Berita > Artikel

Ketika Fajar Alfian Mendengar Suara Papa

Sabtu, 18 Januari 2020 13:11:34
1479 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Current
Nyaris tersingkir, ''Duet FajRi'' Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil merebut kemenangan atas ganda Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen untuk melangkah ke babak semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2020.

FajRi menghempaskan ganda Denmark ini dengan rubber game 18-21, 21-13 dan 21-17. Kehilangan lebih dulu di game pertama, namun berhasil membuka peluang rubber game setelah merebut kemenangan di game kedua.

Di game penentuan, FajRi kalah panas. Mereka tertinggal terus hingga jeda 8-11. Dukungan penonton dan keluarga di Istora menyadarkan mereka untuk bisa bangkit. Satu demi satu poin terkumpul hingga 12-12. Lagi-lagi mereka tertinggal 12-15. Tertinggal poin, harapan ke final seakan pupus.

Fajar mendengar sayup-sayup suara sang papa yang memberi dukungan di antara penonton yang ada di tribun Istora. Fajar sangat mengenal suara sang papa tercinta. Ketika soraka mereda ia bisa menangkap jelas suara sang papa. Motivasinya pun bangkit, Rian sang partner merasakan hal yang sama.



Kembali satu demi satu poin diraih. Bola-bola Astrup/Rasmussen bisa dikembalikan FajRi. Bola drive, net maupun smash tak mematikan FajRi. Bahkan FajRi berani mengangkat bola tinggi ke bidang ganda Denmark ini. Sang pelatih di luar lapangan yang sempat lesu, bangkit semangat menyoraki FajRi yang bagai ''kesetanan'' di lapangan.

Tertinggal 12-15, FajRi mengebut menyamakan poin 15-15. Dan meninggalkan Astrup/Rasmussen yang cerdik 18-15. FajRi hanya memberi dua poin bagi duet Denmark sebelum mereka merebut kemenangan 21-17. Istora pun pecah, riuhnya penonton menenggelamkan teriakan papa Fajar yang terus mendukung di tribun.

Tiket semifinal pun dikantongi FajRi, dan ini memastikan satu tiket final seri HSBC BWF World Tour Super 500 menjadi milik Indonesia. Laga semifinal FajRi akan bertemu seniornya ''The Daddies'' Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan. (*)

Berita Artikel Lainnya