Berita > Berita

Ganda Putri Miliki Kendala Non Teknis

Senin, 16 September 2019 11:33:21
1239 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Skuat ganda putri sukses menyabet gelar semata wayang dari ajang Yonex Sunrise Vietnam Open 2019. Namun, Chafidz Yusuf, Asisten Pelatih Ganda Putri PBSI, memiliki catatan tersendiri atas penampilan tim ganda putri pelatnas di ajang BWF World Tour Super 100 tersebut.

Disebutkan Chafidz, bahwa beberapa pasangan ganda putri masih memiliki kendala non-teknis.

Pada turnamen yang berakhir hari Minggu (15/9) di Ho Chi Minh City, Vietnam, satu gelar dipersembahkan skuat ganda putri lewat ganda putri Rizki Amelia Pradipta/ Della Destiara Haris. Pasangan berperingkat 17 dunia ini, naik podium juara setelah mengalahkan ganda China, Huang Jia/ Zhang Shu Xian, dengan skor 21-18 dan 21-17.

Kemenangan atas ganda China ini pun dinilai Chafidz karena Rizki/Della memiliki ketenangan dan keyakinan di lapangan. Ini dinilai menjadi kunci kemenangan pasangan unggulan satu tersebut.

Sedangkan, tiga wakil ganda putri masih belum tampil maksimal. Ni Ketut Mahadewi Istarani/ Tania Oktaviani Kusumah terhenti di perempat final dari ganda putri Jepang, Erina Honda/ Nozomi Shimizu, dengan skor 17-21 dan 19-21.

"Penampilan Ketut/Tania kali ini boleh dibilang masih kurang konsisten, kadang bagus kadang hilang fokus, khususnya Tania yang sering kurang bisa membaca akan adanya perubahan pola lawan. Kedua pemain ini masih harus lebih diperhatikan lagi terutama pukulan yang harus safe," ujar Chafidz soal penampilan Ketut/Tania, engutip di laman resmi PBSI.

Pasangan muda Siti Fadia Silva Ramadhanti/ Ribka Sugiarto yang harus berjuang dari babak kualifikasi, akhirnya terhenti di babak satu setelah dikalahkan ganda China, Liu Xuan Xuan/ Xia Yu Ting dengan skor 21-14, 20-22 dan 20-22. Sama seperti pasangan Ketut/Tania, faktor non-teknis pun masih menjadi kendala dalam penampilan Fadia/Ribka.

"Fadia/Ribka pun kalau penampilannya secara teknis cukup bagus, cuma memang masih butuh waktu untuk lebih bisa kuasai faktor non-teknisnya, seperti misalnya masih kurang tenang di lapangan," ungkap Chafidz.

"Saya kira mereka semua ini yang harus lebih diperhatikan adalah masalah non-teknis. Sebetulnya ganda putri ini masalah besarnya kan ada di diri mereka sendiri. Pada saat di lapangan kami sebagai pelatih pun selalu mengingatkan dan memberikan arahan bagaimana cara mengatasi masalah non-teknis tersebut," lanjutnya.

Sementara itu pasangan ketiga, Yulfira Barkah/ Agatha Imanuela juga tak berhasil melangkah jauh. Mereka dikalahkan rekan sendiri, Ketut/Tania, di babak pertama, dengan skor 12-21 dan 15-21. Sedangkan pasangan asal klub Jaya Raya, Pia Zebadiah Bernadet/Anggia Shitta Awanda, terhenti di babak semifinal dari pasangan China, Huang/Zhang, dengan skor 12-21 dan 21-23. (*)

Berita Berita Lainnya