Berita > Artikel > Sosok

Apa Kabar Edi Subaktiar?

Selasa, 06 Februari 2018 09:50:54
21292 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Cedera menjadi mimpi paling buruk bagi setiap atlet. Hal ini pun harus dialami oleh atlet binaan PB Djarum, Edi Subaktiar. Bertanding di nomor perorangan SEA Games 2017, Edi yang berpasangan dengan Gloria Emanuelle Widjaja harus mundur dari arena. Berlaga di babak pertama, Edi terjatuh saat menghadapi Chan Peng Soon/ Cheah Yee See saat kedudukan 5-8 di game pertama.

“Waktu jatuh di lapangan, saya nggak kepikiran apa-apa, karena yang dirasa saat itu cuma sakit. Kayak kebakar dari dalam lututnya,” ujar Edi kepada jurnalis pbdjarum.org

Setelah terjatuh di Axiata Arena, Edi kembali ke tanah air dan mendapat perawatan di RS Medistra, Jakarta Selatan. Edi pun didiagnosa dengan sederet cedera di sekitar lututnya. ACL (Anterior Cruciate Ligamen) putus total, meniskus robek hampir di semua sisi lututnya. Ia pun akhirnya mengambil keputusan untuk melakukan operasi pada 14 Oktober 2017 lalu. Lalu bagaimana kondisinya kini?

“Kondisi saat ini semakin baik. Kalau untuk jadi orang biasa, Insyaallah sudah bisa dan aman. Tapi kalau untuk aktifitas sebagai atlet masih butuh waktu,” tutur atlet yang akrab disapa Obama ini.

“Saat ini masih proses recovery, tapi belum sepenuhnya siap untuk kembali ke lapangan. Saya ingin bisa kembali ke lapangan. Nanti pada saatnya saya akan beraksi lagi,” tambahnya.

Edi mengambil keputusan untuk operasi setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak. 

“Waktu itu memang ada banyak saran, tapi memang waktu itu saya punya sekitar satu bulan untuk mengambil keputusan operasi. Melihat kondisi cedera dan kebutuhan yang saya perlu untuk kembali berprestasi akhirnya saya memutuskan untuk operasi,” cerita juara dunia junior 2012 ini.

Ia pun menuturkan bahwa motivasi untuk mewujudkan semua mimpinya yang tertunda menjadi salah satu motivasi besar baginya untuk bangkit dan melawan cedera yang pernah membekapnya.

“Setelah cedera, alhamdulillah saya dikelilingi orang-orang yang mendukung saya dengan baik, dan juga memang saya yakin, kalau saya bisa menyelesaikan mimpi saya yang belum terwujud. Jadi keinginan dan motivasi saya untuk mewujudkan mimpi lebih besar dibanding saya harus down atau galau setelah cedera,” ujar atlet kelahiran Sidoarjo, 13 Januari 1994 ini.

Edi sendiri bercerita jika dokter menyarankan untuk bisa kembali ke lapangan delapan hingga sembilan bulan setelah operasi. 

“Dokter memberikan izin dan memperbolehkan latihan setidaknya delapan hingga sembilan bulan setelah operasi. Tapi saya berharap bulan April atau Mei saya sudah bisa latihan di lapangan, jadi semester kedua tahun ini saya sudah bisa ikut turnamen,” pungkasnya.

Cepat pulih Edi, kami tunggu aksimu di lapangan! (pbdjarum.org)

Berita Sosok Lainnya