Berita > Artikel > Produk Sport

Tips Kecil Membangun Gedung Olahraga Bulutangkis

Senin, 23 Januari 2017 11:56:57
6280 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Dipo Wardhono

    ©Bulutangkis.com

  • Dipo Wardhono saat di proyek

    ©Bulutangkis.com

  • Rumah minimalis karya Dipo Wardhono

    ©Bulutangkis.com

Tak bisa dipungkiri banyaknya gedung olahraga bulutangkis yang tersebar di pelosok Tanah Air bisa berdiri hanya karena rasa cinta sang pemilik kepada olahraga bulutangkis. Betapa tidak, membangun gedung olahraga bulutangkis jika dilihat dari sisi bisnis bukanlah pilihan usaha yang menjanjikan keuntungan bagus.

Hanya rasa cinta kepada olahraga bulutangkislah yang mengalahkan perhitungan untung rugi yang akan diterima dalam membangun gedung bulutangkis. Jika hanya mengharapkan pemasukan dari sewa lapangan mungkin tak akan banyak gedung bulutangkis berdiri. Pemasukan dari sewa lapangan taklah mencukupi untuk menutupi biaya pemeliharaan utama setiap bulannya seperti biaya listrik, air, kebersihan dan penjaga gedung yang merangkap tenaga administrasi yang mengelola gedung sehari-hari.

Sayangnya kecintaan yang dicurahkan dalam membangun gedung bulutangkis tidak selalu diikuti dengan merancang pembangunan gedung bulutangkis dengan baik. Tak sedikit gedung bulutangkis yang sudah dibangun terlihat berdiri ala kadarnya hanya karena menghemat biaya pembangunan. Pembangunan gedung bulutangkis terkesan dibangun seadanya saja dengan mengorbankan nilai arsitekturnya sehingga kenyamanan bermain bulutangkis pun tidak maksimal.

Melihat hal ini, Bulutangkis.com mencoba berbagi tips kecil membangun gedung bulutangkis yang kami dapat dari Dipo Wardhono, teman bermain bulutangkis yang aktif di komunitas Masyarakat Bulutangkis Indonesia (MBI). Selain itu, tips ini akan berguna sekali karena diberikan oleh orang yang tepat seperti Dipo yang sehari-harinya berprofesi sebagai developer rumah.

“Sama seperti rumah, gedung bulutangkis yang memenuhi syarat tentunya bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan berinvestasi,” Dipo membuka obrolan kepada Bulutangkis.com.

Jika kita penggemar bulutangkis dan memiliki dana lebih, membangun gedung bulutangkis merupakan salah satu cara berinvestasi yang tepat daripada kita menanamkan uang dalam bentuk deposito di bank, sebut Dipo. Dan juga disebutkan Dipo, bila kita memiliki gedung bulutangkis yang memenuhi syarat sebagai gedung bulutangkis yang baik tentunya di kemudian hari pun akan mudah untuk menjualnya kepada penggemar bulutangkis lain.

“Hanya karena menekan ongkos bangunan sering kita mengorbankan nilai arsitek dan standar gedung bulutangkis yang memenuhi syarat,” papar Dipo. “Akibatnya setelah gedung berdiri, banyak kekurangannya terlihat, dan ini pun akan menyulitkan bila pemilik kelak berniat menjualnya,” Dipo menambahkan.

Sebagai gambaran Dipo menyebutkan bahwa biaya pembangunan gedung bulutangkis indoor (arena gedung tertutup) untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya berkisar Rp. 3,3 juta hingga Rp. 3,7 juta per-meter persegi. Gambaran spesifikasi umum disebutkan Dipo adalah bangunan konstruksi tulang utama H-Beam, konstruksi atap besi WF atau baja ringan c100, atap spandek, dengan exhaust blower dan insulasi, tembok hebel, lantai keramik dan cat waterproof.

“Biaya pemasangan lapangannya terpisah bila menggunakan lapangan khusus karpet,” sebut Dipo.

Selain itu, Dipo menyebutkan beberapa hal lain yang perlu diperhatikan untuk membuat lapangan berkualitas dan nyaman digunakan yaitu ketinggian dinding idealnya 7-8 meter, sedangkan tinggi bubungan atap dari lantai lebih kurang 11-12 meter. Lainnya seperti pencahayaan arena lapangan agar menjadi perhatian. Juga pintu masuk utama yang tidak menggangu lapangan karena sering buka tutup yang bisa menyilaukan ataupun masukknya angin dari luar yang bisa mengganggu permainan di lapangan, ruang istirahat dan kamar mandi dan berganti pakaian juga perlu diperhatikan.

Kiat-kiat kecil pun diberikan Dipo agar gedung bulutangkis bisa ramai dengan komunitas yang menyewa atau menggunakan lapangan bulutangkis. Biasanya gedung bulutangkis di perkotaan akan ramai digunakan saat sore hingga malam dan ini biasanya berlangsung setiap hari Senin – Jumat, dari pagi hingga siang lapangan sering kosong. Untuk jam kosong ini pengelola gedung bulutangkis bisa menyewakannya dengan harga sewa yang lebih murah dibandingkan dengan harga sewa di saat sore dan malam.

Untuk memaksimalkan penggunaan lapangan di kala jam-jam yang kosong, pengelola gedung bulutangkis bisa bekerjasama dengan sekolah (SD, SMP dan SMA) menjadikannya sebagai sarana ekstrakurikuler olahraga bulutangkis. Kemudian membentuk komunitas bukutangkis di kalangan kaum ibu untuk berlatih bulutangkis dan juga bisa memberikan kesempatan kepada pelatih bulutangkis membentuk perkumpulan bulutangkis (PB) untuk menjaring anak-anak yang ada di sekitar gor bulutangkis.

Tambahan penghasilan dari sewa lapangan bulutangkis biasanya pengelola gedung bulutangkis membuka toko peralatan olahraga bulutangkis yang bisa memenuhi kebutuhan penyewa lapangan. Ada tersedia raket, shuttlecock, kaos, celana pendek, kaos kaki, grip dan perlengkapan bulutangkis lainnya.

“Ini tambahan penghasilan yang perlu diperhatikan pengelola gedung bulutangkis,” sebut Dipo.

Selain itu Dipo juga menyarakan agar diluar gedung bulutangkis tersedia kantin yang bisa memenuhi kebutuhan makan dan minum para penyewa lapangan bulutangkis.

“Kantinnya mungkin bisa dirancang seperti kafe yang bernuansa kekinian agar tidak membosankan. Dan jangan lupa sarana ibadah seperti ruang sholat. Ini akan membuat komunitas bulutangkis jadi betah,” sebut Dipo mengakhiri obrolan dengan Bulutangkis.com.

Bagi komunitas bulutangkis yang berminat berinvestasi membangun gedung bulutangkis, kiat-kiat yang disebutkan Dipo Wardhono bisa menjadi pertimbangan. Atau jika ingin berdiskusi lebih lanjut dengan Dipo, bisa menghubunginya di nomor telepon atau email yang tertera di bawah ini. Semoga sukses! (fk)

G. Dipo Wardhono
Nauratama Kontraktor
Alamat :
Jl. Jeruk Raya Blok H7 No.7
Pamulang Estate
Tangerang Selatan
Telepon : 0817-776-844
Email : nauratama@gmail.com

Berita Produk Sport Lainnya