Berita > Artikel > Sportainment

Purwokerto, I am coming!

Selasa, 06 Maret 2018 14:09:30
4956 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Current
Undangan hajatan di liburan Imlek lalu (16 Februari) akhirnya berkelanjutan menjadi ajang mabar wisata ke Purwokerto bagi Komunitas Masyarakat Bulutangkis Indonesia (MBI) Pondok Labu yang setiap Senin dan Rabu malam menggelar latihan bersama di GOR Djaya Cilandak, Jakarta Selatan.

Berawal dari undangan perkawinan ponakan Wahyu Agung Setiawan, perwakilan Adidas Badminton yang kerap main bulutangkis dengan komunitas MBI Pondok Labu, yang lebih dikenal dengan MBI Ponlab.

“Gak seru ah, kalau cuma kondangan aja ke Purwokerto, gimana kalau kita sekalian mabar juga,” seru Piki Azis mengompori teman-temannya MBI Ponlab. “Mumpung liburan tuh,” serunya memberik usulan.

“Hayu,” seru Kang Sarif yang menjadi koordinator latihan MBI Ponlab. “Siapa takut,” lanjut Kang Sarif diikuti yang lain tanda setuju.

Tak bertele-tele, rencana mabar sparing MBI Ponlab dengan komunitas bulutangkis Purwokerto pun mengalir begitu saja. Berangkat dari Jakarta, Kamis, 15 Februari dan balik dari Purwokerta, hari Minggu, 18 Februari.

“Sparing di Puwokerto, ntar saya yang cari,” usul Wahyu Agung yang memang kampungnya di Purwokerto.

Rombongan sekitar 12 orang, cukup dengan tiga kenderaan akhirnya berangkat di hari Kamis malam (15 Februari) pukul 21.00 WIB dari Jakarta. Pikki dan istri, Pa E dan keluarga, Dewa dan istri, Danang, Yofi, Farid “Wepika”, Chipau, Achmad dan Sarif Hidayat yang biasa di sapa “Kang Sarif”, dan beberapa orang lainnya. Lama perjalanan tak seperti di hari-hari biasa, ternyata liburan panjang membuat sedikit kemacetan di beberapa tempat yang dilalui. Perjalanan Jakarta menuju Purwokerto pun harus ditempuh tak kurang 20 jam.

Hotel Meotel yang asri di Jalan Dr. Soeparno, Purwokerto, ternyata mampu menghilangkan penat sepanjang perjalanan yang dialami Kang Sarif dan rombongan MBI lainnya. Selepas magrib, rombongan pun sudah segar kembali. Bayangan mengayungkan raket pun sudah terbayang di pelupuk mata. Usai magrib pun rombongan melaju ke GOR Satria Purwokerto untuk main bulutangkis, persiapan mabar menghadapi tim Purwokerto. Kang Sarif dan rombongan bisa melihat arena GOR Satria yang menjadi arena pencarian bibit muda bulutangkis oleh Djarum Foundation lewat Audisi Umum Bulutangkis. Audisi Umum PB Djarum tahun ini akan berlangsung seleksinya pada 21 - 23 Juli 2018.

Kelelahan badminton akhirnya Kang Sarif dan rombongan kembali ke hotel Meotel yang asri. Hotel Meotel Purwokerto bintang tiga ini di bawah manajemen Dafam ditata dengan konsep retro. Suasana old style benar-benar terasa di dalam hotel, yang membuat kita betah belama-lama duduk di area lobby maupun di cafe. Saat kita masuk ke lobi, nuansa retro sudah terasa kentalnya. Warna-warna cerah mendominasi ruangan. Terlihat barang-barang model antik seperti sepeda onthel hingga radio-radio jadul dipajang dengan rapi.

Fasiltas Hotel Meotel tak hanya buat tamu-tamu yang menginap saja. Seperti cafe bisa dinikmati tamu-tamu yang sekedar nongkrong di hotel. Selain cafe, Hotel Meotel juga menyediakan Fitness Room & Kolam Renang. Usai menikmati keunikan nuansa retro Hotel Meotel, Kang Sarif dan kawan-kawan pun beranjak rehat.

Berwisata ke Purwokerto sesungguhnya tak cukup sehari. Ada banyak tempat yang menjadi pilihan untuk disinggahi para pelancong melihat aneka budaya, alam, tempat-tempat bersejarah serta kulinernya. Tempat-tempat wisata seperti Miniatur Dunia Purwokerto (Small World), Kebun Raya Baturraden, Wisata Pancuran 3, Wisata Pancuran 7, Bukit Bintang Baturraden, Goa Sarabadak, Pendakian Gunung Slamet, Telaga Sunyi, Curug Telu, Curug Bayan, Curug Gomblang, Curug Ceheng, Curug Cipendok, Batur Agung Mount of Fun, Bukit Tranggulasih, Wisata Bendungan Gerak Serayu, Bukit Watu Meja, Museum Bank Rakyat Indonesia, Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman, Museum Wayang Sendang Mas, Masjid Saka Tunggal, dan beberapa tempat menarik lainnya.

“Wow, kita kemana nih pagi ini wisatanya?” tanya Farid yang bingung saat sarapan pagi. Farid tak menyangka Purwokerto punya seabreg tempat wisata yang menarik.

“Kita pilih ke Pancuran Tujuh Baturaden aja ya,” usul Kang Sarif. “Tempatnya gak terlalu jauh, dari hotel gak nyampe sejam, kita bisa mandi sepuasnya di pancuran. Ntar siang kita sparing dengan tim Purwokerto,” Kang Sarif menjelaskan ke rombongan.

Bagi yang ke Purwokerto, tak lengkap rasanya jika tak menikmati wisata Pancuran 7. Pancuran 7 biasa disebut Pancuran Pitu dalam bahasa Jawa, salah satu tempat wisata yang paling kondang di Purwokerto. Pancuran 7 kita bisa mandi sepuasnya karena pancurannya mengeluarkan air panas langsung dari perut bumi. Air panas yang mengandung belerang, airnya berwarna kuning mengalir di tebing-tebing tempat kita bisa mandi sepuasnya.

Banyaknya tempat wisata yang ingin dikunjungi, membuat rombongan pun kebingungan membagi waktu. Pasalnya siang hari harus mengejar waktu lagi untuk acara kondangan ponakan Wahyu Agung.

“Sudah, gak usah bingung. Saya mewakili keluarga sudah nerima ucapan selamatnya, ntar saya sampein ke kekeluarga besar,” Wahyu memecahkan kebingungan rombongan yang sudah ngebet menikmati wisata di Purwokerto.

Tak sampai sejam, lebih kurang 45 menit perjalanan rombongan MBI Ponlab telah tiba di kawasan Pancur 7 yang berada di bawah kaki Gunung Slamet. Namun, untuk masuk ke area Pancur 7, rombongan harus berjalan kaki. Keindahan alam Gunung Slamet benar-benar menakjubkan, dan rombongan pun tak mau melewatkan kesempatan mandi di air panas Pancuran 7.



Keindahan alam Baturaden ternyata tak membuat rombongan merasa letih walau seharian di Pancuran 7 Baturaden. Semangat untuk mabar dengan teman-teman bulutangkis Purwokerto, PB Kartika Purwokerto di Sabtu malam pun tak surut. Semuanya masih menikmati laga bulutangkis dengan persahabatan yang akrab. Tak hanya itu, usai mabar rombongan pun masih tak mau melewatkan wisata di Purwokerto. Sebelum kembali rehat di hotel, Wahyu Agung membawa rombongan kuliner ke Bakmi Yono di Kebon Dalem Purwokerto, yang dilanjutkan ke alun-alun Purwokerto untuk mengabadikan diri telah tiba di Purwokerto.

Kehangatan Purwokerto pun harus diakhiri karena harus kembali ke Jakarta. Namun kehangatan Purwokerto masih dinikmati dengan kuliner ke Soto Ayam Jalan Bank selepas check out hotel sekitar jam 10.00 WIB. Walau Soto Ayam Bank H. Loso yang sudah kesohor ini berada di Jl. RA. Wiryaatmaja No. 15, namun masih dikenal dengan nama jalan yang lama Jl. Bank. Lokasinya mudah dijangkau dari Alun-alun Purwokerto.

Selepas kulinor soto ayam, Kang Sarif dan rombongan MBI pun masih menyempatkan membawa ole-ole khas Purwokerto ke Jakarta. Perjalanan panjang yang melelahkan namun membawa kenangan tersendiri ini pun berakhir saat rombongan tiba di Jakarta sekitar pukul 23.00 WIB. (*)

Berita Sportainment Lainnya