Bulutangkis.comBerita > Berita
Melangkah ke Final, Anthony Bertemu Vito
Oleh : admin_2 Jumat, 10 Juli 2020 13:43:15
Satu tiket final tunggal putra Mola TV PBSI Home Tournament menjadi milik Anthony Sinisuka Ginting usai menundukkan Chico Aura Dwi Wardoyo pagi tadi (Jumat, 10/7) di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.
Satu tiket final tunggal putra Mola TV PBSI Home Tournament menjadi milik Anthony Sinisuka Ginting usai menundukkan Chico Aura Dwi Wardoyo pagi tadi (Jumat, 10/7) di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

Kemenangan Anthony atas Chico diraih tanpa banyak kesulitan dalam laga dua game selama 48 menit dengan skor 21-12 dan 21-13.

Langkah Anthony sedari babak penyisihan hingga menapak partai final turnamen dengan total hadiah sebesar Rp 500 juta ini belum belum menemukan hambatan berarti.

Bertemu Chico yang merupakan junior dan teman berlatih di Cipayung, Anthony terlihat sudah memahami tipe permainan Chico. Dan kemarin saat partai perempat final, Anthony juga menonton pertandingan antara Chico dan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay.

''Saya lihat video pertandingan Chico melawan Ikhsan, Chico banyak inisiatif untuk menyerang, jadi sebisa mungkin saya meredam pergerakan dia waktu mau melakukan serangan. Dari awal saya terus menekan dan memegang kontrol permainan,'' ungkap Anthony kepada jurnalis Badmintonindonesia.org.

Sebelum game kedua dimulai, pertandingan sempat terhenti karena Anthony mengalami mimisan dan meminta pertolongan dokter. Setelah mendapat perawatan, Anthony menyelesaikan pertandingan dengan baik.

''Sebetulnya sudah merasakan mimisan dari game pertama, di poin 17 atau 18. Tapi saya pikir tanggung, sebentar lagi mau game. Jadi saya tetap jaga fokus, jangan sampai terganggu. Di awal game kedua baru minta bantuan dokter, supaya saya bisa melanjutkan pertandingan lagi,'' ujar Anthony.

Walau berhasil mengalahkan Chico dua game langsung tak membuat Anthony merasa jumawa. Anthony bahkan memuji permainan Chico yang dinilainya punya permainan serang yang bagus. Namun ada hal-hal yang harus ditingkatkan Chico.

''Chico kalau di latihan semangat, tiap program diikuti dengan maksimal. Tapi ada satu-dua poin yang harus dia perhatikan di lapangan seperti cara main dan strategi. Kami kan sudah sama-sama tahu permainan masing-masing, jadi di lapangan harus adu strategi, bagaimana caranya lawan nggak bisa mengeluarkan keistimewaan dia,'' ungkap Anthony.

Sukses ke final, Anthony akan bertemu dengan Shesar Hiren Rhustavito yang keluar keringat berhasil mengantongi tiket final. Langkah Vito ke babak final setelah Jonatan Christie, memutuskan untuk mundur karena mengalami kram.

Partai perebutan posisi ketiga juga tak dimainkan, peringkat ketiga otomatis jatuh ke tangan Chico.

''Jonatan mengalami kram sampai satu badan setelah pertandingan kemarin. Waktu bangun pagi ini kondisinya masih belum memungkinkan untuk bertanding,'' ujar Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.

''Ini menjadi bahan evaluasi juga buat kami, kemarin kan latihannya masih belum full. Ada gambaran juga kalau sudah ada turnamen resmi berarti persiapannya harus lebih baik lagi. Memang semua pasti menginginkan Jonatan vs Ginting di final, tapi di luar dugaan para pemain pelapis memberikan perlawanan,'' lanjut Susy.

Pada babak perempat final kemarin (Kamis, 9/7) sore Jonatan harus melewati laga panjang menghadapi Karono. Jonatan akhirnya memenangkan laga tiga game setelah bertarung 80 menit dengan skor 21-18, 18-21 dan 21-16. Di pagi harinya, Jonatan juga harus bertanding sengit di laga penyisihan grup H melawan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay lewat laga tiga game selama 71 menit dengan skor 18-21, 21-10 dan 21-16.

''Di satu sisi ini bagus juga karena pemain pelapis mau membuktikan mereka bisa memberikan perlawanan. Tapi di sisi lain, para senior harus bekerja keras di turnamen ini,'' pungkas Susy. (*)
Bulutangkis.com : http://bulutangkis.com
Versi online: http://bulutangkis.com /mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=108059