Berita > Berita

Anthony Harus Kurangi Kesalahan Sendiri

Rabu, 19 Juni 2019 00:08:15
2276 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, dinilai masih belum bisa tampil stabil sepanjang permainan dan membuat kesalahan sendiri. Padahal kemampuan teknik permainan Anthony sudah tak diragukan lagi. Pemain jebolan klub SGS PLN Bandung ini telah membuktikannya di sejumlah turnamen top level.

Ketidakstabilan ini menjadi perhatian Hendry Saputra, selaku Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI untuk membenahi penampilan Anthony.
Setelah sukses merebut dua gelar juara di tahun lalu, Daihatsu Indonesia Masters 2018 Super 500 dan China Open 2018 Super 1000, Anthony belum sekalipun meraih gelar juara pada tahun ini.

"Saya suka bilang sama Anthony, standard dan kualitas dia bagus banget. Jangan lihat dia kalah menangnya sekarang, waktu di China Open 2018, banyak yang bilang dia tampil perfect, pemain masa depan, sekarang dia kalah jadi jelek? Tidak, dia bagus kok, tapi ada kelemahannya, mati sendirinya masih banyak," ujar Hendry, mengutip di laman resmi PBSI.

"Dia melakukan kesalahan yang tidak tepat waktunya, di angka-angka yang penting. Saya bilang, kamu harus lebih sabar, lebih ulet, lebih safe. Ini perlu, jadi kalau mengalami lagi, bisa digunakan senjatanya. Kalau sedang poin kritis, smash tipis-tipis, di-challenge hasilnya nol koma sekian mm ternyata out, itu sering terjadi," tambahnya.

Lebih jauh disebutkan Hendry, peraih medali perunggu Asian Games 201 ini harus bisa memperbaiki kekurangannya tersebut karena ini merupakan persiapan awal untuk meningkatkan performanya. Untuk hal itu, Hendry telah menyiapkan latihan dan program khusus untuk melatih fokus dan konsentrasi agar Anthony bisa mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri saat bertanding.

"Ada latihannya kalau mau fokus dan ada faktor kecerdasan juga, ini sangat berpengaruh, saya nggak bilang nggak pintar, tapi kecerdasannya harus ditambah. Tidak boleh melakukan kesalahan, implementasinya harus dari latihan, feeling-nya dan cara-cara latihannya yang saya tidak bisa jabarkan di sini, latihan lebih safe," ujar Hendry.

"Saya sudah diskusi sama Anthony, dia harus menyadari apa kesalahannya. Harus mengubah dan meningkatkan, contoh yang tadinya satu game 11-13 kali mati, bisa nggak di bawah 10? Saya rasa ini perjuangan, ini yang mesti dilatih. Coba dicek sama-sama, kalau Anthony menang satu game dengan satu pemain, pasti kesalahannya di bawah delapan kali, tapi kalau kalah, bisa 11 ke atas kesalahannya. Detilnya lagi 11 keatas itu matinya di mana? Di kanan apa di kiri? Di depan atau belakang?" tutur Hendry.

Walaupun demikian, Hendry mengaku optimis dan senang dengan peningkatan performa baik Anthony maupun Jonatan Christie. Jonatan berhasil meraih gelar di kejuaraan New Zealand Open 2019 dan Australia Open 2019.

Kabar lain, saat ini Anthony sedang dalam kondisi tidak memiliki sponsor. Pada ajang terakhir yang diikutinya pada Australia Open 2019 lalu, Anthony mengenakan jersey tanpa logo sponsor. Tak terlihat lagi logo Yonex di apparel yang selama ini menggandeng Anthony. Terakhir di New Zealand Open 2019, Anthony masih mengenakan jersey Yonex. Dan saat ikut memperkuat skuat Merah Putih di kejuaraan bulutangkis beregu campuran Piala Sudirman, Anthony menggunakan jersey Li Ning.

"Saat ini, persoalan itu memang masih dalam tahap pembicaraan, belum pas. Jadi, selama masih belum ada ketetapan ya harus polos dulu," kata Susy Susanti, seperti kami lansir di situs Detikcom. (*)

Berita Berita Lainnya