Berita > Berita

Tzu-ying dan Chen Melangkah ke Final

Sabtu, 07 Juli 2018 17:36:50
500 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Tai Tzu Ying

  • Chen Yufei

Dua pebulutangkis tunggal putri dunia, Chen Yufei (Tiongkok) dan Tai Tzu-ying (Chinese Taipei) memastikan tiket lolos ke babak final turnamen Blibli Indonesia Open 2018. Kedua pemain unggulan itu menampilkan permainan ciamik kala menumbangkan lawan-lawannya di babak semifinal yang berlangsung hari Sabtu (07/07) di Istora Senayan, Jakarta.

Laga sengit harus dijalani oleh Chen Yufei kala berhadapan dengan wakil Korea, Sung Ji Hyun yang diunggulkan di tempat ketujuh.

Setelah kalah tipis di game pertama, meski sempat berusaha mengejar ketinggalan dari posisi 11-18 ke 19-18, Chen pun berhasil bangkit di dua set terakhir. Meski kalah pengalaman dari lawan, Chen tak gentar hingga akhirnya berhasil mengunci kemenangan dengan skor 21-23, 21-18, dan 23-21.

Kesuksesan Chen melangkah ke final seakan menjadi angin segar bagi tim tunggal putri Tiongkok. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, tidak ada pebulutangkis tunggal putri Tiongkok yang mampu menjuarai turnamen top dunia (Super Series). Gelar He Bingjiao di Prancis Open 2016 merupakan yang terakhir.

"Saya akui prestasi tunggal putri Tiongkok memang tidak sebagus dulu. Sebenarnya tidak ada masalah di tim kami. Namun, para pebulutangkis dari negara lain memang sedang berkembang pesat," ungkap Chen.

"Karena itu, kami harus bekerja lebih keras lagi untuk mengejar ketertinggalan," lanjutnya.

Akan tetapi, misi Chen untuk menghentikan puasa gelar bagi negaranya tidaklah mudah. Pebulutangkis nomor satu dunia asal Chinese Taipei, Tai Tzu-ying, menjadi lawannya di final.

Di babak semifinal, Tzu-ying tampil perkasa saat menekuk He Bingjiao. Ia menang dua game langsung, 21-13 dan 21-18. Dengan begitu, pebulutangkis 24 tahun itu belum pernah kehilangan satu game pun di turnamen berhadiah total USD 1,250,000 ini.

"Secara keseluruhan saya puas dengan penampilan hari ini. Namun, saya masih melakukan beberapa kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan," ungkap Tzu-ying.

Menilik rekor pertemuan, Tzu-ying jelas unggul dari Chen. Pebulutangkis kelahiran Kaohsiung itu selalu menang dalam delapan kali pertemuan menghadapi sang lawan. Apalagi, performa Tzu-ying sedang berada di puncak karena sudah menjuarai empat turnamen secara beruntun, termasuk Malaysia Open pekan lalu.

"Semua pemain punya peluang untuk menjadi juara. Permainan saya pun sudah banyak diketahui oleh lawan. Karena itu, saya harus bisa mengontrol permainan saya dan mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri untuk pertandingan besok," ucap Tzu-ying.

Di sisi lain, Chen sebagai penantang di final juga menunjukkan rasa optimisnya.

"Siapa pun lawan di final, saya akan berusaha maksimal untuk meraih gelar juara," tandas Chen. (jhs)

Berita Berita Lainnya