Berita > Artikel > Sosok

Dilatih Rionny, Fitriani Rasakan Perbedaan

Senin, 22 April 2019 04:49:28
1101 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Ajang Badminton Asia Championships 2019 akan berlangsung di Wuhan, China, mulai hari Selasa (23 April) hingga hari Minggu (28 April) mendatang. Para pebulutangkis elit Asia akan berlaga untuk mendapatkan poin setara dengan kejuaraan BWF World Tour Super 500.

Tim Indonesia tiba di Wuhan, pada hari Minggu (21/4), dan baru mulai menjalani latihan perdana hari ini. Tim Merah Putih turun bertanding dengan pemain-pemain terbaik ke turnamen perorangan se-Asia ini, diantaranya pasangan rangking satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon, Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Greysia Polii/ Apriyani Rahayu dan masih banyak lagi.

Di sektor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung (15), Fitriani (29) dan Ruselli Hartawan (41), akan menjadi andalan Indonesia untuk mendapat hasil yang terbaik.

Mengawali laga di babak satu, Fitriani akan bertemu dengan andalan Malaysia, Soniia Cheah. Empat pertemuan tercatat telah dilakoni keduanya dengan membukukan kemenangan yang sama 2-2. Hanya, Cheah memenangkan pertemuan terakhir di Piala Uber 2018, dengan skor 10-21, 21-17 dan 21-14.

"Sekarang skornya 2-2 untuk kami, saya pernah menang, pernah kalah juga dari dia. Jadi harus lebih siap. Soniia punya postur tubuh tinggi, jadi otomatis dia mainnya menyerang. Pukulan-pukulannya lumayan tajam, defense saya harus lebih rapat. Saya mau dapat hasil maksimal di turnamen ini," sebut Fitriani, seperti kami lansir di laman resmi PBSI Badmintonindonesia.org.

Sejak Rionny Mainaky kini menangani sektor tunggal putri sebagai kepala pelatih dan dibantu Minarti Timur sebagai asisten, beberapa program latihan telah dijalani untuk menghadapi kejuaraan para elit bukutangkis di Asia ini.

Satu hal yang menjadi catatan, di bawah pimpinan pelatih baru ini, Fitriani merasakan adanya perbedaan baik dari pertandingan maupun latihan.

"Kalau lagi pertandingan, om Rionny lebih tegas dan lebih disiplin di lapangan. Waktu latihan pun, istirahat dari satu program ke program selanjutnya tidak terlalu lama, lebih sedikit. Nggak galak sih orangnya, tapi tegas, kalau ada yang nggak benar, dikasih tahu," ujar Fitriani.

"Targetnya memang meningkatkan kekuatan fisik kami, latihan fisik kadang disisipkan di latihan teknik di pagi hari. Biasanya latihan fisiknya sore hari, sekarang latihan teknik pagi pun ada latihan fisiknya," tambah Fitriani. (*)

Berita Sosok Lainnya