Berita > Berita

Anthony Hadapi Lin Dan di Perempat Final

Jumat, 15 Maret 2019 08:42:16
643 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Anthony

    ©Badmintonindonesia.org

  • Fadia & Agatha

    ©Badmintonindonesia.org

  • Yulfira & Jauza

    ©Badmintonindonesia.org

Kekalahan Jonatan Christie sedikit terhibur dengan keberhasilan tunggal putra andalan Indonesia lainnya, Anthony Sinisuka Ginting, yang melangkah ke babak perempat final Swiss Open 2019. Sayangnya dua ganda putri tak satupun berhasil mengamankan tiket ke delapan besar.

Langkah Anthony ke babak perempat final setelah mengalahkan andalan Malaysia, Daren Liew dengan skor 21-13 dan 21-17 di Basel, Swiss, (Kamis, 14/3).

Sukses ke babak delapan besar, Anthony akan bertemu andalan China, Lin Dan yang merupakan unggulan tujuh. Tercatat tiga kali bertemu Lin Dan, Anthony meraih kemenangan pada laga perjumpaan terakhir pada ajang China Open 2018. Kala itu Anthony menang dengan rubber game 22-24, 21-5 dan 21-19.

Di sektor ganda putri, dua andalan Merah Putih yang berlaga di turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 300, tak berhasil mengamankan tiket perempat final. Kekalahan pertama dialami pasangan Yulfira Barkah/ Jauza Fadhila Sugiarto dari pasangan Bulgaria, Gabriela Stoeva/ Stefani Stoeva yang merupakan dua. Mereka harus mengakui ketangguhan duet Stoeva dengan skor 20-22 dan 12-21.

Di game pertama suet Yulfira/Jauza sudah unggul game point 20-16, sayangnya, mereka tak dapat menyelesaikan permainan dengan kemenangan. Enam poin berturut-turut harus direlakan Yulfira/Jauza untuk lawan, yang berakhir dengan kekalahan. Pada game kedua, penampilan Yulfira/Jauza terus menurun, kakak beradik Stoeva begitu menguasai jalannya pertandingan.

"Waktu game point itu, lawan pertahanannya semakin rapat, sedangkan saya buru-buru. Waktu poin 18 ada bola tanggung malah dilepas, saya kira itu out, saya kepikiran, sayang sekali itu, harusnya dapat poin," ujar Jauza, mengutip di situs resmi PBSI.

"Di game kedua, kami mau membalikkan keadaan seperti awal game pertama, tapi lawan sudah membaca pola kami. Jadi seperti dimana-mana sudah dijaga mereka, mau seperti game pertama tapi kami tidak bisa mengendalikan. Lawan tidak mengubah pola, tapi bola-bola kami sudah ketebak," jelas Yulfira.

Konsentrasi dan kesabaran di poin-poin kritis memang menjadi hal yang patut diperbaiki oleh Yulfira/Jauza.

"Kendala kami dari pertama partneran ya kalau di poin kritis, buru-buru, padahal sudah leading. Saat mau balikin seperti awal lagi susah. Jadi kami harus bermain lebih tenang, lebih sabar dan lebih fokus," ungkap Yulfira.

Kekalahan lain juga harus dituai pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/ Agatha Imanuela saat menghadapi pasangan China, Chen Qingchen/ Jia Yifan yang merupakan unggulan satu. Fadia/Agatha menyerah kepada juara All England 2019 setelah bertanding dua game 17-21 dan 14-21.

Kekalahan Fadia/Agatha memastikan sektor ganda putri belum berhasil mengirim wakil ke babak perempat final. (*)

Berita Berita Lainnya