Berita > Berita

Jepang Juara Uber, Akhiri Penantian 37 Tahun

Minggu, 27 Mei 2018 07:31:08
4766 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Japan Uber Team

    ©AP Photo

  • Uber Thailand Team

    ©Bangkokpost.com

Jepang akhirnya berhasil mengakhiri penantiannya selama 37 tahun dengan merebut Piala Uber 2018 di Impact Arena, Bangkok, Thailand. Di partai final hari Sabtu (26/5), Jepang menaklukkan tuan rumah Thailand 3-0.

Tim Uber Jepang tidak ingin mengulang mimpi buruk final Piala Uber di tahun 2014. Kala itu di New Delhi, India, mereka harus mengubur impian merebut gelar juara setelah ditaklukkan Tiongkok 1-3 di partai final.

“2014 adalah hasil terbaik, tetapi sayangnya, kami tidak melakukannya dengan baik dua tahun lalu,” ungkap Park Joo Bong, pelatih tim Uber Jepang yang merupakan mantan pebulutangkis ganda Korea Selatan.

Tak seperti di New Delhi yang berhasil mencapai babak final, hasil buruk dituai tim Jepang pada ajang Piala Thomas dan Uber 2016 di Kunshan, Tiongkok. Kala itu mereka harus tersingkir di babak semifinal dikalahkan Korea Selatan 1-3. Kegagalan di Kunshan membuat Jepang berusaha mendapatkan pemain di tunggal dan ganda, serta meningkatkan peringkat mereka.

"Jadi itu penting untuk mendapatkan para pemain, baik di tunggal dan ganda, meningkatkan peringkat mereka. Ini adalah bagian dari persiapan untuk Piala Uber ini," kata Joo Bong, Pelatih yang berharap tim pria akan mengikutinya ketika mereka bermain Cina di Final Piala Thomas pada hari Minggu.

Di final Piala Uber, pebulutangkis peringkat 2 dunia Akane Yamaguchi memberi Jepang awal yang sempurna. Akane berhasil menyumbangkan poin kemenangan bagi timnya dengaan mengalahkan andalan tuan rumah peringkat 4 dunia, Ratchanok Intanon dua game langsung 21-15 dan21-19.

Kemenangan Yamaguchi, pemain berusia 21 tahun, atas Inthanon di hadapan publiknya merupakan pembalasan atas kekalahannya Yamaguchi pada pertemuan terakhir mereka di ajang Malaysia Masters 2018. Kala itu Yamaguchi kalah dari pebulutangkis nomor 1 Thailand ini dengan rubber game 15-21, 21-16 dan 19-21.

“Rasanya hebat menang melawan Ratchanok, tapi jujur saja tidak terasa seperti pencapaian individu. Semua yang kami capai disini adalah untuk orang Jepang,” sebut Yamaguchi seperti kami lansir di situs nst.com.my.

Jepang memuluskan langkah merebut gelar juara Piala Uber setelah ganda pertama mereka, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, peringkat 2 dunia, tanpa kesulitan berarti mengalahkan ganda Thailand, Jongkolphan Kititharakul/ Puttita Supajirakul. Mereka menang dua game langsung 21-18 dan 21-12.

Di partai ketiga, Nozomi Okuhara, yang turun sebagai tunggal kedua menyegel kemenangan bagi timnya dengan kemenangan mudah. Okuhara mengalahkan Nitchaon Jindapol dua game langsung 21-12 dan 21-9.

“Saya tahu bahwa tim Jepang pada tahun 1980 sangat kuat, tetapi saya tidak terlalu memikirkannya atau menekan diri saya untuk memenuhi harapan apa pun. Namun, saya merasa sangat bahagia dan bangga telah berkontribusi pada momen bersejarah ini untuk Jepang lagi,” kata Okuhara.

Pebulutangkis putri Jepang, seperti disebutkan Okuhara, merupakan pebulutangkis yang mendominasi. Di era kejuraan bulutangkis masih mempertandingkan 9 partai, Jepang terakhir merebutnya di tahun 1981. Sebelumnya Jepang juga berhasil merebut empat kali (1966, 1969, 1972, 1978) Piala Uber. Tahun 1975, Jepang gagal mempertahankannya setelah di partai final yang berlangsung di Jakarta kalah dari Indonesia 2-5. (*)

Berita Berita Lainnya