Berita > Artikel > Sosok

Gregoria Harus Perbaiki Mental Di Lapangan

Minggu, 26 Januari 2020 15:00:08
4333 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Langkah tunggal putri andalan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, pada ajang Princess Sirivannavari Thailand Masters 2020, hanya mencapai babak perempat final, pada Jumat (24/1) lalu. Gregoria dihempang tunggal putri Jepang unggulan satu, Akane Yamaguchi dalam laga dua game langsung 23-25 dan 14-21.

Bagi Gregoria, kekalahan dari Yamaguchi di turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 300 ini menjadi yang kelima kalinya dari enam pertemuan yang dilakoninya.

Membuka tahun 2020, Gregoria telah menjalani 3 turnamen. Dua turnamen lainnya adalah Perodua Malaysia Masters 2020 dan Daihatsu Indonesia Masters 2020. Pada dua turnamen ini, Gregoria harus tersingkir di babak pertama. Di Kuala Lumpur dikalahkan andalan Thailand, Ratchanok Intanon, dan di Jakarta, Gregoria dikalahkan Yamaguchi.

Melihat catatan yang ada, sesungguhnya penampilan Gregoria sudah memperlihatkan progres peningkatan. Namun Gregoria mengaku tetap belum puas dengan penampilannya di Indoor Stadium Huamark Bangkok ini.

Gregoria menilai bahwa masalah mental di lapangan menjadi merupakan masalah utamanya saat ini.

“Saya harus memperbaiki mental di lapangan. Selain itu saya juga harus bisa mengendalikan pressure dengan baik. Karena menurut saya, selama ini kayanya itu yang bikin kalah selama ini. Kalau lawan pemain-pemain top memang pasti saya masih kalah dari segi teknik dan fisik, saya masih di bawah mereka,” ungkap Gregoria, mengutip di laman resmi PBSI, Badmintonindonesia.org.

''Tapi yang paling penting harus bisa melawan diri sendiri. Karena selain di lapangan ada lawan yang dihadapi, saya juga harus melawan diri sendiri. Sekarang saya masih banyak ambil pusing ke sana. Pengennya kedepannya saya bisa lebih tenang, dan lebih tahu lah harus bagaimana berbuat di lapangan,” lanjut Gregoria.

Gregoria berharap penampilannya bisa meningkat jauh lebih baik kedepannya. Apalagi pengumpulan poin menuju Olimpiade Tokyo 2020 terus bergulir. Persaingan di setiap sektor pun semakin kencang terasa.

“Semua atlet pasti sudah bersiap dan terus bersaing ketat. Nggak cuma antar negara, tapi di dalam negaranya juga pasti masing-masing bersaing untuk bisa masuk, lolos ke Olimpiade. Kalau saya sendiri saya punya target, kalau lolos Olimpiade nanti bukan cuma karena saya tertinggi saja di antara teman-teman tunggal putri. Tapi memang karena prestasi saya juga bagus dan lolos Olimpiade,” kata Gregoria.

“Dari dalam tim kami saling membantu dengan Fitriani dan Ruselli. Kami tidak bersaing di dalam tim, karena kami kan dikirim terus pertandingan bersama. Tinggal berusaha saja memberikan yang terbaik. Dalam latihan kami saling membantu,” lanjutnya lagi. (*)

Berita Sosok Lainnya