Berita > Artikel

Teka-Teki Ganda Putri Kedua

Senin, 15 April 2019 18:07:16
1500 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Satu ganda putri Indonesia, yang dipastikan akan diplot untuk mengikuti perebutan poin ke ajang olimpiade Tokyo 2020 hampir dipastikan menjadi milik pasangan Greysia Polii/ Apriyani Rahayu. Hal ini melihat peringkat dunia yang dimiliki Greysia/Apriyani yang cukup stabil di Top 5 dunia. Selanjutnya, peluang terbaik menjadi ganda putri kedua Merah Putih pun masih menjadi tanya mengingat catatan prestasi pasangan lainnya belum terlihat stabilnya.

Pasangan Rizki Amelia Pradipta/ Della Destiara Haris tadinya diharapkan bisa mengisi posisi sebagai ganda putri kedua. Sayangnya, penampilan Rizki/Della terlihat tidak stabil, masih naik turun. Akhirnya duet Rizki/Della untuk sementara dipisahkan Eng Hian, Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI. Rizki dipasangkan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani, sedangkan Della bersama Tania Oktaviani Kusumah dan pernah pula bersama Virni Putri.

Disebutkan Eng bahwa ia memberi target kepada Rizki/Ketut untuk bisa tampil baik di sejumlah turnamen hingga dimulainya penghitungan poin jelang olimpiade di New Zealand Open 2019 pada akhir April ini.

"Untuk ke olimpiade, saya terus terang, sampai saat ini masih punya satu gambaran yaitu Greysia/Apri, lainnya jujur masih belum ada kepastian. Kemungkinan Rizki/Della akan balik lagi itu ada, akan ditentukan setelah Piala Sudirman nanti," kata Eng, seperti kami kutip di laman resmi PBSI Badmintonindonesia.org.

Pada kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 (BAC) yang bakal dimainkan di Wuhan, China, pada pekan depan, Rizki dan Della tercatat dalam daftar pemain yang akan bertanding. Begitu juga pada ajang New Zealand Open 2019 pada minggu berikutnya, Rizki/Della tercatat akan turun bertanding.

"Di BAC dipasangkan lagi karena rangking mereka, dan New Zealand karena lanjutan setelah BAC. Di rangking poin mereka masih kehitung, sekalian untuk ujian, evaluasi terakhir sebelum ambil keputusan," jawab Eng.

Rizki/Ketut dan Della/Tania baru saja mengikuti empat turnamen berturut-turut di Tong Yun Kai Cup, India Open, Malaysia Open dan Singapore Open 2019.

"Memang capek. Semua juga capek, apalagi buat Rizki/Ketut yang saya tuntut untuk menunjukkan performance di turnamen yang agak banyak karena ada alasannya, mau kejar rangking untuk olimpiade. Dari awal sudah komitmen dan ada konsekuensi," ujar Eng.

"Namanya jenuh ya pasti jenuh, kalau mereka berpikir untuk mengejar prestasi, seharusnya tidak ada jenuhnya. Ini yang masih terus saya gali, Rizki terutama, waktu sama Della juga naik turun, sama Ketut pun begitu, masih naik-turun. Kalau lagi bagus bisa bagus sekali, kalau turun, turun sekali," tambah Eng.

Saat ini, Rizki/Della ada di peringkat 16 dunia, peringkat ganda putri Indonesia tertinggi saat ini setelah Greysia/Apriyani di posisi kelima. Bersama Ketut, Rizki tercatat menghuni peringkat 18 dunia.

Melihat peringkat Greysia/Apriyani yang stabil di peringkat 5 dunia, diharapkan peringkat mereka bisa bertahan hingga lolos meraih tiket Olimpiade Tokyo 2020. Jika ingin mengamankan dua tiket olimpiade di sektor ganda, Indonesia mesti menempatkan dua pasangan di peringkat delapan besar dunia. Untuk sektor tunggal, tiap negara bisa mengirim dua wakil jika para pemain tersebut ada di peringkat 16 besar dunia. Tiap negara hanya boleh mengirim maksimal dua wakil di tiap sektor.

Turnamen New Zealand 2019 akan menjadi ajang awal perhitungan poin Olimpiade Tokyo 2020, dan akan berakhir di turnamen Badminton Asia Championships 2020. (*)

Berita Artikel Lainnya