Berita > Berita > Asian Games

Valentino 'Jebret': ''Mejile kerina Ginting!''

Selasa, 28 Agustus 2018 10:01:43
3232 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Current
Siapa yang tak mengenal Valentino ''Jebret'' Simanjuntak? Mendengar suaranya saja pun rasanya kita bisa menerka, apalagi saat ada siaran bola di televisi. Pastilah dia, Valentino Jebret.

Julukan 'jebret' kepada dirinya pun tak bisa lekang lagi. Pasalnya, saat membawakan siaran pertandingan bola, Valentino selalu melontarkan kata jebret, saat pemain bola menendang bola ke arah gawang. Ini bermula kejuaraan sepakbola Piala AFF U-19 ketika Indonesia melawan Malaysia.

Tak hanya di sepakbola, kini gini giliran penggemar bulutangkis, khususnya yang menyaksikan laga bulutangkis Asian Games 2018 di Indosiar, kembali akrab dengan kata jebret. Betapa tidak, Valentino didapuk Indosiar, salah satu official broadcaster Asian Games 2018, menjadi presenter Asian Games 2018 untuk pertandingan bulutangkis.

Dan rasanya, penggemar bulutangkis pun bisa menerima istilah 'jebret' digunakan di pertandingan bulutangkis, dan terasa pas. Apalagi saat pemain ingin memukul kok, seperti menyemes, kata jebret memang terasa pas dilontarkan.

''Jebret!'' demikian Valentino kerap melontarkannya saat pertandingan Anthony Sinisuka Ginting melawan pebulutangkis China, Chen Long, peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Gaya Valentino membawakan siaran pertandingan bulutangkis pun terasa menarik dan menjadi hidup, membuat penonton Indosiar terbawa seperti berada langsung di Istora Senayan. Membawa siaran bulutangkis bagi Valentino bukanlah hal baru.

''Saya sempat bawain bulutangkis juga dulu di tahun 2008an di kabel tv, saya bawain juga pas Sea Games tahun lalu,'' ungkap Valentino, pria kelahiran Jakarta, 11 Juli 1982.

Bulutangkis di ajang Asian Games 2018 kali ini rasanya kian populer. Tak hanya karena prestasinya yang kinclong, hingga pagi ini memastikan satu emas dari ganda putra, dan berpeluang satu emas lagi dari Jonatan Christie. Tapi juga Indosiar setia menyiarkan pertandingan bulutangkis sedari nomor beregu hingga final nomor perorangan hari ini.

Gaya Valentino sesungguhnya bukanlah hal baru, ini mengingatkan kita akan gaya komentator di Radio Republik Indonesia (RRI).

Tak hanya sendiri, ditemani Yuni Kartika, mantan atlet bulutangkis yang pernah lama menjadi presenter bulutangkis, dan juga Broto Happy Wondomisnowo, wartawan senior bulutangkis, siaran bulutangkis Asian Games 1018 bersama Valentino semakin rame. Yuni terasa pas ulasannya atas penampilan atlet di arena, dan Broto Happy melengkapi pengetahuan kita akan dunia bulutangkis. Terasa komplit mendengar bertiga membawakan siaran bulutangkis.

Kejenakaan Valentino, membuat suasana terasa tak membosankan. Dan obrolan-obrolan Valentino bersama Yuni dan Broto bukanlah obrolan kosong. Saat membawa siaran pertandingan Anthony melawan Chen Long, Valentino kerap mengeluarkan istilah-istilah bahasa Karo, yang merupakan bahasa daerah asal Anthony yang bersuku Karo.

''Mejuah-juah,'' sebut Valentino. Mejuah-juah adalah salam khas masyarakat Karo yang berarti sejahtera, sehat atau halo.

''Mejile kerina Ginting,'' demikian Valentino berteriak saat smes Anthony tepat jatuh di bidang dalam Chen Long. Mejile kerina artinya bagus semua, Valentino mengungkapkannya karena melihat banyaknya pukulan Anthony yang bagus dan menghasilkan poin.

Sebagai suku Batak Toba, sedikit banyak ia juga memahami budaya suku asal Anthony yang berasal dari suku Batak Karo. Valentino pun, di sela pertandingan Anthony melawan Chen Long, bercerita bahwa marga Ginting yang melekat di Anthony terdiri dari beberapa marga Ginting lainnya.

''Bahasa Karo itu saya dapat dari teman-teman suku Karo,'' ungkap Valentino yang tak hanya gemar bermain sepakbola. ''Saya juga maen badminton jadi sebenarnya gak terlalu lama menyesuaikan dengan bulutangkis,'' tambah Valentino.

Pilihan Indosiar kepada Valentino sebagai presenter terasa pas. Bulutangkis pun semakin populer di tangannya.

''Saya pengen meramaikan lagi gairah bulutangkis bukan hanya buat badminton lovers tapi juga badminton lovers mula-mula,'' ujar Valentino.

Valentino pun menjelaskan sekarang banyak penggemar baru di bulutangkis. Penggemar bulutangkis baru inilah yang potensial untuk lebih mempopulerkan olahraga bulutangkis di masyarakat zaman now.

Jebret Lae! (fk)

Berita Asian Games Lainnya