Berita > Berita > Klub

Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Jalan Meraih Prestasi Dunia

Kamis, 14 November 2019 11:26:57
3219 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Sebagai salah satu klub bulutangkis dengan rekam jejak yang panjang dalam keikutsertaan di dunia bulutangkis Indonesia, Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum selalu hadir dalam upaya perjuangan bangsa untuk melakukan kegiatan pembinaan dan regenerasi atlet bulutangkis nasional. Kegiatan regenerasi dan pembinaan atlet muda adalah upaya untuk mempertahankan kejayaan Indonesia di mata dunia melalui olahraga bulutangkis. Sejalan dengan visi yang dimiliki PB Djarum, yaitu mempererat persatuan Indonesia dan meraih kemenangan atas nama bangsa Indonesia dalam persaingan prestasi bulutangkis dunia.

Kecintaan dan kepedulian yang sangat besar terhadap olahraga bulutangkis membuat manajemen PB Djarum sebagai klub olahraga menyadari fungsi mereka untuk ikut berperan dalam memajukan olahraga bulutangkis di Indonesia. Semenjak lepasnya Piala Thomas dari bangsa Indonesia pada 2004 dan sampai sekarang tidak pernah kembali lagi, Victor Hartono, selaku Presiden Direktur Djarum Foundation dan bertugas mengurus PB Djarum, memiliki pemikiran yang amat mendalam menyikapi kondisi bulutangkis Indonesia.

Victor melihat ada beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya prestasi bulutangkis Indonesia, yaitu berkurangnya ketertarikan orang tua untuk mendorong anaknya menjadi pemain bulutangkis, serta turunnya minat anak-anak untuk bermain bulutangkis.

Maka sejak 2006, Djarum Foundation secara rutin mempersembahkan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, bagi anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan bulutangkis tahu bahwa ada pihak yang berkomitmen membantu mengasah talenta dan mewujudkan mimpi mereka untuk berprestasi bagi bangsa Indonesia. Mulanya kegiatan audisi hanya berlangsung di GOR Djarum, Kudus. Anak-anak dari berbagai daerah berdatangan ke Kudus untuk mengikuti audisi. Manajemen dan pengurus PB Djarum harus kerja keras menampung para bibit atlet yang akan mengikuti seleksi. Dari tahun ke tahun jumlah peserta audisi terus membludak. Bahkan pernah tembus 1.000 peserta.



“Prinsipnya kita enggak boleh nolak yang mau daftar,” ujar Yoppy Rosimin, Ketua Umum PB Djarum.

Pada awalnya, saking tinggi minat para peserta untuk mengikuti audisi beasiswa bulutangkis persembahan PB Djarum, orang tua dari seluruh Indonesia membawa anak-anak mereka ke Kudus. Pengorbanan para orang tua yang ingin mendukung anak-anaknya mewujudkan mimpi membuat manajemen PB Djarum memikirkan format baru untuk kegiatan audisi. Maka pada 2015, bertepatan dengan penyelenggaraan audisi beasiswa bulutangkis yang ke 10, PB Djarum memutuskan untuk mereka saja yang berkeliling Indonesia untuk mencari bakat-bakat bulutangkis. Agar para orang tua peserta pun tidak terbebani dengan ongkos perjalanan, penginapan, dan biaya lain ketika mengikuti audisi beasiswa. Selain membidik bakat calon atlet profesional, kegiatan audisi ini juga menjadi ajang menyebarkan semangat olahraga bulutangkis di seluruh lapisan masyarakat. Sekaligus meyakinkan dengan komitmen nyata bahwa kesempatan untuk mewujudkan harapan dan cita-cita tinggi itu ada, dari mana pun anak-anak ini berasal. Langkah kebijakan yang diambil PB Djarum mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat tempat digelarnya kegiatan audisi beasiswa bulutangkis.

Dengan pelaksanaan audisi secara roadshow begini, pencarian bakat pemain jadi tidak hanya terpusat di Pulau Jawa. Berbagai penjuru wilayah Indonesia pun didatangi oleh PB Djarum. Pemilihan tempat didasari oleh potensi atlet di suatu daerah, dan PB Djarum selalu dengan jeli memperhatikan serta tidak ragu untuk memilih talenta-talenta berbakat dari daerah manapun untuk dibina hingga menjadi pemain bulutangkis profesional. Penyelenggaraan audisi menggunakan sistem turnamen. Para peserta akan dipisahkan berdasarkan kelompok umur, yakni U-11, U-13, dan U-15. Kemudian, setiap semifinalis untuk kategori putra dan finalis kategori putri akan mendapatkan Super Tiket. Mereka berhak masuk ke babak selanjutnya yang di gelar di GOR Djarum. Anak-anak yang lolos audisi akan mendapat pelatihan dan pembinaan secara gratis. Mereka juga akan mendapat macam-macam fasilitas latihan hingga dibiayai saat mengikuti kompetisi.

Untuk tahun 2019, penyelenggaran audisi beasiswa bulutangkis persembahan PB Djarum ini diselenggarakan di lima kota yaitu; Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo Raya, dan Kudus. Kegiatan audisi diawali pada tanggal 28 Juli 2019 di Bandung dan akan berakhir pada tanggal 19 November 2019 di Kudus. Selama pelaksanaan audisi beasiswa bulutangkis banyak hal menarik yang sangat menyentuh untuk disimak. Mulai dari antusiasme calon peserta yang selalu membludak, sampai kepada tangisan anak-anak dan orang tua yang tidak lolos seleksi, ataupun air mata penuh haru saat dinyatakan lolos seleksi. Seperti yang terjadi pada saat pelaksanaan audisi beasiswa bulu tangkis di Surabaya, pada tanggal 20-22 Oktober 2019. Sebanyak 358 dari 815 peserta lolos Tahap Screening Audisi Umum Beasiswa Buutangkis seri Surabaya pada hari Minggu (20/10/2019). Hasil tersebut merupakan penyaringan dari Tim Pencari Bakat PB Djarum saat memantau performa peserta, saat mereka bertanding dalam durasi kurang lebih 10 menit.

Ada yang juga menarik saat Tim Pencari Bakat, yang diwakili oleh sang legenda bulutangkis Sigit Budiarto, ketika mengumumkan peserta lolos Tahap Screening. Sigit menceritakan perjuangan pemain ganda putra terbaik Indonesia saat ini, Kevin Sanjaya Sukamuljo, saat mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis. Sigit mengatakan bahwa Kevin harus mencoba sampai tiga kali ikut seleksi untuk akhirnya lolos audisi.

"Kevin mencoba audisi tiga kali. Tahun pertama dia gagal, tahun kedua juga gagal. Pada tahun ketiga, dia mencoba lagi, baru bisa masuk PB Djarum," ucap Sigit saat akan mengumumkan peserta yang lolos screening.

Bersama Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamuljo pun menjelma menjadi ganda putra terbaik dunia. Prestasi The Minions, yaitu julukan Marcus/Kevin, makin moncer. Terakhir mereka menjuarai Denmark Open 2019, French Open 2019 dan Fuzhou China Open 2019. Mereka pun saat ini menempati peringkat pertama BWF.

Tak hanya Kevin, pada kesempatan itu Sigit pun mengungkap perjuangan dari pasangan ganda putra junior Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, yang menyabet medali emas Kejuaraan Dunia Junior 2019.

"Leo itu sampai empat kali audisi di PB Djarum, baru lolos," ucap Sigit.

Pengalaman para atlet tersebut diceritakan Sigit agar para peserta yang tidak lolos pun tetap menjaga semangatnya dan terus berlatih, terus berjuang.

"Tetap semangat, pulang dari sini latihan lagi, sering-seringlah bertanya kepada pelatih, apa kekurangan saya, dan jangan malu untuk bertanya kepada yang lebih senior," ucap Sigit.

"Jadi, bagi para orang tua, yang putra-putrinya tidak lolos screening, jangan kecil hati, tetap semangat, kesuksesan tidak bisa diraih dengan mudah, harus dengan pengorbanan dan perjuangan," lanjutnya.

Bersamaan itu, untuk para peserta yang telah lolos audisi, Sigit berpesan untuk jangan terlena karena perjuangan masih panjang.

"Bagi yang lolos, jangan sombong karena perjuangan masih panjang, jangan senang duluan, ada tahap trunamen, persiapkan diri dengan baik," ujarnya.

Dari Tahap Screening yang berakhir pada Minggu (20/10) petang, Tim Pencari Bakat meloloskan 358 peserta, yang terdiri dari 128 peserta (U-11 Putra), 43 peserta (U-11 Putri), 123 peserta (U-13 Putra), dan 64 peserta (U-13 Putri). Setelah Tahap Screening, Senin (21/10/2019), para atlet tersebut akan kembali bertarung di Tahap Turnamen. Mereka harus menampilkan kemampuan terbaik mereka untuk menjaga peluang meraih Super Tiket demi menuju tahap Final Audisi di Kudus pada 20-22 November 2019. Sebab bersama PB Djarum, para talenta bulutangkis Indonesia ini memiliki ruang dan kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas permainan dan meraih prestasi yang dapat membanggakan bangsa Indonesia. (*) #LagiLagiJuara

Berita Klub Lainnya