Berita > Artikel

Catatan Ringan Usai Thailand Open 2017

Senin, 05 Juni 2017 12:07:13
25520 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Badzine.net dalam satu artikelnya menyebutkan pasangan ganda putra Indonesia, Berry Angriawan/Hardianto sebagai salah satu pasangan paling hot di tahun 2017. Hal ini tidak lain karena konsistensi yang mereka tunjukkan dalam 7 kali keikutsertaan mereka di turnamen internasional.

Pasangan ini unik dan sedikit misterius, dengan indegrient yang mungkin tidak banyak orang tahu. Mereka bisa menunjukkan diri sebagai kuda hitam yang sukses. Hal ini sangat berbeda saat saat menilai racikan baru, kala itu, antara Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. Marcus dikenal sebagai pemilik smash tanpa henti dan memiliki sabuk superseries bersama Markis Kido, sementara Kevin adalah bintang kejuaraan dunia junior di eranya. Memang masih perlu sedikit lagi pembuktian di ajang superseries, apakah mereka mampu menjegal pasangan-pasangan Top Ten. Indonesia Open Super Series Premier 2017 akan menjadi ajang pembuktian, seberapa hot pasangan Berry dan Hardi.

Kesuksesan Greysia Polii dan Apriani Rahayu menjuarai Thailand Open sedikitnya membuka kembali kisah-kisah sukses sebelumnya, bahwa mentoring adalah salah satu cara terbaik untuk regenerasi. Liliyana Natsir adalah salah satu contoh ketidaksengajaan yang hampir mirip dengan apa yang dilakukan Greysia dengan Apriani pasca Nitya tidak bisa bermain karena pemulihan operasi. Nova Widianto yang saat itu sudah menjadi pemain elit dunia tidak bisa melanjutkan dengan partnernya Vita Marissa yang sedang cedera. Liliyana yang saat itu masih di usia 19 belasan dipasangkan dengan Nova dan menjuarai Singapore Open. Di tahun berikutnya, saat Liliyan berusia 20 tahun, pasangan ini menjadi juara dunia.

Mentoring sebenarnya tidak perlu menunggu kondisi seperti Nova dan Greysia. Dengan sudah terstrukturnya target-target utama seperti Olimpiade, Asian Games, Thomas dan Uber yang berselang dua tahunan, ada waktu-waktu antara yang bisa dimanfaatkan untuk mentoring. Bisa jadi tidak untuk menjadikan pasangan permanen, namun untuk mengangkat moral pemain muda. Seperti juara ganda campuran Thailand Open 2017 hari ini, Du Yue yang sebelumnya sempat dimentori sebentar oleh Xu Chen di All England tahun ini.

Dalam caption postingan instagram terakhirnya berkaitan kemenanangan di Thailand Open 2107, Greysia menuliskan bahwa mereka bersyukur dengan pencapaian tersebut, first of the many to come untuknya dan untuk Apriani.

Pernah saya menulis, tidak banyak pemain yang menggunakan sosial medianya sebijak Greysia. Rasa syukur dan harapan yang disampaikan juga menggambarkan kerendahan hati untuk selalu terus berupaya untuk progress dan gambaran dedikasi profesionalitas atlet untuk olahraga yang ditekuninya. (Pete Bakar)

Berita Artikel Lainnya