Berita > Berita

Hafiz/Gloria Hadapi Yuta/Arisa Di Semifinal

Jumat, 15 November 2019 22:56:00
1933 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Sukses menembus babak semifinal Yonex-Sunrise Hong Kong Open 2019, pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/ Gloria Emanuelle Widjaja akan bertemu pasangan Jepang, Yuta Watanabe/ Arisa Higashino.

Ada tiga pertemuan sebelumnya dicatat kedua pasangan ini, dimana Yuta/Arisa menorehkan dua kemenangan dari Hafiz/Gloria. Namun di perjumpaan terakhir mereka pada ajang HSBC BWF World Tour Finals 2018, Hafiz/Gloria justru mereka menorehkan kemenangan atas pasangan juara All England 2018 ini dengan skor 21-18, 16-21 dan 21-18.

Sebelum melangkah ke semifinal hari Sabtu (16/11), Hafiz/Gloria menaklukkan pasangan Jepang, Yuki Kaneko/ Misaki Matsutomo dengan skor 21-13 dan 21-14, di Hong Kong Coliseum, Hong Kong, Jumat (15/11).

Kemenangan atas Kaneko/Matsutomo di pertemuan sebelumnya di French Open 2019 membuat Hafiz/Gloria tampil yakin dan percaya diri mereka bisa memenangkan permainan.

"Di Paris sudah pernah ketemu, mainnya kurang lebih sama. Jadi kami sudah punya gambaran dan sudah tahu mau main apa hari ini," komentar Gloria soal pertandingan hari ini.

"Mereka biasanya main di pola mereka, kalau kami tahan, habis itu mainnya ngacak lagi. Tapi kalau tembus dengan pola itu, ya mereka pakai pola itu terus," komentar Hafiz.

Kaneko/Matsutomo membuat kejutan dengan mengalahkan Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti di babak kedua (Kamis, 14/11). Praveen/Melati dikalahkan dengan rubber game 21-13, 19-21 dan 16-21.

Menanggapi kekalahan ini, Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI, Vita Marissa, mengatakan bahwa Praveen/Melati masih belum bisa tampil konsisten.

"Dari awal sudah diingatkan untuk tetap fokus, jangan kendur, tapi saat di lapangan, keinginan menang dan konsentrasi itu tergantung dari pemainnya sendiri. Kalau kalah teknik mungkin bisa diperbaiki, tapi daya juang, konsentrasi dan keinginan nggak mau kalah, datang dari individu atletnya masing-masing," ujar Vita, mengutip di laman resmi PBSI.

Vita menuturkan bahwa Kaneko/ Matsutomo memang tidak mudah untuk dimatikan, karena pertahanan mereka cukup solid. Akan tetapi, secara teknik permainan ganda campuran, Praveen/Melati dinilainya lebih unggul dari lawan yang merupakan pemain ganda putra dan ganda putri.

"Seharusnya sepanjang perjalanan mereka setahun ini, Praveen/Melati bisa mengevaluasi di mana kesalahan mereka. Semoga di sisa kualifikasi olimpiade, mereka bisa lebih gigih dan lebih konsisten, semua ini kan untuk mereka sendiri," lanjut Vita. (*)

Berita Berita Lainnya