Berita > Artikel

Kalah Dari Han/Zhou, Ini Kata Pelatih Tentang Kevin/Marcus

Selasa, 30 Oktober 2018 11:09:39
1326 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Satu gelar juara dan satu runner up berhasil diraih ganda putra utama Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon, dalam dua pekan. Gelar juara disabet Kevin/Marcus dari ajang Denmark Open 2018, dan menyusul French Open 2018 di posisi runner up.

Terakhir di Paris, Prancis, langkah Kevin/Marcus ke podium juara dihadang ganda China, Han Chengkai/ Zhou Haodong dalam laga rubber game 21-23, 21-8 dan 17-21.

''Not now but next, 2 week 1 champion 1 runner up is not bad, thanks for all ur support 🇮🇩'' ujar Kevin di akun instagram miliknya.

Hasil yang tak mengecewakan tentunya. Dua turnamen dalam dua pekan, Kevin/Marcus berhasil menembus partai final. Sebagai ganda peringkat satu dunia, hasil ini pun tetap menjadi catatan tersendiri, khususnya kekalahan dari Han/Zhou. Apalagi ini dua kekalahan beruntun Kevin/Marcus dari duet muda China. Biasanya, Kevin/Marcus bisa lengsung revans dipertemuan berikutnya menghadapi pasangan yang mengalahkannya.

Satu catatan ringan bagi Kevin/Marcus saat menghadapi duet Han/Zhou. Sesungguhnya ganda peraih medali emas Asian Games 2018 ini berpeluang untuk merebut gelar juara di Paris, pekan lalu, bila berhasil memenangkan laganya di game pertama. Kala itu, Kevin/Marcus sudah unggul di game pertama saat game point 20-18. Namun keduanya tak dapat memanfaatkan keunggulan dan tersusul oleh Han/Zhou.

"Pada game pertama, Kevin/Marcus bermain terlalu terburu buru, jadi mereka terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama di poin-poin akhir, sedangkan lawan sangat baik dalam pengembalian bola-bola datar (drive). Memang poin ini sangat disayangkan karena tidak bisa memanfaatkan dua kali kesempatan game point, karena lebih baik di game pertama menang dulu," ujar Aryono Miranat, pelatih ganda putra yang mendampingi Kevin/Marcus.

"Kevin/Marcus bermain dengan tempo lebih lambat di game kedua dan mereka bisa kontrol setiap pukulan. Tetapi di game ketiga, lawan kembali memaksa bermain cepat dengan bola-bola datar yang baik dan memaksa Kevin/Marcus pun selalu dalam posisi bertahan," tambah Aryono, mengutip di situs resmi PBSI.

Pada kesempatan terpisah, Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, menilai hasil yang dicapai Kevin/Marcus di ajang Denmark dan French Open 2018 sudah cukup baik.

"Secara keseluruhan hasil di dua kejuaraan di Eropa cukup baik, untuk Kevin/Marcus di final (French Open 2018) mungkin harus lebih tenang dan lebih fokus lagi, terutama dalam menghadapi pasangan Tiongkok ini yang di tiap pertemuannya selalu ramai," ujar Susy.

"Tetap kami harapkan semua atlet bisa terus bekerja keras lagi untuk meningkatkan prestasi dan performa mereka. Khususnya bagi sektor yang belum mampu memberikan prestasi tertinggi," tambahnya.

Usai Paris, para pebulutangkis utama hanya punya waktu satu minggu untuk mempersiapkan diri jelang turnamen selanjutnya di Fuzhou China Open 2018 dan Hong Kong Open 2018. (*)

Berita Artikel Lainnya