Berita > Berita

Anthony dan Jonatan Kandas, Ini Evaluasi Hendry Saputra

Rabu, 22 November 2017 22:31:39
1270 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Langkah dua tunggal putra Pelatnas PBSI, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di kejuaraan bulutangkis Hong Kong Open Superseries 2017 harus berakhir di babak satu.

Anthony kalah dari wakil tuan rumah, Wong Wing Ki Vincent, 21-18, 11-21 dan 16-21, hari ini (Rabu, 22/11) di Hong Kong Coliseum, Kowloon, Hong Kong. Sedangkan Jonatan dihentikan Wang Tzu Wei, Taiwan, 17-21 dan 13-21.

Menanggapi kekalahan dua anak didiknya, Hendry Saputra, pelatih tunggal putra pun memberikan evaluasinya.

“Kalau saya lihat dari permainannya memang saya lihat ada kecepatan yang agak berkurang. Ini bukan menjadi alasan tapi ini yang dialami Anthony. Saya bacanya seperti itu. Kecepatan kakinya tidak bisa mengimbangi rancangan main yang diharapkannya. Anthony merupakan pemain yang mengandalkan speed power. Dengan satu keadaan antara menang atau kalah angin, saya rasa Anthony harus punya kematangan menyikapi hal tersebut. Sehingga bisa dapat hasil yang baik. Saya lihat rata-rata yang menang angin biasanya merasa rugi karena strokenya tidak bisa digunakan dengan maksimal, beda dengan waktu kalah angin,” kata Hendry ditemui di Hong Kong Coliseum, Rabu tadi.

“Dari Perancis kemarin dia ada kena di lutut. Sekarang sudah lebih baik. Tapi dengan tempo main yang mengandalkan speed power, dia berarti harus konsisten terus. Nah masalah konsistennya ini saya rasa ada pengurangan sedikit. Ini tidak bisa jadi alasan. Tapi dari sisi pengalaman mental juangnya harus ada peningkatan. Karena mereka sering ketemu. Ada pengaruh kematangan dan kepintaran di lapangan. Lawan agak lebih siap untuk bisa mengatasi serangan Anthony,” tambah Hendry lagi.

Khusus Jonatan, Hendry mengatakan akan meningkatkan variasi pukulan Jonatan untuk mematikan lawan. Hal tersebut disampaikan Hendry, menjadi salah satu kekurangan Jonatan.

“Jonatan juga ada sedikit kendala di sini. Kalau Jonatan strokenya kurang variasi. Dengan jangkauan dan tenaga yang cukup, tapi dia punya teknik masih kurang variasi, kurang bisa menekan lawan, nggak sama dengan Anthony,” ujar Hendry.

Hasil Anthony dan Jonatan di Hong Kong Open Superseries 2017, tak lebih baik dari China Open Superseries Premier 2017 pekan lalu. Dimana Anthony kalah di babak satu dari Ng Ka Long Angus, Hong Kong, dan Jonatan kalah dari lawan yang sama di babak dua.

Sejak penampilannya di Korea Open Superseries 2017, Hendry menilai penampilan Anthony dan Jonatan masih belum konsisten. Dimana saat itu, Anthony menduduki podium utama, sementara Jonatan menjadi runner up Korea Open Superseries 2017.

“Kalau dilihat dari lawannya memang nggak gampang. Tapi kalau dilihat dari Korea Open kemarin, saya harap mereka punya pengalaman yang lebih baik. Tapi masalah konsistensinya ternyata masih kurang. Namanya proses, ini yang mesti diadu. Pemain yang atas juga bisa mengalami hal seperti ini,” ujar Hendry.

“Untuk semua pemain saya rasa perlu penguatan otot kaki, stamina juga perlu ditambahkan, untuk jangka panjang pertandingan,” tambahnya lagi.

Dengan demikian, peluang Anthony dan Jonatan menuju Dubai World Superseries Finals 2017 akhirnya tertutup. Keduanya dipastikan tak bisa ambil bagian di turnamen tersebut.

“Kecewa tidak, tapi saya sebenarnya ada harapan mereka punya pengalaman untuk main di sana. Karena suasananya kan beda. Tapi kalau lihat kondisi kakinya, saya yakin tidak maksimal. Saya perlu waktu untuk membuat mereka percaya diri. Jadi sekarang akan recovery supaya bisa lebih baik,” tutup Hendry. (*)

Berita Berita Lainnya