Berita > Berita

Laga Final Ganda Putra, Herry IP Ngopi di Tribun

Minggu, 21 Juli 2019 07:14:59
772 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Sukses ganda putra menciptakan All Indonesian Final pada ajang Blibli Indonesia Open 2019 menjadi hadiah teristimewa bagi penggemar bulutangkis di Tanah Air. Dua wakil ganda putra Indonesia akan bertarung memperebutkan titel juara pada ajang seri HSBC BWF World Tour Super 1000 dengan total hadiah sekitar Rp. 17,5 miliar.

Laga final antara pasangan The Daddies melawan The Minions akan tersaji hari ini (Minggu, 21/1) di Istora Senayan, Jakarta.

Pasangan Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan yang dijuluki The Daddies lebih dulu melaju ke final dengan mengalahkan ganda Jepang, Takuro Hoki/ Yugo Kobayashi usai pertarungan fantastis tiga game yang berakhir dengan skor 17-21, 21-19 dan 21-17 dalam laga berdurasi 57 menit, hari Sabtu (20/7).

Menyusul tiket final kedua direbut Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon pasangan yang dikenal sebagai The Minions. Tak seperti laga Hendra/Ahsan yang serasa bikin jantung copot, laga semifinal Kevin/Marcus melawan ganda China, Li Junhui/Liu Yuchen, berlangsung relatif mudah, berlangsung lebih singkat selama 29 menit. Walau begitu, seperti biasanya pertarungan kedua ganda yang boleh dibilang musuh bebuyutan ini tetap rame dan dramatis. Kevin/Marcus akhirnya menyusul seniornya ke final setelah menang dua game langsung atas duet Li/Liu dengan skor 21-9 dan 21-13.

Kegembiraan penggemar bulutangkis di Tanah Air pun sontak mengalir. Baik yang menonton lewat televisi, begitu juga yang di Istora yang mengelu-elukan kemenangan Kevin/Marcus. Begitu juga Herry Iman Pierngadi yang merupakan Kepala Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI merasa lega karena harapannya bisa tercapai Indonesia bisa menyegel gelar juara.

"Yang pasti puji syukur bisa all Indonesian final, ini turnamen besar, seluruh pemain dunia ikut. Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang antusias menonton, banyak yang susah dapat tiket," ungkap Herry dalam jumpa pers usai pertandingan Kevin/Marcus kemarin.

"Ini hadiah untuk masyarakat Indonesia, dari Hendra/Ahsan dan Kevin/Marcus," lanjutnya.

Saat anak didiknya berlaga di final disebutkan Herry bahwa ia tak akan memberikan arahan atau pengaturan strategi kepada kedua pasangan.

"Tidak ada, kan sama-sama mau mengumpulkan poin ke olimpiade, sebagai pelatih, saya harus netral. Tidak ada arahan strategi untuk besok," tambah Herry.

Jika melihat kekuatan di atas kertas, Kevin/Marcus punya peluang yang lebih besar untuk meraih gelar juara, namun Herry mengatakan bisa saja terjadi kejutan, apalagi penampilan Hendra/Ahsan akhir-akhir ini tengah menanjak.

"Memungkinkan sekali ada kejutan, karena mereka ini dua pasangan andalan Indonesia, saya rasa bisa memungkinkan ada kejutan," pungkasnya.

"Besok saya ngopi saja, seperti biasa, sambil nonton di tribun, ha ha ha," canda Herry. (*)

Berita Berita Lainnya