Bulutangkis.comBerita > Artikel > Sosok
Jacob Rusdianto (Bagian I)
Dari Pemain hingga Menjadi Manajer
Oleh : admin Kamis, 29 Maret 2007 08:41:53
Kehidupan Jacob Rusdianto memang tak bisa dilepaskan dari bulutangkis. Mengenal bulu tangkis dari keluarga dan lingkungan membuatnya terobsesi menjadi pebulutangkis besar layaknya Rudy Hartono. Hingga sekarang pun juara All England sembilan kali itu masih menjadi pebulutangkis idola Jacob.
Kehidupan Jacob Rusdianto memang tak bisa dilepaskan dari bulutangkis. Mengenal bulu tangkis dari keluarga dan lingkungan membuatnya terobsesi menjadi pebulutangkis besar layaknya Rudy Hartono. Hingga sekarang pun juara All England sembilan kali itu masih menjadi pebulutangkis idola Jacob.

Menurut Jacob, ada dua hal penting yang membuatnya tak bisa lepas memuja Rudy. Yakni kedisiplinan dan cara bermainnya. Jacob pun acap kali memilih meninggalkan sekolah untuk menonton aksi Rudy. ''Yang paling berkesan saat Piala Thomas 1972. Saya bolos sekolah beberapa hari untuk nonton Rudy,'' kenang Jacob.

Tak hanya menjadi penonton setia, Jacob menetapkan hatinya untuk bergabung dengan klub bulutangkis Suryanaga Surabaya. Suryanaga sebagai satu-satunya klub bulutangkis yang kerap melahirkan juara di Kota Pahlawan, Jacob pun tak ragu mendaftarkan diri menjadi salah satu anggota. ''Waktu itu ada tes yang harus dijalani sebelum diputuskan dapat diterima atau tidak. Bukan hanya daftar registrasi, membayar, lalu bisa langsung diterima,'' kenang Jacob.

Setelah menjalani berbagai tes, akhirnya Jacob diterima dan diperkenankan bergabung dengan para pebulutangkis Suryanaga di era 1960-an. ''Saya mendaftar bersama kakak, tetapi saya yang diterima. Berarti pihak Suryanaga memang melihat saya memiliki bakat di bulutangkis,'' kata Jacob.

Tak hanya berstatus sebagai pebulutangkis, Jacob juga didapuk menjadi asisten pelatih beberapa tahun kemudian. Sayang, pilihan itu rupanya malah menjegalnya untuk berprestasi. Sebab, dia tak sampai hati menunjuk diri sendiri mewakili klub untuk bertanding dalam tiap turnamen. Tetapi memilih memberikan kesempatan kepada pebulutangkis lain. ''Nggak mungkin saya merebut posisi anak didiklah,'' ucap Jacob.

Seperti layaknya asisten, Jacob pun lantas naik pangkat dan menjadi pelatih penuh beberapa tahun kemudian. Karena terbentur pekerjaan, Jacob memilih menjadi pengurus dan puncaknya dia didapuk menjadi Ketua Umum Suryanaga sejak 1978 hingga sekarang. Sukses membawa Suryanaga menyejajarkan diri dengan empat klub bulutangkis besar di Indonesia, Djarum Kudus, Jaya Raya, Pelita Bakrie, dan Tangkas Bimantara, Jacob pun dipercaya membawa bulutangkis Surabaya sejak 1990. Jacob dipercaya menjadi ketua Pengcab PBSI Surabaya. ''Saat itu, menjadi ketua pengcab PBSI Surabaya betul-betul jabatan yang tidak diminati karena sama sekali tidak menjual, para atletnya pun banyak yang memilih pindah keluar daerah,'' tuturnya.

Begitu banyak kemajuan bulutangkis Surabaya setelah dipegang oleh Jacob. Kesuksesan terbesar Jacob membawa gelaran Indonesia Open 2002 ke Surabaya pun semakin memberikan nilai plus baginya menduduki level lebih tinggi lagi. Selain itu, manajer Piala Uber Indonesia pun pernah dipikulnya. Puncaknya, tak ada sosok lain yang dinilai lebih baik untuk menjadi ketua Pengda PBSI Jatim masa tugas 2006-2010. Belum lama berselang Surabaya kembali ditunjuk sebagai tuan rumah Indonesia Open 2006 di GOR Kertajaya, Surabaya. ''Kalau kita mempunyai gedung yang bisa menampung penonton lebih banyak dari GOR Sudirman, Surabaya akan siap menjadi tuan rumah ajang internasional apa pun tanpa perlu mengubah GOR Kertajaya,'' seloroh Jacob.

Meski saat ini dia disibukkan dengan bermacam agenda Superliga Bulutangkis Indonesia dan Organisasi dan Pengembangan Daerah PB PBSI, Jacob masih menyempatkan diri bemain bulu tangkis. ''Seminggu minimal dua kali, biasanya Selasa dan Kamis. Ada yang berani menantang,'' kelakar Jacob yang kini juga didapuk menjadi asisten manajer Tim Piala Sudirman Indonesia. (vem/indopos.co.id)
Bulutangkis.com : http://bulutangkis.com
Versi online: http://bulutangkis.com /mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=1715