Berita > Artikel

Rizki/Della, Layak Dapat The Best Performance

Jumat, 26 Januari 2018 11:55:59
5239 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Istora Senayan yang tahun lalu tak bisa digunakan saat ajang termegah bulutangkis digelar, BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017, kini penampilan sejumlah pebulutangkis dunia bisa disaksikan di Istora lewat ajang Road To Asian Games 2018 Daihatsu Indonesia Masters 2018.

Usai babak kedua kemarin (Kamis, 25/1), satu laga menarik yang menawan terjadi saat pertarungan antara ganda putri Indonesia, Rizki Amelia Pradipta/ Della Destiara Haris melawan ganda putri juara dunia 2017, Chen Qingchen/ Jia Yifan. Rizki/Della membungkam Chen/Jia dua game langsung 21-15 dan 21-11. Ini kemenangan kedua Rizki/Della atas Chen/Jia, bukanlah sesuatu yang kebetulan ataupun keberuntungan.

Layak dapat Best Performance nih Rizki/Della maennya kemaren. Keren pola permainannya udah lancar dan konsisten. Nyaris tanpa celah kritik. Layak buat dipertahaninlah ya ini pasangan dan jadi pasangan kedua di Uber Cup. Semoga konsisten terus.

Walau kalah, Nitya Krishinda Maheswari/ Yulfira Barkah juga layak diapresiasi. Kalah rubber game 11-21, 21-19 dan 17-21 dari ganda Korea Selatan unggulan tujuh, Chang Ye Na/Jung Kyung Eun dalam laga yang melelahkan selama 1 jam 26 menit. Walau main selam 86 menit partai ini bukan rally-rally lob panjang. Tapi lebih karena drama jatuh bangun, lap keringat, lap lapangan, lap raket, kok juga dilap. :)

Pasangan ini agak aneh dalam tanda kutip menurut saya. Terliat cocok, ngga cocok, kompak ngga kompak. Maennya banyak pukulan spekulasi. Kadang mematikan kadang eror. Mungkin lebih seperti cara maennya nggak ngenakin lawan.

Yulfira ini not bad menurut saya, pukulannya nggak standar, keliatan kok potensinya. Walo belum semapan Greysia/Apriyani tapi menurut saya pasangan ini masih tetap layak juga kalau mau terus dimatangkan.

Dan yang menarik dari 2 partai yang saya tonton kemarin, setiap jeda interval, Nitya pasti duduk. Hari pertama di box sponsor, hari kedua duduk di lantai. Ngga tau kenapa, tapi emang footworknya kelihatan blom 100%. Saat menonton Anggia/Ketut, rasanya ini pasangan wajib dipecah.

Penampilan mengejutkan nomor ganda campuran saat menonton permainan Praveen/Melati. Terus terang saya termasuk yang pesimis sama pasangan ini. Tapi harus diakui pasangan ini tampil bagus and matching sebagai pasangan (kemarin). Praveen terlihat fokus dan Melati juga diluar bayangan negatif saya tentang Melati yang selama ini bisa bermain nyaris tanpa celah juga. Semoga konsisten pasangan ini.

Penampilan mengejutkan dalam arti berdeda dari pasangan yang sebenernya favorit saya, Ricky/Debby. Saya fikir Ricky sebagai pemain ganda putra bakal jadi pembeda yang bikin pasangan ini lebih galak di lapangan kaya Mathias Christiansen/Christina Pedersen. Tapi ternyata oh ternyata, mainnya malah jadi terlihat lemes, kalah sama juniornya, Yantoni/Gischa. Masih bingung sama jati dirinya, katanya. :)

Di ganda putra, salut buat Hendra yang menurutku masih tetep tampil prima walau setahun berada di luar Pelatnas. Kalau ada pemain yang bisa ngimbangi Kevin/Gideon di depan net selain Zhang Nan ya Hendralah orangnya. Sayang set kedua kalah 21-23, nggak jadi rubber..

Rian walaupun terlihat jadi yang terlemah (karena emang Kevin, Gideon dan Hendra yang di atas rata-rata) dari berempat tapi mainnya mulai terlihat bisa ngimbangi. Rian/Hendra layaklah buat diberi kesempatan daripada Hendra/Ahsan lagi.

Kecewa dengan cara mainnya Ahsan. Mustinya Ahsan bisa berkaca akan sikap dan cara main Hendra yang selalu berusaha 100%.

Salut buat speednya Ginting. Diatas rata-rata. Bandingi Ginting vs Kantapon vs Firman. Kelihatan biasa banget permainannya Firman ini. Mesti direlain nih Firman sebagai produk kurang berhasil. (chico aura)

Berita Artikel Lainnya