Berita > Berita

PBSI Apresiasi Kemenangan Sony di Singapura

Selasa, 19 April 2016 10:07:37
5070 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Kemenangan Sony Dwi Kuncoro di ajang Singapore Open Super Series 2016 mendapat sambutan luar biasa dari kalangan penggemar bulutangkis di Tanah Air. Sony yang kini berkiprah di luar Pelatnas PBSI akhirnya bisa kembali naik ke podium juara di ajang turnamen berkelas super series.

Sony merebut gelar juara di Singapore Open Super Series 2016 setelah menaklukkan andalan Korea Selatan, Son Wan Ho dalam laga tiga game 21-16, 13-21 dan 21-14 hari Minggu (17/04) lalu di Singapura.

Perjalanan Sony naik ke podium juara mengulang suksesnya di ajang yang sama tahun 2010 taklah mudah. Di usianya yang kini berusia 31 tahun, Sony harus bersaing dengan pemain-pemain muda dan harus melewati babak kualifikasi. Di ajang Malaysia Open Super Series Premier 2016 dua pekan lalu di Shah Alam, Malaysia, Sony harus tersingkir di babak kualifikasi pertama menghadapi pebulutangkis Malaysia, Iskandar Zulkarnain Zainuddin.

Dan di Singapura, Sony kembali melakoninya dari babak kualifikasi, namun melewatinya dengan baik. Sebelum melangkah ke final, Sony berhasil menaklukkan Lin Dan pebulutangkis senior Tiongkok yang seumuran. Menaklukkan Lin Dan di semifinal terasa begitu mengesankan, Sony berhasil membalaskan tiga kekalahan pebulutangkis Indonesia di ajang turnamen berhadiah total USD 350,000 ini. Sebelum menembus semifinal, Lin Dan menyingkirkan andalan Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa di babak pertama, Jonatan Christie di babak kedua dan Tommy Sugiarto di babak perempat final.

Sony dan pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari membawa pulang dua gelar juara dari Singapura. Hasil ini diluar target PBSI yang semula menargetkan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mampu membawa pulang gelar juara.

Kegembiraan penggemar bulutangkis di Tanah Air pun merebak. Melihat kiprah Sony banyak suara-suara yang menginginkan agar Sony dipanggil memperkuat Tim Thomas Cup Indonesia yang akan berlaga pada ajang Total BWF Thomas & Uber Cup Finals di Kunshan, Jiangsu, Tiongkok 15 – 22 Mei mendatang.

Merebaknya ide memasukkan Sony sebagai skuad Thomas Cup 2016 pun ditanggapi PBSI dengan positif. Hasil Singapore Open lalu dinilai penggemar bulutangkis memperlihatkan rekor Sony yang lebih baik dibandingkan pencapaian empat skuad tunggal putra Indonesia lainnya yang menjadi skuad tim Thomas Cup tahun ini.

“Kita sangat mengapresiasi keberhasilan Sony merebut gelar juara di ajang Singapore Open,” ungkap Ahmad Budiarto, Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI saat acara pembukaan turnamen bulutangkis Daihatsu ASTEC OPEN 2016 di Sunter, Jakarta hari Senin (18/04) kemarin.

“Peluang Sony untuk dimasukkan sepertinya tidak mungkin karena nama-nama sudah masuk,” sebut Ahmad Budiarto.

Ahmad pun bercerita pengalaman unik dengan cederanya Sony saat di Pelatnas. Cedera pinggang Sony yang berkepanjangan mengganggunya untuk turun bertanding. Hasil medical check up Sony tidak ada memperlihatkan cedera.

Kembalinya Sony Dwi Kuncoro ke ajang tunggal elit bulutangkis dunia patut mendapat apresiasi dan dukungan yang pantas. Sebagai atlet profesional, sama seperti pebulutangkis dunia lainnya, kini Sony pun ingin menikmati bulutangkis untuk apresiasi diri dan keluarganya. (*)

Berita Berita Lainnya