Berita > Berita > Asian Games

Wisma Atlet Asian Games 2018 Siap Huni

Rabu, 11 April 2018 00:05:57
5705 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Erick Thohir

  • Eris Herryanto

  • Wisma Atlet

  • Wisma Atlet

  • Jakarta Equestrian Park

  • Velodrome

  • Istora Senayan

  • Aquatic Center

  • Stadion Utama Gelora Bung Karno

  • Foto Bersama di BNI

Era keterbukaan yang kini begitu gencar ternyata dimanfaatkan secara maksimal oleh INASGOC (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee) menyambut penyelenggaraan Asian Games 2018 yang telah semakin dekat. Asian Games 2018 yang bertemakan “Energy of Asia” akan berlangsung di dua kota (Jakarta dan Palembang) pada 18 Agustus – 2 September 2018.

Proses persiapan terkini ajang olahraga terakbar di benua Asia ini pun dipaparkan INASGOC lewat acara World Press Briefing (WPB), yang berlangsung, 2-3 April yang dihadiri sekitar 200 media yang terdiri dari 100 media asing dari berbagai belahan dunia, baik negara peserta Asian Games maupun media yang berada di luar benua Asia dan 100 media nasional.

Di hari pertama (Senin, 2 April) yang berlangsung di Hotel Borobudur, INASGOC memaparkan kesiapan bidang-bidang penting di Asian Games, seperti media, sports, venue, transportasi, broadcast, dan akomodasi.

Sementara di hari kedua (Selasa, 3 April), INASGOC bersama para awak media mengunjungi beberapa venue, seperti Athletes Village, Velodrome Rawamangun, dan Equestrian Park Pulomas, serta Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, yang menjadi tempat pertandingan beberapa cabang olahraga.

“Peran media dan broadcast sangat penting untuk kesuksesan Asian Games. Jika mereka meliput dan bekerja dengan nyaman, maka dukungan akan diberikan kepada penyelenggara demi menyajikan pelayanan yang maksimal,” ujar Sekjen INASGOC, Eris Herryanto, di hotel Borobudur, pada Senin saat pemaparan kesiapan INASGOC.

“Kami berharap kegiatan ini bisa mengangkat isu-isu yang dekat dengan kebutuhan media dan mereka bebas mengungkapkan apa yang mereka inginkan agar kerja peliputan selama Asian Games 2018 nanti bisa lebih maksimal,” tambah Eris.

Sebelum acara Gala Dinner World Press Briefing dimulai, Erick Thohir, Ketua Pelaksana Asian Games 2018, menyambut kehadiran para tamu media. Erick menyebutkan ada empat sukses yang dicanangkan di Asian Games 2018 ini, INASGOC membuat lima poin yang menjadi tolok ukur keberhasilan.

“Dua di antaranya di bidang media melalui persepsi yang positif akan kesiapan dan penyelenggaraan, serta broadcast dengan kualitas siaran pertandingan yang memiliki standar tinggi. Oleh sebab itu, kami mengharapkan kerjasama dari media Asia, internasional, dan nasional untuk terus memberikan dukungan dan masukan agar Asian Games 2018 ini bisa mencapai target yang diinginkan,” ungkap Erick.

Adapun tiga ukuran keberhasilan INASGOC selain pada kegiatan media dan broadcast dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 adalah terdapat diupacara pembukaan dan penutupan yang bagus dan memukau sehingga menjadi kebanggaan, hospitality dan transportasi, serta teknologi informasi yang handal, dan terakhir, pertandingan olahraga yang berjalan lancar dan diakui internasional.

Usai gala dinner, para peserta World Press Briefing diajak main angklung bersama Saung Mang Udjo. Peserta bersama-sama belajar main angklung berlatih beberapa lagu yang diakhiri lagu Queen yang kerap dipakai sebagai themo song event olahraga “We Are The Champions”. Peserta World Press Briefing pun begitu terhibur bisa bermain angklung, alat musik khas Indonesia yang banyak dijumpai di daerah Jawa Barat.

Yang menarik dan menghibur peserta World Press Briefing yang hadir di Hotel Borobudur adalah layanan booth sponsor Asian Games 2018, Aice dan JointFit. Aice menghadirkan aneka macam es krim tersedia di dalam freezer. Sedangkan di booth JointFit peserta World Press Briefing bisa melakukan therapi sendi.

Di hari kedua, peserta World Press Briefing Asian Games 2018 diajak INASGOC mengunjungi beberapa venue yang ada di Jakarta. Wisma Atlet di Kemayoran merupakan tempat pertama yang dikunjungi paling awal. Ada 10 tower berdiri megah di satu area yang terpisah dua bagian, semuanya telah rampung 100%, dan siap huni. Tujuh tower terdiri dari 5.494 unit dengan daya tampung 16.482 orang, dan tiga tower lagi memiliki jumlah unit 1.932 yang bisa menampung 5.796 orang. Sementara di wisma atlet di Jakabaring, Palembang ada 16 tower yang mampu menampung 7 ribu atlet.

“Tempat penginapan bagi para atlet yang akan berlaga di Asian Games sudah rampung secara keseluruhan dan sudah layak untuk digunakan. Saat ini tinggal pemasangan gorden jendela saja,” ungkap Ricky Johanes, salah seorang menajer proyek pembangunan wisma atlet.

Peserta World Press Briefing diajak melihat-lihat kondisi kamar lebih dekat lagi. Pengamatan pada Tower 2 yang berada di area perkampungan yang lebih kurang mencapai 10 hektar ini, tersedia kamar atlet seluas 32 meter persegi. Kamar yang diperuntukkan untuk 3 orang atlet ini memiliki sarana ruang tamu, dua kamar tidur, satu kamar mandi dan pantry. Kedua kamar terdiri satu kamar untuk dua orang, dan satu kamar lagi untuk satu orang. Fasilitas dalam kamar pun terlihat cukup lengkap, ada ruang tamu dengan sofa dan meja tamu, tersedia tempat tidur, lemari pakaian.



Hanya memang INASGOC tidak menyediakan fasilitas hiburan, seperti televisi dan telepon. Bagi para atlet hanya disediakan jaringan wifi saja. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga waktu istirahat para atlet di malam hari tidak terganggu.

Pengelolaan wisma atlet nantinya dibuat seperti pengelolaan hotel sebagaimana mestinya. Pengaturan check ini dan check out bagi para atlet yang menginap. Adapun ruang klinik, doping test dan therapi tersedia di Tower 7. Sedangkan mini market dan kantor perwakilan untuk setiap negara ada di setiap tower.

Perjalanan berikutnya, para peserta World Press Briefing diajak melihat Jakarta Equestrian Park, venue pertandingan cabang olahraga berkuda. Equestrian yang berada di Pulo Mas ini dulunya merupakan arena pacuan kuda, namun kini menjelma menjadi venue yang cantik dan megah khusus bagi perlombaan olahraga ketangkasan berkuda. Tribun utama yang berdiri megah terdiri dari empat lantai yang merupakan bagian venue yang memiliki area seluas 35 hektar.

Fasilitas equestrian yang begitu lengkap. Tersedia Horse Stables, kandang kuda yang dibuat menjadi dua lantai. Kandang kuda ini mampu menampung lebih dari 100 kuda yang akan dipakai oleh seluruh peserta Asian Games 2018. Tersedia juga ruang isolasi, ruang klinik dan ruang ganti.

“Hingga hari ini, progres pembangunan equestrian sudah 95%. Target penyelesaian kami perkirakan di bulan Mei. Kira-kira tiga bulan sebelum penyelenggaraan Asian Games,” ungkap Bambang Mursalin, CEO Pulo Mas Jaya Development, saat berkunjung di equestrian Pulo Mas.

Venue Velodrome Rawamangung menjadi kunjungan berikutnya usai mengunjungi arena berkuda di Pulo Mas. Disini para peserta World Press Briefing bisa melihat pemandangan yang unik. Di tengah gedung dan tribun yang sudah terlihat selesai direnovasi, tampak para pekerja asing yang tengah mengerjakan trek arena balap sepeda indoor Asian Games 2018.

Dijelaskan Satya Heragandhi, CEO PT Jakarta Propertindo, pelaksana pengerjaan renovasi, bahwa ada pekerja dari Jerman sebanyak 14 orang yang khusus menyelesaikan arena trek. Diperlukan keahlian khusus dalam pengerjaan trek yang bisa memenuhi standar Federasi Balap Sepeda Dunia (Union Cycliste Internationale/UCI). Bahan trek yang terbuat dari kayu ini pun menggunakan kayu berjenis Siberian Wood.

Lebih jauh diungkapkan Satya, pengerjaan renovasi velodrome telah mencapai 90%. Target yang direncanakan bulan Juni bisa selesai secara keseluruhan. Akhir April ini pengerjaan eksterior sudah selesai semua, dan pengerjaan taman hingga akhir Mei.

Sebelum mengunjungi tiga venue terakhir di Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, Senayan, yaitu Istana Olahraga (Istora), Aquatic Center, dan Stadion Utama GBK, peserta World Press Briefing diajak makan siang bersama di Kantor Pusat PT Bank Negara Indonesia (BNI) di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Di lantai 32, para awak media dan perwakilan INASGOC bersantap siang disambut Ryan Kiryanto, Corporate Secretary BNI, sambil menikmati pemandangan Ibu Kota.

Bank BNI merupakan salah satu perusahaan yang menjadi Official Prestige Partners di ajang Asian Games 2018. Selain Official Prestige Partners ada beberapa kategori partner yang mendukung Asian Games 2018, yaitu Official Partners, Official Sponsor, Supporting Sponsors, dan Official Supplier.

“Kami bangga jadi bagian penting Asian Games 2018 sebagai Official Prestige Partners. BNI berusaha untuk mewujudkan partisipasi demi mensukseskan dan mengangkat nama Indonesia pada pesta olahraga akbar ini,” Ryan Kiryanto memberikan sambutannya.

Pada kunjungan akhir usai dari BNI, para peserta World Press Briefing dibawa ke Komplek Gelora Bung Karno (GBK). Para peserta diajak melihat Istora yang merupakan venue multi fungsi bagi cabang olahraga bulutangkis dan bola basket untuk partai semifinal dan final. Gedung Istora yang dulu bisa menampung sekitar 10.000 penonton dengan kursi panjang kayu, kini diganti dengan kursi single seat berkapasitas untuk 7.120 penonton dan memiliki nomor untuk setiap seatnya. Nomor untuk setiap seat ini tidak hanya dipasang di Istora saja, namun disemua venue yang digunakan dipasang nomor yang menjaga pemilik tiket tetap bisa berhak menempatinya walau ditinggal saat rehat keluar ataupun ke toilet.

Lalu Aquatic Center Gelora Bung Karno memiliki empat kolam untuk renang, polo Air, loncat indah dan pemanasan. Stadion ini juga dilengkapi 8.000 kursi penonton, plus tribun teleskopik, ruang pers dan broadcasting.

Dan Stadion Utama GBK (SUGBK) yang menjadi stadium utama Asian Games 2018 pun telah selesai direnovasi. SUGBK kini memiliki 76.127 kursi tunggal (single seat) dan lipat (flip up) yang memiliki nomor di setiap kursi. Kursi penonton terpasang kuat ini tak mudah dicopot bila ada aksi vandalisme penonton. Juga tersedia kursi bagi kaum difabel. Yang menarik dari SUGBK, jika melihat warna kursi-kursinya yang terdiri merah dan putih yang tersusun tidak beraturan. Ini menggambarkan warna bendera merah putih yang sedang berkibar.

Ketiga venue yang dikunjungi terakhir ini sudah selesai direnovasi dan digunakan pada test event Asian Games 2018 pada 8-15 Februari lalu. Optimisme menyambut Asian Games 2018 pun semakin membungkah di dada mengulang Asian Games 1962. (*)

Berita Asian Games Lainnya