Berita > Artikel > Sosok

Sindhu: “Bulutangkis adalah hasrat saya”

Kamis, 29 Agustus 2019 11:06:07
6559 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Current
Pusarla V. Sindhu mencetak sejarah menjadi tunggal putri dari India yang pertama menjadi Juara Dunia. Naik ke podium juara usai menaklukkan tunggal putri andalan Jepang, Nozomi Okuhara.

"Aku sangat bahagia. Saya mengharapkan ini untuk waktu yang lama. Ini benar-benar momen yang membanggakan bagi saya dan bagi India. Banyak orang telah menunggu,” ratu baru bulutangkis, usai laga di Basel, Swiss, Minggu (25/8) mengutip di laman resmi BWF.

“Ini adalah jawaban saya kepada orang-orang yang selalu bertanya kepada saya. Saya hanya ingin menjawab dengan raket saya dan dengan kemenangan ini - itu saja," tambah Sindhu.

Tampil perkasa dengan full power dan full speed membuat Nozomi Okuhara kocar-kacir sehingga hampir menangis dikarenakan frustasi sekali tidak dapat melepaskan diri dari tekanan Sindhu yang bermain super offensive.

Pengembalian Nozomi kemana pun dikembalikan Sindhu dengan bola-bola pojok kiri atau kanan dan Sindhu telah siap mencegat di tengah lapangan untuk mengesekusi pengembalian Nozomi.

Terlihat jelas sekali wajah frustasi Nozomi yang harus jatuh bangun di lapangan serta harus menerima kenyataan tidak dapat terlepas sama sekali dari tekanan Sindhu.

Laga berdurasi 37 menit hari Minggu (25/8) di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Minggu (25/8), Sindhu tampil begitu perkasa menggilas Okuhara. Laga diselesaikan Sindhu hanya dua game dengan skor 21-7 dan 21-7.

Sukses kali ini, menghapus kesedihan Sindhu saat melewati lagi maraton 110 menit mereka di Glasgow yang berakhir dengan kemenangan Okuhara dua tahun lalu, dan kekalahan dari Carolina Marin tahun lalu. Kali ini semuanya, 9.000 penggemar yang memadati St. Jakobshalle meneriakkan "Sindhu, Sindhu". Sindhu tampil sempurna bagi 1,35 miliar pendukungnya di India. Sindhu benar-benar tak memberi angin kepada Okuhara.

“Saya mendominasi. Penting bagi saya untuk sangat waspada dan setiap hal sangat berarti bagi saya. Saya mencoba untuk mendapatkan setiap poin meskipun saya memimpin dengan selisih besar,” ungkap bintang yang juga mengalahkan Zhang Beiwen, Tai Tzu Ying dan Chen Yu Fei dalam perjalanan menuju kemenangan.

“Saya siap untuk semuanya. Kadang-kadang, saya gugup tetapi saya bertekad untuk menyelesaikannya,” tambah Sindhu.

Dan begitulah yang dilakukannya, Sindhu akhirnya mendapatkan tempat di atas podium.

“Aku merinding ketika mendengar mereka berkata 'juara dunia' dan ketika lagu kebangsaan dimainkan dan aku melihat bendera India dikibarkan. Sebenarnya tidak ada kata-kata untuk menggambarkan itu. Saya sudah menunggu lama. Saya merasa sangat buruk setelah final Kejuaraan Dunia pertama dan tahun lalu saya marah, saya sedih. Saya melewati semua emosi saya, bertanya 'Sindhu, mengapa kau tidak bisa mendapatkan pertandingan yang satu ini?' Tapi hari ini datang dan saya berkata pada diri sendiri untuk memainkan permainan saya dan tidak khawatir, dan itu berhasil,'' tutur Sindhu.

Medali emas Sindhu ini dipersembahkan untuk ibunda tercintanya yang berulang tahun di hari yang sama.

“Badminton adalah hasrat saya dan saya merasa bisa memenangkan lebih banyak gelar,” ujar Sindhu. (Jae) 🙏

Berita Sosok Lainnya