebih variasi dalam hal pukulan.
    semoga segera terwujud saja. jd anak pelatnas bisa dikurangi jumlahnya kalo udh main rangkap.
    perlu di ingat dulu juga Butet main rangkap bahkan Greysia juga main rangkap. bahkan Vita juga main rangkap. jadi gak ada yg salah dengan main rangkap. ASAL PEMAINYA SERIUS KALO MAIN RANGKAP.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Natunaku
    Selasa, 06 Juni 2017 13:08:33

    Rangkap tujuannya untuk mematangkan si atlit dan memilih nomor yang memang bisa dia berprestasi lebih. Saya juga kurang setuju kalo pemain sudah masuk jajaran elit dimainkan rangkap, akan lebih bagus jika sudah dapat kecenderungan prestasi yang bagus ditetapkan saja di nomor tersebut (meski bukan tidak mungkin pemain juga akan bagus di dua nomor).

    Pemain sekelas Kevin saya rasa tidak perlu dimainkan rangkap, lebih baik sudah fokus di MD karena sudah punya prestasi elit di sana. Justru yang lebih diprioritaskan rangkap itu yang belum punya prestasi, macam della, tiara, anggi, alfian, edi dsb. Nitya, Greysia, Kevin, Ahsan lebih baik fokus di nomornya masing-masing untuk membantu junior mereka dengan rotasi pemain.

    Di korea yang Saya tahu memakai sistem ini. Ko Sung Hyun setelah punya prestasi yang lebih bagus di XD justru hanya berfokus main di XD dibanding MD, pun termasuk dengan Kim Ha Na, atau Lee Yong Dae, dan Shin Seung Chan. Bermain rangkap bagi mereka lebih diutamakan untuk memantapkan permainan dan memantapkan spesialis nomor si atlit.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Natunaku
    Selasa, 06 Juni 2017 13:18:21

    Main rangkap sepertinya masih diprioriaskan buat yang pratama, jika melihat komentar Bu Susy. Itu juga bukan hal baru sebenarnya, dari dulu pemain yang akan menghadapi kejuaraan junior juga dimainkan rangkap.

    Fajar/Rian berarti ke World Champ ya? Agak heran dengan MD satu ini yang punya prioritas paling tinggi dikirimkan ke kejuaraan internasional selama 2017, dari level GP sampe SSP. Padahal prestasinya belum ada yang signifikan dan cenderung stagnan.. Paling bagus SF India GPG selebihnya mentok R1-R2

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : nippon
    Selasa, 06 Juni 2017 13:23:09

    Dengan adanya sistem rangkap ini dapat mengurangi kuota pelatnas yg cukup banyak. Dengan adanya sistem ini pelatnas bisa hemat anggaran, dan tidak mubasir untuk pemain secara kualitas memang tidak pantas di pelatnas.

    Untuk seleruh pemain pelatnas kalau menurut gua hanya kegid, tolyn dan Debby yg tidak perlu rangkap. Untuk Praveen Sangat perlu main ganda putra karena secara umur masih muda dan terutama melatih defend nya yg masih lemah

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : nippon
    Selasa, 06 Juni 2017 13:36:28

    Squad senior kita kalau rangkap versi gua beel soktempe
    Md : kevin Gideon, Angga Ricky, Ahsan Wahyu, berry Hardi dan fajar Rian a, Praveen ronald
    WD : greys Apri, Anggia Della, Rosita Nitya, dan yulfira tiara
    XD : Praveen Debby, owi Butet, Ricky Della, Wahyu apri, rian a Rosita, Hardi Tiara, Ronald ketut
    Ms : Jo, Ginting, Ihsan, Panji, firman, enzi dan chico
    Ws : Fitri, Hana, jorji, Ruselli

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : teguh85
    Selasa, 06 Juni 2017 13:38:14

    Ini ngomongin prestasi selama 2017 aja kah?,

    Kalau di bilang prestasinya belum ada yang signifikan, saya rasa menjadi juara di Taiwan Masters GP 2016 dan Runner Up di New Zealand Open GPG 2015 merupakan suatu prestasi yang bagus.


    Oleh : Natunaku
    Selasa, 06 Juni 2017 13:18:21
    Main rangkap sepertinya masih diprioriaskan buat yang pratama, jika melihat komentar Bu Susy. Itu juga bukan hal baru sebenarnya, dari dulu pemain yang akan menghadapi kejuaraan junior juga dimainkan rangkap.

    Fajar/Rian berarti ke World Champ ya? Agak heran dengan MD satu ini yang punya prioritas paling tinggi dikirimkan ke kejuaraan internasional selama 2017, dari level GP sampe SSP. Padahal prestasinya belum ada yang signifikan dan cenderung stagnan.. Paling bagus SF India GPG selebihnya mentok R1-R2

    - See more at: http://bulutangkis.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=15738#sthash.LvkYRVMc.dpuf

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : dohere
    Selasa, 06 Juni 2017 14:05:07

    yah....gitu lah...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : pradebb
    Selasa, 06 Juni 2017 14:26:15

    Mengenai SG
    Sepertinya itu belum resmi ya
    Terutama di sektor XD WD

    WD: Anggia/Ketut Della/Rosyita Greys/Nitya Apri/?
    XD: Edi/Gloria Ronald/Melati Alfian/Anisa

    Rasanya ini belum resmi ya
    Setahu saya MD WD XD hanya bisa mengirim 2 wakil saja
    Karna jumlah maks pemain yang dikirim itu 10 putra dan 10 putri
    CMIIW
    Itu sih dilihat dari SG sebelum2nya ya
    Ngk tau apakah SG tahun ini ada perubahan atau tidak

    Untuk MS WS MD saya setuju ya yang dikirimkan mereka
    Tapi XD hmmm
    Kalau melihat peluang, rasanya berat untuk bersaing dgn XD THA MAS dan SIN bahkan
    XD sudah mempertahankan emas sejak tahun 2005 loh, jangan sampai terputus lah tahun ini

    Untuk WD lebih setuju kalau yang diikutkan Greys/Apri dan Anggia/Ketut atau Rosyita/Tiara juga boleh kali ya
    Untuk Nitya apakah sudah 100% pulih? Kalau belum mending jangan dulu turun deh, apalagi langsung turun di SG
    Kalaupun turun jangan dipasangkan dengan Greys lagi deh hehe, mungkin bisa dipasangkan dengan junior lainnya

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Selasa, 06 Juni 2017 14:35:09

    Alhamdulillaaaah,,,akhirnya doa dan harapan BL didengar juga oleh PBSI. Terimakasih mbak Susi, semoga ini bukan hanya wacana.

    Emang sudah saatnya Indonesia menerapkan sistem rangkap di MD, WD dan XD. Dari dulu harusnya. Makanya kita cuman sekali dapat Sudirman Cup karena gak nerapin rangkap. Kalo gak salah dulu di Sudirman Cup mbak Susi main rangkap kan??

    Memang rangkap itu lebih bagus untuk usia atlet sebelum 30tahun/masa produktif. Untuk pemain2 setara Della, Tiara, Rizki, Ketut, Berry, Angga, Ricky, Rian,Ronald, Praveen, Gloria, Alfian Kevin, Gideon, dll itu bagus banget. Fungsinya untuk melatih/latihan agar lebih kuat dan tahan dgn serangan2 lawan seperti China, Korea, dan Jepang yg sulit utk dikalahkan. Kalau ini sudah jalan. Gak butuh lama Sudirman Cup akan segera kembali kepangkuan pertiwi...

    Untuk sekelas Liliyana, Debby, Greysia, Nitya, Ahsan, Tontowi, cukup satu nomor saja tapi kudu main sama junior.

    Yang gak setuju main rangkap abaikan saja :D

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : pradebb
    Selasa, 06 Juni 2017 14:47:55

    Mengenai rangkap

    Saya rasa saat ini rangkap itu penting ya, terutama untuk pemain putri XD
    Coba perhatiin TOP 10 XD saat ini, hampir semua pemain putrinya bermain rangkap
    CQC, HYQ, LYH, Pedersen, Sapsiree
    KHN, Butet juga pernah bermain rangkap
    Belum lagi ada CYJ, dan Ashwini diluar TOP 10

    Dan sudah berapa kali XD kita dipermalukan oleh mereka yang bermain rangkap?

    Bisa dilihat deh perbandingan pemain putri XD yang rangkap dengan tidak
    Coba bandingkan nama nama diatas dengan pemain putri XD kita macam Glo Anisa Melati Shela yang hanya fokus satu sektor
    J a u h

    Ya semoga ini bisa segera terealisasi ya
    Sebelum Indonesia tertinggal semakin jauh dari negara negara lain


  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : enggang
    Selasa, 06 Juni 2017 15:11:18

    Kalau pemain yang rangkap ..pemainnya sekelas medioker tetap aja medioker...Anisa, gloria, Shela mau rangkap main WD, XD, WS jg gak ngaruh kalau dari diri pemainnya gak niat...

    gebrakan tuh kalau : praven rangkap MD, Debby rangkap WD, Kevin rangkap XD, Gresya rangkap XD.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : tony_dan
    Selasa, 06 Juni 2017 15:14:40

    Yang ngeluh rangkap pasti :

    Della, Rizky, Melati, Annisa...

    Kalau Glo, pasti seneng bgt rangkap... Impian doi kan pengen jadi LHJ Buat Indonesia... Hehe

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : abc123
    Selasa, 06 Juni 2017 15:27:22

    Prediksi skuad SG (max 2 wakil untuk 1 nomor perorangan)

    MS: Jonathan Christie, Ihsan Maulana
    WS: Fitriani, Hanna Ramadini
    MD: BerHar, Ahsan/Rian
    WD: GreyApr, Anggia/Ni Ketut (mayan sering menang lawan Malay)
    XD: Edi/Glo, Duo AA (Gak ada pilihan lain)

    Tambahan untuk beregu:
    MS : Firman, Bayu
    WS: Dinar, Gregoria (gak ada yg lain cuy)
    MD: Wahyu/Ade
    WD: DelRos

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : jouando
    Selasa, 06 Juni 2017 15:31:24

    Resiko Rangkap yang paling keliatan adalah masa edar nya jauh lebih pendek di banding pemain tidak rangkap, belum ada pemain indonesia yang bermain rangkap masa edar nya panjang, untung liliyana natsir tidak lama rangkap, sempat dia rangkap dari kemunculan nya tahun 2004 belum jamin kemaren dapet emas olimpiade 2016.

    Rangkap itu bagus untuk pemain muda, pemain baru seperti pratama, kalau udah berprestasi di satu nomer ya udah di tekunin aja,

    liat zhao yun lai jauh di bawah liliyana natsir tapi udah ga beredar,
    atau yu yang juga udah ga beredar lagi, contoh lah greysia polli dia fokus di nomer ganda putri dan ternyata prestasi nya cukup mentereng bisa raih medali emas asian games yang dalam sejarah belum pernah ada yang juara ganda putri,,

    rencana rangkap biar di kelompok junior aja atau paling ga untuk kelas pratama, kalau untuk kelas senior jangan rangkap lah, kasian satu nomer aja mentok, mau di tambah satu nomer lagi, yang ada malah jadi mentokers..

    kecuali dia punya bakat alam yang bagus yach seperti kevin,praven,dan apriani, itu juga di tanya dulu sama mereka nya mau main rangkap atau ga,

    kalau yang ga ada prestasi mau di rangkap, mau jadi apa ?

    semoga wacana bermain rangkap hanya pengalihan isu saja, dari masalah yang sebenar nya terjadi di PBSI yaitu masalah keharmonisan di team seperti yang di katakan satlak, semoga keharmonisan di PBSI bisa di jalin kembali sehingga bisa bersinergi menciptakan prestasi yang lebih baik lagi,

    Inget Marcus Gideon ini juga dulu sempet terbuang dari pelatnas, jadi hubungan personal di antara pemain pelatih dan pengurus harus di bentuk kembali terlebih dahulu...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ikra4433
    Selasa, 06 Juni 2017 15:32:16

    Dengan rangkap maka sangat membantu dalam atur strategi tim buat kejuaraan beregu,terutama SC
    Jadi bisa utak atik pemain sesuai kebutuhan dan lawan yg dihadapi..
    Dengan rangkap,jumlah pemain di pelatnas harusnya juga bisa dirampingkan..yg sdh tidak berpotensi silahkan di buang aja..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ikra4433
    Selasa, 06 Juni 2017 15:42:32

    @juando : klo masa edar atlit yg main rangkap lebih pendek,sepertinya gak juga..tergantung dari atletnya juga..klo contoh yu yang sdh gak beredar krn mmg sudah habis waktunya dan junior yg gantiin sudah siap mentas semua..yu yang sejatinya kan udah lama mau mundur,tp msh dikasi kesempatan buat OG 16 untuk menebus insiden di OG 12 London..tp ternyata malah tragis dan membuat TYT juga sampai skrg tdk jelas nasibnya..
    Kalau Yun lei.,samalah spt yu yang,.pelapis penggantinya udah berderet yg siap meneruskan estafetnya..dengan rentang waktu edar yg lebih pendek dr butet pun,capaian prestasi yun lei jauh lebih banyak di banding butet, dan itu diraih di WD dan XD..selain itu faktor masalah personal juga seperti rumor yg beredar

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : abc123
    Selasa, 06 Juni 2017 15:43:36

    Impian Rangkap versi gue:
    Cukup 5 pasang tapi dilatih supaya cetar, daripada punya 8 ganda tapi medioker semua...

    XD:
    Praven/ Apriani
    Tontowi/ Marsheilla Gisha Islami
    Rian Ardianto/ Rosyita
    Rinov Rivaldy/ Liliyana Natsir
    Yantoni Edi Saputra/ Debby Susanto

    MD:
    Kevin/Gideon
    Praven/Ricky Karanda
    Ber/Har
    Ahsan/Rinov Rivaldy
    Wahyu/Rian Ardianto

    WD:
    Greys/Apri
    Nitya/Tiara
    Anggia/Yulfira
    Ni Ketut/Meirisa
    Nisak/Rosyita

    Della, Melati, Glo, Annisa main WS aja dulu wkwkwkwkwkw....

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Selasa, 06 Juni 2017 15:44:23

    Menurut saya rangkap sudh seharusnya di terapkan untuj pemain yg punya track record rangkap yg baik.

    Kevin
    Rian ardianto
    Ronald
    Alfian eko
    Tiara rosalia
    Rosita eka
    Shela(siapa tau malah moncer di wd)
    Apriani

    Wajib lah nama diatas rangkap. Kalau yg lain yg keliatan ada potensi rangkap sih

    Wahyu nayaja
    Hafiz
    Ketut
    Anisa

    Kalau untuk yg pratama mah harusnya hampir smua klo bisa rangkap.

    Si gloria kan dlu wktu wjc cuma fokus xd kan ga pernah main wd cmiiw.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : runeback
    Selasa, 06 Juni 2017 15:54:54

    sistemnya dulu di bentuk supaya serius buat rangkap. masalah wewenang pelatih, latihannya, komitmen pemain, fisiknya disiapin. dll
    jgn smpe kaya awal 2016 baru rangkap sekali abis itu ilang.
    program diet pemain tuh apa kabar bu susy ? udeh ada hasilnya blm ?

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Selasa, 06 Juni 2017 16:44:02

    Apriani sama Tiara aja,,,, rizki suruh bawa tas ke genting main dikasino,,,,

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : dennu98
    Selasa, 06 Juni 2017 16:51:31

    Setuju @abc

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : pradebb
    Selasa, 06 Juni 2017 18:11:29

    Rangkap wajibkan untuk pemain pratama
    Sedangkan pemain utama bisa dicoba yang memang terlihat berpotensi
    Seperti Kevin Ardianto Tiara Rosyita Ketut Apriani Praveen Ronald Alfian Hafiz dan lainnya boleh lah dicoba rangkap
    Terus ikuti perkembangannya, kalau bisa bersaing di 2 sektor ya silahkan di lanjutin, kalau cuma bisa bersaing di 1 sektor ya diseriusin di sektor tsb, kalau 2 sektor ngk bisa bersaing ya maaf, degradasi.

    Mengenai pernyataan satu sektor saja mentok apalagi rangkap
    Ya mungkin memang tidak perlu rangkap untuk pemain mentok tsb, tapi boleh lah dicoba main di sektor lain, kalau sudah merasa mentok di MD/WD ya coba main XD atau sebaliknya, kalau masih mentok juga ya degradasi

    Jadi pemain ganda itu sebenernya enak loh dibanding tunggal, kalau mentok bisa dipecah, bisa lintas ke sektor lain,
    Tunggal? Kalau mentok ya mau gimana
    Jarang denger pemain Indonesia dari tunggal jadi pemain ganda, kecuali Pia

    Ya semoga segera terealisasi deh
    Karna seperti yang saya bilang sebelumnya
    Pemain XD papan atas saat ini itu kebanyakan bermain rangkap semua
    Kalau tidak mau semakin tertinggal, ya coba rangkap

    Kan lumayan tuh kalau bisa sukses di 2 nomor, bisa jadi permain tersukses indonesia mungkin hehe, kan jarang banget indonesia punya pemain yang sukses di 2 sektor

    Sekian

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Selasa, 06 Juni 2017 18:35:12

    Kalo untuk yang melar macam Melati, Shella, dan Tiara. Boro2 mikirin rangkap urus dulu itu badannya biar ramping ajah perlu waktu 2 tahun yang ada kasihan junior karena mereka bertiga penghalang para junior utk naik ke level senior. Lebih baik di pulangkan dulu ke klub masing2 utk pemain yang melar2, pemain tdk berprestasi 3-8 tahun, dan lain lain.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : arifzai
    Selasa, 06 Juni 2017 18:38:34

    @pradep

    pemain indonesia yang beralih dari tunggal ke ganda

    Verawaty Fajrin, Minarti timur, Nitya,

    Kalau Ivana, rangkap tunggal dan ganda dalam satu periode. Verawaty sebenarnya pernah, namun kemudian fokus di ganda sampai usia 30an

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Selasa, 06 Juni 2017 18:41:35

    Masih bingung ajah sama beel yang berharap lebih sama Tiara wong udh lama di pelatnas dpt gelar ic ajah susah apalagi gelar gpg. Cuma medali perunggu wbc ajah, sama ajah kasusnya kayak Della yang susah banget dpt gelar gpg. Secara logika seharusnya Della Tiara udh tdk layak lagi ada di pelatnas bangkotan nihil prestasi. Masih lebih layak dulu pertahankan Suci Rizky Andini dan Masita Mahmudin

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : tony_dan
    Selasa, 06 Juni 2017 19:09:43

    Potensi Rangkap :

    Mens - Alfian Eko, Hafiz, Ronald A, Edi S, Jordan ( Kelima ini wajib rangkap, karena mereka udah kehilangan gaya nyerang semenjak pontang panting aja di sektor xd karena siklus cewe magar)

    Ardianto, Hardi, Ricky Karandra, Kevin Sanjaya, Kenas ( mengapa? Biar mereka lebih mencoba main sabar saat berpasangan dengan atlet cewe... Gak grasak grusuk)

    Womens :

    Gloria, Melati, Shella ( back ke zaman junior mereka... Sayang Ririn & Masita dah out,, mereka ini memiliki potensi besar.. Sayang ego pelatih yang membuat 3 nama ini kehilangan skill dewa di badminton)

    Nisak, Yulfira, Tania, Apriani, Rosita, Ketut, Gischa ( 7 nama ini wajib merasakan atmosfer smash atlet cowok xd china, korea, denmark, malaysia.. Biar saat di wd mental mereka dah siap sekalipun di smash Chen, dongping, atau misaki, dll)

    Rizky, Tiara, Della, Ade Yusuf, Rian Agung ( no coment)

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : beko
    Selasa, 06 Juni 2017 19:12:05

    Kalau debby jadi pensiun, praveen kasih ke apri aja, ga rela talenta besar seperti praveen dikasih ke glo/melati/annisa/apalagi shella

    Kalau yang jadi masalah main rangkap adalah stamina, justru itu yang harus dibenahi, apalagi buat pemain muda. Dan kalau masalah rangkap jadi masa edar sebentar kayanya ga juga, noh contoh tante pedersen

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : pradebb
    Selasa, 06 Juni 2017 19:27:16

    @afrizai

    Nitya pernah main tunggal juga kah? Wah baru tau
    Makasih infonya

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Jouando
    Selasa, 06 Juni 2017 19:33:49

    Oala jadi masih penasaran pemain senior pelatnas rangkap ?
    Dasar nya apa dah,, orang udah kebentuk begitu karakter permainan nya,, udah umur,, masih mikirin rangkap,, mending mikirin pasangan hidup di luar sana,, ketimbang di tambah lagi latihan buat main rangkap...
    Pelatnas pratama atau pemain junior ialah boleh rangkap,, karena karakter permainan nya belum ke bentuk,, tapi kalau udah kaya tiara, della, gloria, rizky, anggia, ni ketut, rosyita udah punya karakter masing masing dan umur juga udah ga muda lagi,, paling kalau mau rangkap dan itu juga tanya dulu ke pemain nya apriani lah,, karena dari segi umur juga masih muda,, semangat juga masih berapi api
    Kalau yang putra kevin mungkin bisa di rangkap, itu juga kalau kevin mau,, kalau praven mending di xd aja, fokus ke pertandingan nya masih suka ga bagus,,
    Mungkin kalau mau sedikit gambling apriani di duet ini ama kevin,, sama sama masih muda,, sama sama masih semangat...

    Tapi lagi-lagi yach jangan sampai ini pengalihan isu dari yang sebenar nya terjadi,, masalah keharmonisan di PBSI yang di katakan oleh satlak prima,,

    Karena bagaimanapun bulutangkis masih jadi andalan indonesia di event multi cabang semacam asian games dan olimpiade...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : moemoe
    Selasa, 06 Juni 2017 19:47:14

    @arifzai Verawaty Fajrin Wiharjo sebelum kembali bermain setelah cedera parah ketika bermain tunggal (sekitar tahun 1982) bermain rangkap WS dan WD. Keduanya mencatat prestasi cemerlang. Capaian yang pantas untuk dikenang adalah raihan Juara Dunia 1980, Indonesia Open 1982 dan Finalis All England (79?) untuk tunggal dan juara Asian Games dan All England serta RU Kejurdunia untuk WD. Setelah ia kembali bermain tetap bermain rangkap, yaitu di WD dan XD dengan prestasi yang lebih gemilang - dari Juara Piala Dunia, Sudirman Cup, Malaysia Open., final grand prix, hingga runner up kejuaraan dunia dan Asian Games.

    Sementara Ivana awalnya di WS dan XD, sebelum akhirnya ia merangkap WS, WD dan XD dengan prestasi yang tak kalah cemerlang.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : moemoe
    Selasa, 06 Juni 2017 19:57:25

    Mempermasalahkan kekuatan fisik atlet ketika harus bermain rangkap sejatinya menjadi perbincangan yang rancu. Apalagi jika atlet tersebut berasal dari Pelatnas Bulutangkis Indonesia. Bagaimana tidak. Atlet-atlet tersebut telah melewati serangkaian pembinaan dan pemusatan latihan yang sangat komprehensif yang seharusnya berdampak positif terhadap kekuatan fisik mereka. Pendeknya, fisik harusnya bukan isu untuk atlet kita. Bahkan, dengan pola latihan yang terancang baik, seharusnya atlet memiliki kemampuan bermain dengan jumlat set yang berkali-kali lipat dari kemampuan fisik orang biasa. Sehingga seharusnya ketika atlet kita mampu bermain 20 set tanpa jeda pun harusnya bukan sesuatu yang WOW karena ya sudah sepantasnya.

    Yang perlu dipertimbangkan justru faktor-faktor lain. Saya tidak tau, mungkin pelatih yang tau. Contohnya, apakah seorang atlet itu gaya permainannya hanya cocok di tunggal saja. Kalau demikian, tidak bagus juga dia dipaksa untuk bermain rangkap.

    Namun, bermain rangkap menurut saya akan memberikan benefit plus bagi pemain ganda perempuan. Dengan bermain rangkap di ganda campuran, pemain putri akan terlatih menerima pukulan-pukulan keras pemain pria dan sebaliknya mereka pun menjadi kian terpacu untuk memiliki senjata mematikan agar mampu melawan pemain pria yang menjadi lawannya. Referensi bermain juga bertambah karena lawan yang dihadapi juga kian beragam. Mungkin itu kali ya.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Yassjunior
    Selasa, 06 Juni 2017 20:10:47

    Duh kemarin banyakberkoar koar pengen rangkap sekarang banyak yang takut cedera, zhao yunlei, cqc, huang yqq, TANTE christina, sapsiree, ponappa apa kabar hebat yah kalian kabar cedera kalian ngak pernah terdengar ... ato emang jarang cedera ?? Ato mala fine fine aja ? Itu dua nomor mainya tiap turnamen bisa rubber rubber kok fit sih ?? Kenapa ?? Oh udah biasa rangkap oh gitu...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Yassjunior
    Selasa, 06 Juni 2017 20:11:01

    Kessel gua

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : mas_enzi
    Selasa, 06 Juni 2017 20:16:22

    Semoga segera terealisasi dan bukan sekedar wacana saja

    Mungkin bisa di mulai dari beberapa pemain terlebih dahulu gak harus semua nya langsung rangkap kita juga kan tahu mana pemain yang saat junior bisa bermain rangkap dan mendapatkan hasil yang cukup baik

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : anakblbaru
    Selasa, 06 Juni 2017 20:25:09

    Ada aja yg ga setuju rangkap. Masa beredar ada let mah tergantung atletlah kalo dia pingin maen pasti mash tetap main kalo mau pensiun ya dia pensiun.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Jouando
    Selasa, 06 Juni 2017 20:27:55

    Fisik dan kebugaran fisik ini yang menjadi kendala besar di pelatnas, selain semangat bertanding yang harus di tingkatkan,,
    Dengan sistem skor bulutangkis yang seperti sekarang, di butuhkan speed dan power yang lebih,, karena kalau tidak bisa menekan dari awal ada kecendrungan untuk kalah, pasti nya butuh fisik yang bagus, kalau target pemain pelatnas adalah juara di turnamen maka harus punya kebugaran fisik yang bagus dan masa recovery yang baik dari satu pertandingan ke pertandingan,, ini yang harusnya jadi bahan perbincangan bagaimana bisa memiliki standar yang baik untuk fisik dan kebugaran fisik,, kalau masalah teknik bisa di pelajari,, karena indonesia gudang nya atlet berprestasi,, belum lagi memang memiliki bakat alam yang bagus dalam bermain bulutangkis,, harus ada pendekat personel ke pemain, jangan ada pilih kasih, dan pastikan setiap pemain yang masuk pelatnas memang memenuhi kualifikasi dengan standar yang jelas,
    Bibit banyak, tapi kadang mereka kalah di pantohir,, karena bukan dari klub bulutangkis favorite di indonesia, dan tidak ada yang menjamin akhir nya mereka tumbang,, ada seleknas,, tapi masih ada kemungkinan tidak fair dalam seleknas tersebut,,

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Jouando
    Selasa, 06 Juni 2017 20:42:21

    Iya lah pasti ada lah yang ga setuju rangkap... rangkap pemain senior guna nya buat apa ? Buat dongkrak prestasi ? Wong main satu nomer aja prestasi nya ga kedengeran,, mau buat fisik ? Wong main dua set aja kadang ga berdaya ? Mau buat referensi lawan,, wong ikut turnamen aja jadi penghias drawing babak babak awal... rangkap itu kalau prestasi nya udah mentereng terus cari tantangan yang baru,, baru boleh lah rangkap...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : dennu98
    Selasa, 06 Juni 2017 21:01:29

    Karena satu sektor mentok maka dicoba dua sektor
    Kkan dulunya melati ronald juga pernah
    Karena fisik letoy dicoba dua sektor agar bisa meningkat fisiknya
    Pemain wd jika main xd..otomatis defense wd nya bertambah karena lawannya ada yg cowok
    Pemain md jika main xd..si cowok bisa belajar jadi kapten dan smasher jika dia pm.dan bisa berlatih kontrol bola lebih akurat jika main dua sektor.
    Jika main dua sektor.setidakmya dalam satu turnamen dia main minimal dua kali.bukan sekali.jam terbang tambah
    Jika masih mentok juga
    Itu artinya harus rela out dari pelatnas

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : pradebb
    Selasa, 06 Juni 2017 21:03:11

    Setuju fisik pemain memang harus dibenahi terlebih dahulu

    Tapi tetap setuju dengan rangkap haha
    Kalau banyak mikirin main satu sektor aja gini main satu sektor aja gitu, kalau rangkap nanti begini, kalau rangkap nanti begitu
    Ya kapan mau majunyaaa
    Indonesia ini udah tertinggal loh, sebelum semakin jauh, ya apa salahnya dicoba sekarang

    Kalau ngk dicoba, ya ngk bakalan tau
    Sederhananya aja, dicoba rangkap, dilihat perkembangannya
    Kalau bisa menonjol 2 sektor, rangkap
    Kalau cuma menonjol 1 sektor, fokus di sektor tsb
    Kalau 2 sektor ngk menonjol, degradasi

    Enggak perlu semua pemain, yang berpotensi itu wajib dirangkapkan

    Pemain tiongkok korea bahkan sekarang thailand yang main rangkap tetep eksis aja tuh, malah lebih baik dari indonesia

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : beko
    Selasa, 06 Juni 2017 21:05:10

    @juando ga konsisten nih, di atas bilangnya yg pratama aja yg rangkap, di bawah bilangnya kalau prestasi udah mentereng baru rangkap, finalnya gmn nih?

    Menurutku sih yang membutuhkan aja yg rangkap kaya misal pemain cewe di WD dan XD.

    Mungkin kita ga bisa liat butet dan debby dengan level yang sekarang kalau mereka dewasa di era No Rangkap seperti sekarang. Jadi kaya ada sesuatu yg beda kan sama 2 pemain di atas? Lebih lincah dan cover lebih OK dibanding pemain era fokus 1 nomor macam glo, melati, dll

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : beko
    Selasa, 06 Juni 2017 21:12:04

    Tunggu aja apa wacana susi rangkap bener direalisasi. Dan ga ada alasan pemain gamau rangkap. Buktinya Apri bilang kalau dia sebenernya mau main rangkap kalau DIIJININ (source:IG). Dan memang ga harus semua rangkap kalo gitu mah sekali kirim bisa 10 pasang dong di 1 turnamen. Dengan banyaknya opsi bisa lebih kompetitif di pelatnas, dan PBSI jangan asal kirim rangkap aja.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ikra4433
    Selasa, 06 Juni 2017 21:42:23

    Fisik dan kebugaran fisik ini yang menjadi kendala besar di pelatnas, selain semangat bertanding yang harus di tingkatkan.. - See more at: http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=15738#sthash.QN5p7ZBK.dpuf

    Nah,.ini yg saya bingung..bukannya dengan pemain yg potensial bermain rangkap,otomatis fisik dan kebugaran fisiknya meningkat kan? Pasti iya,dlm satu turnamen main 2 nomor,dlm sehari bisa main 2 kali pertandingan..ya otomatis fisik dan kebugaran meningkat dgn sendirinya dong.. lagian klo sdh dirangkapkan buat apa ada dipelatnas klo tidak dilatih dan ditingkatkan madalah fisik,stamina dan daya tahan?? Salah tujuan rangka kan meningkatkan endurance,fisik dan kebugaran fisik..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : moemoe
    Selasa, 06 Juni 2017 22:02:51

    @jouando @pradebb yes sangat setuju jika Fisik adalah faktor penting untuk atlet, terlepas dari atlet tersebut bermain di satu nomor atau lebih. Sebagai penggemar bulutangkis dan orang awam, saya menjadi heran jika faktor fisik masih menjadi isu utama saat ini. Harusnya ini menjadi semacam Hukum Wajib bagi semua atlet untuk memiliki fisik bagus. Paling tidak memenuhi standar minimal. Seperti Hana misalnya, sudah berapa lama ia ada di pelatnas? Tapi kelelahan di lapangan tampaknya selalu ia alami. Penasaran saja, apakah pelatihan fisik di Indonesia tertinggal dengan negara lain, atau fisik Indonesia secara dari sononya memang lebih lemah dari bangsa lainnya? Harusnya (idealnya) ini sudah bukan isu utama lagi.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Jouando
    Selasa, 06 Juni 2017 22:04:42

    Yah bagus nya jangan rangkap lah yang udah senior mah,, siapa dah pemain senior yang udah mentereng prestasi nya terus rangkap ? Jarang ada, wong pemain sekaliber liliyana aja jarang banget rangkap, markis kido pas top top nya aja ga mau rangkap, rangkap buat pemain senior yang ga ada prestasi mah cuman buat para pemain mentok aja,
    Coba tanya kevin dech yang pantas main rangkap, karena masih muda dan bersemangat, mau ga di rangkap,, felling sih kevin ga mau di rangkap, biar bisa konsisten ampe olimpiade 2020,
    Atau tanya apriani yang lagi naik daun, mau ga di rangkap , felling sih juga ga bakal mau...
    Rangkap pemain senior, oh no itu sama aja memperpanjang nafas mereka di pelatnas tanpa prestasi,, mending pemain pratama dan potensial di rangkap dan di akseleras ke senior itu baru mengejar ketertinggalan,, emang di sangka gampang kali yach main rangkap kalau udah senior, udah pada ego masing-masing,, korang sama pasangan sendiri di nomer ganda nya aja kadang ga ngobrolan apalagi mau di mix sama pasangan yang lain...ada ada aja wacana rangkap pemain pelatnas senior...
    Kalau semua pemain punya fisik dan semangat bertanding kaya kevin sanjaya sih oke-oke aja, nah ini kadang ama pasangan sendiri aja sungkan, bagaimana mau berprestasi,, pie toh mas or mbak yu...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Natunaku
    Selasa, 06 Juni 2017 22:09:23

    Dari dulu ngga pernah rangkap, fisik2 juga masih gitu-gitu aja. Mending diranagkapin sekalian, istilahnya mah cari alternatif pemecahan lain kalo ada satu masalah belum terpecahkan dari satu jalan.. Seorang Tiara mau tetap dimainkan di WD? Padahal udah bertahun2 ngga ada hasil di sana, solusinya 2, coba main nomor lain atau out dri pelatnas.. Ningkatin fisik? Ah, wacana. Kalo fisik mah harusnya dari dulu, tanpa harus main rangkap fisik juga sudah selazimnya dibenahin..

    Terus kalo fisiknya ngga oke, ngapain rangkap?
    Kalo ngga rangkap, itu pemain akan segitu2 aja. Bertahan sama pola yang ada di pbsi saat ini, monoton.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : dennu98
    Selasa, 06 Juni 2017 22:13:00

    Pelatih fisik ketinggalan dr negara lain?
    Pastinya
    Buktinya banyak yg letoy
    Ginting aja sering off jika udah masuk.babak akhir turnamen.
    Yg bugar kevin.gideon.fitri




  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : dennu98
    Selasa, 06 Juni 2017 22:17:31

    Gw cm main badminton sekali atau dua kali seminggu
    Tdk ada olahraga lain
    Temen latihan 3 kali seminggu
    Jika selevel...pastinya gw kedodoran di masalah fisik

    More practice..more expert..more accurate...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : senaraket
    Selasa, 06 Juni 2017 22:26:20

    PBSI keseringan ngasih harapan palsu. Ujung-ujungnya yg rangkap anak Pratama, itu pun cuma yg mau ke AJC & WJC.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Selasa, 06 Juni 2017 22:27:24

    Emg udh terkenal kok pelatih fisik pbsi jelek buktinya Taufik Hidayat pernah menganjurkan untuk mengganti pelatih fisik pbsi tapi ga pernah di gubris. Secara Taufik Hidayat skrg pengurus di satlak prima utk SG 2017. Makanya beliau kritik pedas pemain tunggal putra utk fokus SG 2017 dulu wong kalo ikut wbc 2017 juga belum bisa berbuat banyak.

    Pbsi emg kaku banget dan keras kepala kalo dengar masukan dari pihak luar wong smpe skrg emg ada psikolog di pelatnas

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : senaraket
    Selasa, 06 Juni 2017 22:27:54

    Apri di live IG bilang mau rangkap kok, jika pelatih mengizinkan. LOL

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Selasa, 06 Juni 2017 22:33:50

    Gegara kegagalan di sc 2017, pihak kemenpora juga menawarkan sport science di pelatnas. Heran dah pake sport science cuma pas menjelang og 2016 ajah setelah itu berhenti kagak pake jasa sport science lagi. Wong negara2 macam China, Korea, Jepang pakai jasa sport science itu permanen bukan musim musiman. Pantes ajah prestasi awal tahun 2017 ancur wong belum pake jasa sport science. Semoga jasa sport science di permanenkan smpe og 2020

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Selasa, 06 Juni 2017 22:36:35

    Yang rangkap pasti stamina mumpuni tapi jika stamina ala kadarnya tetap maksa rangkap bisa bisa pas main di ksh skor Zimbabwe sama lawan2 nya hahahaha

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : dennu98
    Selasa, 06 Juni 2017 22:49:06

    Stamima akan meningkat jika main rangkap..
    Dijamin

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ikram_rd
    Selasa, 06 Juni 2017 23:19:27

    Rasa2 nya pemain sekelas kevin n greysia tdk perlu sampai main rangkap
    Main rangkap itu cuma sementara utk mematangkan fisik dan teknik
    Yg belum masih mentok yg perlu dirangkapkan macam alfian/edi/rian ardianto <-- mereka2 ini pemain bintang pada masa juniornya sayang jga klu terbuang percuma
    rosyita/apriani jga sdh terbukti pas junior mungkin bsa dcoba rangkap lagi 1-3 thn sampai dapat komposisi yg pas enaknya main di WD, MD, ato XD

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ikram_rd
    Selasa, 06 Juni 2017 23:58:39

    Edi Subaktiar sama Angga Pratama jga bagus main rangkap waktu junior
    tapi Angga kayaknya kurang fit buat main rangkap
    ------------
    Menurut saya rangkap sudh seharusnya di terapkan untuj pemain yg punya track record rangkap yg baik.

    Kevin
    Rian ardianto
    Ronald
    Alfian eko
    Tiara rosalia
    Rosita eka
    Shela(siapa tau malah moncer di wd)
    Apriani

    Wajib lah nama diatas rangkap. Kalau yg lain yg keliatan ada potensi rangkap sih

    Wahyu nayaja
    Hafiz
    Ketut
    Anisa

    Kalau untuk yg pratama mah harusnya hampir smua klo bisa rangkap.

    Si gloria kan dlu wktu wjc cuma fokus xd kan ga pernah main wd cmiiw. - See more at: http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=15738#sthash.LjwtaKjP.dpuf

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : johantjun
    Rabu, 07 Juni 2017 01:12:32

    Akhirnya ada tanggapan jg dari Pbsi soal main rangkap..
    semoga ini bukan sekedar wacana dan benar bakalan diterapkan di turnamen ke depannya. pasti tdk akan langsung berhasil, butuh penyesuaian pemain tapi ke depannya akan menghasilkan pemain yg bagus. fisik akan jadi masalah utama tp justru dengan main rangkap akan melatih stamina dan ketahanan fisik pemain disamping jg untuk melatih teknik pemain menjadi lebih komplet.

    tapi untuk pemain yg sudah punya prestasi tinggi seperti kegid dan owi/butet lebih baik fokus di nomor masing-masing saja.
    Rangkap perlu diterapkan buat wd, md dan xd pelapis supaya melatih teknik, fisik dan menemukan nomor yg cocok untuk pemain. jangan sampai kaya sekarang sudah berlumut di pelatnas tapi tanpa prestasi apa-apa cuma ngabisin anggaran saja.

    terobosan yg patut diapresiasi kalo benar dijalankan..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : monalisa
    Rabu, 07 Juni 2017 02:34:45

    Anehnya pas PBSI udah mau mulai, eh ada yg komen lebih baik ini itu, fokus di sini situ aja wkwk. Ya coba dulu lah, memang begitu seharusnya ada perubahan setelah keterpurukan dan sistem rangkap salah satu yang patut dicoba diterapkan. Siapa tahu ada bakat2 terpendam yg selama ini belum terlihat. Masa kita bisa prediksi dari sekarang, pemain X ga bisa main rangkap, harus fokus satu nomor, kalau main rangkap nanti ga akan juara2 lagi. Pemain Y harus main rangkap, supaya sukses. Pemain Z, ga usahlah main rangkap, udah mentok akut, pasti gagal, percuma. Ga ada itu, semua harus dicoba dulu.

    Faktor kelelahan saya rasa tidak akan terjadi dan ga boleh jadi alasan juga. Biasa fokus di satu nomor jg langganan R1 R2. Kl main rangkap itu, begitu salah satu tumbang di R1 R2, kan jd ada kesempatan kedua di nomor lainnya. Peluangnya jadi lebih besar.

    Saya prediksi kita mungkin akan seperti pemain2 ganda Korea di awal2 ini. Saat main di nomor 'alternatif' mungkin akan mentok R1 R2 QF seringnya, sudah begitu jadi fokus main di nomor 'utamanya' hingga bisa melaju SF Final Juara.

    Kalau hasilnya begitu, ya mau bagaimana lg, kita terima, tp kita apresiasinya sudah mencoba untuk main rangkap. Jadi seharusnya secara keseluruhan tidak akan mengganggu prestasi, justru ada kesempatan lebih tadi, bila suatu saat misalnya kurang beruntung di nomor utamanya dan kalah, bisa mati2 an main di nomor alternatifnya. Siapa tahu bisa tembus SF Final atau Juara. Bagus kan, sy ga lihat ada sisi negatifnya.

    Soal yg curhat2 ngomel2 di media sosial sy kira ga akan terlalu heboh jg. Selama ini yg suka bereaksi berlebih dan suka sensi jg pemain2 single, yg ga akan terlibat dalam sistem rangkap2 an ini. Kalau yg eksis dan suka narsis memang banyak.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : hammond
    Rabu, 07 Juni 2017 04:11:47

    Gimana mau kuat fisik indonesia, wong makannya bala-bala sama indomie ecek ecek.

    BTW, kayaknya nih ada akun intel PBSI di fordis.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : senaraket
    Rabu, 07 Juni 2017 04:44:57

    Dechapol juara dunia junior MD, di MD relatif mentok sekarang coba 2 nomor dan malah jadi XD 1 Thailand. Jepang juga relatif kaku tapi mereka masih coba rangkap hingga muncul Yuta/Arisa. Bahkan sekelas India pun rangkap. PBSI kebanyakan ini itu onoh kucrut. Belajar aja dari sejarah badminton Indonesia dulunya pada rangkap hingga akhirnya bisa stabil di 1 nomor. Bekalnya udah ada, udah teruji.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : oki94
    Rabu, 07 Juni 2017 07:58:06

    Wacana main rangkap sebenarnya bagus jika tepat sasaran dan tepat pemain.

    Untuk saat ini saya amati yang bisa main rangkap seperti Kevin, Alfian Eko, Rosyita, Apriyani, Greysia, Ronald, dan mungkin masih ada beberapa pemain lagi. Mereka tinggal di-tune lagi seperti kondisi saat masih lebih muda/junior, sehingga mereka siap untuk bermain rangkap di beberapa turnamen. Mungkin, untuk role utama mereka sudah dalam level SS/SSP, namun untuk role barunya, mereka hanya bermain di level yang lebih rendah, seperti GP/GPG.

    Hal tersebut (main rangkap) bagus untuk memperkaya teknik sekaligus pengalaman bertanding bagi pemain yang berpotensi main rangkap. Semisal, pemain yang tadinya terbiasa bermain MD, setelah dicoba di XD, mau tidak mau dia akan belajar untuk lebih defense, lebih play-making, daripada sebelumnya, yang mungkin cuma mengandalkan serangan (offensive tactical). Atau yang tadinya hanya berlatih di sisi drive-shots variances, karena harus bermain XD, dia juga kudu menguasai offensive-lobs (lob serang) sebagai senjata pertahanan di XD, memperhalus netting dan low-serve.

    Mau tidak mau, penambahan latihan teknik tersebut justru akan memperkaya skill dan ketajaman pemain.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : oki94
    Rabu, 07 Juni 2017 08:02:49

    Anyway, jangan pernah menolak dulu pengajuan ide main rangkap. Masalah fisik, justru dengan berlatih di lebih dari satu nomor, fisik pemain malah lebih terlatih dengan sendirinya.

    Satu hal yang mesti diperhatikan oleh pelatih, jangan terlalu memforsir tenaga pemain dengan latihan fisik yang berat dalam tempo yang singkat. Cukup ditambah secara gradually/perlahan, dan tetap mengutamakan latihan teknik untuk memperkaya pemain dalam bermain di dua nomor yang berbeda.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : achmadrhus
    Rabu, 07 Juni 2017 08:28:10

    main rangkap aja sebelum munjtul mentokwati mentokwati lainya dan kalo rangkap kan nanti bisa ketemu pasangan yang cocok dan cetaaaaaarrrrrrrrrrwati

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : abc123
    Rabu, 07 Juni 2017 08:55:54

    indonesia kebanyakan wacana,
    kebanyakan diskusi, debat...

    negara lain udah main rangkap dan udah dapet hasilnya
    indonesia masih ngotot-ngototan...

    lelah saya sebagai beel...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Rabu, 07 Juni 2017 08:56:37

    Sorry mas @Jouando
    Disaat yang lain pengen bulutangkis Indonesia maju, dengan mencoba bermain rangkap khususnya Senior-Junior, saya lihat Anda yang tidak setuju kalo pemain2 Pelatnas dimainin rangkap. Curiga nih,, jangan2 Anda pelatih PBSI pusat ya hehe :) Orang mbak Susi aja mau kok pemain2nya rangkap. Udah ya...jgn mempengaruhi jalan pikiran teman2 yang lain. Hanya pemikiran atlet yg gak mau maju yg malas rangkap. Toh kalo berhasil di dua nomor jg bakal nambah pundi2 uang buat masa depan nya juga. Aneh jalan pikirnya. Mental cepat puas harus ditinggalkan biar sukses. Ayo jangan mau kalah dengan China, Korea, Jepang, Thailand dll.
    Indonesia udah tertinggal jauh masa mau dibiarin aja. Di Asia Tenggara aja kita udah gak nomor 1 lagi. Thailand udah mulai menggantikan posisi Indonesia. Sudah terbukti mereka masuk semifinal Sudirman Cup. Ini aja malu rasanya :(

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Rabu, 07 Juni 2017 08:56:39

    greynit akan dikembalikan lagi ya ? ternyata apriani greysia hanya sementara..
    bulutangkis Indonesia sering mendapat apresiasi berupa bonus, baik untuk pemain dan pelatih jika juara di event prestisius macam SSP, kejurdun, SSF, AG, OG..
    tetapi secara tidak sadar, inilah yang membuat team pelatih pelatnas jadi kaku..
    Rotasi hanya dilakukan jika sudah benar2 mentok alias tidak ada pilihan lain..
    Nah, kalo masalah rangkap, ini lebih ribet lagi, bagaimana pembagian bonus nya nanti ?
    Contoh kasus saat hery ip bawa pradebb juara all england, yg dapat bonus hanya Richard seorang..
    kuatkah stamina pemain?
    tidak bisa dipungkiri juga stamina pemain pelatnas terkenal cukup payah..
    Jadi rotasi dan rangkap pemain level 10 besar (juara) akan sangat sulit untuk direalisasikan..
    Kecuali untuk level menengah ke pratama. Karena belum ada bonusnya..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ikra4433
    Rabu, 07 Juni 2017 09:13:27

    Rangkap pemain senior, oh no itu sama aja memperpanjang nafas mereka di pelatnas tanpa prestasi,, mending pemain pratama dan potensial di rangkap dan di akseleras ke senior itu baru mengejar ketertinggalan,, emang di sangka gampang kali yach main rangkap kalau udah senior, udah pada ego masing-masing,, korang sama pasangan sendiri di nomer ganda nya aja kadang ga ngobrolan apalagi mau di mix sama pasangan yang lain...ada ada aja wacana rangkap pemain pelatnas senior...
    Kalau semua pemain punya fisik dan semangat bertanding kaya kevin sanjaya sih oke-oke aja, nah ini kadang ama pasangan sendiri aja sungkan, bagaimana mau berprestasi,, pie toh mas or mbak yu... - See more at: http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=15738#sthash.Cng8uazc.dpuf

    Makin bingung dengan jalan pikiran mbak/mas yg satu ini..gak ada yg maksa untuk pemain senior macam butet,owi,ahsan,greys,nitya untuk mereka rangkap,mrk2 cuma diminta untuk ngemong junior spy cepat naik level.yg BL teriakkan itu pemain2 potensial dibawah mereka untuk rangkap,macam kevin,fajar,ardianto,edi dll klo skuad cewek macam annisa,glow,rosita dll. anda terkesan menolak bgt wacana rangkap?? Sudah terpampang nyata di dunia hasil nyata dari rangkap,KOREA,China,Thailand tuh udah berlari kauh ninggalin Indonesia efek rangkapnya berhasil..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : beko
    Rabu, 07 Juni 2017 09:46:46

    Guys jangan heran kenapa wacana rangkap ga bisa jalan dan indo seolah tutup mata dengan keberhasilan korea, tha, chn dll

    Mungkin pelatih PBSI berpikir seperti apa yang dipikirkan @juando. Hasilnya? Miriss

    Dan seperti kita yang coba diskusi dengan @juando, mungkin begitu juga keras kepalanya pelatih pelatnas

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Rabu, 07 Juni 2017 11:47:58

    untuk soal senior junior..
    Coba bayangkan jika para beel adalah butet. Pilih main sama tontowi di Ina SSP atau main di Ina SSP sama edi, alfian atau ronald ?
    Kalo untuk faktor kesejahteraan (faktor uang) tentu saja main sama tontowi lebih menguntungkan. saya rasa atlet juga butuh uang..
    Saya sebenarnya salut dengan China. saya tidak tau bagaimana cara pbsi China mengatur keuangan, bonus, dll. Para pemain senior macam fu hai feng dan zhang nan rela tidak berpasangan, demi membimbing junior. padahal jika fu/zhang main, uangnya pasti lebih banyak..
    kalo korea sih SenJu nya dilakukan melalui rangkap, dan biasanya pasangan SenJu nya hanya bertujuan mencari pengalaman (tidak ngejar juara)..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : dennu98
    Rabu, 07 Juni 2017 11:52:50

    Kayaknya gtu

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : dennu98
    Rabu, 07 Juni 2017 12:09:44

    Sebenernya semua negara niatnya pemainnya juara.
    Jika saat turnamen ternyata progressnya gtu gtu aja..dirombak

    Beda ma indonesia
    Udah tau mentok.masih.ngeyel dipasangin..

    Takut ma club yg biayai

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Rabu, 07 Juni 2017 13:01:49

    menurut saya agar tidak berbenturan dengan faktor bonus/hadiah (kesejahteraan), faktor keadilan sesama pemain ganda maka :
    1. SenJu, rotasi, rangkap bisa diberlakukan bebas kesemua pemain menengah sampai pratama. karena yah, tidak ada bonus dan hadiah juga..
    2. SenJu, rotasi, rangkap dapat diberlakukan ke kelas juara (rank 10 besar) diturnamen GPG, GP atau kalo bisa sesekali di SS.
    3. Agar adil, PBSI harus menetapkan turnamen2 mana yg dalam satu tahun itu semua pemain ganda kelas juara diwajibkan rangkap, rotasi dan SenJu..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Rabu, 07 Juni 2017 13:33:28

    Sepertinya emang iya,,gak berani ber-INOVASI
    Payah nih,,gk mau berubah ya ketinggalan hehehe
    ------------------------
    Oleh : beko
    Rabu, 07 Juni 2017 09:46:46
    Guys jangan heran kenapa wacana rangkap ga bisa jalan dan indo seolah tutup mata dengan keberhasilan korea, tha, chn dll

    Mungkin pelatih PBSI berpikir seperti apa yang dipikirkan @juando. Hasilnya? Miriss

    Dan seperti kita yang coba diskusi dengan @juando, mungkin begitu juga keras kepalanya pelatih pelatnas

    - See more at: http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=15738#sthash.DR1aTV2V.dpuf

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : kopipanas
    Rabu, 07 Juni 2017 14:42:45

    Efek drama ponappa series lanjut
    seru
    wkwk

    padahal lho ya
    siapa sih seorang ponappa?
    di bandingin
    ma nyonyah
    atw ma tante pedersen aja

    tp itulah takdir
    harus ada ponappa series
    untuk ibu susi buat jembatan

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Yassjunior
    Rabu, 07 Juni 2017 16:31:24

    Senior yang rangkap ??? Juniornya ??? Gila stress nih liatin kerja pbsi.... udahlah sekalian aja gugur berjamaah di sea games ama wbc biar kementrian pemuda dan olahraga 100% nyorotin bukutangks, doa nya jelek tapi kessel gua

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : senaraket
    Rabu, 07 Juni 2017 16:46:44

    Fajar/Rian Menolak undangan WBC. MD baru Kegid Angrick.

    Cuma mengkhayal Sea Games pasang Berry/Hardi dan Ahsan/Ardianto untuk MD individual.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : chemile
    Rabu, 07 Juni 2017 17:06:10

    Anggia juga pernah koq, dulu waktu junior sempat main di WS, sekarang aja main di WD. Kayaknya yang pernah jadi WS biasanya jadi smasher pas maen di ganda; Rizky juga dulu pemain WS

    ___________-

    @afrizai

    Nitya pernah main tunggal juga kah? Wah baru tau
    Makasih infonya
    - See more at: http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=15738#sthash.xiYcoKen.dpuf

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Dvd
    Rabu, 07 Juni 2017 17:19:23

    Ternyata bukan cuma atlet dan pelatih saja yang menolak wacana bermain rangkap, mungkin karena pemain md wd xd Indonesia sudah sangat fantastic saat ini. Tutup buku.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Rabu, 07 Juni 2017 18:05:07

    Yang nolak rangkap pasti pemain medioker, wajar ajah sih nolak kan pemain medioker itu kebanyakan takutnya yaitu : takut cedera, takut kecapean, takut waktu bermain sosmed berkurang, takut waktu ngemil berkurang gegara latihan mulu, dan takut waktu senggang tidak ada lagi utk sekedar bobo siang. wkwkwkwkwk

    Klo pemain medioker kagak mau main rangkap mending enyah ajah dari pelatnas alias degradasi wkwkwkwkwk

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : arifzai
    Rabu, 07 Juni 2017 18:55:17

    @pradeep
    waktu belum main ganda bersama Greysia
    waktu bermain tunggal, seingat saya membela Aceh di PON. Plz koreksi bila salah

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Jouando
    Rabu, 07 Juni 2017 19:13:18

    Dasar nya ngerangkap pemain senior apa yach ? Terus standar untuk bermain rangkap itu seperti apa ? Olahraga Bulutangkis termasuk olahraga permainan yang terukur, ada batasan kemampuan untuk menang atau kalah, kalau sudah mentok dan tidak berprestasi lebih legowo dia jadi pemain pro,, dan baru di wacana kan untuk bermain rangkap, wacana rangkap seolah menjadi alibi untuk mengiyakan kegagalan sudirman cup kemaren, baca di berita bahwa faktor non teknis lebih dominan yaitu faktor keharmonisan seperti yang dikatakan satlak prima, artinya ada yang kurang bersinergi antara pemain,pelatih, dan pengurus, artinya ada yang salah dalam hal komunikasi, simple nya kalau komunikasi antara pemain ganda di satu nomer aja kurang bagus, bagaimana jika di rangkap menjadi bermain di xd juga ?
    Masalah komunikasi yang kurang bagus emang bukan isu yang baru, dari jaman nya mia audina, taufik hidayat, markis kido/hendra setiawan sampai marcus gideon pernah mengeluhkan akan hal ini,
    Untuk rangkap pemain, ini jauh lebih baik di tingkat pratama dan pemain junior, karena mereka masih bisa di bentuk untuk jadi spesialisindi tingkat senior, pemain senior untuk ganda saat ini maaf aja bukan masalah potensial atau tidak, tapi tanggung jawab sebagai pemain pelatnas nya masih kurang, fighting spirit nya kurang,, mereka seperti nya lebih butuh coaching psikolog dan juga sport science yang lagi kekinian, ketimbang wacana rangkap yang hanya akan menjadi 'bom waktu' semakin merosot nya prestasi...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : monalisa
    Rabu, 07 Juni 2017 19:29:31

    Dicoba dulu aja, jangan takut resiko ini itu, terlalu banyak mikir. Ga ada ruginya, banyak untungnya. Dicoba dulu 5 turnamen berturut2 sudah gt evaluasi.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : senaraket
    Rabu, 07 Juni 2017 19:44:32

    Senior (berpengalaman) seperti Ahsan, Owi, Butet, Greys itu fokus bimbing.

    Kevin okelah fokus di MD.
    Yg lain yg sangat potensial masih bisa rangkap seperti Apriani, Yulfira, Ardianto, Hafiz, Ronald, Wahyu dll. Selain rangkap, coba pindah sektor.

    Jangan disamaratakan. Pratama sih wajib rangkap, bukan cuma yg mau AJC WJC.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ikram_rd
    Rabu, 07 Juni 2017 20:23:40

    btw Apriani itu tdk mau rangkap
    susah jaga fokus katanya
    harus kh dia ditendang sesegera mungkin dari pelatnas??
    --------
    Yang nolak rangkap pasti pemain medioker, wajar ajah sih nolak kan pemain medioker itu kebanyakan takutnya yaitu : takut cedera, takut kecapean, takut waktu bermain sosmed berkurang, takut waktu ngemil berkurang gegara latihan mulu, dan takut waktu senggang tidak ada lagi utk sekedar bobo siang. wkwkwkwkwk

    Klo pemain medioker kagak mau main rangkap mending enyah ajah dari pelatnas alias degradasi wkwkwkwkwk - See more at: http://bulutangkis.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=15738#sthash.Cs30NuE2.dpuf

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ikram_rd
    Rabu, 07 Juni 2017 20:28:21

    klu masalh faktor keuangan sih kayaknya enggak ya
    pemain Indonesia paling bagus masalah kesejahteraan soalnya mereka pake sponsor pribadi
    sekaliber ahsan, liliyana natsir, dll mah jarang ikut tur juga sdh dapat ratusan ribu dollar per tahunnya
    Ini lbh ke kemauan dari pelatih buat ngatur klu pemain sih tetap ikut strategi pelatih
    -------
    untuk soal senior junior..
    Coba bayangkan jika para beel adalah butet. Pilih main sama tontowi di Ina SSP atau main di Ina SSP sama edi, alfian atau ronald ?
    Kalo untuk faktor kesejahteraan (faktor uang) tentu saja main sama tontowi lebih menguntungkan. saya rasa atlet juga butuh uang..
    Saya sebenarnya salut dengan China. saya tidak tau bagaimana cara pbsi China mengatur keuangan, bonus, dll. Para pemain senior macam fu hai feng dan zhang nan rela tidak berpasangan, demi membimbing junior. padahal jika fu/zhang main, uangnya pasti lebih banyak..
    kalo korea sih SenJu nya dilakukan melalui rangkap, dan biasanya pasangan SenJu nya hanya bertujuan mencari pengalaman (tidak ngejar juara).. - See more at: http://bulutangkis.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=15738#sthash.zsETo0Ol.dpuf

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : beko
    Rabu, 07 Juni 2017 20:28:45

    @ikram

    Itu info darimana apri ga mau rangkap? Mau baca artikelnya dong.
    Malah banyak BL yang jadi saksi perkataan Apri di IG nya kemarin kalau dia mau rangkap kalau DIIJINKAN wkkwk

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : runeback
    Rabu, 07 Juni 2017 20:30:22

    kmrn ada yg bilang apri mw rangkap sumber nya dari IG, skrg ada yg bilang gak mau rangkap. nyang bnr yg mana coba.haha

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Knant
    Rabu, 07 Juni 2017 20:42:38

    Orang Indonesia itu beneran dah, blom d coba udah kebanyakan alasan padahal buktinya udah banyak yg berhasil maen rangkap,, dicoba dulu diterapin secara serius kalo memang gak berhasil ganti sistem yg lain, jgn apa2 udah nyerah duluan

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ikram_rd
    Rabu, 07 Juni 2017 20:50:13

    itu dia ngomong pas kalah di wjc 2016
    katanya sulit jaga fokus klu main rangkap jadi mau fokus di satu nomor saja
    ga tau dh klu skarang berubah lagi
    sy kurang update klu masalah live IG
    ----------
    Oleh : beko
    Rabu, 07 Juni 2017 20:28:45
    @ikram

    Itu info darimana apri ga mau rangkap? Mau baca artikelnya dong.
    Malah banyak BL yang jadi saksi perkataan Apri di IG nya kemarin kalau dia mau rangkap kalau DIIJINKAN wkkwk

    - See more at: http://bulutangkis.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=15738#sthash.B1eHmmIG.dpuf

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Rabu, 07 Juni 2017 20:52:06

    Kalau pemain2 gak mau rangkap khususnya junior2/yg belum berprestasi itu berarti pemikirannya masih kolot perlu diluruskan. Atau gak ya keluar aja dari pelatnas main pro aja udah beres..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : senaraket
    Rabu, 07 Juni 2017 20:53:55

    Apri WJC 2016 ditanya rangkap pas dia main sehari 4x karena jadwalnya gilak ya wajar ingin fokus 1 aja. Sekarang sudah beda, dia sudah siap rangkap jika diizinkan/disuruh pelatih.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ikram_rd
    Rabu, 07 Juni 2017 20:55:25

    Apriani : Kecewa pasti, karena akhirnya kami kalah. Di game kedua kami bisa bermain nyaman, hanya saja masuk game ketiga, fokus saya sendiri hilang-hilangan terus. Tidak bisa jaga fokus dan jaga pikirannya, ujar Apriani.

    Kalau berbicara capek stamina, semuanya juga sama, ini bukan alasan. Kedepannya saya sendiri inginnya bisa fokus di salah satu nomor saja. Tapi kalau masih dipercaya main ganda putri sama campuran saya harus menjalaninya, tambah Apriani.
    Ini link beritanya https://www.djarumbadminton.com/internasional/berita/read/world-junior-championships-2016-pupusnya-harapan-meraih-medali-dari-ganda-campuran/

  • Re: Pelatih Utama WS
    Oleh : tony_dan
    Rabu, 07 Juni 2017 20:59:48

    Penasaran sama pelatih utama WS...

    Kata Susi : Eks atlet Indo, berprestasi di zamannya, beprestasi juga jadi pelatih...

    Tebakan saya pasti Hendrawan...

    Mungkin belum di umumkan, karena mengurus surat menyurat hendrawan mungkin

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Rabu, 07 Juni 2017 21:00:31

    @ikram_rd : juara di all england kegid dapat hadiah masing2 23.000 dolar, belum bonus masing2 250 juta rupiah. herry ip dapat bonus 100 juta rupiah..
    dalam satu minggu kevin dan gideon dapat masing2 550 juta rupiah..
    saya gak tau di Ina open hadiah juara ganda berapa. yang jelas akan lebih banyak dari all england..
    walaupun kontrak tolyn miliaran setahun. 500 juta seminggu jelas akan membuat butet akan berpikir 2 kali untuk bimbing junior di Ina open..
    Pelatih juga pasti akan tergiur bonus..
    paham?

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Rabu, 07 Juni 2017 21:07:23

    Hardianto: Di Indonesia Open masih berpasangan sama Berry… besok pagi (Senin) kita pulang (ke Indonesia) mungkin Selasa pagi atau sore sudah mulai latihan untuk persiapan Indonesia Open.
    Itu saya kutip dari djarumbadminton.com.

    Apakah ada yg tau ada wacana Berry/Hardi dipecah?

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : beko
    Rabu, 07 Juni 2017 21:11:48

    Susah sih ya kalau urusannya sama bonus. Dibalik sulitnya regenerasi dan kakunya peraturan pelatnas, mungkin salah satu faktor terbesarnya adalah perebutan bonus yang menggiurkan.

    Dan memang ga salah sih cari materi, tapi.... ah sudahlah.

    Beda sama di korea kali ya. Bayangin aja seorang lee hyo jung yang sekaliber itu rela berpasangan dengan junior macam shin baek cheol di penghujung karir, hasilnya? Gold AG dan Shin jadi juara dunia.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Rabu, 07 Juni 2017 21:24:50

    Tuh kan benar kata Gw ngapain sibuk2 urusin Gloria cs selagi masih ada Liliyana Natsir sumbernya bonus bonus dan bonus.

    Mantaplah strategi Kak Icad melebihi kepala pelatih yang lain kalo soal bonus bonus dan bonus. Selangkah lebih maju Kak Icad ini klo utk bonus di bandingkan kepala pelatih yang lain.

    Makanya Koh Didi ikut2an mau mengembalikan duet Greysia/Nitya biar bisa dapat bonus bonus dan bonus daripada pusing melatih Della cs yang kagak bisa menghasilkan bonus bonus dan bonus

    Wkwkwkwkwkwkwkwk

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : johantjun
    Rabu, 07 Juni 2017 21:28:15

    sudahlH abaikan saja yg anti rangkap..
    mindsetnya sudah ketinggalan jaman mungkin

    masalah bonus bukannya kalo atlet rangkap juara semua kan bonusnya jg dobel tuh wkwkwk

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Rabu, 07 Juni 2017 21:38:35

    Kalo kepala pelatih kak icad seorang pasti rangkap dari dulu. Yah klo rangkap mau kagak mau bonus di bagi 2 sama kepala pelatih sektor yang lain. Mana ada yang mau sih bonus di bagi 2. Tau sendiri kalo pelatih pelatnas bayarannya kecil ketimbang di luar negeri, jika rangkap di terapkan dari dulu pasti kak icad udh jadi pelatih di luar negeri yang lebih mensejahterakan hidupnya ketimbang di pelatnas. Wkwkwkwkwkwkwk

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Natunaku
    Rabu, 07 Juni 2017 21:44:05

    Kok mindsetnya jadi ke bonus yah? Saya tidak setuju kalo fokus seorang atlit mengutamakan bonus daripada kemengan untuk bangsanya. Menurut saya BL yang kolot-lah yang berpikir seperti itu. Kalo Saya adalah atlit, Saya akan tersinggung dengan pernyataan seperti ini. Apalagi menyebut Butet di sana.

    Saya percaya, sekaliber butet ngga akan menggadaikan prestasi / regenerasi demi sebuah bonus. Sudah banyak yang Ia terima mulai dari prestasi sampai bonus hingga hidup tuanya, kalo diizinkan pensiun, Saya yakin Butet ini ingin pensiun dari PBSI..
    Kenapa towi/ butet masih dipasangakan di INA SSP, karena ranking mereka masih di top 10 dan belum ada racikan / rencana jitu juga dari pelatih buat memadukan butet dengan juniornya..

    Ayolah, jangan berpikir kalo atlit dipelatnas semata-mata karena menginginkan bonus. Meski suatu kewajaran bagi atlit tentang bonus itu, tapi lebih baik membahas hal lain saja yang menyeangkut prestasi si atlitnya..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Rabu, 07 Juni 2017 21:54:06

    Atlit emg tolak ukurnya prestasi tapi klo pelatih mah bonus cuy. Mau atlitnya punya idealisme kolot tentang prestasi juga klo pelatih nyuruh tetap berpasangan tontowi/liliyana smpe og 2020 mau bilang apa sih atlit pasti di iyakan juga.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : johantjun
    Rabu, 07 Juni 2017 21:56:04

    untuk skuad yg dikirim ke sea games sepertinya Pbsi mulai mndengar saran beel untuk memperkuat tim sea games daripada sok kirim pemain wbc cuma jadi penghias drawing

    Jojo, ihsan cs mungkin masih bisa meladeni Khosit, kantaphon. tapi agak ragu menghadapi chong wei feng atau izz. Tomy apa gak bisa ditarik ke sea games yah? kayaknya belum pernah tuh dapat as sea games, asian games apalagi olimpic. bapaknya sudah koleksi 3 emas sea games tuh

    Fitri, hanna moga masih bisa bersaing dgn Busanan kalo masih turun, Goh jin wei, vu ti trang dll. dengan keuletanya bukan tdk mungkin fitri bisa buat kejutan.

    Wd akhirnya tdk kirim pemain ke wbc supaya bisa mengobati kegagalan sektor wd di Sc yg tdk menyumbang poin. entah nanti sapa yg diturunkan tp greys/apri sepertinya menjanjikan untuk bersaing dgn wd kuat thailand dan malaysia.

    Md biasa menjadi tumpuan meraih emas. kali ini Berhar dan Sanri yg diproyeksikan ke sea games. dengan dukungan senior Sanri harusnya Md tetap bisa mengamankan emas.
    Fajri bener itu menolak tiket wbc??

    Xd ini yg paling mengkhawatirkkan. selama ini xd jg langganan meraih emas, cuma sudket/sarale dan chew/chor yg pernah menghentikan dominasi xd kita. nova/butet, flandy/vita, owi/butet, rijal/debby dan terakhir pradeb yg meraih emas xd.
    tapi nanti yg turun xd pelapis yg labil, menghadapi dechapol/sapsire, kian/pei diragukan edglor cs bisa menghadang wong sama xd singapore saja kalah.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Rabu, 07 Juni 2017 21:59:17

    Buktinya Liliyana di rayu smpe AG 2018 sama Kak Icad ayo ajah bisa mengurungkan niat utk pensiun dari pelatnas. Ntar juga selesai AG 2018 pasti Kak Icad gunakan lagi rayuan mautnya biar msh bertahan Liliyana smpe OG 2020 alasannya pasti udh di rencanakan dari skrg daripada bonus melayang toh berharap Gloria cs kagak mungkin juga smpe lebaran kuda bisa berikan Kak Icad bonus yang besar seperti yang Liliyana berikan pada Kak Icad

    Wkwkwkwkwkwkwk

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Natunaku
    Rabu, 07 Juni 2017 21:59:53

    Hanya 3 Emas Target PBSI di SEA Games

    Tiga emas tersebut berpeluang diraih di nomor beregu putra, ganda putra, dan ganda campuran.
    _Kami harapkan peluang di ganda putra dan ganda campuran. Adapun peluang di ganda putri dan tunggal putra masih 50-50,_ kata Susi.
    Sumber Metrotvnews

    dari akun fanpage BWF

    Kalo itu benar, ngga ngerti lagi alasan Ibu Susy masih menyebut XD disitu :( :( siapakah atlit XD yang ditargetkan sumbang emas? pfttt

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Rabu, 07 Juni 2017 22:01:26

    Saya sudah jelaskan panjang lebar diatas saya bukan anti rangkap, senju dan rotasi.
    Memang team pelatih tidak ada yg bicara gamblang soal bonus dan hadiah. tapi kasus kevin/greysia dan nitya/gideon yg dirangkapin sebelum mereka juara, membuktikan bahwa bonus dan hadiah adalah masalah utama pemain kelas juara jarang yang rangkap atau dirotasi atau SenJu. terlebih untuk turnamen2 besar..
    Semuanya harus diatur dengan jelas dan adil, agar kestabilan regenerasi ganda seperti China dan Korea didapat. Tetapi faktor kesejahteraan juga tidak terabaikan..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Rabu, 07 Juni 2017 22:08:32

    Jangankan emas SG 2017 bulan Agustus nanti, lah di BIOSSP 2017 sektor ganda campuran juga bakalan nihil gelar syukur syukur ada yang masuk Final. Tapi melihat peluangnya sih pasti ZONK. Berat banget saingannya semua pemain ELIT DUNIA pada turun di mari. Cuma bisa berharap sama Kevin/Markus ajah semoga beruntung bisa dpt gelar Juara di BIOSSP 2017.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Rabu, 07 Juni 2017 22:14:09

    Semoga pas Tontowi/Liliyana kalah di BIOSSP 2017, ada media yang buat berita Liliyana Natsir Sudah Habis biar pada sadar pengurus, binpres, kepala pelatih kalo masa keemasan Liliyana Natsir sudah usai dan harus sesegera mungkin pensiun.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Rabu, 07 Juni 2017 22:16:42

    Bis aja nih,,pengalihan isu dari nolak main rangkap skrg naksir bonusnya aja,,ayo carilah lagi alasan2 lain buat menghidari main rangkap..

    Saya yakin gak bakal selamanya kayak gini bulutangkis Indonesia. Saya percaya suatu saat nanti bakal ada generasi mulaid ari atlet, pelatih dan pengurus memiliki rasa nasionalisme yg tinggi utk memajukan bulutangkis.
    Hiduup terus bulutangkis Indonesia..merdeka..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Rabu, 07 Juni 2017 22:18:51

    @natunaku : faktanya butet belum pernah bermain SenJu selain dengan praveen.. Itupun cuma sekali..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Rabu, 07 Juni 2017 22:36:00

    kalo saya atlet, saya tidak akan menggadaikan regenerasi demi sebuah bonus. Merdeka.
    yah ?!!!
    mudah untuk berucap, sodara2..
    faktanya sekarang pelatih ganda pelatnas terkotak-kotak alias tidak fleksibel..
    dan menurut pendapat saya salah satu penyebabnya adalah uang..
    maka harus dicari celah dan solusinya..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : pradebb
    Rabu, 07 Juni 2017 22:44:11

    Rasanya sih bukan atletnya ya yang ngk mau rangkap, buktinya banyak atlet yang setelah terdegradasi, justru diluar pelatnas bisa bermain rangkap, atlet pelatnas pun ketika ikut PON, kejurnas, dan sejenisnya juga rangkap

    Ya mungkin sih dari pelatihnya ya, tapi kok dikaitkan dengan bonus itu loh hmm

    Kalaupun ada pemain yang menolak sistem rangkap
    Lah kok lucu
    Ya sbg pemain mah harusnya jalanin sistem yg diberlakukan PBSI

    Misalkan nantinya PBSI memang benar merealisasikan sistem rangkap
    Ya mau ngk mau atlet harus terima lah, bukan malah nolak seenaknya

    Kalau misalkan PBSI nerapin waktu latihan 16 jam tapi pemain cuma mau 10 jam, masa keinginan pemain yg diikutin hadeehh, harusnya pemain yg ngikutin kemauan/peraturan PBSI

    Jadi ngk ada alasan pemain nolak main rangkap

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Rabu, 07 Juni 2017 23:06:00

    Emang di Indonesia kadang2 aneh,,makanya sampai dibuat film Alangkah Lucunya negeri Ini wkwkwk

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : senaraket
    Rabu, 07 Juni 2017 23:48:48

    Buntut Kegagalan di Piala Sudirman, PBSI Selektif Kirim Pemain

    Kesalahan di Sudirman ini seperti membangunkan macan tidur karena Wakil Presidden (Jusuf Kalla) sampai membahasnya di sidang kabinet. Mereka khawatir kegagalan ini bakal jadi momok. Apalagi ke depan itu ada SEA Games 2017 dan Asian Games 2018, kata Budiharto di Grand Indonesia, pada Rabu (7/6/2017).

    Jadi pilihannya 4 diakomodir Satlak Prima, empat lainnya dibayar PBSI. Sejauh ini yang saya ajukan adalah Swiss Open, All England, Japan Open, dan Piala Sudirman, karena itu yang membutuhkan biaya paling besar, tambahnya.

    Selain mengatur ulang jumlah kompetisi yang diikuti, Menpora juga meminta roadmap PBSI menuju Asian Games 2018.
    Jadi dari roadmap itu akan tergambar apa saja yang menjadi proyeksi kami di Asian Games, termasuk event-event yang akan diikuti, tuntasnya.

    https://m.detik.com/sport/raket/3523577/buntut-kegagalan-di-piala-sudirman-pbsi-selektif-kirim-pemain

    (((pemainnya kebanyakan, susah ngurusnya, dana besar)))

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : runeback
    Kamis, 08 Juni 2017 00:08:13

    satlak prima tugasnya apaan sih ? bnyakan organisasi bikin ribet aja indonesia. bntr2 bikin program baru. ada koni lah koi lah. tar ganti menpora muncul baru lg.

    kalo sedang terpuruk aja pada ngumpet semua orang. pas giliran sukses pada maju duluan belagak dia yg paling besar jasanya.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : adigung
    Kamis, 08 Juni 2017 07:10:34

    asyik ada wacana bakalan main rangkap..

    hayooo main rangkap gak tuh..rangkap..enggak..rangkap..enggak..rangkap aja deh biar seru hehehe

    terbukti kan main rangkap dan gonta-ganti partner untuk sektor ganda dalam kejuaraan beregu, terutama kejuaraan beregu campuran seperti Sudirman Cup cukup membantu strategi dan menghasilkan hasil yang bagus, sebut saja Korea, Tiongkok, India..

    sekarang jamannya era sport science, jamannya ilmu pengetahuan dan teknologi bergabung menjadi satu untuk menumpas hal-hal negatif yang harus dihempaskan seperti cedera, daya tahan, psikologi dalam bidang olahraga, dll

    ingat, kita negara bulutangkis yang punya sejarah bermain rangkap dan hasilnya menggembirakan..

    ingat sejarah, bukan hanya untuk disombongkan saja tapi untuk diteruskan...nanti ada yang bilang kalah sama Laos atau Afrika Selatan lagi...ini jamannya sport science, semua bisa dipelajari, semua bisa bersaing asal ada dukungan dana, dll...

    yuks mari kita tunggu bersama bagaimana hasil racikannya, semoga memberikan cita rasa yang harum, gurih, dan sedap ^_^

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : abc123
    Kamis, 08 Juni 2017 07:14:58

    supaya bisa rangkap....
    pelatih ganda itu harus ada pelatih kepalanya...

    coba deh Herry IP jadi pelatih kepala..
    pelatih lain jadi pelatih MD,WD,XD...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Kamis, 08 Juni 2017 09:17:25

    Kabar terbaru akhrnya rian fajar menolak undangan.

    Setelah mendapat undangan pasca ditolaknya undangan oleh duo Aa,hafiz shela juga menolak.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : abc123
    Kamis, 08 Juni 2017 10:26:52

    jadi penasaran skuad ke sea games sapa aja ya?

    MD: BerHar, AhsanRian, Fajri?
    yg tampil di individu max 2 pasang.
    Gue harap Fajri gak usah ikut deh...paling kalah nyesek...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : iyap
    Kamis, 08 Juni 2017 12:03:26

    Irwen, Yantoni/Gischa dpet undangan WBC
    Kevin jadi pake leging model2 Ahsan Rian

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : fildan
    Kamis, 08 Juni 2017 15:39:28

    pengennya FajarRian ikut WBC saja, biar kalo gagal ga terllau besar efeknya.sekalian bs membuka mata pengurus/pelatih kalo duo ini sudah waktunya di refresh. kalo dikirim ke SG, trs gagal, agak mengurangi peluang MD lain cos mestinya bisa saling membantu.
    untuk XD semoga dengan hasil SG bisa ketahuan secara lebih kasat mata dan lebih bulat, bagaimana kapasitas para pemain yang menjadi andalan bung icad

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Kamis, 08 Juni 2017 18:23:05

    Yang di turunkan ke SG 2017 itu pemain xd yang di nomorduakan sama Kak Icad. Yang selalu menjadi andalan itu pasti Butet, Butet, dan Butet. Gagal di SG 2017 kagak masalah yang penting di WBC 2017 Butet bisa raih Gold Medal. Yang pentingkan bonus dari Butet tetap mengalir ke pundi pundi rekening Kak Icad. Wkwkwkwkwkwk

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : chico_aura
    Kamis, 08 Juni 2017 18:30:50

    Akibat kegagalan di SC2017 PBSI dipanggil Menpora diminta untuk evaluasi.
    Bukannya evaluasi yang bener malah keblinger.

    Salah satunya:
    Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), disebut Budi, menyarankan empat turnamen saja (per tahun) yang diikuti pemain.....
    Ini satlak prima ngerti bulutangkis apa kaga ya?
    Masa pemain bulutangkis cukup bertanding 4 X dalam setaun???

    Ngga heran dunia olahraga indonesia terpuruk. Krn organisasinya banyak diisi orang2 yang ga ngerti olahraga....

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : beko
    Kamis, 08 Juni 2017 19:19:33

    Emang itu yang nyuruh maen cuma 4 kali setahun kayanya bener bener ga ngikutin bulutangkis. Mana bisa kaya gitu, yg ada rangking jeblok dan ketemu unggulan di awal.

    Achmad budiharto juga statement nya sering aneh, yg paling aneh adalah ketika bilang sengaja menaikan harga tiket BIO untuk menurunkan animo masyarakat. Ini maksudnya apa?

    Susah emang ...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : anakblbaru
    Kamis, 08 Juni 2017 19:28:27

    Kalo pengurusnya ga ngerti bahwa pemain butuh poin untuk rangking dan rangking menentukan pemain untuk bisa ikut asian games ataupun olimpik pantas kalo bulutangkis kita terpuruk. Kalo hanya ikuy 4 turnamen saja setahun yang ada pemain tidak berkembang dan semakin tertinggal dari negara lain

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : qlal
    Kamis, 08 Juni 2017 19:28:54

    Nitya dulu lolos masuk pelatnas sbg pemain WS... tp kemudian mintak beralih ke WD...
    Kebalikannya dgn Pia ketika itu... Pia lolos masuk pelatnas sbg pemain WD... tp kemuadian menolak masuk pelatnas krn pengen main WS (soalnya klo dipelatnas klo udah WD gak bisa beralih ke WS, tp klo awalnya WS bisa beralih ke WD). Ditahun berikutnya baru deh Pia lolos masuk pelatnas sbg pemain WS... selepas Uber cup 2008 Pia mintak pindah ke double main XD dgn Frans sekaligus rangkap WD dgn Debby... Debby juga dgn Rizal.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : pradebb
    Kamis, 08 Juni 2017 21:28:58

    Ternyata kritikan dan saran temen temen disini lebih berbobot ya haha

    Gimana ceritanya cuma ikut 4turnamen/tahun


  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ikra4433
    Kamis, 08 Juni 2017 21:42:29

    Itu dibaca ulang n baik2,yg dimaksud satlak prima bukan main 4 turnamen dalam setahun ttp satlak prima siap mengakomodir 4 dalam setahun atau siap membiayai 4 turnamen dalam setahun,selebihnya turnamen yg lain dibiayai oleh PBSI. Kemudian PBSI mengajukan 4 turnamen yg biayanya paling mahal untuk diakomodir/dibiayai satlak prima dalam rangka roadmap menuju AG 2018.. begitu sih yg saya simpulkan dr artikel diatas..
    Jadi Satlak Prima maunya PBSI lebih mengatur turnamen yg diikuti agar tepat sasaran prestasinya..
    Mungkin maksudnya seperti yg sering BL komentari,kadang ada turnamen yg dekat2 tp PBSI malah kirim pemain ke negara yg lebih jauh,pdhl kualitas turnamen di Asia lebih bagus ketimbang garus ke Amerika misalnya..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : senaraket
    Kamis, 08 Juni 2017 22:26:19

    Jepang salah satu yg biayanya gila. Ini belum terlaksana, lebih selektif. Tahun lalu nggak kirim banyak karena PON.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : runeback
    Kamis, 08 Juni 2017 22:56:12

    jgn terlalu tergantung dana dari pemerintah. jaman pak gitu udeh bagus padahal mandiri cari sponsor gak tergantung2 amat ama pemerintah.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : monalisa
    Kamis, 08 Juni 2017 23:00:55

    Wkwk, ga mungkin hanya 4 turnamen per tahun yang diikuti. Itu maksudnya yang diakomodir.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : chico_aura
    Kamis, 08 Juni 2017 23:46:37

    Buntut Kegagalan di Piala Sudirman, PBSI Selektif Kirim Pemain

    Atas dasar itu pula Menpora Imam Nahrawi memberikan sejumlah rekomendasi. Salah satunya mengaplikasikan sport science dari sisi sumber daya maupun alat-alatnya. Namun, kata dia, untuk bisa diaplikasikan pada tiga event terdekat seperti Indonesia Open, SEA Games dan Kejuaraan Dunia 2017 sepertinya tidak mungkin. Karena sport science tidak bisa instan.

    Kalau instan itu doping dan itu tidak diperbolehkan. Karenanya, yang memungkinkan saat ini adalah mengurangi jumlah turnamen supaya periodisasi pemain berjalan sempurna, ungkap dia.

    Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), disebut Budi, menyarankan empat turnamen saja yang diikuti. Tapi itu tidak mungkin sebab rata-rata pemain dalam setahun mengikuti 8-12 turnamen, jika sibuk sampai 16 turnamen yang diikuti.

    Bulutangkis itu beda cabor lain yang empat kali ikut kejuaraan saja sudah oke. Tapi di cabang bulutangkis tidak bisa, apalagi ada aturan BWF yang menyatakan pemain yang memiliki peringkat 10 besar dunia wajib mengikuti pertandingan super series premier. Jika tidak akan kena denda 5 ribu dollas AS. Siapa yang mau bayar?

    Jadi pilihannya 4 diakomodir Satlak Prima, empat lainnya dibayar PBSI. Sejauh ini yang saya ajukan adalah Swiss Open, All England, Japan Open, dan Piala Sudirman, karena itu yang membutuhkan biaya paling besar, tambahnya.

    Selain mengatur ulang jumlah kompetisi yang diikuti, Menpora juga meminta roadmap PBSI menuju Asian Games 2018.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : chico_aura
    Kamis, 08 Juni 2017 23:51:32

    gw quote langsung:

    1. Kalau instan itu doping dan itu tidak diperbolehkan. Karenanya, yang memungkinkan saat ini adalah mengurangi jumlah turnamen supaya periodisasi pemain berjalan sempurna, ungkap dia.

    2. Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), disebut Budi, menyarankan empat turnamen saja yang diikuti. Tapi itu tidak mungkin sebab rata-rata pemain dalam setahun mengikuti 8-12 turnamen, jika sibuk sampai 16 turnamen yang diikuti.

    3. Selain mengatur ulang jumlah kompetisi yang diikuti, Menpora juga meminta roadmap PBSI menuju Asian Games 2018.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : chico_aura
    Jumat, 09 Juni 2017 00:06:39

    Jadi jelas yang disebut artikel tsb adalah mengurangi turnamen per taun, kalo menpora minta diatur ulang, mengurangi jumlah turnamen supaya ada periodisasi yg sempurna

    Bukan (ngga ada tuh disebut) ngomonginnya ngurangin turnamen yang dibayarain satlak menjadi 4 turnamen per taun.

    Lagian memangnya selama ini PBSI kirim ke 8-12 turnamen pertaun dibayarin menpora/satlak prima??? Ngga kan.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : johantjun
    Jumat, 09 Juni 2017 01:14:12

    yg saya tangkap itu permerintah melalui satlak prima berniat membantu Pbsi tapi 4 turnen saja, selebihnya Pbsi tetap yg mendanai dengan pertimbangan dikurangi jumlah turnamen yg diikuti supaya dapat peak perform sasaran utama kejuaraan yg diprioritaskan.

    appa Pbsi sudah kekuraangan dana yah??

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : johantjun
    Jumat, 09 Juni 2017 01:21:16

    btw Greynit itu bener diproyeksikan ke sea games?
    agak riskan yah nitya baru sembuh apa bisa fit?? mungkin melihat lawan di wbc berat buat nitya yg belum in.. apalagi Greys jg belum pernah dapat emas sea games padahal sudah dapat emas asian games. Nitya malah sudah pernah dapat emas di 2011 bareng anneke feinya, kemana ni anak ya?
    tapi nanti apriani sama sapa??

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : kopipanas
    Jumat, 09 Juni 2017 03:01:21

    pbsi kekurangan dana kirim pemain?
    isu panasss!
    rentetan ponappa series 😊

    sayang ga ada pernyataan
    resmi ke publik
    benar atw salah
    cuma bisa menebak
    dan menyimpulkan masing2

    benang merahnya
    kalo ada pihak luar membantu
    wajar sih ada kepentingan yg di bawa
    banyak pihak membantu bnyak kepentingan2 juga
    trus saling sikut ya..
    ga harmonis
    panassss
    wkwk



  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : kopipanas
    Jumat, 09 Juni 2017 03:04:03

    semakin menarik
    alur ceritanya
    endingnya gmana ya?

    #asyiknyajadipenikmat

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : kopipanas
    Jumat, 09 Juni 2017 03:13:56

    katanya kan
    kirim pemain itu
    ga pake dana pemerintah
    tp sponsor

    terus..
    sponsor yg mana ya
    betah danai pemain2 r1 r2?
    dermawan dan baik hati ya
    tanpa pamrih
    padahal dah tahu
    history yg di kirim
    langganan r1 r2

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : senaraket
    Jumat, 09 Juni 2017 04:19:48

    salah satu sponsor terbesar ya djar** terus yg ada di jersey atlet.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Jumat, 09 Juni 2017 04:21:14

    Pada gagal paham nih maksudnya ikut 4 turnamen itu untuk pemain2 pelatnas yang dapat program sport science, dan dalam pandangan pbsi pemain2 pelatnas yang ikut program sport science itu tidak bisa di liat progres dalam 4 turnamen saja tetapi harus 8-12 turnamen yang di ikuti. Kalo hanya di liat dari 4 turnamen yang di ikuti itu jatuhnya doping. Begitu maksudnya hahahahaha

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : runeback
    Jumat, 09 Juni 2017 04:43:13

    paling pemerintah kasih dana buat pbsi tujuannya supaya hasil AG bs bnyk bawa pulang medali.
    tapi kok pemerintah juga kaya ikutan ngatur2 kompetisi yg di ikutin pemain. harusnya sih percayain aja sih ma pbsi. yg pntg nanti hasil di AG bagus.
    tapi maklum lah wong ketumnya juga ada jabatan di pemerintahan juga.



  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : skyforce
    Jumat, 09 Juni 2017 08:56:55

    @juando

    anda ga stuju rangkap karena main di satu nmer aja gak berprestasi. saya jawab ya. contoh melati, anisa dll, mereka emg ga berprestasi di nmr xd, gmn kalo ternyata mereka lebih cocok di wd? gunanya rangkap untuk mencari dmn nmr sebenarnya potensi mereka. bgtu juga sebaliknya tiara, niketut, dll.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : raketpatah
    Jumat, 09 Juni 2017 09:55:39

    Gosip bakal kekurangan dana memang sudah beredar. Selepas Indonesia Open, dana dari sponsor bakalan seret karena adanya ketidakharmonisan yang membuat sponsor bakal mengurangi supply dana. Minta ke Menpora lewat Satlak Prima hanya diganti untuk 4 turnamen.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : lob
    Jumat, 09 Juni 2017 10:14:29


    Kevin Jadi Milyarder Dalam Kurun Tiga Bulan

    06-06-2017, 15:15
    Pebulutangkis PB Djarum Kevin Sanjaya Sukomuljo, menjadi seorang milyarder hanya dalam kurun waktu tiga bulan. Ia mengumpulkan pundi-pundi uang baik dari hadiah turnamen maupun bonus dari berbagai pihak sebesar 1,423 Milyar (Maret-Mei 2017).

    Pemain ganda putra yang berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon ini, berhasil menjuarai tiga turnamen berturut-turut ditambah semifinalis satu turnamen. Dimulai dari menjuarai turnamen tertua di dunia yang sangat bergengsi, All England Superseries Premier (7-12 Maret 2017). Lalu berlanjut ke India Open Superseries (28 Maret – 2 April 2017) dan Malaysia Open Superseries Premier (4-9 April 2017). Sedangkan di turnamen Singapore Open Superseries (11-16 April 2017), Kevin/Marcus mencapai babak semifinal. Hasil dari keempat turnamen, Kevin/Marcus berhak mengantongi hadiah masing-masing sebesar $ 62,687 atau setara Rp 835 juta.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : lob
    Jumat, 09 Juni 2017 10:14:41

    Pundi pendapatan mereka semakin bertambah setelah menerima bonus Juara All England dari berbagai pihak. Bonus pertama diberikan Menpora sebesar masing-masing 250 juta. Penyerahan secara simbolis diserahkan Menpora Imam Nahrowi ketika Kevin/Marcus mendarat di bandara Soekarno-Hatta (14/03/2017), sepulang dari London.

    Sepekan kemudian (22/03/07), Djarum Foundation memberikan bonus khusus kepada Kevin sebagai atlet PB Djarum yang berhasil menjadi juara All England. Hadiah diserahkan Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin sebesar 250 juta. Penyerahan secara simbolis tersebut dilaksanakan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta.
    PBSI sebagai induk organisasi olahraga bulutangkis Indonesia, tidak mau ketinggalan. Atas prestasinya, Kevin/Marcus diberikan bonus masing-masing sebesar 75 juta rupiah. Acara penghargaan ini digelar tanggal 6 Mei 2017 bersamaan dengan ulang tahun ke-66 yang jatuh pada sehari sebelumnya, 5 Mei 2017. Jika dijumlahkan hadiah dari keempat turnamen dan tiga kali penerimaan bonus maka Kevin mengantongi 1,4 Milyard atau manjadi milyarder dalam kurun tiga bulan.

    Sedangkan pasangannya Marcus Fernaldi Gideon menerima nominal sedikit yang berbeda. Hal ini terjadi karena klubnya Tangkas memberikan bonus dalam bentuk satu unit apartemen. Perpaduan Kevin/Gideon kembali ditargetkan merebut gelar juara di turnamen berhadiah terbesar di dunia Indonesia Open Super Series Premier yang berlangsung tanggal 12-18 Juni 2017. Bila berhasil mencapai target dipastikan kocek keduanya semakin megembung, baik dari hadiah turnamen maupun bonus. (HK)

    Sumber : https://www.pbdjarum.org/forum/forum/atlet-bulutangkis/atlet-bulutangkis-indonesia/170172-kevin-jadi-milyarder-dalam-kurun-tiga-bulan

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : kopipanas
    Jumat, 09 Juni 2017 10:21:25

    tidak harmonis?
    ada apa ya?

    gmana nasib
    pemain2 turis?
    jembatan ibu susi?

    pantas ya
    di australia ss kirim paket hemat
    kirain karena di kritik tentang atlet turis
    ternyata
    pihak sponsor batasin suply ya?
    mulai sadar kali ya
    biayai atlet turis
    jatuhin branding
    wkwk

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : kopipanas
    Jumat, 09 Juni 2017 10:28:35

    tu ngakunya di atas
    kirim ke swiss & ae
    boros biaya....

    tp kirim
    rombongan turis juga kemarin ke ae & swiss
    dapat oleh2
    skor fantastik 4 lg

    kalo kyak gini
    wajar sih timbul konflik

    tp jd seru
    wkwkwk

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ikra4433
    Jumat, 09 Juni 2017 11:02:05

    Klo sponsornya punya pikiran yg waras sih.,lama2 gak betah juga sponsorin pemain yg rontok di awal2,paling jauh di R2..
    Belum sempat masuk tivi,.jadi percuma pasang nama sponsor gede2 di dada baju..yg lihat cuman wasit dan hakim garis,penonton gak kebagian lihat di tipi krn sdh rontok duluan sebelum disiarkan di tipi..😅😅

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : runeback
    Jumat, 09 Juni 2017 13:22:09

    susy pegang binpres sementara alan yg pegang sponsor. nie dua2 nya ujung tombak di pbsi. kalo ada konflik urusan kalo gak masalah prestasi kalo gak maslah dana.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Natunaku
    Jumat, 09 Juni 2017 14:21:01

    Kalo suatu organisasi punya hasil yang tidak memuaskan, siap-siap pihak lain akan campur tangan pada organisasi tsb dengan niat ' melakukan pembenahan '. Dalam kasus PBSI, MENPORA mulai tidak percaya dengan PBSI ini makanya mulai ngasih kebijakan-kebijakan yang mereka mau.

    Kalo masalah budget, simpel sih tinggal kurangin itu pemain-pemain rabu kamis ke klubnya masing-masing. Maxsimalkan potensi atlit ganda dengan bermain rangkap.

    Ya jelas budget turnamen tinggi, wong yang dikirim satu RT.
    Bener kata @kopipanas, masa iya ada masalah budget tapi turnamen eropa sampe atlit skor 4 digit bisa sampe dipaksakan ikut? aneh sih.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Natunaku
    Jumat, 09 Juni 2017 14:25:44

    Dulu zamannya kepemimpinan DS juga sempat ada kasus kekurangan budget kan? Sampe atlit berbulan-bulan diperam di pelatnas. Hingga kepemimpinan Pak Gita, sponsor mulai berdatangan dan pengiriman pemain lancar lagi.

    Saya sendiri kurang setuju kalo harus mengurangi jatah turnamen dengan alasan budget. Lebih baik kurangin jumlah pemain di pelatnas supaya budget turnamen juga bisa diminimalisasi.

    Terbukti kan kebanyakan pemain itu ngga efektif?

    Lihat lagi persoalan pengiriman pemain ke Sea Games yang masih harus seleksi ini itu. Terbukti, penghuni pelatnas terlalu banyak padahal kualitas pemainnya itu sama.. Mubadzir! malah bikin masalah ini-itu..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : kopipanas
    Jumat, 09 Juni 2017 14:58:55

    iy benar
    xd yg di seleksi juga
    gloria,melati,shela, anisa
    11 12 fantastiknya

    wd
    tiara,della,iki
    mendunia
    wkwk

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : raketpatah
    Jumat, 09 Juni 2017 17:25:20

    Sponsor Pelatnas/turnamen saat ini :
    Djarum Foundation (Grup Djarum)
    BCA (Grup Djarum)
    Blibli.com (Grup Djarum)
    Indofood (Besan dengan Grup Djarum)

    Itu yang back up jaman pak Gita.

    Kalau sponsor aparel, langsung ke atlet. PBSI gak dapat bagian

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : dennu98
    Jumat, 09 Juni 2017 17:34:35

    Masalah dana/duit mungkin bisa dibicarakan dgn djarum agar djarum tdk merasa dirugikan krn dana dipakai juga tuk pemain pelatnas dari klub yg bukan didanai jarum.
    Karena hal ini makanya mungkin terjadi praveen harus berpasangan dgn pemain seklub.

    Semoga djarum mau membiarkan pemain jagoannya dipasangkan dgn pemain club lain

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : kopipanas
    Jumat, 09 Juni 2017 17:37:33

    thanks ya raketpatah infonya

    garis merahnya mereka 1 manajemen ya...
    trus. sponsor platnas/turnamen
    punya hak juga ga nentuin pemain yg di kirim?

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : raketpatah
    Jumat, 09 Juni 2017 19:04:37

    Hak nentuin pemain tetap Binpres dan pelatih. Setahu saya, Djarum cukup fair. Pemain yg bergabung ke Pelatnas adalah juara Kejurnas, Junior Master, lolos seleknas, AJC dan WBC serta juara internasional di kelompok senior.

    Selanjutnya pelatih Pelatnas yg bertanggungjawab memoles para pemain tsb. Cuma itu tadi, di Pelatnas, pemain terkotak-kotak karena masing2 nomor ada pelatih kepala. Harusnya rangkap sampai ketemu prestasi yg stabilnya dimana.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : kopipanas
    Jumat, 09 Juni 2017 21:12:56

    masukan & saran kirim pemain jd boleh ya
    dari pihak luar
    entah sponsor atw yg terkait
    tp disposisi akhir tetap binpres
    jd lebih mengerti alurnya

    semua harus sepengetahuan binpres
    hak penuh di binpres
    binpres harus tegas ni
    kalo ga sesuai standar harus di tolak
    standar pbsi/pelatnas kirim pemain apa ya?
    asal rangking cukup di oke?
    walo history sebelumnya hatrik r1 r2?

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : kopipanas
    Jumat, 09 Juni 2017 21:21:33

    ibu susi harus jelas ni standarnya
    kan mw buat jembatan
    speknya harus yg berkualitas
    biar fantantik

    emang sih ketegasan itu
    kadang awalnya harus di bayar mahal
    ketidakharmonisan bisa terjadi
    karena penolakan
    wkwk

    misalkan ni
    kirim pemain ke ponappa superseries 41 atlet
    21 atlet kebetulan dr klub pihak sponsor
    20 atlet bukan dr klub pihak sponsor
    itu semua biaya 41 atlet di tanggung pihak sponsor ya?
    yg di sini adalah grup djarum
    atw djarum hanya menanggung 21 atlet?

    plissss...
    yg tahu di info
    raketpatah boleh bagi info lg donk

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : senaraket
    Jumat, 09 Juni 2017 21:24:47

    Twitter PBSI @INABadminton

    Ahsan/Rian ke WBC!!!!

    Lihat pencapaian selama ini, agak memaksakan. Semoga tur terakhir untuk selanjutnya dibongkar.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : senaraket
    Jumat, 09 Juni 2017 21:35:09

    “Targetnya satu medali. Dilihat dari kekuatannya ada di ganda putra dan ganda campuran. Memang mungkin yang paling berpeluang ada di ganda putra. Tapi tidak menutup kemungkinan di ganda campuran,” ujar juara Olimpiade Barcelona 1992 tersebut.

    “Di tunggal putra, Tommy yang berada di luar Pelatnas bisa menentukan dia mau berangkat atau tidak. Sementara Anthony, saya melihat dia memiliki progress yang baik. Ada peningkatan dari hasil kemarin di Piala Sudirman saat dia mengalahkan Viktor Axelsen. Buat saya itu merupakan pencapaian yang cukup baik. Sehingga saya ingin mencoba, kalau di kejuaraan dunia dia seperti apa,” ungkap Susy.

    “Untuk ganda putra, kami memasukkan tiga pasangan, dari beberapa nama yang masuk. Berdasarkan pertimbangan kami, tidak mungkin semua kekuatan penuh diturunkan untuk kejuaraan dunia. Tiga pasangan ini diharapkan bahu membahu untuk saling membantu, siapapun yang maju, diharapkan wakil Indonesia yang bisa menang,” jelas Susy.

    “Di ganda campuran kami menurunkan dua pasangan, Tontowi/Liliyana dan Jordan/Debby, karena memang ada peluang. Sebenarnya Ronald (Alexander)/Melati (Daeva Oktavianti) juga bisa masuk, tapi saya lihat penampilan mereka, kayanya kansnya agak berat. Saya rasa dua pasangan itu sudah cukup untuk saling membantu,” tambah Susy lagi.

    “Untuk tunggal putri dan ganda putri kami tidak kirim. Karena kansnya agak kecil. Kalau untuk mengejar jam terbang, kayanya jangan ke kejuaraan dunia. Kami melihat lebih kepada standar dan kualitas pemain kita sendiri. Mending kita perkuat aja di SEA Games. Kami harapkan ini bisa menambah medali juga untuk Indonesia,” lanjut Susy.

    http://m.badmintonindonesia.org/app/information/newsDetail.aspx?/6157

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : raketpatah
    Jumat, 09 Juni 2017 21:54:26

    @kopipanas
    Yang disponsori semuanya yang diatur oleh PBSI. Yang menentukan pengiriman pemain adalah pelatih dan binpres

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : kopipanas
    Jumat, 09 Juni 2017 22:29:42

    lengkap ni informasinya raketpatah
    sedaap....
    mantaafff...

    dana sponsor buat ke turnamen itu
    di tetapkan persemester ya?
    kan di atas gosipnya abis indonesia open dana sponsor bakal seret karena ketidakharmonisan
    kenapa ya?????

    sory...banyak nanya☺

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : kopipanas
    Jumat, 09 Juni 2017 22:36:08

    pihak sponsor kecewa ya?
    kecewa kenapa?
    binpres & pelatih ga tepat kirim pemain?
    salah manage dana pengiriman?
    dana tekor duluan?

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : johantjun
    Jumat, 09 Juni 2017 22:56:47

    mungkin Djarum sbg sponsor utama merasa tersinggung dgn dominasi jaya raya di Pbsi sekarang ini mendominasi pengurus Pbsi apalagi dgn banyaknya pemain muda jaya raya yg diangkut ke pelatnas meminggirkan Djarum. akibatnya djarum memotong anggaran sponsornya jadilah Pbsi mulai kekurangan dana.

    konflik kepentingan semacam inilah yg mengganggu dan merusak bulutangkis indonesia. persaingan tidak sehat antar club besar ini yg selalu mengganggu kinerja Pbsi. seharusnya ada langkah tegas dari pemerintah demi perkembangan bulutangkis yg semakin terpuruk.

    grup Djarum sbg sponsor yg sudah sangat konsen dengan bulutangkis sejak dulu jangan dipinggirkan, tapi juga tdk berhak mengatur dapur Pbsi misal menitipkan pemain yg mentok. biarkan semua pemain bersaing dan siapa yg terbaiklah yg bisa bertahan di pelatnas. masalah rangkap antar club jg sebenernya djarum tidak tabu buktinya kevin yg dari djarum bisa berpasangan dengan markus yg berasal dari club tangkas

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : raketpatah
    Jumat, 09 Juni 2017 23:32:54

    @johantjun
    Tebakannya kurang tepat

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : senaraket
    Sabtu, 10 Juni 2017 04:51:13

    *menyimak dengan saksama*

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Sabtu, 10 Juni 2017 07:00:44

    Sponsor utama sih sponsor utamaaa..tapi jangan jadi pihak yg ngatur kaleussssss.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Sabtu, 10 Juni 2017 09:41:45

    OOT.....
    Ada yg tau partai R1 indonesia open yg dimainkan di hari selasa dan rabu?

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : raketpatah
    Sabtu, 10 Juni 2017 10:36:36

    @Marethadealover
    Tunjukkan mana pihak sponsor yang atur?
    Sudah dijelaskan, jalur masuk ke Pelatnas itu :
    - Juara Kejurnas
    - Juara Junior Master
    - Juara/lolos Seleknas
    - Juara AJC
    - Juara WJC
    - Juara Internasional Senior

    Pengiriman pemain : hak nya Binpres dan pelatih Pelatnas. Demikian pula penentuan pasangan

    Ayo mau fitnah apalagi?

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : ikra4433
    Sabtu, 10 Juni 2017 11:01:45

    @service over :
    SELASA 13/06 : R1 XD - WS
    RABU 14/06 : R1 MD-WD-MS
    Mulai pertandingan jam 11 siang

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : dennu98
    Sabtu, 10 Juni 2017 12:39:24

    Yang aneh djarum mau aja ya punya pemain mayoritas jadi memble di pelatnas..
    Dan secara umum juga pemain pelatnas mayotitas jadi medioker seleb..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : fildan
    Sabtu, 10 Juni 2017 15:19:08

    wow, raketpatah, info dan analisa2nya mantap dan mencerahkan.titip jempol ah...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : anakblbaru
    Sabtu, 10 Juni 2017 15:45:50

    Anggota pelatnas ada 89 orang yg senior 66 orang sisanya pratama menurut saya sih kebanyakan jumlahnya jadi ga keurus. Mau nanya nih anggota tim nasionalnya cina, korsel, Thailand dan Jepang berapa jumlah anggotannya? Mau bandingin aja.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Sabtu, 10 Juni 2017 16:32:59

    Thx pak

    Oleh : ikra4433Sabtu, 10 Juni 2017 11:01:45
    @service over :
    SELASA 13/06 : R1 XD - WS
    RABU 14/06 : R1 MD-WD-MS
    Mulai pertandingan jam 11 siang

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Sabtu, 10 Juni 2017 18:34:45

    Dinar dulu di panggil prestasinya apa ya???
    Terus dulu ada endar prestasi endar apa ya?
    Terus dlu ada reksy prestasinya apa ya?

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : raketpatah
    Sabtu, 10 Juni 2017 20:55:17

    Sebenarnya males jawab Maretha, dijawab satu, nanya lagi yang lain. Ok, lah, yang ini saya jawab.

    Reksy pemenang Junior master U21 tahun 2014, pemanggilan ke Pelatnas 12 Februari 2015

    Dinar, juara Indonesia Challenge 2013 dan Runner up Swiss Challenge 2014, pemanggilan ke Pelatnas tanggal 30 Desember 2014

    Febriani Endar Kusumawati dipanggil ke Pelatnas berdasarkan prescon PBSI tanggal 30 Desember 2013. Prestasinya memang hanya semifinal Kejurnas, tapi bukan dia saja yang dipanggil, ada juga Shinta Arum (Mutiara) untuk melengkapi porsi Pelatnas potensi

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : IcliGowata
    Minggu, 11 Juni 2017 09:19:55

    Pengalaman bertahun2 berinteraksi dengan PBSI Pusat, sy tidak pernah melihat sponsor yg mengatur Pelatnas ...
    Ayo lebih bijak lagi dalam berpikir..

    =============
    Oleh : Marethadealover
    Sabtu, 10 Juni 2017 07:00:44
    Sponsor utama sih sponsor utamaaa..tapi jangan jadi pihak yg ngatur kaleussssss

    - See more at: http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=15738#sthash.OkF0qQHh.dpuf

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : dennu98
    Minggu, 11 Juni 2017 12:09:37

    Menuruut om ichil dan raketpatah
    Knp pbsi sulit tuk main rangkap dan lintas sektor?

    Apa yg ditunggu dari pemain pemain xd wd mentokers sampe sampe ttp dipasangkan? Gmana mau berharap dari memtokers kalau dilatihnya ttp spt skrg? Sampai lebaran kuda xd cewek mager ga akan jadi pemain hebat.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Natunaku
    Minggu, 11 Juni 2017 14:12:18

    Memungkinkan ngga sih sponsor individu bukan hanya dari aparel-nya aja, melainkan secara umum. Misal ada perusahaan X berminat sponsor kevin/gideon, yaudah langsung moU, macam pemain profesional.. Saya rasa dengan siatem ini lebih meningkatkan nilai pasr bulutangkis indonesia.. contognya lily/towi setelah juara olympic banjir sponsor dari mana2 yang bukan hanya dri club atau pemerintah aja..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Natunaku
    Minggu, 11 Juni 2017 14:15:03

    Apalagi ditambah dukungan media yang makin kesini makin bagus dalam meliput prestasi bulutangkis tanah air. Saya rasa makin banyak perusahaan yang berminat dengan sistem sponsor individu ini..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Ikanpeda
    Minggu, 11 Juni 2017 16:29:51

    Sorry oot... mohon info tgl 12 bsk babak qualifikasi ada yg tau mulai jam brp?

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Minggu, 11 Juni 2017 19:05:39

    Jam 9 bro

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : Ikanpeda
    Minggu, 11 Juni 2017 19:42:16

    Makasih @serviceover td blm ada schedule yg keluar

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : WaHyOe
    Minggu, 11 Juni 2017 21:36:33

    Turun segunung di Indonesia Open, yang lolos ke Final paling hanya 1 org/psg syukur2 bisa lolosin 5 org/psg ke Final 😂

    Cuma di Pelatnas yang bisa kayak gini kagak guna 89 org di Pelatnas klo hanya loloskan 1 org/psg saja di Indonesia Open.

    Keterlaluan pbsi mah ngapain pelihara atlit MENTOKERS lama lama di Pelatnas cuma bisa nyusahin ajah.

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Minggu, 11 Juni 2017 21:42:45

    Jam 9 bro

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : johantjun
    Senin, 12 Juni 2017 00:10:05

    Indonesia itu negara yg penuh birokrasi dan kepentingan. Pbsi yg murni organisasi bulutangkis saja bisa jadi jabatan politis dan prestise, terlalu banyak tangan-tangan yg bermain dengan kepentinganya masing-masing makanya mau rangkap pemain saja kudu mikir pertimbangan macem-macem.

    jaman orde baru pemerintah lebih tegas mengatur Pbsi makanya pelatnas bisa jadi tempat yg benar-benar mencetak para juara yg melahirkan para legenda bulutangkis kita

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : dennu98
    Senin, 12 Juni 2017 03:48:13

    Pengen tau contoh banyak kepentingan birokrasi seperti apa johantjun..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Senin, 12 Juni 2017 03:50:30

    Raketpatah tokcer banget.. wawasannya TOP.. Tau sponshorsip di pelatnas, hapal prestasi2 atlet seleksi masuk pelatnas, ajib lah. jangan2 sampeyan orang PBSI ya hihihihi...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : johantjun
    Senin, 12 Juni 2017 04:40:51

    jelas Pbsi itu ada kepentingan penguasa, makanya Gita yg orang Sby dipaksa secara halus mundur digantikan wiranto yg mewakili penguasa saat ini padahal kita tau prestasi pak gita yg sudah mengembalikan tradisi emas olimpiade.
    Majunya wiranto tentu ada pihak yg mendukung kan?? mereka tentu punya kepentingan sendiri di Pbsi yg bersaing dengan pihak pendukung Gita makanya Rexy cs didepak. belum lg tiap pelatih punya ego masing-masing. kompleks masalahnya

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : raketpatah
    Senin, 12 Juni 2017 05:17:34

    @ marcelloelaelo
    Saya bukan orang PBSI. Di forum ini, saya pernah kritik Pelatnas karena kurang menerapkan disiplin. Akibatnya ada pemain yang kena pergaulan malam (dugem).

    Saya BL seperti teman-teman disini

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : 0verrated
    Senin, 12 Juni 2017 07:36:35

    Raketpatah bukan orang PBSI, tapi orang Djarum.. Ya kan ya kan..

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : IcliGowata
    Senin, 12 Juni 2017 08:27:16

    Ada yg ngeLive hari ini? Ayo bareng..
    Kita liat dan menilai langsung jagoan2 kita.. Saling tukar opini ..seru2an sj hehe
    Daripada cuman liat komentar2 trus berasumsi ttg si A si B tanpa pernah lihat langsung...

  • Re: Soal Bermain Rangkap
    Oleh : raketpatah
    Senin, 12 Juni 2017 08:42:27

    @overrated
    Bukan orang internal Djarum juga, tapi penggemar pemain-pemain Djarum dan Tangkas yang jago tentunya. Atau paling gak, yang punya semangat tinggi.Kalau yg mentok dan jago medsos, saya juga kurang suka seperti teman-teman disini

Respon Anda?

Untuk meramaikan diskusi, Anda harus login terlebih dahulu.


Audisi Umum Bulutangkis




Crown Group Australian Open

Seeded Entries
Players
Draws
Matches
Visual LiveScore

Forum Diskusi

Diskusi Terbaru

Respon Terbaru