Berita > Berita

Jojo: “Kondisi saya oke dan fit”

Senin, 09 Desember 2019 09:53:14
621 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Indonesia berhasil menempatkan dua wakil tunggal putra, Jonatan Christie dan Anthony Sinsuka Ginting, pada ajang HSBC BWF World Tour Finals 2019 Guangzhou. Sukses Jonatan dan Anthony meraih tiket turnamen yang digelar menutup rangkaian seri HSBC BWF World Tour Finals setelah keduanya menembus delapan terbaik HSBC Race to Guangzhou Ranking.

Jonatan sendiri berada di urutan ketiga dalam daftar Race to Guangzhou BWF World Tour Finals 2019 dengan raihan 94.440 poin. Sedangkan Anthony bertengger di peringkat keenam dengan mengantongi 83710 poin.

Sebagai tunggal putra pendatang baru di turnamen penutup tahun, Jonatan menyambut antusias kejuaraan dengan total hadiah USD 1,500,000 ini. Sejumlah persiapan pun sudah dijalaninya demi mendapatkan hasil terbaik.

“Puji Tuhan ini penampilan perdana saya di kejuaraan World Tour Final. Rasanya cukup antusias. Apalagi hasil di turnamen ini masuk kedalam perhitungan Olimpiade 2020, jadi tentu saja saya akan berusaha semaksimal mungkin mendapatkan hasil terbaik di turnamen ini. Ada sedikit perasaan tegang karena ini kan World Tour Final, semua pemain terbaik dunia ada di sini,” kata Jonatan, mengutip laman resmi PBSI.

“Pelatih saya juga bilang kalau saya harus fokus di kejuaraan ini. Katanya, anggap saja seperti pra Olimpiade 2020. Karena kan memang pemain yang turun kemungkinannya kurang lebih sama,” lanjut Jojo, demikian sapaan akrab peraih medali emas Asian Games 2018 ini.

Sebelum berangkat ke Guangzhou, China, Jonatan dan Anthony masih sempat memperkuat skuat Merah Putih pada ajang SEA Games 2019 yang kini tengah berlangsung di Manila, Filipina. Turun berlaga di nomor bulutangkis beregu putra, Jonatan dan Anthony berhasil mempersembahkan medali emas bagi Indonesia.

“Sejauh ini kondisi saya oke dan fit. Selama persiapan dan setelah SEA Games kemarin, saya terus menjaga kondisi supaya jangan sampai sakit dan jauh dari cedera. Selama persiapan juga saya lebih fokus mematangkan strategi dan pola permainan,” jelasnya.

Menanggapi soal peta persaingan di sektor tunggal putra HSBC BWF World Tour Finals 2019, Jonatan mengaku tidak mau terlalu terbebani. Menurutnya, catatan head to head dengan para pebulutangkis yang turun di kejuaraan ini tidak bisa dijadikan patokan untuk hasil akhir pada pertandingan nanti.

“Apapun bisa terjadi di lapangan. Head to head tidak bisa dijadikan patokan bisa menang atau kalah, tinggal kitanya saja siap atau tidak begitu masuk kelapangan. Menurut saya, terlalu percaya diri juga nggak boleh dan terlalu pesimistis juga nggak boleh. Yang penting kita harus bisa tetap kontrok emosinya,” ungkap Jonatan.

Tak mengecewakan, sepanjang 2019 Jonatan sukses mengoleksi dua gelar juara dari ajang New Zealand Open 2019 BWF World Tour Super 300 dan Australian Open 2019 BWF World Tour Super 300. Tunggal putra peringkat lima dunia ini juga berhasil menjadi runner up di kejuaraan Japan Open 2019 BWF World Tour Super 750 dan French Open 2019 BWF World Tour Super 750.

“Tahun ini saya bisa lebih konsisten. Setidaknya bisa lebih bagus dari tahun sebelumnya. Tapi memang saya pribadi merasa masih ada PR yang belum selesai. Saya masih penasaran bisa merebut gelar di turnamen-turnamen lever Super 750 dan Super 1000,” tutupnya. (*)

Berita Berita Lainnya