Berita > Artikel > Sportainment

Susi Susanti, Film Biopik Epik Besutan Sim F

Jumat, 08 November 2019 23:10:14
2615 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Siapa yang tak kenal Susi Susanti? Nama yang sudah melegenda di bulutangkis ini begitu berprestasi pada jamannya. Deretan prestasi mulai dari juara World Cup 1989, Juara All England 1990, 1991, 1993, dan 1994, Juara Dunia 1993 hingga puncaknya Susi berhasil menyabet medali emas olimpiade Barcelona 1992.

Tak ayal prestasi cemerlangnya tersebut Susi diberikan Apresiasi berupa Bintang Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama 1992 oleh Presiden Soeharto. Semua alasan itulah yang membuat dirinya layak dibuatkan film layar lebar berbentuk biopik atau biografi. Melalui karya tangan dingin dari Sutradara Sim F ini film yang bertajuk Susi Susanti - Love All ini diluncurkan pada tanggal 24 Oktober 2019.

Film yang dibintangi oleh artis ternama seperti Laura Basuki dan Dion Wiyoko ini menceritakan kehidupan awal Susi, Kehidupan masa keemasannya sebagai insan bulutangkis tanah air, pengalaman kelam Susi dalam perjuangannya mendapatkan surat kewarganegaraan hingga percintaannya dikemas begitu epik dalam satu film. Susi tampak hidup dalam film yang diperankan oleh Laura Basuki.

Susi dalam film juga menceritakan kepribadiannya sebagai seorang yang tidak mau mengalah. Seperti mottonya, ''Pemenang itu yang juara satu, bukan dua apalagi tiga. Memang ditampakkan dalam film. Jelas sekali di setiap pertandingan yang dilakoni oleh Susi. Susi tampak gigih dan menggebu-gebu berburu kemenangan termasuk tidak mau mengalah terhadap pasangannya Alan Budi Kusuma yang pada film dibintangi oleh Dion Wiyoko.

Puncaknya Susi tampil di olimpiade Barcelona 1992 yang merupakan cita-cita dan ambisi tertingginya selama ini membuahkan hasil. Susi berhasil menyabet medali emas pada pagelaran akbar tersebut sekaligus menyabet medali emas yang pertama Indonesia di ajang Olimpiade. Langkah Susi ini turut diikuti oleh kekasihnya Alan yang selama pertandingan selalu disemangati Susi dari pinggir lapangan. Alan pun berhasil menyabet medali emas yang menciptakan panggilan ''Pengantin Olimpiade".

Di dalam film ini pula diceritakan masalah yang sangat kompleks di Tanah Air, kerusuhan yang berlatar belakang rasial di masa akhir pemerintahan Soeharto masa Orde Baru. Terlihat juga bagaimana kondisi tim Piala Thomas Uber Indonesia saat mengikuti ajang Piala Thomas Uber di Hong Kong tahun 1998 dimana terjadi demonstrasi kepada tim Indonesia yang melakukan pelemparan ke bus tim. Hal tersebut mematahkan semangat tim Indonesia yang ketika itu mayoritas merupakan keturunan Tionghoa.

Tak hanya itu, status kewargaan negaraan Indonesia yang belum juga jelas menjadi salah satu yang menjadi beban Susi. Namun lagi-lagi kegigihan Susilah yang mampu membangkitkan semangat tim dan mau kembali bertanding yang membuat tim Thomas Indonesia berhasil mempertahankan Piala Thomas.

Ambisi Susi mulai mereda ketika Susi kalah dari Bang Soo Hyun di Olimpiade Atlanta 1996 dan meraih medali perunggu. Pada film itu Susi memberi selamat kepada Bang saat keluar dari arena dan menantang akan mengalahkannya. Namun Bang mengatakan dirinya akan pensiun karena sudah berhasil mendapatkan emas dan mengalahkannya dan akan fokus pada dirinya sendiri.

Di akhir cerita Film Susi yang sudah lama dilamar oleh Alan pun akhirnya bersedia untuk menikah dan melangsungkan ikatan janji sucinya dan tak lama Susi di vonis hamil dan saat itu pula Susi berhenti total dari dunia Bulutangkis.

Sudahkah nonton film Susi Susanti? Ayo kunjungi bioskop kesayanganmu yang terdekat, jangan sampai tertinggal. (Luky Supraktikno)

Berita Sportainment Lainnya