Forum > Kesehatan & Kebugaran

6 Langkah Cuci Tangan

Rabu, 25 Maret 2020 08:21:59
1149 klik -- 9 respon
Oleh : admin_2
Versi cetak

6 langkah cuci tangan yang benar menurut WHO yaitu :
1. Tuang cairan handrub pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar.
2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian.
3. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih.
4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci.
5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.
6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan.

Respon

  • Re: 6 Langkah Cuci Tangan
    Oleh : admin_2
    Rabu, 25 Maret 2020 08:38:07

    Prinsip dari 6 langkah cuci tangan antara lain :
    1. Dilakukan dengan menggosokkan tangan menggunakan cairan antiseptik (handrub) atau dengan air mengalir dan sabun antiseptik (handwash). Rumah sakit akan menyediakan kedua ini di sekitar ruangan pelayanan pasien secara merata.

    2. Handrub dilakukan selama 20-30 detik sedangkan handwash 40-60 detik.

    3. 5 kali melakukan handrub sebaiknya diselingi 1 kali handwash.

  • Re: 6 Langkah Cuci Tangan
    Oleh : ngistora
    Rabu, 25 Maret 2020 20:31:20

    COVID-19 Menyebar Lewat Droplet Bukan Udara, Ini Penjelasannya

    Penggunaan masker untuk mencegah penularan COVID-19 disinyalir tidak efektif bila yang memakainya adalah orang sehat. Alih-alih mengenakan masker, masyarakat lebih disarankan untuk menjaga kebersihan diri dan membatasi kontak dengan orang sakit. Pasalnya, penyebaran COVID-19 tidak melewati udara (airborne),melainkan droplet

    Penyebaran penyakit melalui udara dan droplet sering kali dikaitkan satu sama lain. Meskipun mirip, keduanya memiliki beberapa perbedaan. Kemampuan penularan, jarak penyebaran, dan penyakit yang ditularkan juga bisa berbeda antara keduanya. Lantas, apa saja perbedaan tersebut?

    Mengenal berbagai metode penyebaran penyakit

    Bakteri, virus, maupun kuman penyebab penyakit lainnya dapat menular melalui berbagai cara. Penularan penyakit dalam dunia medis dikenal sebagai transmisi. Setiap jenis bibit penyakit bisa menyebar dengan metode transmisi yang berbeda-beda.

  • Re: 6 Langkah Cuci Tangan
    Oleh : ngistora
    Rabu, 25 Maret 2020 20:33:49

    Melansir American Animal Hospital Association, sejauh ini diketahui terdapat lima jenis transmisi, yakni:
    - Kontak langsung dengan jaringan atau cairan tubuh penderita. Bibit penyakit memasuki tubuh orang yang sehat melalui mata, mulut, atau luka terbuka.

    - Melalui udara, baik secara langsung (airborne) ataupun droplet. Penyebaran via udara dan droplet biasanya terjadi pada penyakit saluran pernapasan.

    - Secara oral dari makanan, air, atau permukaan barang yang terkontaminasi. Kuman biasanya terdapat pada feses, urine, atau liur penderita.

    - Melalui vektor, yaitu makhluk hidup yang dapat menyebarkan penyakit seperti nyamuk, kutu, tikus, dan sebagainya.

    - Zoonosis, yang berarti dari hewan ke manusia. Transmisi zoonosis dapat terjadi melalui kontak langsung, udara, vektor, ataupun oral.

    Dari berbagai jenis transmisi, penyebaran melalui kontak langsung adalah yang paling sering terjadi dan risikonya pun sangat tinggi. Namun, penyebaran melalui udara juga perlu diwaspadai karena dapat mencakup banyak orang sekaligus.

  • Re: 6 Langkah Cuci Tangan
    Oleh : ngistora
    Rabu, 25 Maret 2020 20:34:24

    Perbedaan penyebaran penyakit melalui udara dan droplet
    Penyebaran penyakit melalui udara terjadi ketika orang yang sakit berbicara, batuk, atau bersin sehingga mengeluarkan partikel-partikel kuman dari tubuhnya. Kuman lalu beterbangan di udara dan menempel pada mata, mulut, atau hidung orang yang sehat.

    Jika kuman menyebar melalui udara, penularan penyakit dapat terjadi meski penderita tidak melakukan kontak langsung dengan orang yang sehat. Bahkan, kuman bisa saja menyebar ke udara ketika penderita mengembuskan napas.

    Oleh karena kuman bisa bertahan di udara, penularan melalui udara cenderung sulit dikendalikan. Ini sebabnya penyakit (airborne) seperti cacar air serta tuberkulosis lebih sulit dicegah dan ditangani. Penularannya pun terbilang cepat dan mencakup area yang luas.

  • Re: 6 Langkah Cuci Tangan
    Oleh : ngistora
    Rabu, 25 Maret 2020 20:34:52

    Penyebaran penyakit melalui udara dan droplet sering dianggap sama. Padahal, ada perbedaan di antara keduanya. Penyebaran melalui droplet terjadi ketika orang yang sakit batuk atau bersin sehingga mengeluarkan percikan cairan (droplet) mengandung kuman.


    Apabila percikan cairan berisi kuman memasuki mata, mulut, atau hidung orang yang sehat, orang tersebut dapat tertular penyakit. Metode penularan seperti ini terjadi pada pilek, infeksi Ebola, serta COVID-19 yang saat ini mewabah di beberapa negara.

    Penyebaran droplet biasanya terbatas sejauh satu meter. Namun, droplet juga dapat menempel pada permukaan benda, terutama kenop pintu, ponsel, dan pegangan tangga. Anda berisiko tertular penyakit bila memegang barang yang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan dengan sabun.

  • Re: 6 Langkah Cuci Tangan
    Oleh : ngistora
    Rabu, 25 Maret 2020 20:35:17

    Mencegah penyebaran penyakit melalui udara dan droplet
    Penyakit (airborne) memang sangat sulit dicegah, tetapi Anda dapat mengurangi risiko tertular dengan melakukan langkah-langkah berikut:

    - Membatasi kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala penyakit.

    - Tetap di rumah ketika Anda tidak enak badan.

    - Menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk atau bersin. Jika tidak ada tisu, gunakan lengan baju Anda untuk menutup mulut dan hidung.

    - Mengenakan masker jika harus berada di antara kerumunan.

    - Tidak menyentuh wajah atau orang lain sebelum mencuci tangan.

    - Rutin mencuci tangan setidaknya selama 20 detik, terutama setelah batuk atau bersin.

  • Re: 6 Langkah Cuci Tangan
    Oleh : ngistora
    Rabu, 25 Maret 2020 20:35:53

    Cara serupa juga dapat Anda lakukan untuk mencegah penularan penyakit melalui droplet. Akan tetapi, langkah terbaik untuk melakukan pencegahan sebenarnya adalah dengan rutin mencuci tangan dan membatasi kontak dekat dengan orang sakit.

    COVID-19 pun menyebar melalui droplet. Jarak penularannya amat terbatas sehingga seseorang harus berjarak kurang dari 2 meter dari penderita untuk bisa tertular. Inilah mengapa Anda dapat mencegah COVID-19 dengan cara yang sama seperti mencegah flu, pilek, maupun penyakit lainnya yang menular dengan transmisi serupa.

    Sementara itu, penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sakit sehingga berisiko menulari orang lain. Jika tubuh Anda cukup sehat, Anda sudah bisa melindungi diri lewat cuci tangan secara rutin serta membatasi kontak dengan sumber infeksi. (*)

    Sumber:
    https://hellosehat.com/coronavirus/penyebaran-udara-dan-droplet/

  • Re: 6 Langkah Cuci Tangan
    Oleh : ngistora
    Rabu, 25 Maret 2020 21:42:32

    Mengenang Ignaz Semmelweis, Dokter Penemu Cuci Tangan untuk Cegah Penyakit


    Mencuci tangan menjadi salah satu cara pencegahan infeksi virus corona atau COVID-19 yang tengah merebak di seluruh dunia. Google mengenang seorang dokter yang diakui sebagai orang pertama yang menemukan manfaat medis dari kegiatan tersebut.

    Pada Google Doodle hari Jumat (20/3/2020), pengguna internet akan menemukan sebuah animasi cara mencuci tangan yang disertai dengan seorang pria botak berkumis. Dia adalah dokter Ignaz Semmelweis atau dikenal juga sebagai ''Bapak Pengendalian Infeksi.''

    Dikutip dari The Sun,Semmelweis lahir di Buda, ibukota lama dari Kerajaan Hungaria yang sekarang menjadi bagian barat dari Budapest pada 1 Juli 1818. Dia memiliki keturunan Jerman-Hungaria.

    Pada 20 Maret 1847, Semmelweis menekankan pentingnya kebersihan tangan ketika dia bertugas di sebuah klinik persalinan di Vienna General Hospital. Kala itu, dia meminta agar semua dokter membersihkan tangan mereka dengan chlorinated lime karena rentan menimbulkan penyakit pada para ibu melahirkan.

  • Re: 6 Langkah Cuci Tangan
    Oleh : ngistora
    Rabu, 25 Maret 2020 21:45:53

    Dikutip dari The Independent, hal tersebut dilakukan karena sebelumnya, banyak ibu baru yang meninggal dunia karena infeksi infas di rumah sakit.

    Angka Kematian Ibu Turun

    Semmelweis pun melakukan penyelidikan. Dia menyimpulkan bahwa penyakit menular tersebut ''terbawa'' dari tangan para dokter yang baru saja melakukan operasi.

    ''Di bawah prosedur ini, angka kematian di divisi pertama turun dari 18,27 persen menjadi 1,27 persen dan pada bulan Maret dan Agustus 1848, tidak ada wanita yang meninggal saat melahirkan di divisinya,'' tulis Encyclopaedia Britannica. Namun bukan berarti tanpa pertentangan.

    ''Para petugas medis yang lebih muda di Wina mengakui pentingnya penemuan Semmelweis dan memberinya semua bantuan yang dimungkinkan. Atasannya, di sisi lain, sangat kritis, bukan karena dia ingin menentangnya tetapi karena dia gagal memahaminya.''

    Studinya mengundang kontroversi. Banyak orang di zaman itu yang tidak percaya dengannya. Bertahun-tahun kemudian. Semmelweis dibawa ke rumah sakit jiwa dan meninggal pada 13 Agustus 1865.

    ''Ironisnya, penyakit dan kematiannya disebabkan oleh infeksi luka di tangan kanannya, tampaknya akibat dari operasi yang telah dilakukannya sebelum jatuh sakit. Dia meninggal karena penyakit yang sama dengan yang diperjuangkannya sepanjang kehidupan profesionalnya.''

    Studi Semmelweis akhirnya diterima oleh ilmu kedokteran. Joseph Lister yang dikenal sebagai ''Bapak Antisepsis Moderen'' mengatakan bahwa dia Semmelweis memiliki pengaruh di bidang pengetahuan dan pengendalian infeksi. Lister juga mengatakan bahwa dia kagum dan memberikan penghormatannya untuk ilmuwan Hungaria tersebut. (*)

    Sumber: https://m.liputan6.com/health/read/4206812/mengenang-ignaz-semmelweis-dokter-penemu-cuci-tangan-untuk-cegah-penyakit

Respon Anda?

Untuk meramaikan diskusi, Anda harus login terlebih dahulu.


PB Djarum



@portalbulutangkis

Forum Diskusi

Diskusi Terbaru

Respon Terbaru