Berita > Artikel > Sosok

Menurun Usai AG 2018, Kini Jojo Mulai Membaik Performanya

Minggu, 16 Juni 2019 18:24:34
8984 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Dua gelar sudah dikoleksi Jonatan Christie tahun ini, New Zealand Open 2019 dan Australia Open 2019. Kedua turnamen ini sudah memiliki poin untuk mendapatkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. Performa yang positif diperlibatkan Jonatan setelah tampil menurun usai Asian Games 2018.

Usai Australia Open 2019 pekan lalu di Sydney, Hendry Saputra, Kepala Pelatih Tunggal Putra PP PBSI membeberkan beberapa perubahan yang terjadi anak didiknya, Jonatan Christie. Disebutkan Hendry, bahwa performa Jonatan sempat menurun usai merebut medali emas Asian Games 2018, secara perlahan tapi pasti, penampilan Jojo mulai membaik. Bahkan pada beberapa turnamen sebelum Selandia Baru dan Australia, Jojo menumbangkan pemain top level di sejumlah.

"Jonatan dalam kondisi fisik yang prima, dia itu memang staminanya harus bagus. Jonatan mainnya perlu durasi panjang, tempo lama, jadi awalnya itu dulu, teknik dan cara main saya lihat dia bisa lebih menguasai," ungkap Hendry Saputra, seperti kami lansir di laman resmi PBSI.

"Kedua, dari fokusnya Jonatan dan seberapa besar ambisinya untuk raih gelar. Tiga hal ini paling penting buat Jonatan. Kalau dibilang main lebih safe, memang kalau ketemu kompetitor dia, rata-rata memang sudah lebih safe. Dari beberapa stroke pukulan yang biasanya dia nggak yakin, sekarang lebih berani diterapkan dan menguntungkan, dari pukulan tipuan, atau ubah-ubah arah pukulan. Dari strategi pun sudah lebih baik," beber Hendry.

Pada final Australia Open 2019 turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 300, Jojo naik ke podium juara usai mengalahkan teman sendiri, Anthony Sinisuka Ginting, dengan skor 21-17, 13-21 dan 21-14.

Walau turnamen dengan level super 300,
banyak para pemain top level yang ambil bagian dalam kejuaraan ini untuk pengumpulan poin Olimpiade Tokyo 2020 yang dimulai pada turnamen New Zealand Open 2019 pada bulan Mei lalu dan akan berakhir di turnamen Badminton Asia Championships 2020 pada bulan April mendatang.

"Saya rasa hasil ini cukup oke lah, di sebuah turnamen, nggak ada capaian yang lebih tinggi dari all Indonesian final. Bagi saya ini sudah oke, melebihi target, tadinya target salah satunya masuk final dan juara, tapi ini keduanya lolos," tutur Hendry.

"Kalau dibilang ini kan cuma super 300, nggak apa-apa juara super 300, sah saja, kan lagi mengejar poin untuk olimpiade. Misalnya ada pemain yang nggak ikut super 300 tidak apa-apa juga, tapi kalau pemain itu poinnya kurang, pasti nanti dicari juga turnamen super 300," tambahnya.

"Contohnya, Hendra/Ahsan yang juara All England ikut main di level super 300 boleh nggak? Ya boleh saja, kan lagi cari poin ke olimpiade. Tapi benar istilahnya bahwa Jonatan dan Anthony kalau di level super 300 memang sudah layaknya untuk juara," pungkas Hendry. (*)

Berita Sosok Lainnya