Berita > Artikel > Sportainment

Wall of Fame, “Kuno” Tapi Unik

Minggu, 08 Juli 2018 11:40:50
2352 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Maraknya penggunaan media sosial buat curhat-curhatan, ajang Blibli Indonesia Open 2018 yang didukung oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ternyata masih menyediakan media yang terkesan “kuno”.

Wall of Fame, demikian nama medianya yang merupakan papan tulis whiteboard gede yang tersedia di arena luar Istora Senayan, Jakarta. Berukuran, lebih kurang 4 meter x 2,5 meter, disediakan untuk para penggemar bulutangkis di Istora, untuk mencurahkan dukungan ataupun uneg-uneg lainnya. Selain itu, untuk memudahkan kita menulis dukungan kita, ada spidol whiteboard Snowman.

Walau kuno, tapi Wall of Fame selalu rame dan menghebohkan. Hal-hal luar biasa yang terjadi di arena pertandingan pun terlihat dari goresan-goresan yang ada tertuang di whiteboard. Membacanya suka bikin kita senyum-senyum sendiri.

Kemudahan media sosial yang ada di telpon genggam kita seperti twitter, facebook, instagram, dan media sosial lainnya, ternyata tak menyingkirkan keberadaan Wall of Fame yang kuno ini. Curhatan di whiteboard rasanya melengkapi media sosial yang ada, karena terlihat para penggemar bulutangkis selalu “beraksi” saat diambil fotonya dengan latar belakangan tulisan-tulisan yang baru dibuatnya di whiteboard. Kemudian foto saat beraksi di Wall of Fame pun dishare lewat akun media sosialnya.

Membaca sejumlah curhatan atau uneg-uneg di whiteboard memang bikin hati senang. Ada kejujuran di saat mereka mengungkapkan suasana hatinya. Kemarin petang coretan dukungan kepada ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon yang berhasil melaju ke partai final turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 1000, mendominasi coretan-coretan di whiteboard.

“Kevin - Marcus, Juara!” (Andre SL)

“Kevin - Gideon, Sukses Indonesia. GBU.” (Op. Hunala Panorta).

Suatu harapan kepada Kevin/Marcus, ganda putra nomor satu dunia ini bisa juara dengan menaklukkan ganda Jepang, Takuto Inoue/ Yuki Kaneko.

Tak hanya dukungan kepada Kevin/Marcus tentunya, Liliyana Natsir dengan pasangannya Tontowi Ahmad yang berhasil melaju ke final turnamen pun mendapat dukungan.

“Liliyana Natsir, See you next month!” (Elsa)

Sebuah harapan kepada Liliyana agar tampil baik di ajang Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang. Cabang bulutangkis yang menjadi andalan Indonesia mendulang emas akan dipertandingkan di arena Istora Senayan.

Curhatan di dinding rupanya tak cuma ditujukan untuk atlet-atlet bulutangkis yang berlaga di arena Istora.

“Lee Yong Dae, Aku rindu. Aku tunggu di Istora.” (Sara)

Kehadiran pebulutangkis ganteng asal Negeri Gingseng pada ajang-ajang Indonesia Open sebelumnya ternyata begitu mengesankan, dan susah untuk melupakannya. Para penggemarnya, khususnya remaja putri, seakan tak percaya kalau Lee Yong-dae sudah menggantungkan raket sebagai atlet profesional, dan tak lagi hadir di Istora. Mungkin ini membuat para penggemar Yong-dae ada yang “patah hati”.

“Wah, spidolnya pada habis,” celetuk seorang lelaki mengusik keasyikanku membaca coretan-coretan di whiteboard. Beberapa spidol telah dicobanya, tapi semua tak bisa digunakan. Tintanya telah pada habis.

“Gak ada tutupnya, jadi cepat habis sepertinya,” aku mencoba menghiburnya agar tak terlalu kecewa.

“Dari mana mas?” aku membuka obrolan.

“Makasar,” jawabnya. “Sudah dua hari nih nonton di Istora,” lanjutnya menghapus keherananku.

“Besok kita ketemu lagi nonton final,” balasku lebih lanjut.

“Nggak, besok dah pulang Mas, sudah habis duit,” jawabnya tertawa.

Ia pun akhirnya bercerita, Marko, demikian ia memperkenalkan dirinya. Kehebohan turnamen dengan total hadiah yang “Super Wah” sebesar USD 1,250,000 atau sekitar Rp. 17 Miliar membawanya ke Jakarta.

“Pengen lihat pebulutangkis top dunia,” ungkap Marko yang sehari-harinya berprofesi sebagai akuntan.

Dua hari di Jakarta, Marko yang ditemani Wawan, sahabatnya yang tinggal di Jakarta, merasa senang bisa menyaksikan sejumlah pebulutangkis elit dunia dari dekat.

“Selama ini kan lihatnya cuma dari televisi aja,” tambah Marko yang menginap di POP! Hotel Pasar Baru selama di Jakarta.

“Owh, oke Mas. Kalau gitu ganti nulisnya di notes saya aja ya,” aku berkelakar sambil menyodorkan notesku.

“Semangat menyambut Asian Games 2018!” tulis Marko di notesku. (fk)

Berita Sportainment Lainnya