Berita > Berita

Gagal Kalahkan Boe/Mogensen, Kevin/Marcus Runner Up

Minggu, 17 September 2017 16:43:39
2484 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Kevin Sanjaya Sukamuljo & Gideon Markus Fernaldi

    ©Badmintonindonesia.org

  • ©Badmintonindonesia.org

  • ©Badmintonindonesia.org

Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamujo/ Marcus Fernaldi Gideon mencapai finis terbaik sebagai runner up di kejuaraan bulutangkis Korea Open Super Series 2017. Kevin/Marcus masih harus mengakui keunggulan pasangan Denmark, Mathias Boe/ Carsten Mogensen.

Kevin/Marcus kalah rubber game 19-21, 21-19 dan 15-21 dalam 68 menit pada pertandingan yang berlangsung hari ini (Minggu, 17/9) di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan.

Rekor pertemuan mencatat, Kevin/Marcus masih tertinggal 1-3 dari Boe/Mogensen. Terakhir pertemuan mereka terjadi di Piala Sudirman 2017. Kevin/Marcus saat itu kalah 21-16, 22-24 dan 21-23.

Ketatnya pertandingan babak final kedua pasangan ini sudah terasa sejak game pertama dimulai. Baik Kevin/Marcus maupun Boe/Mogensen saling beradu kebolehan mengolah shuttlecock di lapangan demi mencetak angka.

Kevin/Marcus terlebih dulu harus kehilangan game pertamanya. Mereka kemudian mencoba bangkit dan membalas kekalahan tersebut di game kedua.

Sayang ketika memasuki game penentu, Kevin/Marcus beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan. Keduanya gagal mengatasi lawan dan harus merelakan podium utama kepada unggulan satu turnamen tersebut.

“Hari kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Lawan jarang mematikan kami. Mungkin karena panik dan kurang tenang. Sementara mereka mainnya safe dan nggak gampang mati,” kata Kevin mengutip di situs Badmintonindonesia.org.

“Kami banyak terburu-buru ingin segera mematikan. Tapi akhirnya malah membuat kesalahan sendiri,” sambung Marcus.

Usai menyelesaikan misinya di Korea Open Super Series 2017, Kevin/Marcus akan melanjutkan perjalanannya ke Japan Open Super Series. Mereka berharap bisa meningkatkan performanya dan tampil lebih baik dari pertandingan kali ini.

“Kedepannya harus lebih berani, harus lebih melawan ngadu pukulan. Harus lebih baik lagi,” pungkas Kevin.

Meski tak bisa membawa gelar dari sektor ganda putra, Indonesia berhasil mengamankan dua gelar lainnya, yaitu dari pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/ Debby Susanto dan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan rekannya sendiri, Jonatan Christie.

Indonesia tercatat membawa gelar terbanyak di turnamen ini. Sementara dua gelar lainnya diamankan oleh Tiongkok melalui ganda putri, Huang Yaqiong/Yu Xiaohan dan India lewat Pusarla V Sindhi, tunggal putri.

Duet Huang/Yu mengalahkan pasangan tuan rumah Korea Selatan, Chang Ye Na/Lee So Hee dua game langsung 21-11 dan 21-15. Sedangkan Pusarla mengalahkan tunggal putri Jepang, Nozomi Okuhara lewat laga rubber game 22-20, 11-21 dan 21-18. (*)

Berita Berita Lainnya