Berita > Artikel > Sosok

“Datuk” Harap Juniornya Seperti Anthony dan Jonatan

Selasa, 05 Juni 2018 10:09:14
6558 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Lee Chong Wei

    ©NST.com.my

  • Lee Chong Wei

    ©NST.com.my

Pebulutangkis senior Malaysia, Lee Chong Wei, memberikan kritikan kepada junior-juniornya. Kritikan dan dorongan semangat diberikan pemain bergelar “Datuk” ini setelah melihat belum adanya tunggal putra negeri jiran ini yang menyusul prestasinya di elit bulutangkis dunia.

Chong Wei yang kini berada di peringkat 7 dunia menjadi skuad utama tunggal putra Malaysia di ajang beregu putra Thomas Cup 2018 yang berlangsung di Bangkok dua pekan lalu. Tiga tunggal putra Malaysia lainnya adalah Lee Zii Jia (45), Iskandar Zulkarnain (48) dan Leong Jun Hao (77). Peraih tiga medali perak olimpiade ini yang akan genap usianya 36 tahun pada 21 Oktober mendatang sukses menyumbangkan poin bagi timnya, bahkan ia masih mampu mengalahkan andalan Denmark, Viktor Axelsen, pebulutangkis nomor 1 dunia.

“Saya pikir pemain seperti Lee Zii Jia dan Leong Jun Hao, memiliki apa yang diperlukan untuk menjadi bintang masa depan, tetapi mereka harus bekerja keras untuk meraihnya,” ungkap Lee Chong Wei di Akademi Badminton Malaysia (ABM) di Bukit Kiara akhir pekan lalu, seperti kami lansir di situs nst.com.my.

“Bulutangkis adalah olahraga yang membutuhkan banyak keterampilan, dan saya melihat bahwa di Zii Jia, yang memiliki fisik yang bagus, dan Jun Hao melalui permainan eksplosifnya di lapangan,” sebut suami Wong Mew Choo, mantan pebulutangkis utama putri Malaysia.

Tak hanya bakat, tapi sukses membutuhkan kerja keras untuk meraihnya.

“Namun, tanpa kerja keras, bakat Anda tidak akan berarti apa pun. Membandingkan diri saya dengan mereka, mereka beruntung diberi kesempatan untuk turun ke lapangan dalam turnamen seperti Piala Thomas, pada usia dini,” sebut Lee.

“Saat saya berusia 19 tahun, saya tidak mendapat kesempatan untuk bermain, tetapi saya duduk di belakang menonton rekan tim saya, memimpikan suatu hari saya akan bermain menghadapi beberapa pemain top di dunia,” ungkap Lee.

Lee berharap pebulutangkis muda Malaysia seperti Zii Jia, Jun Hao dan pebulutangkis muda berbakat lainnya belajar dari pengalaman yang mereka dapati di ajang Piala Thomas.

“Pemain seperti Axelsen, Kento Momota, Kenta Nishimoto, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie adalah pemain muda yang sudah berada di jajaran pemain terbaik di dunia. Para pemain kami harus menerima bahwa ini adalah lawan mereka, seperti saat Lin Dan dan Chen Long berada di antara para pemain dari generasi saya. Anda harus bekerja keras untuk mencapai level yang lebih tinggi, dan baru setelah itu bisa bersaing melawan pemain dengan level yang tinggi,” sebut Lee.

Lee juga menyebut dirinya yang tak mungkin lagi untuk terus bertahan sebagai andalan Malaysia. Asian Games mendatang usianya sudah tidak muda lagi.

“Zii Jia 16 tahun lebih muda dari saya, dan saya tidak akan bermain di Asian Games berikutnya karena saya sudah akan berumur 40 tahun. Saya ingin para pemain muda ini, yang berumur sekitar 20 hingga 21 tahun, untuk menggantikan saya satu hari nanti,” ujar Lee.

Skuad tunggal putra Malaysia kini mendapat beberapa pelatih ternama yang merupakan mantan pebulutangkis dunia. Duan diantaranya dari Malaysia, Misbun Sidek dan Sairul Amar Ayob. Lalu dua pelatih tunggal Malaysia lainnya berasal dari Indonesia, Hendrawan dan Indra Wijaya.

“Bersama dengan pelatih, kami akan melakukan bagian kami dalam membantu para pemain ini berkembang. Para pemain juga harus melakukan bagian mereka,” ungkap Lee.

Usai ajang perebutan Piala Thomas 2018, Lee akan mengikuti ajang Malaysia Open 2018 (26 Juni – 1 Juli) dan Indonesia Open 2018 (3-8 Juli), sebelum berlaga di Kejuaraan Dunia 2018 (30 Juli – 5 Agustus) di Nanjing, China.

“Tahun ini adalah tahun yang sangat sibuk, dan saya harus memilih turnamen saya ikuti dengan hati-hati. Saya tidak semakin muda dan karena ini akan menjadi waktu terakhir saya, Asian Games adalah fokus utama saya. Saya tidak bisa mencoba memenangi semua turnamen,” ungkap Lee.

Sebuah perjalanan panjang bagi Lee Chong Wei yang belum menyiratkan mundur dari kompetisi bulutangkis dunia.

“Saya masih memiliki tahun depan untuk fokus pada turnamen seperti Kejuaraan Dunia meskipun saya masih akan memberikan yang terbaik di setiap turnamen yang saya mainkan,” ungkap Lee. (*)


Berita Sosok Lainnya