Berita > Artikel

Piala Sudirman 2017, Catatan Ringan Lily Dian

Selasa, 09 Mei 2017 10:54:44
16240 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Membaca berita tentang skuad Indonesia pada ajang Piala Sudirman 2017 yang sudah diambang pintu membuat saya tak ingin berharap terlalu banyak. Melihat peta kekuatan bulutangkis dunia saat ini, kekuatan yang kita miliki menurut saya hanya sebesar setengah dari kekuatan tim kuat bulutangkis negara lain. Sekali lagi saya mohon maaf pada teman-teman pecinta bulutangkis atas kata-kata saya kali ini. Sebenarnya saya ingin memuji atau mengangkat motivasi dengan memberikan kalimat-kalimat yang baik tetapi saya tak ingin membohongi diri dari kenyataan yang ada saat ini.

Diantara lima sektor yang dipertandingkan, praktis hanya sektor ganda putra yang berpeluang besar mendulang angka, itupun jika Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon dkk tampil dalam kondisi fisik dan mental yang prima. Bukan berarti saya meremehkan pemain yang lain, hanya saja memang itu kenyataan yang terjadi. Bahkan saya ingin sekali melihat duet Angga Pratama/ Mohammad Ahsan atau Ricky Karanda Suwardi/ Rian Agung Saputro di salah satu pertandingan di babak penyisihan. Bisa jadi ini menjadi langkah awal untuk PBSI membentuk pasangan tangguh baru yang bisa menemani Kevin/Gideon mengarungi kerasnya pertarungan sektor ganda putra dunia.

Ditambah lagi dengan tidak diberangkatkannya Nitya Krishinda Maheswari dan Liliyana Natsir karena cedera membuat kekuatan bulutangkis kita semakin timpang. Meski cedera, kehadiran Liliyana di lapangan sudah cukup untuk membuat lawan ketar-ketir saat berkompetisi di pertandingan ganda campuran. Bahkan dalam kondisi cedera saja, penampilannya dalam mengolah bola masih saja memukau. Kini lawan akan banyak merasa lega dengan tidak dikutsertakannya Liliyana karena sektor ganda campuran kita kini semakin mudah untuk diruntuhkan lawan. Saya hanya berharap ketidakhadiran Liliyana tidak membuat tim ganda campuran menjadi lemah. Justru ini saatnya bagi Tontowi Ahmad membuktikan bahwa ia juga bisa tangguh tanpa Liliyana. Dan juga pasangan Praveen Jordan/ Debby Susanto bisa membuktikan bahwa mereka memang layak menjadi ”The Next Ace in Mixed Doubles”.

Itu baru kondisi di ganda putra. Sementara kondisi di ganda putri yang juga masih labil sepeninggal Nitya yang masih belum bisa ikut berkompetisi karena cedera. Greysia Polii beberapa kali dipasangkan dengan pasangan yang berbeda belum bisa menuai hasil yang memuaskan. Sementara adik-adik ganda putri yang lain juga tak kalah muram prestasinya. Mudah-mudahan Greysia bisa menjadi leader bagi teman-temannya di ganda putri untuk terus bersemangat dalam bertanding.

Kalo sektor tunggal putri, tidak usah dipertanyakan lagi kali ya. Kayaknya untuk sektor ini lebih baik nothing to lose aja, main tanpa beban karena memang tidak terbuka luas kesempatan untuk menang meski peluang itu masih ada walaupun kecil. Lain halnya dengan sektor tunggal putra. Sektor ini sebenarnya masih memiliki harapan untuk bisa mendulang angka asal Jonatan Chrisite dan Anthony Sinisuka Ginting bisa tampil tangguh dan konsisten. Mereka masih muda jadi wajar kalau mereka masih labil. Tapi sebenarnya keikutsertaan mereka di ajang beregu berskala besar seperti ini adalah sebuah kesempatan emas untuk mereka mengasah mental dan juga menambah pengalaman mereka agar kelak ke depannya mereka jadi lebih tangguh lagi. Semoga mereka bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.

Dengan kondisi seperti ini, saya hanya bisa berharap dan berdoa bagi para pemain yang terpilih dalam skuad Piala Sudirman kali ini bisa bertempur dengan kekuatan yang sepenuh-penuhnya dan mental baja yang setangguh-tangguhnya. Meski kemampuan fisik dan teknik sangat mempengaruhi hasil akhir tapi mentallah yang menjadi penentu siapa pemenang yang sebenarnya. Jangan pernah minder dan menyerah dalam menghadapi lawan dan jangan menganggap remeh musuh yang ada di depan mata karena musuh yang sebenarnya ada di dalam diri kita sendiri.

Dan jangan lupa juga bahwa dalam 100% keberhasilan selalu ada faktor 1% keberuntungan yang menyertainya. Janganlah kita mengabaikan bagaimana kerja keras pemain di lapangan, berjibaku dalam memperoleh satu poin. Saya yakin semua pemain yang berlaga tidak ada yang ingin gagal. Hanya saja faktor 1% ini memang tidak semua orang yang memiliki. Meski hanya sedikit, 1% saja, tapi itu sangat terletak pada tangan Tuhan. Jika Tuhan tidak berkehendak seseorang untuk berhasil, maka Dia tidak akan memberikan 1% itu. Tapi jika Tuhan sudah berkehendak bahwa seseorang itu akan berhasil, maka Dia tidak akan segan-segan memberikannya. Dan Tuhan tidak memberikan 1% yang secara angka bernilai kecil ini pada orang yang usahanya kecil juga. Justru mereka yang berusaha besar dan berjuang keras yang akan mendapatkannya. So, tetap berusaha dan berdoa padaNya.

Selamat bertanding para pejuang tepok bulu Indonesia di ajang Piala Sudirman. Semoga bisa membawa hasil yang menggembirakan untuk Indonesia. Amin. (Lily Dian)

Berita Artikel Lainnya