Berita > Artikel

SKO Ragunan Mulai Bersinar

Selasa, 03 Januari 2017 11:08:08
9162 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • ©Bulutangkis.com

  • ©Bulutangkis.com

  • Current
Memasuki tahun 2017, atlet-atlet bulutangkis Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan menatap optimis meraih prestasi lebih bersinar lagi. Beberapa catatan prestasi yang ditorehkan atlet-atlet bulutangkis SKO Ragunan sepanjang tahun 2016 menjadi secercah harapan sekolah olahraga yang berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Menutup tahun 2016 saat ajang Blibli.com Apacs Junior Master 2016 yang berlangsung di Magelang, Jawa Tengah. Dua atlet SKO Ragunan, Amri Syahnawi dan Ikhsan Leonardo Emanuel Rumbay berhasil menembus empat besar ajang bulutangkis yang hanya diikuti atlet-atlet junior terbaik di Indonesia. Blibli.com Apacs Junior Master 2016 diikuti sebanyak 114 pemain ayang terdiri dari 62 pemain putra dan 52 pemain putri dari enam provinsi.

Torehan Amri Syahnawi di ajang Blibli.com Apacs Junior Master 2016 berhasil menempati posisi kedua nomor ganda campuran kelompok U-19 (Taruna) berpasangan dengan atlet putri Tangkas Intiland Jakarta, Maria Vania Liske Teneh. Duet Amri/Maria sepanjang gelaran Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) sukses membuat hattrick dengan merebut tiga gelar juara di ajang Djarum Sirnas (Banjarmasin, Makassar dan Jakarta). Amri juga menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi tim Indonesia di ajang ASEAN School Games 2016. Sedangkan Ikhsan Leonardo Emanuel Rumbay mencatatkan dirinya sebagai yang teratas di ajang Blibli.com Apacs Junior Master 2016 pada nomor tunggal putra kelompok U-19 (Taruna).

Selain itu atlet SKO Ragunan lain, Yeremia E. Rambitan juga mencatat prestasi yang menggembirakan. Yeremia sukses naik ke podium juara di ajang Blibli.com Kejuaraan Nasional PBSI 2016 bersama Winny Kandow di nomor ganda campuran.

Tak hanya di kelompok U-19, tapi catatan prestasi di kelompok U-17 juga memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Azhar Zaim Zaidan/Rezky Alfarez menjadi runner-up Pertamina Open 2016. Di kejuaraan yang sama Rezky juga menempati posisi runner-up nomor ganda campuran u-17 berpasangan dengan Trisma dari PB Gresik.

Catatan prestasi atlet-atlet bulutangkis SKO Ragunan di nomor perorangan mengantarkan mereka menjadi salah satu tim yang junior yang diundang pada ajang Pembangunan Jaya Cup/2016. Debut SKO Ragunan di ajang kejuaraan beregu campuran junior ini pun menjadi pengalaman berharga untuk bersaing dengan klub-klub bulutangkis elit lainnya di Indonesia. SKO Ragunan gagal di babak penyisihan grup bersaing dengan klub PB Mutiara Cardinal, PB Exist dan PB Fifa Sidoarjo. Dua kekalahan SKO Ragunan dialami saat bertemu PB Mutiara dan PB Exist.

Sekolah atlet yang dibangun tahun 1975 di masa Ali Sadikin menjadi Gubernur DKI merupakan sekolah olahragawan dengan jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain berolahraga siswa-siswa juga mendapat pelajaran formal sesuai kurikulum Diknas.

Cabang bulutangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang mendapat perhatian pemerintah lewat Kemenpora untuk menciptakan atlet-atlet yang bisa mengharumkan nama Indonesia. Dari 14 cabang olahraga yang mendapat pembinaan di SKO Ragunan, cabang bulutangkis diisi 18 atlet yang terdiri 10 atlet putra dan 8 atlet putri yang berada di tingkatan SMP dan SMA.

“Minimnya kuota atlet bulutangkis menjadi tantangan bagi kami untuk mencatat prestasi,” sebut Luluk Hadiyanto, pelatih bulutangkis putra kepada Bulutangkis.com.

Disebutkan Luluk, mantan pebulutangkis nasional, bahwa kesepuluh atlet berada di jenjang usia kelahiran 1998 – 2003. Tercatat atlet putra yang ditangani Luluk, kelahiran 2003 ada 1 orang, kelahiran 2002 ada 1 orang, kelahiran 2001 ada 4 orang, kelahiran 2000 ada 2 orang, kelahiran 1999 ada 1 orang, dan kelahiran 1998 ada 1 orang.

“Kesulitan kita saat menurunkan mereka di nomor ganda. Kekurangan atlet terpaksa kita siasati dengan memasangkan atlet-atlet luar,” sebut Luluk, alumni Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta.

Amri yang menjadi skuad junior di Indonesia di ajang Kejuaraan Junior Asia 2015 dan Kejuaraan Junior Dunia 2016 tahun ini berpasangan dengan atlet PB Tangkas Intiland, Maria Vania Liske Teneh. Begitu juga Rezky Alfarez dipasangkan dengan atlet luar SKO Ragunan yaitu Trisma dari PB Gresik.

“Dengan jumlah kuota yang sangat terbatas ini kami merasa bersyukur masih bisa mencetak juara dan bersaing dengan klub-klub besar tanah air yang sudah lebih mapan,” sebut Luluk yang berpasangan dengan Alvent Yulianto saat menjadi skuad Pelatnas Cipayung.

Terbatasnya atlet bulutangkis di SKO Ragunan tak membuat Luluk patah arang untuk terus menggenjot prestasi atlet-atletnya. Namun Luluk berharap, sebagai program unggulan pemerintah setidaknya SKO Ragunan kedepannya bisa menambah jumlah kuota pemain.

“Tambahnya kuota atlet bulutangkis bisa membuat skuad SKO Ragunan mempunyai kekuatan yang berlapis dan regenerasi juga dapat berjalan dengan baik,” tambah Luluk.

Lamanya SKO Ragunan terbenam kevakuman prestasi membuat orang hampir melupakannya di persaingan bulutangkis. Namun hasil yang dicapai atlet-atlet muda SKO Ragunan sepanjang tahun 2016 membuka perhatian kita bahwa Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan sesungguhnya masih menjadi salah satu sarana pencarian bibit bulutangkis Indonesia. (efka)

Berita Artikel Lainnya