Berita > Artikel > Sosok

Antara Jorji dan Jojo

Selasa, 07 Mei 2019 01:55:48
2202 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Saya termasuk yang sabar dan setia menunggu Jorji bersinar dan naik podium selepas dia juara World Junior Championships. Sabar dan setianya sama terhadap Jojo. Hanya pada akhirnya Jojo yang sabar ditungguin progresnya kelihatan, tinggal menunggu konsistensi saja.

Jorji nih yang lambat banget progresnya. Jadi gregetan sendiri lihat perkembangan dia di lapangan setiap main. Yang paling memilukan sekaligus menjengkelkan sikap di tengah-tengah lapangan itu sepertinya tidak dibenahi sama pelatih dan PBSI.

Terlihat selalu loyo lemas kalau habis buat error, menunjukkan tampang/wajah kayak gak punya harapan. Jorji terlalu menunjukkan kalau dia kecewa atau sudah lelah, sehingga lawan di seberang malah dapat angin dan semangat melihat Jorji yang sudah engap-engap dan lemas.

Ini masalah non teknis loh. Pembawaan sikap di lapangan itu sangat berpengaruh terhadap jalannya game.

Dan, sekali lagi, sepertinya PBSI tidak pernah secara serius membenahi ini. Gak usah berfikir meningkatkan footwork dan stamina, kalau sikap dan mental di lapangan masih 'menye-menye', kata komentator buat Jojo : bahkan cara berjalannya saja penuh keagungan/aura juara.

Sikap dan pembawaan di lapangan itu yang belum dimiliki Jorji. Bahkan dia kalah pembawaan citra diri di lapangan dengan seorang anak 17 tahun, An Se-young. (ikra4433)

Berita Sosok Lainnya