Berita > Berita

Ayo Jo, kamu bisa!

Sabtu, 27 Juli 2019 23:52:29
1910 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Usai menakluklan tunggal Denmark, Jan O Jorgensen, pada semifinal Daihatsu Yonex Japan Open 2019, di Tokyo, Jepang, Sabtu (27/7), Jonatan akan bertemu andalan tuan rumah, Kento Momota di partai final.

Perjumpaan Momota besok (Minggu, 28/7) di Musashino Forest Sport Plaza, akan menjadi laga keempat kalinya. Dari tiga pertemuan sebelumnya, Jojo, demikian sapaan akrab Jonatan, sekali mencatat kemenangan atas pebulutangkis Negeri Matahari Terbit ini berperingkat nomor satu dunia. Jojo menang atas Momota di ajang Malaysia Open 2019, kala itu menang dengan skor 22-20 dan 21-15.

''Besok ketemu Momota, pastinya kita tahu kalau dia salah satu pemain terbaik saat ini. Bisa dilihat dari rangking kalau dia pemain nomor satu dunia dan juara dunia juga. Saya rasa besok tidak akan mudah seperti sebelumnya, saya berharap saya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik saya,'' ungkap Jojo.

Jojo berharap ia bisa memberi perlawanan kepada Momota yang dinilainya merupakan pemain yang hampir sempurna. Namun Jojo berupaya mencaria titik lemah Momota.

''Momota adalah pemain yang hampir mencapai sempurna bermainnya, tapi tiap pemain pasti punya kelemahan. Saya akan berusaha mencari kelemahan dia, lihat video pertandingan, sehingga saya sudah tahu besok aka menerapkan permainan seperti apa,'' tambah Jojo.

Penampilan ciamik Jojo menawan di ajang SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Di kejuaraan multi event tersebut Jojo sukses mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Sukses Jojo ini membuat dirinya dijuluki sebagai jagoan multi event. Ini terbukti, pasca Asia Games 2019 kiprah Jojo di ajang perseorangan masih terseok hingga memasuki tahun 2019.

Dua gelar yang dikantongi Jojo pada ajang New Zealand Open 2019 dan Australian Open 2019 meruntuhkan julukan spesialis multi event pada diri Jojo. Ini menjadi modal kepercayaan diri Jojo diharapkan semakin meningkat. Apalagi sukses menembus final turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 750 memiliki arti tersendiri dibanding dua gelar juara yang disabet Jojo sebelumnya yang hanya berlevel Super 300.

''Kalau dibilang penampilan saya meningkat mungkin karena saya sekarang bermain lebih tenang, lebih sabar, tidak buru-buru mau mematikan lawan. Ini berdampak besar terhadap lawan-lawan saya, jadi lawan tidak menganggap saya, oh tunggu saja Jonatan bikin kesalahan sendiri,'' ungkap Jojo mengenai perubahan yang dirasakannya kini.

''Sekarang saya bisa berubah untuk lebih sabar, kuat, tahan dan berani adu reli sama lawan,'' tambah Jojo.

Di final besok melawan andalan tuan rumah, Kento Momota, yang dinilai Jojo sebagai pebulutangkis tunggal nyaris sempurna akan menjadi ujian bagi Jojo merintis jalan menuju Olimpiade Tokyo 2020.

Ayo Jo, kamu bisa! (*)

Berita Berita Lainnya