Berita > Berita

Akhirnya Owi/Butet, Taklukkan Angkernya Istora

Minggu, 08 Juli 2018 21:05:54
1151 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Istora Senayan kini tak lagi angker bagi pasangan nomor satu Indonesia, Tontowi Ahmad/ Liliyana. Mereka berhasil naik ke podium juara Blibli Indonesia Open 2018 usai mengalahkan ganda campuran Malayasia, Chan Peng Soon/ Goh Liu Ying, hari Minggu (8/7) di Jakarta.

Tujuh kali Owi/Butet, sapaan akrab Tontowi/Liliyana, gagal menjuarai Indonesia Open di Istora. Tahun lalu mereka sukses meraih juara Indonesia Open, tapi kejuaraan berlangsung di Plenary Hall JCC, Senayan. Kali ini Owi/Butet berhasil menjuarai ajang seri HSBC BWF World Tour Super 1000 dengan mengalahkan Chan/Goh dua game langsung 21-17 dan 21-8.

Kemenangan kedua kalinya ajang Indonesia Open ini akan mengantarkan Owi/Butet kembali naik ke puncak rangking ganda campuran.

“Akhirnya setelah sekian lama di Istora kami bisa juara. Pertamanya saya tegang karena banyak penonton, tapi dalam hati saya ada keyakinan untuk menang, karena kami bisa menerapkan pola permainan kami,” ungkap Owi usai pertandingan di media center.

“Sebenarnya saya senang sekaligus sedih karena kemungkinan ini terakhir kali saya tanding di Indonesia Open. Kami senang bisa memberi gelar, mitos Istora angker buat Owi/Butet sudah tidak usah dibahas lagi, sudah dibayar lunas,” ujar Butet menambahkan.

“Maknanya besar buat kami, sejujurnya walaupun saya bilang tidak mau memikirkan, tapi tetap mikirin kok nggak bisa menang di Istora?” tambah Butet.

Liliyana mengungkapkan walaupun mereka unggul 9-1 dalam rekor pertemuan, namun mereka tak mau lengah dan tetap mempersiapkan diri dengan pelajari video permainan lawan.

“Mereka pasti terganggu dengan ramainya supporter, apalagi saya baca statement Goh tentang melawan satu stadion, mungkin dia juga bergetar menghadapi supporter sebanyak itu,” ujar Butet.

Sementara itu, Chan/Goh berharap mereka mendapat kesempatan berjumpa lagi dengan Liliyana sebelum ia pensiun. Chan/Goh berharap dapat memenangkan laga tersebut dan memperbaiki rekor pertemuan mereka menjadi 2-10.

“Tadi saya kesulitan bicara dengan Chan, memang penonton memberi tekanan yang tinggi ke kami. Kami tidak bermain baik, kami kurang puas dengan penampilan kami. Servis pendek dan panjang yang mereka kombinasikan membuat kami bingung,” ujar Goh.

“Sebetulnya kami mau coba bermain seratus persen tetapi sudah keburu kalah. Lawan memang lebih berat. Sesudah olimpiade, Tontowi/Liliyana tetap tampil konsisten, sementara kami masih belum stabil,” tambah Chan. (*)

Berita Berita Lainnya