Berita > Berita > Klub

Wow, 50 Tahun PB Djarum Luncurkan 4 Buku Bulutangkis

Minggu, 28 April 2019 16:58:11
1389 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Penggemar bulutangkis di Tanah Air rasanya patut bersukacita. Pasalnya, pada ulang tahun yang ke 50 hari ini (Minggu, 28 April) di Kudus, Jawa Tengah, PB Djarum, yang banyak melahirkan legenda bulutangkis meluncurkan 4 bulutangkis sekaligus. Wow!

Keempat buku yang diluncurkan dengan mengambil tema ''50 tahun #PerjalananEmasBulutangkis PB Djarum'' tersebut adalah "Setengah Abad PB Djarum, Dari Kudus Menuju Prestasi Dunia", "Butet Legenda Sejati", "Jejak Langkah Owi-Butet" dan "Kiprah Ahsan-Hendra".

"Peluncuran keempat buku ini tidak lain merupakan bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah bulutangkis Indonesia. Di dalamnya ada berbagai catatan sejarah perjalanan dan kerja keras untuk mewujudkan prestasi bagi Indonesia melalui bulutangkis. Kami berharap, dalan rangkaian HUT ke 50 PB Djarum, keempat buku ini bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi para atlet, pelatih, dan masyarakat,'' ungkap Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation.

50 tahun, bukanlah waktu yang singkat. Rangkaian panjang menuju prestasi dunia berawal dari brak (area kerja) Bitingan Lama di dalam gedung yang pada siang harinya merupakan pabrik karyawan pelinting rokok PT Djarum bekerja. Lahirnya PB Djarum tak lepas dari kegemaran Robert Budi Hartono bermain bulutangkis bersama para karyawannya.

''Mulanya karyawan Djarum main bulutangkis untuk kebugaran. Tidak ada pelatihan atau program khusus,'' ungkap Robert Budi Hartono seperti dituturkan dalam buku Setengah Abad PB Djarum, Dari Kudus Menuju Prestasi Dunia.

Kegiatan olahraga bulutangkis sore-sore ini ternyata diminati para karyawan dan masyarakat sekitar. Pada tahun 1969 Robert Budi Hartono, Goei Poo Thay, Bambang Hartono, Margono dan Thomas Budi Santoso sepakat mendirikan klub bulutangkis yang dinamai PB Djarum dan mulai membina pemain dari luar.

Hamid Awaluddin, mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, kecintaannya terhadap bulutangkis tak perlu disangsikan lagi. Tak hanya hobi bermain bulutangkis, tapi Hamid yang juga pernah menjadi duta besar di Rusia ini selalu menyaksikan pertandingan bulutangkis secara langsung. Liliyana Natsir yang kerab disapa Butet ini, pun menjadi salah seorang atlet bulutangkis yang diikutinya perjalanan karirnya sejak berpasangan dengan Nova Widianto hingga Tontowi Ahmad. Ia pun menuliskan perjalanan karir bulutangkis Liliyana Natsir hingga menjadi pebulutangkis tingkat dunia dengan sederet prestasinya.

''Jejak-jejak remajanya memang mungkin tidak mengandung romantisme elok untuk dirinya, tapi ia memberi romantisme heroik bagi bangsanya,'' kata Hamid dalam bukunya Butet Legenda Sejati.

Dua berikutnya, Jejak Langkah Owi-Butet dan Kiprah Ahsan-Hendra, di tulis Daryadi, komentator televisi, jurnalis senior yang kini menjadi Pemimpin Redaksi majalah Bulutangkis Indonesia. Keberhasilan Owi-Butet meretas prestasi dunia yang puncak meraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro dikupas Daryadi. Begitu juga kerja keras duet Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan yang biasa dijuluki ''The Daddies'' dikupas tuntas Daryadi. Pasangan yang sempat merajai pentas dunia dengan menjuarai All England 2014 dan Juara Dunia 2013 dan 2015, serta medali emas Asian Games 2014, lalu sempat berpisah. Namun reuni di awal tahun ini dan kembali naik ke podium juara pada ajang All England 2019.

''Keduanya adalah contoh sukses dari perjuangan keras atlet yang ingin mewujudkan impiannya menjadi pebulutangkis hebat yang menjadi kebanggaan tidak hanya untuk dirinya, tapi keluarga dan Indonesia. Cucuran keringat dan tetesan air mata adalah saksi bisu yang mengiringi perjalanan Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan menjadi atlet bulutangkis yang sukses,'' tulis Daryadi.

Rasanya para penggemar bulutangkis di Tanah Air patut membaca buku ini untuk melengkapi wacana bulutangkis Indonesia.

''Bagi para atlet dan pelatih rasanya cocok untuk membaca buku ini,'' ujar Hamid Awaludin saat bertutur proses pembuatan buku Butet Legenda Sejati hari ini di Kudus.

Selamat Ulang Tahun PB Djarum, semoga semakin berprestasi! (fk)

Berita Klub Lainnya