Forum / Atlet Bulutangkis

Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao

Selasa, 15 Maret 2011 11:20:01
5569 klik -- 31 respon
Oleh : choeyrie
Versi cetak

Mungkin jika mendengar nama2 tersebut sudah tidak asing di telinga kita. yapz mereka adalah atlet2 putri yang melegenda. Namun di balik itu terdapat Persaingan di antara mereka. Susi susanti adalah atlet yang mengidolakan Li Lingwei. Li Lingwei adalah atlet China yang namanya melegenda dan berkarir di era 80 an dan musuh bebuyutanya adalah Ivana Lie.

dan Konon katanya Kemunduran Li Lingwei dari dunia bulutangkis disebabkan karena munculnya susi susanti yang pada saat itu pemain muda yang kurang menonjol pada saat itu. namun Head to Head keduanya adalah 2-0 untuk Li Lingwei. dan katanya Li Lingwei mundur dri dunia bulutangkis takut head to head nya di balas oleh susi.

dan di era 90 an susi susanti sudah berubah menjadi atlet tangguh yang kuat, di thn 1992 dia mendapat emas, dan sempat menjuarai all england sebanyak 4x. dan menurut salah satu situs diskusi bulutangkis susi susanti bersaing ketat dengan gong zhicao. dan katanya susi susanti tidak ingin gong zhicao menjadi peringkat 1 yg pda saat itu sedang di pegang oleh susi susanti, dan alasan itu yang menjawab mengapa susi mengikuti turnament abal2 sperti Rusia open 1996. head to head mereka berdua 3-1 untuk Gong Zhicao. dan ada yang mengatakan bahwa itu yang membuat susi susanti kurang berminat mengikuti asian games 1998 yang belum pernah dijuarainya.

sumber ini saya ambil dri slh stu situs diskusi tp lupa situsnya :D.

Respon

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : maichan
    Selasa, 15 Maret 2011 12:08:23

    klo soal prestasi = susi susanti
    klo soal permainan = Gong Zhicao
    klo soal eksis bermain = li lingwei

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : fildan
    Selasa, 15 Maret 2011 12:19:31

    sering didiskusikan, siapa yg lebih hebat antara Li Lingwei dengan Susi Susanti. tentu sangat sulit karena keduanya berada dalan generasi dan puncak prestasi yg berbeda dengan keistimewaan masing2.Tapi kalo dibandingkan dengan Gong Zhicao tentu kedua legendaris tsb berada diatas Gong, dengan tetap saja Gong pun memiliki keistimewaan permainan tersendiri. sya tidak melihat ada yg penting di balik isu2 yg disebutkan pada tread diatas.selain tidak bs dibuktikan isu tsb terkesan dipaksakan...

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : Roni_2428
    Selasa, 15 Maret 2011 14:01:27

    yg pernah saya denger dari sahibul hikayat malah permainan Gong Zhicao yg meniru permainan Susi,musuh utama Susi waktu itu kalau nggak salah Ye Zaoying, sedang si Gong termasuk yunior nya Ye Zhaoying di Cina

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : arifzai
    Selasa, 15 Maret 2011 16:56:13

    Ikutan yach..member baru keluaran lama (lama ga aktif he he)

    Alasan mengapa li lingwei mundur, susi yg tak ingin gong zhicao mundur, mengapa susi absen di asian games seperti yg ditulis di atas tak pernah ada buktinya dan saya tak pernah mendengar...kecuali nomor 3, karena susi sendiri pernah menyampaikan alasan mengapa dia mundur di asian games 1998 adalah karena SUSI SUDAH HAMIL ANAK PERTAMA. bukan hal2 yg aneh seperti di atas...

    masih ingat saat susi dibabat 2 set langsung pada final pertamanya di all england oleh li lingwei, tahun berikutnya giliran huang hua yg dijadikan korban oleh susi.

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : moemoe
    Rabu, 16 Maret 2011 03:21:39

    Saya hidup di jaman Li Lingwei berjaya, susi berjaya dan Gong Zhicao berjaya. Ketiganya adalah pemain dengan prestasi yang luar biasa dan dihormati masyarakat bulutangkis dunia.

    Li Lingwei muncul berprestasi sekitar tahun 1983 bersama kompatriotnya Han Aiping. Kala itu mereka berdua melapisi juara All England 83 Zhang Ailing dan menjadi kekuatan utama dunia. Li Lingwei berhasil menjadi juara dunia 1983 setelah mengalahkan Han Aiping. perjalanan berikutnya, Li Lingwei menjadi pemain yang dominan hingga tahun 85 Han Aiping menggesernya sebagai juara dunia baru hingga berlanjut di tahun 87. Di tahun 87 ini pula muncul pemain yunior berbakat Susi Susanti dari Indonesia. Jadi sudah kebayang kan Li Lingwei sebenarnya bukan generasi susi namun susi pernah mengalami persaingan di era Li Lingwei dan Han Aiping.

    Pesaing Li Lingwei yang disebut bebuyutan juga bukan Ivanna Lie. Ivanna memang pernah mengalahkan Lingwei di semifinal Final Grandprix tapi konon itu karena lingwei cidera. Pesaing utama Lingwei ya Han Aiping, kalaupun ada pemain non china yang membikin repot ya pemain korea, pemain denmark kirsten larsen, atau Helen Troke dari Inggris. Selebihnya ya pemain pemain china sendiri seperti wu jiangqiu, qian ping dll. Lingwei mundur ya karena memang saatnya mundur dan saat itu sudah muncul Huang Hua dan Tang jiuhong yang melapisi. Duo China inilah yang bisa diperbandingkan dengan Susi. Hingga akhirnya Susi masih bertahan ketika muncul trio china muda lainnya Zhaoying, han jingna dan wang chen.

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : moemoe
    Rabu, 16 Maret 2011 03:30:06

    Dominasi Susi dengan pola bertahannya yang super dan lob serangnya yang menyusahkan serangan lawan dicermati oleh China sehingga berdasarkan interview dengan Lingwei, Lingwei harus menciptakan pemain setipe Susi untuk menghentikan dominasi Susi. Dan pemain itu adalah Gong Zhicao. Gong Zhicao sempat membuat kaget Susi dan Susi mengakui Zhicao adalah pemain yang selalu membuat dia setengah mati. Sebagai pemain sejati tentu saja Susi tidak mau singgasananya lepas dengan mudah, normal jika ia berjuang keras agar Zhicao tidak menggesernya. Saya ragu dengan informasi head to head 3-1 untuk Zhicao, coba deh cek lagi karena seingat saya mereka berimbang.

    Saya memang pernah menemukan diskusi di milis seperti ada yang jadi Susi Haters. Menurut saya meragukan kepahlawanan Susi adalah hal yang tidak semestinya. Beliau adalah lambang perjuangan kita jadi tak pantas jika diragukan, apalagi prestasi bisa dijelaskan dengan data.

    Jadi menurut saya, Li Lingwei dan Susi Susanti tidak usah dibandingkan siapa yang lebih hebat dari siapa, jelas susah untuk dibandingkan. Head to Head mereka juga tidak bisa dibandingkan karena mereka dalam posisi Senior dan Yunior. Ingat bahwa ketika Susi yunior sudah bisa mengalahkan Han Aiping hingga Kirsten Larsen, dan ketika Susi senior ia sangat mendominasi persaingan bulutangkis dunia sebagaimana Li Lingwei menguasai era sebelumnya.

    Li Lingwei, Susi Susanti, Zhaoying, Zhicao adalah pemain-pemain dengan prestasi luar biasa yang pantas untuk diberikan apresiasi setinggi tingginya:)

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : amand
    Rabu, 16 Maret 2011 06:53:33

    wah.. kalo baca thread ini, jd keinget disini http://forum.detik.com/all-susi-susanti-t54430.html
    thread ttg susi yg panas n panjang...

    @admin, gk tw boleh copas link itu atw gk dimari, yg d referensi itu berhubungan koq dg thread ini, kalo2 ada yg mw baca...:p

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : dvd
    Rabu, 16 Maret 2011 07:53:55

    @moemoe, anda benar soal Ivana. Sempat terbetik harapan bahwa Ivana bakal mampu kalahkan Li Lingwei saat final Piala Uber 86, unggul 10-6 di set pertama dan waktu itu tinggal 1 poin buat rebut set, namun toh Ivana tetap kalah.

    Masih ingat dengan Kirsten Larsen dan Helen Troke yah :)
    Inggris tempo doeloe emang lumayan yah di ws setelah Helen Troke ada pula penerus yang cukup tangguh Fiona Eliot yang trus berganti jadi Fiona Smith.

    Ada juga pemain lainnya dari Korea yang cukup meramaikan persaingan yakni Kim Youn Ja - dimana Ivana pun kalah dari pemain ini dalam Piala Uber.

    Menarik pula bahwa waktu itu ada pemain Jepang yang cukup merepotkan Cina: Sumiko Kitada.

    Li Lingwei dan Han Aiping memang sangat mendominasi pada eranya. Mereka bahkan tak jarang membabat lawan dengan angka2 sangat telak - menggambarkan jauhnya gap antara mereka dengan para pemain lainnya.

    Patut diingat, bahwa duo dengan kemampuan individu yang luar biasa ini - Li Lingwei dan Han Aiping pernah berpasangan dan sukses menjadi juara dunia 1985.

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : fildan
    Rabu, 16 Maret 2011 08:23:15

    kesamaan utama antara pemain2 tangguh tersebut adalah mereka memiliki mental dan kepribadian yang sangat baik. fokus dan prioritas terhadap profesi..ketika saya melihat Gong Zhichao bermain pertamakali persis seperti susi, tidak memiliki pukulan yg istimewa hanya mengandalkan keuletan dan mental yang baik. thn 1996 ketika PIALA UBER digelar, Gong tidak menjadi pemain yg terpilih dan dia bertekad akan menjadi salah satu pemain di piala uber 1998. targetnya tercapai bahkan dia menjadi pemain penentu megalahkan Mia Audina di tuggal ke 2...

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : Alv
    Rabu, 16 Maret 2011 08:38:27

    Susi vs gong zi chao,4-2.susi menang di perdelapanfinal ina open 1996,di penyisihan piala dunia 555 di jakarta 1996,piala dunia 555 di solo tahun 1997 di semifinal,&semifinal final grandprix 1997 di jakarta.tp susi kalah di perempat final ALL ENGLAND&KEJUARAAN DUNIA tahun 1997.skore pertemuan 4-2 untuk susi susanti

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : IcliGowata
    Rabu, 16 Maret 2011 08:52:12

    Seingat sy, ditabloid raket thun98 head to head susy lebih unggul dibanding gong, kok justru 1-3 ya?
    Pelatih china mengatakan kepada ye zhaoying, bahwa susy jauh lebih berbahaya dibanding gong
    sayngnya eranya beda dikit krn usia merka tepaut jauh. Susy lahir 71 dan gong77
    jd usia emas mereka gak bersamaan

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : IcliGowata
    Rabu, 16 Maret 2011 08:55:45

    Rekan dvd dan moemoe
    kangen juga ya dgn masa2 itu

    rekan alv
    iya, kayaknya data anda yg benar
    sy nonton wktu itu susy kalah sm gong, dan mia kalah lwan wangchen di perempatfinal
    *waktu itu susy abis hajatan nikahan brng allan bk

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : achian
    Rabu, 16 Maret 2011 09:29:01

    jaman keemasan mereka berbeda, tapi tetap ada kesamaan, mereka punya mental baja, dan semangat untuk jadi yang terbaik, berjuang hingga merebut point terakhir, bandingkan dengan pemain singgel putri sekarang? adakah persamaannya dengan para legenda tsb? kalo ada, saya rasa mereka pasti dah jadi juara.

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : moemoe
    Rabu, 16 Maret 2011 10:37:50

    @amand: tanpa bermaksud menghalangi kebebasan berpendapat, namun saya menilai salah satu postingan salah satu member di http://forum.detik.com/all-susi-susanti-t54430.html sungguh sungguh menyesatkan dan melukai saya sebagai bangsa Indonesia. Prestasi atlet dapat diperdebatkan dengan data. Semua tercatat dan penghargaan bukan semata-mata berdasarkan asumsi:) saya pikir susi dan atlet2 lainnya yang telah berjuang membela Indonesia telah melakukan tindakan patriotik yang layak diberikan penghargaan setinggi-tingginya.

    @dvd: kita orang-orang jadul tampaknya ya:) Kirsten Larsen, Helen Troke, Kim Yun Jaa, Sumiko Kitada. Kitada bahkan pernah menodai kegemilangan China dengan mengalahkan Li Lingwei di penyisihan group Uber 88. Semua terkejut sebagaimana ketika Hisako Mizui bisa mengalahkan Susi Susanti.

    Ganda Lingwei/Aiping memang luar biasa ya. Mereka juara dunia tunggal dan ganda. Tapi Indonesia juga punya lho meski tidak sampai juara dunia. Mrk bahkan sama bagusnya di tiga nomor dengan prestasi kelas dunia juga: Verawaty Fajrin dan Ivana Lie. Apakah mereka juga yang mengalahkan pasangan Lingwei/Aiping di Uber ya? saya lupa.

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : Blackmamba
    Rabu, 16 Maret 2011 12:28:55

    beda generasi to?? analogi kasarnya: nyruh icuk n tomy sugiarto tanding, n perdebatannya adalah: tomy lebih hebat karena menang?? ato icuk lebih hebat karena dulu hebat???

    jeung jeung... gak bisa dibandingkan lah...... ada juga lihat prestasi mereka masing2 sesuai masanya... itu lebih fair...

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : fildan
    Rabu, 16 Maret 2011 13:08:52

    @moemoe
    benar sekali. sy sempat ikut memposting, tp di berikan balsan yg sungguh tdk menyenangkan. disana terlihat sekali subjektifitas fanatisme berlebihan kepada pemain asing (China) hingga begitu mengecilkan kontribusi luar biasa dari seorang susi susanti yg di katakan jago kampung, dll..

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : moemoe
    Rabu, 16 Maret 2011 22:43:58

    @blackmamba: sepaham

    @fildan: ya biarin aja hehehe lagian yang bilang gitu kan cuma si anak ajaib itu saja kan, wong semua bisa dilihat dari catatan prestasi:)

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : amand
    Rabu, 16 Maret 2011 23:15:01

    @momoe n fildan
    gerah kan bacanya...hahahaha
    gw cuma baca beberapa halaman awal aja,.

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : dvd
    Kamis, 17 Maret 2011 05:16:43

    @moemoe,yang mengalahkan li lingwei/han aiping di Uber Cup adalah pasangan Imelda Kurniawan/Rosiana Tendean - another great combination of Indonesian double.
    PBSI dulu seakan jauh lebih jeli dari sekarang ya, tau memadu padankan mana pasangan yang sesuai. Seperti Imelda yang saat turun di Uber 86 udah berusia 32 tahun terkenal sebagai playmaker andal dan pernah juara dunia. Namun dia butuh pasangan dengan energi berlimpah dan masih muda. Rosiana waktu diduetkan masih 21 tahun - cukup tinggi dan siap menjalankan tugas sebagai tukang gebug. Hebat!!!

    Yupz, kayaknya Indonesia selalu punya 2 wd tangguh yang sangat mampu bersaing di level elit. Pasangan Imelda/Rosiana ditopang pula oleh kombinasi Verawati/Yanti yang kemudian menjadi Verawati/Ivana. Nah Vera/Ivana waktu turun langsung menggebrak diantaranya dengan menjuarai Cina Open 86 (mirip dengan kemunculan Vita/Lilyana yah).

    Waktu berlalu, Rosiana sendiri yang masih produktif sempat berganti pasangan dengan Ivana dan kemudian Erma Sulistyaningsih.
    Pada saat itu terdengar nama2 Finarsih/Eliza yang juara kejuaraan junior Jakarta Open (yang menjadi cikal bakal kejuaraan dunia junior). Tak lama saat para wd senior tadi mundur, Indonesia sudah mendapat 2 wd yang juga tak kalah tangguh Lili Tampi/Finarsih, Eliza / Zelin.

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : IcliGowata
    Kamis, 17 Maret 2011 08:17:55

    Pokoknya beruntunglah yg pernah nonton bulatangkis di era 90an
    siaran bultangnya banyak trus pemain kita hebat2 , ganti2an juara lagi

    hehehe

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : arifzai
    Kamis, 17 Maret 2011 08:28:05

    Satu kelebihan Susi dibandingkan dengan pemain2 China adalah bahwa susi mampu meroket sendirian di tengah gempuran pemain China, menciptakan rekor demi rekor yang mengagumkan, dengan gaya permainannya sendiri. Tunggal puteri Indonesia sebelum Susi, meskipun tidak jelek2 amat, tapi jika berhadapan dengan China sangat sedikit yg mengunggulkan. Begitu hadir Susi, maka kekuatan Indonesia menjadi terangkat. Piala Uber sampai 3 kali final (2 juara), dan susi menjadi lokomotif bagi pemain sesudahnya meskipun akhirnya lokomotif itu sekarang mulai tersendat-sendat lagi..
    Kalau pemain China kan sedikit banyak ditolong oleh atmosfer kuatnya pemain puterinya, sepanjang masa sehingga sangat membantu mereka dalam mencari sparring patner.
    Mungkin analog yg tepat bagi seorang Susi Susanti adalah seperti Saina Nehwal atau Juliane Schenk yang meski belum memuncak, namun berhasil sedikit meruntuhkan dominasi China, padahal mereka lahir dari negara yg tradisi bulutangkisnya - terutama puterinya- baru.

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : arifzai
    Kamis, 17 Maret 2011 08:48:25

    Saya teringat waktu itu Susi masih pratama (yunior). Profilnya diangkat oleh Majalah Remaja Anita Cemerlang (sekarang dah almarhum), masih ingat fotonya bersanding dengan Ardi Wiranata. Prestasinya yg cepat menanjak dibandingkan dengan yunior lainnya menjadi perbincangan saat itu. Dua atau tiga tahun setelah itu, Susi sudah mulai menjejak final all england (1989)dan mulai menggebrak dunia dengan prestasinya yg spektakuller...

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : you
    Kamis, 17 Maret 2011 10:07:32

    Susi terkesan bak pendekar sakti yang berjuang sendiri menghadapi gempuran penantang2 tangguh (ws cina, korea n denmark).

    Sedangkan WS Cina terkesan sebagai kakak beradik dari satu perguruan yg keroyokan utk mengalahkan musuhnya.

    Lihat saja di awal 90 an ada tan jiuhong, huang hua lalu muncul ye zhaoying, han jigna dan zhang ning. Ye, han dan zhang dianggap msh kurang muncul barisan anti susi spt wang chen, dai yun, gong zhicao, yao yan, zheng yaqiang yang memiliki kemampuan yg hampir sama.

    Setelah susi dan bang soo hyun mundur, praktis cina begitu mendominasi. Hanya camilla martin dan mia yg cukup merepotkan. Dan cina pun terus melahirkan pendekar2 yang selalu terkesan keroyokan krn setiap generasi baru mereka melahirkan 2-4 WS yg hampir sama tangguhnya.

    awal thn 2000 muncul gong ruina, zhou mi, xie xinfang dilanjutkan lu lan, zhu lin, wang lin lalu wang yihan, wang xin, wang shixian yg saat ini mendominasi. Era wang blm berakhir muncul li xuerui, liu xin dan zhou hui.

    Sehingga utk juara harus siap menghadapi kepungan dan keroyokan WS cina, 3-4 ws cina yg sama tangguhnya. Mampukah...?

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : Blackmamba
    Kamis, 17 Maret 2011 10:41:09

    waduw... serem amat... denmark aja untuk mengangkat generasi camilla martin-mette sorensen, lalu generasi Mpok tine butuh bertahun-tahun... nana brosolat yang disiapkan untuk melapisi tine sampe sekarang belum stabil... dan mungkin masih butuh 2-3 tahun lagi untuk sematang tinne...

    petya nedelcheva, tunggal putri yang cukup bersinar dari eropa timur juga butuh proses yang pnjang banget untuk sematang sekarang, belum lg jerman dengan schenjk-nya, yang dari 2003 an sampe sekarang masih berproses dan semakin matang... di Indonesia, generasi maria- firda-nana cuma firda yang masih eksis, dan itupun belum berhasil merontokkan dominasi china, skr linda-april, juga gak mateng2, mudah2an Bella (telat muncul) dan kawan2 bisa menggerogoti dominasi china.... jepang yang kemarin bisa lyan mengigit di all england juga bukan ganda baru, tapi ganda papan tengah yang 2-3 tahun lalu bukan siapa2...

    china setiap 1-2 tahun muncul generasi baru dan sekali muncul 3-4 orang...

    sungguh mengerikan!!!

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : kjeldsen
    Jumat, 09 September 2011 21:30:50

    Yang saya ingat pernah baca di BOLA hasil wawancara Linda Wahyudi dengan Li Lingwei di Istora Senayan, saat itu Li Lingwei baru saja menjadi juara dunia yg ke-2, setelah tahun 1983, Lingwei menjelaskan alasan mundurnya adalah memang untuk regenerasi pemain dan sebelumnya dia menginginkan agar saat mundur dia masih dalam era prestasi yang bersinar, maka sangat tepat menurut Lingwei untuk mundur saat dia menjadi juara dunia 1989, setelah di final mengalahkan Huang Hua. Demikian rekans, maaf baru bergabung di forum ini, jadi mungkin sudah out of date ya topiknya?

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Jumat, 09 September 2011 22:17:16

    @ kjeldsen

    Nggak Out of date kog..kalau bicara tentang WS di Forum ini nggak ada habisnya..setiap minggunya muncul selalu topik yang bahs WS...hehehe..( banyak penggemarnya di sini )

    dan Cuma Zhang Ning yang spertinya sangat Tamak dengan prestasi..usia 19-28 tahun nggak ada apa2 nya ya,,tapi sejak olympic 2004 smape 2008..Zhang Ning..sadiss....cuma Xie aja yang bisa melibasnya..yang lain paling sekali2,,hehehe,,

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : kjeldsen
    Minggu, 11 September 2011 18:12:42

    Zhang Ning mungkin salah satu perkecualian bagi bulutangkis Cina ya, karena rentang karirnya cukup panjang. Saya rasa selain karena motivasi ZN pribadi, asosiasi bulutangkis Cina pun merasa bahwa mereka masih membutuhkan pemain sekelas ZN, mengingat selain XXF, pemain putri Cina di era 2004-2008 walaupun bergantian muncul & mendominasi namun secara mental mereka ngga sekuat pendahulunya, dan prestasi juga kurang stabil dalam artian beberapa kali mudah kalah dari lawan yg di bawahnya.

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : Oemboe
    Minggu, 11 September 2011 18:31:49

    Satu catatan hitam buat zhang ning yg mungkin bakal sulit untuk dilupakan adalah dia pernah dipermalukan remaja usia 15-16 tahun asal indonesia, Mia Audina di perebutan Uber Cup tahun 1994 di Jakarta. Tampil di partai penentu setelah INA - CHN berbagi score sama 2-2, Zhang Ning yg lebih diunggulkan tak berkutik menghadapi Mia, sekaligus memastikan piala Uber direbut INA.

    Ini link videonya: www.youtube.com/watch?v=ONU9WGkc1xc

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : arifzai
    Minggu, 11 September 2011 18:40:02

    Bisa jadi Wang Yihan menjadi Zhang Ning jilid II. Sempat terpuruk, di antaranya menjadi penentu kekalahan dari Korea di Uber 2010, namun sekarang bangkit lagi dan menjadi WS nomor 1 lagi.

    Semua gelar bergengsi hampir sudah pernah di raih tinggal Olimpiade dan Asian Games. Bahkan di Asian Games, Wang Yihan tak menjadi skuad beregu puteri dan tunggal puteri perorangan. Di Kejuaraan Dunia 2011, saat pemain China lain tersungkur oleh pemain non China, Wang Yihan menjadi tembok terhebat China dan menjadi juara.

    Saya rasa, Wang Yihan juga ingin lebih hebat dari Zhang Ning dan pendahulunya dan sebagian sudah ia buktikan.

    Bagaimana ya dengan pemain Indonesia? Ada ga yang benar2 punya mimpi dan semangat untuk mengalahkan prestasi Susi Susanti?

    Mudah2an sudah ada, meski kondisi sekarang membuat saya ragu...hiks

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Oleh : kjeldsen
    Minggu, 11 September 2011 20:17:26

    Kalau dari squad sekarang koq rasanya blm ada pemain putri Indonesia yg bisa potensial menggebrak ya? Lindaweni & Aprilia yg semula diharapkan bisa bersinar pun ternyata begitu labil permainannya. Sebetulnya dr segi teknik Ardiyanti & Maria Kristin sangat berpeluang, sayang mereka sering cedera dan seperti ngga ada motivasi, seharusnya mungkin peran psikolog dan motivator di PBSI semakin ditambah, mengingat secara teknis tidak beda jauh dengan pemain negara lain.

    Dan tetap saja saya masih menyayangkan keputusan pengurus PBSI di era 90an dulu saat mendegradasi pemain2 senior putri seperti Yuliani S, Yuni K, Lydia D dll, dengan alasan prestasi yg tdk berkembang dari medioker, padahal saat itu cuma punya pelapis bagus, Mia Audina. Akhirnya terjadi kekosongan pemain putri yg bagus untuk sekian lama setelah era Mia. Dan sepertinya sejak itu pemain putri kita mulai tertinggal dari negara yg notabene dulu selalu di bawah kita seperti Malaysia, Jepang, dan negara Eropa.

  • Re: Antara Li Lingwei, Susi Susanti, dan Gong Zhicao
    Minggu, 11 September 2011 21:58:27

    Kalau menurutku, Susi Susanti adalah The Greatest of All The Time.
    Kenapa? selama satu dekade, menjadi juara sebanyak/sekitar 61 kali! (juara perorangan)
    Bayangkan, ada gak ya pemain di dunia hingga saat ini yang menyamai prestasi Susi.

Respon Anda?

Untuk meramaikan diskusi, Anda harus login terlebih dahulu.


PB Djarum


Djarum Sirnas 2014

FZ FORZA

Candra Wijaya

We care!

Forum Diskusi

Diskusi Terbaru

Respon Terbaru