Berita > Artikel > Jurnal Komunitas

Apriani Rahayu Dalam Catatan Fordis Bulutangkis.com

Jumat, 26 Mei 2017 12:37:37
5340 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Apriani Rahayu & Greysia Polii

    ©Badmintonindonesia.org

  • Apriani Rahayu & Greysia Polii

    ©Badmintonindonesia.org

Suka banget lihat Apriani main, gaya mainnya santai banget kayak Butet tapi selalu siap dan fokus di lapangan. Mengingatkan cara bermain pemain lama Deyana Lomban dengan jump smash-nya, tinggal cari tandem yang tepat saja. Moga bisa masuk jajaran elit dunia.

Saya melihat berpasangan dengan Grace sebenarnya sudah ada kecocokan, komunikasi jalan. Apriani terlihat tidak canggung dengan Grace, tapi menurut saya akan ada potensi positif negatifnya.

Potensi positifnya, jika Apriani mau legowo dengan kelemahan Grace yang orang badminton pasti sudah tau banget. Semoga kedepan defensenya meningkat. Saya kira itu yang sebelumnya terjadi dengan Nitya. Nitya tandem yang sabar, mau menerima kekurangan pasangan. Alhasil jadilah pasangan Grace/Nitya salah satu yang terbaik dari sisi defense dan endurance. Setiap kali Grace mau service, kalau Nitya tandemnya saya gak merasa was was, karena saya yakin Nitya pasti mampu melakukan pengembalian bola dalam ke belakang, asalkan tidak tanggung-tanggung amat ya. He he he.

So, boleh dicobalah pasangan baru ini dengan pertimbangan bahwa Grace dengan pengalamannya bisa memberikan motivasi dan kepercayaan diri bagi Apriani sebagai pemain yang mulai mentas. Ditambah lagi hasil Grace dengan pasangan yang baru ditandemkan, tidak begitu menggembirakan di turnamen-turnamen sebelumnya.

Negatifnya, kalau Apriani tidak sabar, bisa jadi permainan mereka akan seperti itu-itu saja, kocar-kacir, mudah keserang lawan dari serve Grace yang tanggung, Aprinya gak bisa improve defense, Grace sudah kebentuk servenya, susah ngubahnya kawan. Coba ingat-ingat Chen Wen Hsing pemain Taiwan, Ha Jeung Eun pemain Korea, pasangannya Liu Ying Goh di Mix Doule dari Malaysia juga gitu.

Nah kan bukan cuma Grace yang punya masalah service. Ini semua pasangan-pasangannya legowo menurut saya, dan mereka bisa survive. Wajib ditiru Apriani kalau mau sukses. Grace diluar dari service, selebihnya bagi saya sudah oke. Gampang-gampang susah sepertinya ya, tapi saya yakin pasti bisa karena saya sepakat dengan teman-teman bahwa attitude anak ini cukup baik dan sportif.

Dari permainan semalam, Apriani pun ada melakukan kesalahan service dan pukulan yang melebar. Hal ini wajar banget kawan karena pukulan Apri belum matang.

Ditunggu Apriani kejutannya. Jangan lupa selalu berdoa dengan yang di Atas, tingkatkan disiplin dan tetap humble. (ed)

Berita Jurnal Komunitas Lainnya