Berita > Artikel

Usai Australia Open, Menyambut BIO 2019

Minggu, 16 Juni 2019 17:53:01
4083 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Hasil Australian Open 2019 pekan lalu, serasa turnamen tenis Grand Slam Australia Open 2019. Terlihat
peta persaingan bulutangkis dunia yang semakin kompetitif. Setiap pemain berjuang semaksimal mungkin untuk mengumpulkan poin agar ikut Olimpiade Tokyo 2020 nanti.

Tunggal Putra China pemain 'gaek' Lin Dan masih punya ambisi besar untuk bisa ikut olimpiade. Dua medali emas yang sudah di milikinya (2008 dan 2012) masih belum cukup rupanya. Namun jejaknya di Sydney dihentikan Jojo yang akhirnya keluar sebagai juara. Melihat permainan Jojo di final saat melawan kompatriotnya Ginting, memang Jojo yang lebih siap di final. Jojo berani mengambil inisiatif permainan, Ginting kurang push di awal, Jojo bisa nyetel mainnya dari awal.

Di tunggal putri, pemain 'gaek' Li Xueri muncul lagi, tapi langkahnya terhenti pada babak dua dihempang andalan Thailand, Busanan Ongbangrungphan di babak dua. Andalan China lainnya, Chen Yu Fei menunjukkan grafik meningkat, kepercayaan dirinya lagi tinggi-tingginya. Setelah berhasil mengalahkan Akane Yamaguchi di final Sudirman, di final kemarin, ia mengalahkan Nozomi Okuhara. Langkah tunggal putri andalan India, Pusarla V. Sindhu agak meredup. Ketidakhadiran Tai Tzu Ying dan Carolina Marin, dimanfaatkan Chen Yu Fei hingga berhasil menembus final turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 300.

Dua ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, rada susah kalau bertemu ganda Korea Selatan. Ganda putra Negeri Ginseng defensenya sangat rapat dan mereka mainnya terkenal sabar. Kembalinya ganda putra Korea Selatan seperti menebar ancaman.

Andalan Indonesia di ganda putri, Greysia Polii/ Apriyani Rahayu progresnya makin oke. Apriyani yang selama ini jadi sasaran tembak lawan sudah mulai bersih mainnya, defensenya rapet. Apriyani harus bisa lawan tekanan di saat poin-poin kritis, biar gak gampang hilang fokus

Di ganda campuran, Praveen Jordan kalau mainnya lagi off gak enak banget dilihat, bola apa aja bisa nyangkut. Tapi kalau lagi on Praven mainnya bagus. Sementara, Hafiz Faizal/ Gloria Emanuelle Widjaja terlihat kurang greget. Gloria cegatan-cegatan bolanya jadi kaya kurang lagi, gesturenya jadi kaya kaku lagi, padahal sebelumnya kayanya gesturenya sudah bagus.

Next tournament pasti rame, setiap pemain akan berjuang keras untuk pengumpulan poin olimpiade. Blibli Indonesia Open (BIO) 2019 pada bulan Juli nanti bakalan rame nih. Semua pemain bintang akan hadir, dan pastinya gak pengen kalah mudah. Poin untuk olimpiade cukup besar di turnamen BIO 2019 mendatang. Pengen 'ngistora' harus dari sekarang nih cari-cari tiket BIO 2019, kemaren mau cari tiket final di online sudah habis aja baru dibuka.

Semoga masih ada nanti tiket BIO 2019, syukur-syukur pemain seperti Marcus/Kevin, Greysia/Apriyani, Anthony Ginting, Praven/Melati dan Jorji bisa sampe babak-babak akhir. Dan pastinya pemain-pemain top dunia seperti Kento Momota, Victor Axelsen, Tai Tzu Ying, Akane Yamaguchi, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, Liu/Li. Dan ganda putri Jepang dan Korea Selatan bisa tampil maksimal pada BIO 2019 nanti.

Harga Tiket Vip Final BIO 2019 yang naik tahun ini semoga menyajikan partai berkelas nantinya. (Jouando)

Berita Artikel Lainnya