Berita > Berita

Herry IP: “Walaupun kalah, saya surprise dengan penampilan mereka”

Selasa, 10 Desember 2019 10:32:13
979 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Satu medali perunggu dibawa pulang sektor ganda putra dari ajang SEA Games 2019 lewat pasangan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/ Ade Yusuf.

Hasil ini sudah merupakan hasil terbaik yang diperoleh ganda putra, setelah pasangan Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto yang menjadi unggulan satu, terhenti di babak perempat final.

Sementara pasangan Wahyu/Ade terhenti di babak semifinal setelah dijegal pasangan Malaysia unggulan dua, Aaron Chia/ Soh Wooi Yik. Mereka kalah usai bermain tiga game dengan skor 12-21, 21-18 dan 19-21.

“Menurut saya mereka main sudah benar dan maksimal. Dengan kondisi lapangan seperti ini, angin yang kencang, menang angin, kalah angin, walaupun kalah saya surprise dengan penampilan mereka,'' kata Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra Pelatnas PBSI.

Kondisi lapangan dan angin yang ada di arena Muntinlupa Sports Complex, Manila, Filipina, memang sangat mempengaruhi semua pebulutangkis.

''Menurut saya cukup baik, walaupun kalah. Karena kan main bagus tidak selalu menang, atau main jelek pasti kalah. Mereka hanya kurang beruntung di poin tertentu,” tambah Herry, mengutip di laman resmi PBSI.

Herry mengatakan Wahyu/Ade memiliki potensi yang cukup bagus kedepannya untuk tampil lebih baik. Level permainan mereka pun dinilai Herry tak jauh dari dua pemain terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan.

“Level mereka tidak terlalu jauh dengan ganda putra kita yang terbaik saat ini. Tapi memang karena rangking mereka terlalu jauh, jadi saat turnamen di babak-babak awal drawnya sudah ketemu pemain papan atas,” ungkap Herry.

“Tetap harus ada yang ditingkatkan dari mereka berdua. Terutama Ade Yusuf tenaga tangannya harus ditambahin lagi, supaya mainnya bisa lebih tahan lama dan konsisten. Bukan berarti jelek, tapi harus ditingkatkan lagi supaya bisa bersaing di level atas,” kata Herry.

Berbeda dengan Wahyu/Ade, Herry justru tak puas dengan penampilan Fajar/Rian. Pasangan yang diandalkan Herry pada turnamen ini justru tak bisa maksimal di lapangan. keduanya terhenti di perempat final dari Bodin Isara/Maneepong Jongjit (Thailand).

“Buat Fajar Rian penampilan mereka tidak baik dan terus merosot. Mereka harus memperbaiki semuanya. Baik dari segi teknik, mental dan semuanya. Kalau enggak tahun depan mereka bisa tersusul Wahyu/Ade atau bahkan sama Leo/Daniel. Karena tahun depan kesempatan akan terus terbuka. Siapa yang tidak bisa memanfaatkan kesempatannya, bisa jadi tersusul dengan pemain-pemain lapis lainnya. Ini warning buat mereka sendiri. Karena mereka saat ini sudah masuk lima besar dunia, tapi kualitas permainannya masih kurang sesuai. Saya kecewa sekali dengan penampilan mereka di SEA Games saat ini,” jelas Herry.

“Kepercayaan diri mereka masing-masing harus ditingkatkan. Waktu beregu penampilan Rian di bawah performa sekali. Begitu main perorangan sudah lumayan, tapi gantian Fajarnya yang kurang. Jadi gantian terus. Dua-duanya harus introspeksi diri masing-masing,” tutup Herry. (*)

Berita Berita Lainnya