Berita > Berita

Ganda Putra Kedua Asian Games Masih Rahasia

Jumat, 08 Juni 2018 16:27:20
1527 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Usai ajang Piala Thomas 2018 di Bangkok, Thailand, dua pekan lalu, atlet-atlet skuad pelatnas Cipayung kembali berlatih. Sejumlah turnamen telah menanti di depan, namun fokus utama adalah ajang Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Indonesia (Jakarta dan Palembang) pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang.

Cabang bulutangkis merupakan salah cabang yang diharapkan bisa mendulang emas. Walau pada Asian Games 2014 Indonesia meraih dua medali emas, tapi kini, cabang bulutangkis yang akan digelar di Istora Senayan, PBSI menargetkan 1 medali emas.

Empat tahun silam di Incheon, Korea Selatan, Indonesia menyabet 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Kedua emas dipersembahkan Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan (ganda putra) dan Greysia Polii/ Nitya Krishinda Maheswari dari (ganda putri). Sedangkan perak diraih Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir (ganda campuran) dan perunggu diraih Praveen Jordan/ Debby Susanto (ganda campuran).

Tumpuan 1 emas bulutangkis Asian Games lewat pasangan ganda putra yang kini berada di peringkat satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo, demikian disebutkan Herry Iman Pierngadi saat Indofood menggelar gerakan “Satukan Tekad dan Semangat Indonesia” mendukung tim Indonesia pada Asian Games 2018 mendatang di Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Rabu (6 Juni).

Duet Marcus/Kevin, seperti disebutkan Herry IP, sudah dipastikan mengisi skuad ganda putra Indonesia. Sementara ganda putra kedua yang menjadi tumpuan Indonesia saat ini belum ditentukan.

“Marcus/Kevin sudah pasti, mereka diharapkan bisa meraih emas agar Indonesia Raya bisa berkumandang di Istora. Tumpuan ganda kedua masih rahasia perusahaan,” ungkap Herry IP.

Waktu yang singkat membuat Herry IP terus mencari ganda yang paling pas buat ajang multi event empat tahunan ini untuk mendampingi Marcus/Kevin untuk berburu target 1 emas. Tiga turnamen sebelum Asian Games tentunya tak lagi bisa sebagai upaya mencari ganda kedua. Tiga turnamen tersebut, antara lain Malaysia Open 2018 (26 Juni-1 Juli), Indonesia Open 2018 (3-8 Juli), dan Kejuaraan Dunia 2018 di Nanjing, Tiongkok (30 Juli-5 Agustus).

Herry saat ini berburu dengan waktu. Pasalnya batas akhir pendaftaran nama atlet yang akan bertanding di Asian Games 2018 jatuh pada 30 Juni 2018 mendatang. Dua pasangan ganda putra pun harus segera dipastikan. Disebutkan Herry, ada beberapa kriteria untuk menentukan ganda kedua.

“Memilih pasangan kedua ada beberapa kriteria, melihat rekor pertemuan dengan lawan-lawan, dan melihat peringkat yang mendekati Marcus/Kevin,” ungkap Herry.

Lebih jauh disebutkan Herry, ada dua pasangan yang paling memungkinkan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan. Dua ganda yang menjadi andalan Indonesia pada ajang perebutan Piala Thomas 2018 lalu.

Fokus Asian Games, sebagai ajang kedua terbaik di bawah olimpiade tak membuat skuad ganda putra melupakan turnamen lainnya untuk berburu gelar. Herry IP, sebagai Kepala Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI, akan membagi-bagi keikut sertaan anak asuhnya pada tiga turnamen jelang Asian Games yang tak kalah gengsinya.

“Tidak bisa semua turnamen diikuti. Kejuaraan Dunia tak bisa mendaftar seenaknya, karena daftar berdasarkan ranking. Seperti Malaysia Open dan Indonesia Open tidak ada kualifikasi jadi pemain yang ikut harus berada di 32 besar dunia,” sebut Herry. (*)

Berita Berita Lainnya