Forum > Atlet Bulutangkis

Regenerasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 21:20:30
2935 klik -- 7 respon
Oleh : petebakar
Versi cetak

Berpasangan dengan pemain yang jauh lebih muda bukanlah hal baru untuk Gresya saat dipasangankan dengan Apriani yang 10 tahun lebih muda. Sebelumnya, selepas Olimpiade 2012, Greysia pernah dipasangkan dengan dengan Anggia Shitta Awanda yang 7 tahun lebih muda.

Hal yang manarik adalah, Greysia sendiri boleh dikatakan produk akselerasi dimana pada awal karirnya sempat dipasangankan dengan pemain senior pelatnas seperti Jo Novita,Vita Marissa atau bahkan Flandy Limpele.

Pelatnas Tim Nasional Indonesia sendiri bisa dikatakan sangat minim menerapkan pemasangan senior-junior meskipun dalam hal ini sering sukses dilakukan timnas negara lain terutama Tiongkok.

Sebelum mendapatkan akselerasi, Greysia Polii sendiri merupakan pemain junior Indonesia paling bersinar di Kejuaraan Junior tahun 2004, sebagai runner up di ganda campuran dan bronze medalist di ganda putri. Buah manis dari bakat, kerja keras, ketekunan serta kesempatan mentoring tersebut adalah prestasinya menjadi pemain ganda putri papan atas dunia dan meraih medali emas di Asian Games 2004.

Final Kejuaraan Dunia Junior 2017 di sektor ganda campuran mengingatkan kejuaraan di tahun 2012. Di tahun tersebut, terjadi All Indonesia Final setelah keduanya sama-sama mengalahkan lawan dari Tiongkok. Mentoring senior-junior memang bukanlah satu-satunya factor penentu meneruskan kesuksesan di level junior dan ini bisa dilihat dari lebih menterengnya prestasi pemain-pemain Tiongkok peraih medali perunggu di kejuaraan junior tahun 2012.

Siti Fadia, Rinov, Yeremia, Mentari, Ribka dan Jauza adalah bakat-bakat istimewa yang dimiliki Indonesia saat ini. Mempertimbangkan untuk memberikan hadiah berupa mentoring dari pemain top pelatnas dan bertanding di level tertinggi kejuaraan bulutangkis adalah opsi selain mereka akan mendatkan beasiswa dari kejuaraan dunia.

Respon

  • Re: Regenerasi
    Oleh : runeback
    Sabtu, 21 Oktober 2017 21:57:16

    di pelatnas sulit bnr yak buat maen rangkap ama bikin pasangan senior-junior.
    contoh aja angkatan yg kmrn kaya gischa, tania, vania, apri, yulfira, mechlle, serena, rinov. ketika masuk lvl senior disuruh tentuin satu sektor aja.
    gak tau deh ini angkatan siti fadia dkk nasibnya gmn. mudah2an gak salah asuh dah. bs cepet bersaing di lvl senior.

  • Re: Regenerasi
    Oleh : Chemile
    Sabtu, 21 Oktober 2017 21:57:18

    Jangan lupa dengan Jorji. Meski tidak dibilang istimewa, untuk ukuran junior saat ini lumayan baik.

    Tp apalah artinya berprestasi di junior jika tidak bersinar di turnamen terbuka. Ada bbrp faktor yang mengakibatkan pemain junior tidak bersinar di turnamen terbuka. Selain mungkin karena ‘salah asuh’, faktor internal dr dalam diri si atlet juga berperan penting. Perasaan cepat puas karena sdh menjadi juara dunia meski cuma junior dan cukup puas dengan masuk pelatnas dan dapat uang yang mumgkin sudah cukup utk membiayai kehidupan sehari-hari membuat atlet tidak bersinar di turnamen terbuka.

    Mudah2an adek2 junior ini gak cepet puas ya....Jangan cuman jadi jutawan, jadi milyarder atau triyulder gitu..

  • Re: Regenerasi
    Oleh : petebakar
    Minggu, 22 Oktober 2017 09:59:07

    membayangkan mereka mendapatkan prize kesempatan beramain di level tertinggi kejuaraan bulutangkis dan langsung dibimbing oleh senior. Rinov misalnya, diberi kesempatan bermain dengan Kevin atau dengan Butet.

  • Re: Regenerasi
    Oleh : dhaniadnan
    Minggu, 22 Oktober 2017 11:41:58

    yahh..semoga gak cuma yang tahun ini yang diperhatikan. Jangan lupa tahun lalu masih ada chico, yulfira, andika ramadiansyah, michelle..harusnya lebih bisa berprestasi sih terutama chico yang dapat perak. jangan sampe lah telat orbit akhirnya gak muncul..

  • Re: Regenerasi
    Oleh : petebakar
    Minggu, 22 Oktober 2017 14:39:04

    salah satu legacy Pak Gita adalah merubah kontrak kolektif menjadi kontrak individu. Kontrak yang apabila dilihat secara positif akan memberikan keuntungan berlipat ke pemain yang bersangkutan dimana dengan prestasi yang dimiliki bisa melakukan negosiasi langsung. Pemain elit akan mendapatkan kontrak yang sangat tinggi dan layak untuk prestasi, prestasi dan potensi untuk meng-influence calon customer peralatan bulu tangkis yang jadi mensponsori.

    Mentoring atau penggabungan pemain senior dan junior apabila tidak ada prospek akan menjadi kontra produktif dengan sistem kontrak. Contohnya, saat masih di pelatnas Hendra dan Ahsan dikontrak oleh Yonex dan bahkan dibuatkan seri apparel exlusive seperti halnya Datuk Lee Chong Wei. Investasi besar Yonex ini tentunya diharapkan akan lebih banyak menginfluence calon pembeli dengan sering tampilnya Hendra Ahsan di podium tertinggi. Katakanlah di masa keemasan mereka di 2015 diminta untuk membimbing Rian Ardianto yang meraih medali perunggu di kejuaraan dunia junior, mungkin situasinya memang sulit untuk menggabungkannya.

  • Re: Regenerasi
    Minggu, 22 Oktober 2017 23:49:09

    Kalau saya bung Nova...

    Rinov dan Yeremia bisa dibidik untuk menjadi MD kuat.
    Caranya tentu saja latihan demi latihan keras dan PBSI harus berani investasi biaya buat kirim mereka sesering mungkin pada suatu kejuaraan.
    Umur Rinov dan Yeremia kalau tidak salah 18 tahun, lihat aja hasilnya setelah mereka berumur 20 tahun.
    Kalau tidak ada cedera selama 2 tahun masa membentuk mereka. Sy pikir di umur 21 tahun nanti, mereka sudah bisa bersaing dengan senior mereka di pelatnas.

  • Re: Regenerasi
    Oleh : nicko_chen
    Rabu, 01 November 2017 10:45:35

    yang paling ngeri dei XD dah, sudah harus dibongkar tuh Owi/Butet, Praven/Debby

Respon Anda?

Untuk meramaikan diskusi, Anda harus login terlebih dahulu.


Audisi Umum PB Djarum





Badminton Asia Championships 2019

Seeded Entries
Players
Draws
Matches
Live Score
Website

@portalbulutangkis

Forum Diskusi

Diskusi Terbaru

Respon Terbaru