Berita > Berita

Fajar/Rian Dalam Catatan Herry IP

Minggu, 21 Juli 2019 08:04:49
2413 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Tuan rumah Indonesia, khususnya PBSI bernafas lega, pasalnya ajang Blibli Indonesia Open 2019 belum berakhir, namun satu gelar yang ditargetkan telah berada di dalam genggaman. Indonesia memastikan satu gelar dari ajang seri HSBC BWF World Tour Super 1000 ini lewat pertemuan dua ganda putra di babak final. Unggulan satu, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon akan bertemu dengan unggulan empat, Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan.

Walau senang dengan prestasi ini dan mampu meraih target yang ditetapkan PBSI, akan tetapi Herry IP sebagai Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI mengungkapkan bahwa sebaiknya prestasi para pemain-pemain muda bisa mendekati para senior, khususnya Hendra/Ahsan yang sudah tak lagi muda, tapi masih menunjukkan semangat yang luar biasa.

"Selama mereka masih bisa, kenapa enggak? Nggak ada masalah buat saya. Tapi di satu sisi, regenerasi harus cepat. Jangan selalu andalkan Hendra/Ahsan, Kevin/Marcus, yang muda-muda harus mendekati, supaya Indonesia banyak ganda putranya, bukan hanya andalkan satu-dua pasang, kalau bisa empat-lima pasang, kenapa enggak?" ujar Herry yang dijumpai Badmintonindonesia.org di Istora Senayan, Sabtu (20/1).

Kandasnya pasangan Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto dari ganda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di babak perempat final sangat disayanhkan Herry, dan ini menjadi perhatian khusus baginya.

"Ada lima wakil ganda putra, tapi saya lebih tekankan ke Fajar/Rian karena mereka underperform, nggak maksimal, ini PR, jadi evaluasi saya untuk bisa jadikan mereka lebih baik lagi di turnamen lain," ujar Herry.

"Sebetulnya banyak faktor, mereka main ketat, kualitas konsentrasinya, fokusnya, dari segi daya tahan ototnya menurun. Kemarin jauh sekali sama pasangan Jepang, di bawah ekspektasi saya, saya kurang puas. Saya sudah ngobrol sama mereka dan berikan motivasi supaya ke depannya mereka lebih baik lagi," tambah Herry.

Catatan Herry atas Fajar/Rian dengan melihat kondisi fisik dan daya tahan otot mereka yang menurun, sehingga serangan Fajar/Rian tak dapat menembus pertahanan Hoki/Kobayashi. Sebaliknya, pasangan Jepang bisa menembus pertahanan Fajar/Rian. Herry juga menandai bahwa Hoki/Kobayashi semakin berkembang dan harus diwaspadai.

Saat ini memang ada tiga ganda putra Indonesia, Kevin/Marcus, Hendra/Ahsan dan Fajar/Rian, yang bersaing ketat memperebutkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. Ketiganya berada di delapan besar peringkat dunia, Kevin/Marcus (1), Hendra/Ahsan (4) dan Fajar/Rian (6). Tiap negara bisa mengirim maksimal dua wakil, jika berada di peringkat delapan besar.

"Kualifikasi olimpiade kan masih sampai April 2020, masih panjang. Masih ada kandidat lain juga, Fajar/Rian dan lainnya. Kalau kandidatnya berubah ya memungkinkan juga, siapa yang siap yang akan lolos," kata Herry.

Tak hanya Fajar/Rian yang menjadi catatan Herry, namun Hendra/Ahsan yang kini tak bisa dibilang muda lagi juga mendapat perhatian khusus.

"Hendra/Ahsan harus bisa jaga kondisi fisik dan maintain kesehatan mereka. Kalau teknik sudah matang karena mereka pemain senior, yang harus dijaga itu fisiknya," lanjutnya. (*)

Berita Berita Lainnya