Berita > Artikel

Flandy Bawa Rankireddy/Shetty Ke 10 Besar Dunia

Rabu, 07 Agustus 2019 00:58:05
4751 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • ©Badmintonthaitoday com

  • ©Badmintonthaitoday Com

  • Current
Setelah berjaya di dua turnamen sebelumnya, Blibli Indonesia Open 2019 dan Daihatsu Yonex Japan Open 2019, Indonesia harus pulang dengan gigit jari dari ajang Toyota Thailand Open 2019. Indonesia pulang dengan tangan hampa dari turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 500, bahkan skuat Indonesia hanya bisa melangkah hingga babak perempat final.

Di dua turnamen sebelumnya Indonesia sukses meraih gelar juara, satu gelar diamankan di Jakarta, dan satu lagi di Tokyo. Keduanya direbut ganda putra nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Gideon Fernaldi. Sayangnya, langkah Kevin/Marcus yang menempati unggulan satu tak berhasil menembus final untuk merebut gelar juara. Kevin/Marcus dihadang ganda Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Pasangan dengan julukan The Minions ini kalah dalam laga tiga game selama 1 jam 3 menit dengan skor 17-21, 21-19 dan 14-21. Bagi Minions, ini kekalahan beruntun kedua kali dari Endo/Watanabe. Terakhir Kevin/Marcus menuai kekalahan dari Endo/Watanabe pada ajang Badminton Championships 2019, kala itu mereka kalah dua game langsung 21-18 dan 21-3.

Selain Kevin/Marcus, harapan Indonesia pupus setelah tiga wakil lainnya, Greysia Polli/Apriyani Rahayu, Fitriani dan Shesar Hiren Rhustavito, juga terhenti langkahnya di babak delapan besar turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 500 berhadiah total USD 350,000.

Partai final ganda putra antara pasangan China, Li Jun Hui/Liu Yu Chen melawan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/ Chirag Shetty, menjadi salah satu partai yang menarik ditonton di antara empat nomor lainnya di Huamark Indoor Stadium, Bangkok, Thailand, hari Minggu (4/8) lalu. Walau tadinya sempat diperkirakan, Li/Liu yang menempati unggulan tiga ini akan dengan mudah menaklukkan duet Rankireddy/Shetty yang bukan unggulan. Tapi nyatanya, duet ''Tiang Listrik'' dari Negeri Tirai Bambu ini harus puas menempati posisi runner up setelah ''dibantai'' duet Rankireddy/Shetty dalam laga tiga game selama 1 jam 2 menit dengan skor 19-21, 21-18 dan 18-21.

"Saya tidak percaya bahwa kami baru saja mengalahkan juara dunia. Mereka adalah pemain penyerang yang sangat bagus sehingga rencana kami adalah menjaga bola tetap rendah,'' ungkap Shetty usai laga final mengutip di laman resmi BWF.

Bukanlah sebuah keberuntungan belaka bila duet Rankireddy/Shetty naik ke podium juara. Ajang seri Super 500 tak berbeda dengan seri Super 1000. Selain duet Li/Liu (peringkat 2), ganda putra peringkat 10 dunia turun berlaga seperti, Kevin/Marcus (1), Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (3), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (4), Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (5), Han Cheng Kai/Zhou Hao Dong (6), Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto (7), hingga Aaron Chia/Soh Wooi Yik (9).

Melewati babak satu Rankireddy/Shetty menyingkirkan kompatriotnya, Attri Manu/Reddy B. Sumeeth dengan rubber game 21-11, 24-26 dan 21-11, pasangan Indonesia Fajar/Rian menjadi korban berikutnya. Ganda terbaik ketiga Indonesia ini ditaklukkan Rankireddy/Shetty dua game langsung 21-17 dan 21-19. Penggemar bulutangkis di Tanah Air melihat kekalahan Fajar/Rian ini hanya sebatas menurunnya performa Fajar/Rian belakang ini, tanpa melihat meningkatnya performa Rankireddy/Shetty.

Dua ganda Korea Selatan menjadi korban Rankireddy/ Shetty berikutnya. Di babak delapan besar duet Choi Solgyu/ Seo Seung Jae dengan rubber game 21-17, 17-21 dan 21-19. Menyusul pasangan Ko Sung Hyun/ Shin Baek Cheol merasakan ganasnya Rankireddy/Shetty yang berada di peringkat 16 dunia ini dalam laga tiga game 22-20, 22-24 dan 21-9.

Di partai puncak, duet Li/Liu yang menghempang duet Jepang, Endo/ Watanabe, si penakluk Kevin/Marus, akhirnya merasakan ganasnya anak didik Flandy Limpele yang kini menjadi pelatih pebulutangkis ganda putra Negeri Bollywood ini.

Seperti kata teman di forum diskusi Bulutangkis.com, tersingkirnya Kevin/Marcus akan memuluskan langkah duet Li/Liu naik ke podium juara, tapi rupanya harapan itu tak terwujud.

"Mereka lebih dari yang kami harapkan. Mereka tenang dan terkendali. Dalam situasi tertekan, mereka berhasil melewatinya. Mereka adalah ancaman potensial yang besar untuk waktu yang lama,” ungkap Liu Yu Chen usai pertandingan, memuji lawannya.

Keberhasilan Rankireddy/Shetty ini tidak mungkin terjadi tanpa perubahan dalam pelatihan mereka sejak berada di bawah pengawasan pelatih asal Indonesia, Flandy Limpele.

“Sebelum pelatih Flandy, kami melakukan banyak latihan di lapangan tetapi dia menempatkan kami melalui banyak latihan fisik dan berlari. Itu sebabnya meskipun kami memiliki minggu yang panjang, kami tidak lelah hari ini," ungkap Shetty di laman resmi BWF.

Walau final Thailand Open 2019 tak berhasil meloloskan skuat Indonesia menapak babak final untuk mempertahankan dua gelar juara yang disabet tahun lalu lewat Greysia Polii/ Apriyani Rahayu (ganda putri) dan Hafiz Faizal/ Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran). Namun setidaknya keberhasilan anak asuh Flandy Limpele ini menghapus kekecewaan penggemar bulutangkis di Tanah Air.

Flandy mengungkapkan rasa bahagianya kepada Bulutangkis.com atas capaian anak didiknya ini.

''Sebagai awal yang baik bagi saya untuk makin semangat melatih dan berkarir. Apalagi saya baru lima bulan di India. Ini menjadi kesenangan dan kebanggaan pribadi buat saya,'' ungkap Flandy dalam percakapan di Whatsapp dengan Bulutangkis.com. ''Alhamdulillah saya bisa berbagi ilmu dengan pemain dan mencetak juara-juara baru berkelas dunia,'' tambah Flandy.

Catatan prestasi pebulutangkis India memang tak disangsikan. Beberapa nama pebulutangkis India sudah kerap menyabet gelar juara, namun masih sebatas di sektor tunggal.

''Untuk India, ini adalah sejarah baru, karena biasanya tunggal saja yang difavoritkan, dengan prestasi kemarin, India akan mensuport sektor ini lebih full lagi untuk mencetak juara baru,'' ujar Flandy mengakhiri obrolan dengan Bulutangkis.com.

Torehan manis Satwiksairaj Rankireddy/ Chirag Shetty akhirnya mengantarkan mereka ke elit ganda putra dunia. Pekan ini, sesuai peringkat dunia yang dirilis Badminton World Federation (BWF) per 6 Agustus 2019, duet Rankireddy/Shetty, melejit ke peringkat 9 dunia, naik dari peringkat 16 dunia pada pekan lalu. (fk)

Hasil lengkap babak final Toyota Thailand Open 2019 :
Ganda putri :
- Shiho Tanaka/ Koharu Yonemoto (7/JPN) vs Du Yue/ Li Yinhui (8/CHN) 21-19, 14-21, 21-13
Ganda putra :
- Satwiksairaj Rankireddy/ Chirag Shetty (IND) vs Li Junhui/ Liu Yuchen (3/CHN) 21-19, 18-21, 21-18
Tunggal putra :
- Chou Tien Chen (3/TPE) vs Ng Ka Long (HKG) 21-14, 11-21, 23-21
Ganda campuran :
- Wang Yilyu/ Huang Dongping (2/CHN) vs Yuta Watanabe/ Arisa Higashino (3/JPN) 24-22, 23-21
Tunggal putri :
- Chen Yufei (1/CHN) vs Ratchanok Intanon (6/THA) 22-20, 21-18

Berita Artikel Lainnya